Radit dan Ghea sedang berbelanja di Supermarket, dengan Radit yang mendorong troli dan Ghea yang memilih barang yang akan dibeli. Radit memerhatikan Ghea yang terlihat sibuk memilih sayuran, hingga Ghea memilih sayuran yang sama dengan seorang wanita.
"Eh maaf, aku tidak tahu jika kau sudah memilih itu" Ucap wanita itu, Radit membeku dan sedikit terkejut melihat wanita yang berdiri di hadapan nya.
Wanita yang telah membuat kehidupan nya kacau dan benci dengan hubungan asmara. "Mayra?"
Merasa namanya disebut, Mayra berbalik kearah belakang. Dan ya, ia juga terkejut dan bahkan sampai membekap mulut nya melihat Radit.
Ghea memerhatikan Radit, seperti sudah sangat mengenal wanita cantik itu. Dan lebih terkejut lagi saat Mayra memeluk Radit dengan sangat erat. Seperti orang yang sedang menumpahkan segala kerinduan, bahkan Radit membalas pelukan itu.
Ghea bingung harus apa, "uhuk"
Seketika Radit melepas pelukan nya, ia dan Mayra saling pandang satu sama lain. "Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan kamu disini" Ucap Mayra dengan senyum bahagia nya, lain dengan Radit yang terlihat gelisah.
Radit meraih tangan Ghea, membawa wanita itu menuju tempat pembayaran. Bahkan tangan Ghea dicekal kuat, hingga ia merasakan sakit di pergelangan tangannya.
Mayra hanya diam melihat kepergian Radit, ia ingin mengejar pria itu. Tapi, ia merasa segan dan malu untuk melakukan itu.
Radit terus mencengkram tangan Ghea hingga menuju mobil, memasukkan barang belanja tadi lalu memaksa Ghea untuk masuk.
"Kak Radit, tangan ku sakit" Ucap Ghea, Radit terlihat gusar dan panik serta senang. Ntahlah, Ghea bingung mendeskripsikan ekspresi Radit kali ini.
"Kenapa dia bisa ada disini? Kenapa?!" Sentak nya kepada Ghea, sang empu menatap Radit heran. Apa lagi saat melihat Radit terus menatap kearah belakang, terus menerus.
"Aku harus senang? Atau sedih? Katakan pada ku Ghea, aku harus apa?!" Tanya nya sambil terus mengguncang tubuh Ghea. Ghea sampai pusing rasanya, "kak, kau ini kenapa?" Tanya nya dengan raut wajah kesal.
Bukannya menjawab pertanyaan Ghea, Radit melajukan mobil nya. Ghea hanya diam memerhatikan Radit yang menggigit kuku nya, aneh sekali bagi Ghea.
Bahkan ketika sampai di Apartemen, Radit membantu Ghea membawa barang yang mereka beli tadi. Lalu Radit pergi lagi, ntah kemana. Ghea enggan menanyakan nya, karna ia yakin jika Radit juga tidak akan menjawab pertanyaan nya.
Ghea ingat nama wanita yang telah membuat Radit menjadi aneh, ia akan menanyakan nya kepada Lovie besok. "Apa dia kekasih kak Radit? Tapi jika iya, mengapa harus aku yang diajak nya menikah?" Tanya Ghea pada dirinya sendiri, memikirkan nya membuat kepala Ghea sakit.
Ghea ingat sekali bagaimana ekspresi Radit tadi, pria itu terlihat bahagia dan sedih yang datang secara bersamaan. Seperti ekspresi yang sangat memendam rasa rindu dan dendam. Hal itu dapat Ghea rasakan, dari cara mereka berpelukan seperti layak nya orang yang memiliki hubungan dekat di masa lalu. "Mayra?"
Nama itu akan selalu Ghea ingat, untuk bertanya dengan Lovie besok. Apa lagi jika Mayra itu adalah masa lalu Radit, pasti Lovie akan mengetahui itu.
Radit bahkan tidak pulang sampai pagi, Ghea makan seorang diri. Setelah selesai, ia segera keluar Apartemen untuk menunggu kedatangan Lovie. Tak lama ia menunggu, Lovie datang, wanita itu terlihat sangat bahagia hari ini.
"Kak, kemarin kak Aksa terus nanyain kamu" Ucap Lovie, Ghea sedang memikirkan Radit yang tidak pulang.
"Kak dengar tidak?"
Ghea tersadar, "lalu kau katakan apa sama Aksa?" Tanya Ghea, ia pasrah kali ini jika Lovie mengatakan jika Ghea adalah kakak ipar nya.
"Ntah kenapa, aku merasa jika hubungan kalian tidak seperti pasangan yang saling mencintai" Ucap Lovie, mendengar ucapan Lovie membuat Ghea terdiam. Jantung nya berdebar, "jadi aku mengatakan kepada kak Aksa, jika kita hanya sahabat tidak memiliki hubungan ipar" Lanjut nya.
Ghea menghela napas lega, "kau benar, nanti aku akan mengatakan yang sebenarnya pada mu" Ucap Ghea, Lovie mengangguk mengiyakan.
Bahkan Lovie sampai tidak fokus dengan mata pelajaran nya, ia terus memikirkan hal apa yang akan dikatakan oleh Ghea. Hingga waktu yang sangat membosankan itu berakhir juga, tangan Ghea langsung ditarik oleh Lovie menuju Taman yang ada di Kampus tersebut.
Ghea dan Lovie duduk di bangku Taman, "ngga sabaran banget si" Cibir Ghea, Lovie tertawa kecil. "Bagaimana lagi kak, aku sudah terlanjur penasaran sampai mau mati rasanya" Jelas nya, mendengar itu membuat Ghea ingin tertawa.
"Kak, langsung keintinya saja" Pinta Lovie, Ghea ragu ingin bercerita atau tidak. Tapi, mengingat soal Mayra membuat Ghea yakin untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Aku dan kak Radit, menikah atas dasar perjanjian. Atau nikah kontrak, hanya berlangsung selama 365 hari saja" Ucap Ghea, Lovie hanya diam mendengar kan dengan baik. "Jika sudah mencapai waktu yang ditentukan, kami akan berpisah. Sekalipun aku belum ketemu cinta ku, dan sebaliknya ke kak Radit" Lanjut nya.
Lovie menghela napas panjang, ia tidak menyangka kakak nya akan mengambil pengorbanan sebesar itu untuk keselamatan sang ibu. "Aku kagum dengan kak Radit yang telah melakukan hal sebesar itu untuk kesehatan ibu, tapi juga tidak dengan mengorbankan mu begitu" Ucap Lovie.
"Dia tidak mengorbankan ku, aku mau jadi istri kontrak nya tanpa paksaan sedikit pun" Jelas Ghea, ia menatap lovie intens. "Kau kenal siapa Mayra?" Tanya Ghea, mendengar nama itu membuat Lovie terbelalak kaget. Bahkan matanya seakan-akan mau keluar, ia terkejut bukan main.
"Kak Mayra? Dia bertemu dengan kak Radit?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nendah Wenda
lebih baik jujur ghea
2023-12-07
0