EP 18

Suara burung berkicau merdu dan terik matahari membangunkan Radit. Ia menggeliat dan memaksa mata nya untuk terbuka. Radit bangun merapikan matrasnya, saat ingin mengembalikan matras itu, ia salah fokus dengan pemandangan Ghea yang sedang tertidur pulas. 

Radit menghampiri Ghea, ia ingin melihat dari dekat lagi. Ia tersenyum tipis kala melihat Ghea yang tertidur dengan sedikit mendengkur, bahkan Radit baru tahu jika wanita kecil itu mendengkur. Ide jahil tiba-tiba muncul dibenak Radit, ia mendekat kan wajah nya di telinga Ghea. "KEBAKARAN!!" Teriaknya tepat di telinga wanita itu. 

Seketika Ghea langsung terbangun, ia gelagapan dan langsung meraih tangan Radit untuk menyelamatkan diri. "Ayo kak, kebakaran loh" Ajak nya, karna Radit hanya diam tidak melangkah kan kakinya. 

Radit tidak sanggup menahan tawa nya, ia tertawa kencang dihadapan Ghea. Hal itu membuat Ghea geram, ia langsung memukul Radit dengan sangat keras. "Kakak jahat! Lagi enak-enak tidur juga!" Hardiknya, pria itu terlihat tidak perduli malah semakin tertawa kala melihat Ghea marah. 

Ghea kesal bukan main, tiba-tiba ada yang masuk ke kamar mereka. Hal itu membuat Radit gelagapan karna matras belum ia simpan di ruang ganti. "Loh kok ada matras di sini?" Tanya Clara, Ghea tiada henti merutuki Radit didalam hati. 

Karna Ghea dan Radit hanya diam, Clara memerhatikan mereka dengan intens. "Kalian tidur terpisah?" Tanya Clara lagi, Radit memikirkan jawaban yang tepat. Tapi, tak kunjung mendapatkan jawaban yang bagus dan tepat. 

"Aku kesal dengan kak Radit, bu. Jadi aku tidak ingin berbagi ranjang dengannya" Sahut Ghea, ia menatap kesal Radit dan seperti orang yang benar-benar marah dengan pasangan nya. "Loh kenapa begitu, sayang?" Tanya Clara dengan lembut. 

"Kak Radit sibuk membandingkan aku dengan wanita diluaran sana, dan kata Lovie ditempat kerja kak Radit banyak wanita cantik yang lebih dari ku" Jelas nya, Clara mencerna penjelasan menantunya dengan baik. "Membayangkan kak Radit terus melihat wanita cantik, sudah membuat hatiku panas, bu. Apa lagi kak Radit malah membandingkan aku dengan mereka" Lanjut nya. 

Clara langsung menatap tajam putranya, "Radit, kamu tidak boleh membandingkan istrimu dengan wanita diluaran sana" Ucap Clara, Radit tersenyum tipis mendengar alasan Ghea yang masuk akal itu. "Aku tidak membandingkan Ghea dengan mereka ibu, aku hanya ingin Ghea sedikit memerhatikan mereka saja cara merawat diri" Ucap Radit membela dirinya sendiri. 

"Tuh lihat, Bu. Dihadapan ibu saja, kak Radit masih membandingkan aku dengan wanita tidak jelas itu." Adu Ghea kepada ibu mertua nya, Clara melayangkan pukulan keras di dada putra nya. 

"Cepat minta maaf kepada Ghea, dan jangan katakan hal seperti itu lagi kepada istri mu" Perintah nya, Radit langsung meraih tangan Ghea untuk meminta maaf. 

"Sayang.. Maafkan aku ya, aku berjanji tidak akan membandingkan mu dengan mereka lagi. Tetap kamu yang tercantik di mata aku" Ucap nya sembari mengelus pipi Ghea. Ghea ingin memaafkan Radit, menurut nya cukup sudah drama ini. 

Tapi, tangannya malah diraih oleh Clara, "Ghea,jangan terlalu cepat memaafkan pria. Lihatlah dulu perjuangan nya dalam menyesali perbuatannya, baru kau bisa memaafkan suami mu"bisik Clara. 

