Aksa menunggu Ghea menjawab pertanyaan nya, "kalian bertemu di Mansion Kak Ezra?" Tanya Aksa lagi, Ghea menebak jika Aksa tidak tahu dengan pernikahan nya. Karna Radit mengadakan acara secara private, dan tidak mengundang keluarga Aksa pada saat itu.
"Iya kami bertemu disana, dan menjadi teman dekat" Jawab Ghea, Aksa ber oh saja. Ia terus memerhatikan Ghea yang makan dengan menunduk, bahkan senyum nya sampai terbit hanya karna memandang Ghea yang menguyah bakso.
"Aku boleh minta nomor ponsel mu?"
Ghea gugup, tidak mungkin kan ia mengatakan tidak boleh. Aksa adalah pria baik, dan mungkin akan selalu menolong nya nanti. "Boleh.." Jawab Ghea, dengan gerakan cepat Aksa memberi ponsel nya kepada Ghea.
Ghea mengetik nomor ponsel nya, dengan senyum lebar nya Aksa menyimpan nomor itu. "Terimakasih" Ucap nya, Ghea membalas ucapan itu dengan senyuman hangat nya.
Ghea dan Lovie menunggu kedatangan pak supir mereka di depan pagar. Mungkin pak supir terjebak macet, hingga sudah lebih setengah jam mereka menunggu. "Aku lelah.." Keluh Lovie, kata itu sudah hampir seratus kali keluar dari bibir nya.
"Sabar Lovie.. Aku juga lelah" Sahut Ghea, mereka duduk dengan saling bersandar satu sama lain. Hingga kedatangan Aksa membuat Lovie heran, pria itu datang dengan membawa kunci mobil nya. "Butuh tumpangan?"
"Kak Aksa!"
Tanpa menunggu lagi, Lovie langsung menarik tangan Ghea untuk menuju ke mobil Aksa. Ghea sudah berusaha menolak, tapi Lovie terus memaksa nya hingga mereka sudah berada di dalam mobil pria itu.
"Aku ada keperluan Lovie. Tidak bisa pulang sekarang, kamu aja deh yang pulang sama Aksa" Ucap Ghea, ia keluar dari mobil Aksa.
"Kamu yakin?" Tanya Aksa, karna ia sebenarnya ingin mengantar Ghea bukan Lovie. "Yakin Aksa, aku pergi dulu" Sahut Ghea, ia berlalu pergi mencari Taxi.
Aksa memerhatikan Ghea dari kaca spion nya, jujur ia kecewa kali ini. Tapi baru juga usaha pertama, wajar jika gagal.
~~
Radit menemani Ezra membeli berbagai mainan untuk Keen, hal ini selalu dilakukan Ezra saat ia sudah pulang bekerja.
Radit memerhatikan sekeliling, hingga mata nya tak sengaja melihat seorang wanita yang sangat ia kenali. Ya, wanita itu Ghea.
"Ghea?" Lirih nya, Radit memerhatikan Ghea dari kejauhan yang sedang memilih boneka kelinci.
"Untuk apa dia beli boneka? Udah besar juga, masih main boneka" Cibir Radit, ia terus memerhatikan Ghea yang membeli dua boneka kelinci dan dua boneka berbentuk beruang. Radit tersenyum tipis melihat Ghea yang memeluk boneka itu dengan penuh kasih, hanya karna boneka membuat wanita itu merasa bahagia.
Ezra tahu jika Radit sedang memerhatikan Ghea, "samperin sana, soal aku gampang. Aku bisa hubungi supir" Ucap Ezra, ia sudah menemukan mainan untuk Keen. Radit mengangguk, ia berlalu pergi menghampiri Ghea. Karna sudah tidak sabar mengejek gadis itu, tingkah nya seperti anak kecil.
Ghea bingung, mau beli boneka beruang atau kelinci. Dua dua nya imut dan menggemaskan untuk nya, beli kedua nya uang nya tidak cukup. "Kau beli boneka?"
Suara itu membuat Ghea membeku, "kak Radit?" Beo nya, Radit berdiri tegak dengan tangan disaku celana nya. "Iya, ini aku Radit" Sahut nya, karna ekspresi Ghea seperti melihat hantu saja saat menatap nya.