" Aku dengar loh"ujar Radit, bagaimana tidak. Ibu nya berbisik dengan Ghea tepat dihadapan nya. 

"Cepat lakukan apa yang ibu katakan tadi" Ucap nya kepada sang menantu, Ghea menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal. "Aku tidak akan memaafkan mu. Berjuanglah dengan benar, dan tunjukkan rasa penyesalan mu, kak" Ucap Ghea, ia melirik tajam Radit yang menampilkan wajah kesal nya. 

Ghea dibawa pergi oleh Clara, tinggallah Radit seorang diri dikamar itu. "Apa-apaan ni? Dia marah beneran? Astaga.."

Radit tidak habis pikir dengan Ghea dan sang ibu. Kepalanya sakit memikirkan wanita itu, ia masuk kedalam Bathroom untuk membersihkan diri saja. Bersiap-siap untuk ke Kantor karna kali ini pekerjaan nya sangat menumpuk. 

~

Dimeja makan Radit dan yang lain makan dalam diam. Kecuali Lovie yang terus berbicara kepada Clara dan juga Ghea. Radit menikmati makannya sambil memerhatikan Ghea yang tertawa dengan tingkah lucu Lovie. Setelah selesai makan Ghea dan Lovie pergi ke kampus tanpa pamit terlebih dahulu pada nya. "Radit!" Panggil sang ibu, Radit menatap Clara yang kini menatap nya dengan tajam. 

"Kamu harus pandai merayu Ghea, belikan sesuatu agar kemarahan nya memudar" Saran Clara kepada putra nya. "Ibu yang membuat Ghea marah, memberi saran padanya untuk jangan memaafkan ku dengan cepat" Celetuk Radit. 

Clara seperti tidak merasa bersalah, "ibu rasa kau sering menindas menantu ku. Jadi, selama Ghea belum memaafkan mu, kalian harus menginap disini"

"Tidak bisa begitu dong, Bu.. Kami.. "

"Jangan banyak alasan, ibu harus pastikan Ghea memaafkan mu dengan benar dan kau benar-benar merasa bersalah dengan apa yang kau lakukan kepada istrimu"

"Astaga.."

"Titik!" Ucap Clara tanpa bantahan lagi, akhirnya Radit pasrah dengan itu semua. 

Radit pergi bekerja dengan wajah ditekuk, ia bingung harus merayu Ghea dengan apa. Masalahnya Ghea memiliki sifat jahil, memang awal nya mereka berpura-pura saja. Tapi, jika sudah Ghea di dukung oleh Clara maka seketika wanita itu akan marah secara beneran. Radit harus memikirkan cara yang tepat untuk membuat Ghea memaafkan nya, karna akan berbahaya jika terus satu kamar dengan Ghea.

"Satu hari saja dada nya sudah terlihat, apa lagi satu minggu. Bisa mampus aku" Gerutu Radit sembari menyetir mobil nya menyusuri kota Jakarta. 

••

Di kampus setelah kelas selesai, Ghea dan Lovie pergi ke Kantin untuk makan siang. Mengisi perut mereka yang sudah berbunyi sedari tadi. Tiba-tiba ada dua orang wanita menghampiri mereka, menatap tajam dan benci kepada Ghea. "Hei! Jangan dekat-dekat dengan pacar aku! Kamu ngga tahu malu banget, gangguin pacar orang" Hardik Farah kepada Ghea yang tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka. 

"Hei miskin! Dengar tidak!" Sentak Hani kepada Ghea, bahkan sampai menendang kaki nya. "Hei! Jangan macam macam ya sama teman ku!" Hardik Lovie balik, ia tidak suka Ghea dikatain miskin oleh wanita tidak berguna seperti mereka. 

"Kau dari keluarga Andika yang kaya raya itu kan? Kenapa mau berteman dengan wanita miskin seperti dia? Kau seharusnya berteman dengan kami" Ucap Farah, Hani mengangguk setuju dengan ucapan Farah. 

Lovie menatap jijik dua wanita itu, yang memandang orang dari kasta dan kedudukannya. Lovie tidak pernah diajarkan seperti itu oleh ibu dan kakak nya. Dengan tanpa banyak berpikir lagi, Lovie melemparkan minumannya tepat diwajah Farah dan Hani. "Awww.." Rintih Farah dan Hani. 

"Sekali lagi kalian berani ngatain teman ku ini, kalian akan berurusan dengan keluarga Andika!" Ancam Lovie, Farah dan Hani menatap kesal Lovie. Mereka berlalu pergi, bagaimana lagi keluarga mereka tidak cukup kuat untuk melawan keluarga Andika yang sangat kaya dan juga bekerjasama dengan keluarga Pradipta. 

"Kau tidak papakan, kak?" Tanya Lovie penuh khawatir, Ghea menggelengkan kepalanya cepat. Ia malah justru kaget dengan sikap Lovie tadi, padahal adik ipar nya itu bersikap manja tapi bisa melindungi diri walaupun membawa nama keluarga besar nya. 

"Aku tidak papa, aku kagum dengan yang kau lakukan tadi" Puji Ghea kepada Lovie, pipi Lovie bersemu merah mendapatkan pujian itu dari kakak ipar nya. Sejujurnya ia takut untuk melakukan hal itu tadi, tapi jika tidak dirinya siapa yang akan melindungi Ghea. 

Aksa datang dengan penuh khawatir, karna mendengar dari teman kampusnya jika Farah dan Hani melabrak Ghea dan Lovie. Yang ia khawatir kan adalah Ghea, ia takut terjadi sesuatu yang buruk kepada wanita itu. 

"Ghea, kau baik-baik saja?" Tanya nya penuh khawatir, Ghea tersenyum tipis melihat wajah Aksa yang panik. 

"Tidak papa, kak. Kau itu harus hati-hati, jangan sampai pacar kakak itu melukai Ghea" Ucap Lovie kepada Aksa, mendengar itu membuat Aksa lega. 

"Farah tidak pacar ku, kami sudah putus lama jauh sebelum kita ketemu, Ghea" Jelas nya kepada Ghea, menurut Ghea hal itu tidak ada masalahnya dengan nya. Tapi, pikiran Farah lah yang harus diperbaiki, bukan Aksa atau dirinya. 

"Dia memang sedikit gila, lain kali aku akan memerhatikan gerak-gerik nya" Ucap Aksa untuk menenangkan Lovie dan Ghea. "Bagus kalau gitu" Sahut Lovie. 

Aksa duduk berhadapan dengan Ghea, ia mengeluarkan sesuatu dari tas nya. "Ini cokelat untuk mu, tadi aku tak sengaja melihat nya di Mini Market. Dan langsung teringat dengan mu, jadi aku beli" Ucap nya, dengan senyum tipisnya Ghea menerima cokelat itu. 

"Terimakasih" Ucap nya,Aksa mengangguk dengan senyum manis nya. Ghea merasa jika Aksa tak kalah tampan, pantas saja pria itu menjadi idaman di kampus ini. Memiliki sifat yang ramah dan hangat hal itu membuat Aksa begitu disukai oleh semua wanita. 

Bahkan saat ini, semua wanita yang ada dikantin menatap iri ke Ghea. Wanita itu terus saja di hampiri oleh Aksa, dan mendapatkan perhatian khusus dari Pria itu. Hal itu sangat diidam-idamkan oleh wanita di Kampus, bahkan mereka rela dijadikan kekasih kedua jika pria itu adalah Aksa. 

~~

Disisi lain ada Radit yang sedang membahas pekerjaan dengan Ezra. Ia memikirkan cara untuk merayu Ghea nanti, walaupun marah nya hanya akting saja tapi tapi tetap saja hadiah nya harus nyata. 

"Tuan.."

"Hmm apa?"

"Waktu nyonya muda marah, kau membujuk nya dengan apa?" Tanya Radit kepada Ezra, ia ingin mendapatkan saran dari sang Tuan. "Keyna sangat mudah di rayu, seringnya aku membeli makanan yang enak untuk nya. Dan terkadang juga membelikan barang-barang yang mewah" Jawab nya, Radit mengingat nya dengan baik. 

"Kenapa kau menanyakan hal itu? Apa Ghea marah?" Tanya Ezra, Radit mengangguk mantap. 

"Eh Radit, semalam kau mengatakan jika kau dan Ghea hanya menikah kontrak saja. Lalu, kenapa kau bisa bermain begituan dengan nya sampai lupa waktu?" Tanya Ezra, hampir saja ia lupa menanyakan hal itu kepada Radit. Karna sudah menahan rasa penasaran dari kemarin, bahkan sampai tidak berselera makan. 

"Kau salah paham, Tuan. Yang dimaksud Lovie adalah bermain monopoli bukan begituan"

"Astaga! Lovie benar-benar!" Umpat Ezra, ia kesal bukan main dengan adik dari Radit itu. Sudah membuat nya mati penasaran semalaman, rasanya benar-benar tersiksa bahkan sampai tidak berselera untuk menghabiskan malam dengan keyna karna memikirkan Radit dan Ghea. 

"Lalu kenapa kau ingin membujuk Ghea?" Tanya Ezra, Radit merasa jika Tuan nya sudah kelewatan batas ke kepoan. "Kau kepo sekali, Tuan" Cibir nya, Ezra kesal. Ia melempar pena ditangan nya tepat mengenai dada Radit. 

"Awas saja kau!" Ancam Ezra, ia bersumpah tidak akan memberi ide lagi kepada Radit lagi. Bagaimana pun, ia sudah lebih berpengalaman tentang rumah tangga, jadi pastinya Radit akan sering bertanya pada nya nanti. 

~~

Ghea dan Lovie bersantai di gazebo samping, menikmati jus jeruk yang mereka buat bersama tadi. Lovie sangat suka dengan ada nya Ghea, ia menjadi memiliki teman untuk melakukan apapun. Tidak kesepian seperti dulu, hanya ada ibu nya yang menemani nya. 

"Kata ibu, kakak lagi menghukum kak Radit ya?"Tanya nya, Ghea mengangguk mantap. 

Sebenarnya bukan kemauannya untuk marah dengan pria itu, tapi ini semua atas saran dari ibu mertua. Tidak mau, harus mengikuti saran dan juga Ghea ingin tahu perjuangan Radit dalam kemarahan pura-pura ini. 

Setelah bercerita panjang lebar, Ghea dan Lovie duduk di ruang tengah. Menonton televisi bersama dengan Clara, hingga kedatangan Radit tidak di sadari oleh mereka. 

"Hai sayang ku.."sapa Radit kepada Ghea. 

Ghea terkejut, ia melihat Radit yang sudah duduk di sebelah nya dengan senyuman lebar. " Aku membawakan ini untuk mu"ucap nya, ia menyerahkan bouquet bunga dan cokelat ditangan Ghea. 

"Aku minta maaf ya atas kesalahan ku kemarin, aku benar-benar menyesal telah melakukan hal itu. Aku janji, hal itu tidak akan terjadi lagi. Tetap kau istri terbaikku" Ucap Radit panjang lebar, seketika Ghea merasa terharu. 

Clara dan Lovie tersenyum senang melihat keharmonisan mereka, apa lagi Radit yang terlihat sangat serius dengan permintaan maaf nya. "Aku memaafkan mu.." Ucap Ghea, dengan menerima bouquet bunga dan cokelat itu. 

"Terimakasih"

Radit memeluk Ghea, serasa benar-benar nyata kemarahan Ghea tadi. Jangan ditanya dari mana Radit mendapatkan ide untuk membawa bouquet itu, ia bersyukur mendapatkan ide itu tadi. Jika tidak, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk mendapatkan maaf dari Ghea. Karna ia mengajarkan Ghea untuk akting secara totalitas jangan separuh paruh, hal itu yang membuat nya benar-benar memikirkan cara agar wanita itu memaafkan atas kemarahan pura-pura itu. 

Terpopuler

Comments

Lina aja

Lina aja

kena prank dari istri nya

2024-03-26

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

benar benar bagus ekting nya👍

2023-12-07

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!