Ghea berusaha mengabaikan Radit, ia pura pura sibuk memilih boneka lagi. "Beli aja dua-dua nya, kalau bingung" Ucap Radit, ia juga memegang salah satu boneka berbentuk gurita. "Duit ku ngga cukup, kak" Sahut Ghea.
Radit menghela napas panjang, "uang yang akun beri tadi,lebih dari cukup jika hanya beli boneka saja" Kata Radit, Ghea menatap ke arah Radit dengan tatapan dalam. "Kakak ngga marah, kalau uang yang kakak beri untuk kesenangan ku seperti ini?" Tanya nya polos, astaga jadi maksud nya Ghea uang itu untuk apa.
PLETAK
Radit melayangkan jitakkan nya di dahi Ghea, karna kesal Ghea berkata seolah-olah dirinya adalah pria pelit atau bahkan perhitungan.
"Sakit kak" Lirih nya, Radit menyerahkan boneka gurita kepada Ghea. Lalu membawa wanita itu menuju kasir, untuk membayar boneka pilihan Ghea.
Ghea tersenyum puas karna mendapatkan lima boneka sekaligus, rasanya seperti mimpi. "Terimakasih kak" Ucap Ghea, mereka sedang berada diperjalanan menuju Apartemen. Ghea memeluk boneka gurita pilihan Radit tadi, "lain kali jangan ragu untuk beli sesuatu, uang itu hak mu. Nafkah dari ku" Jelas Radit, Ghea mengangguk mengerti walaupun ia agak sedikit segan dengan itu.
"Selama satu tahun pernikahan kita, aku tidak mau kau merasakan kekurangan. Atau penderitaan lagi, bahagialah bersama ku, itu yang aku harapkan" Kata Radit, Ghea mengulum senyum nya mendengar kata itu.
"Kenapa tidak pulang bersama dengan Lovie?" Tanya Radit, karna ia tahu dari mata-mata jika Lovie pulang bersama dengan Aksa. "Aku ingin ke Mall tadi, Lovie ingin pulang cepat. Tujuan kami sudah berbeda, jadi dia pulang terlebih dahulu bersama dengan Aksa" Jelas Ghea.
Lovie juga mengatakan hal yang sama seperti yang Ghea katakan, Radit tidak terlalu menanyakan hal yang lebih. Ia tetap fokus dengan jalanan, dan akhirnya mereka sampai di Apartemen.
~
Ghea memasak makan siang setelah membersihkan diri, dan Radit yang ntah sedang apa dikamar nya. Ghea sangat bahagia, Kata-kata Radit benar benar membuat nya terbang ke bulan.
"Masak apa? Wangi banget.."
Ghea sedikit terkejut kala Radit tiba-tiba muncul dengan rambut nya yang masih basah, semakin terlihat tampan.
"Aku masak yang ada di kulkas saja, seperti nya kita harus belanja nanti" Ucap Ghea, Radit baru ingat jika bahan makanan nya habis.
"Setelah makan, kita akan berbelanja" Ucap nya, Ghea mengangguk setuju. Ia menyajikan masakan nya di piring, lalu mereka makan bersama.
Radit selalu suka dengan masakan Ghea, gadis itu sangat mahir memasak. "Kau sangat pandai memasak" Puji Radit, bahkan makanan nya sudah ludes habis tak tersisa. Ghea tersenyum puas, karna masakannya dinilai enak oleh Radit. "Aku yakin, suami mu kelak akan beruntung memiliki mu. Karna kau sangat pandai memuaskan perut" Puji Radit lagi.
Kali ini Ghea menatap kearah Radit kala mengatakan, "suami mu kelak akan beruntung memiliki mu".
Ghea bingung harus ber ekspresi seperti apa, karna sekarang juga suami nya adalah Radit. Pria itu sendiri, ingin sekali ia mengatakan hal itu, tapi lidah nya seakan keluh.
" Begitulah kak"ucap Ghea dengan senyum yang sangat ia paksakan. Nafsu makan nya menjadi hilang begitu saja, ia merasa sedih dan juga bingung harus mengatakan apa. Mengingat pernikahan ini juga berdasarkan janji diatas kertas, dan akan selama nya begitu. "aku mengharapkan apa dari pernikahan ini? Apa?" Tanya Ghea pada dirinya sendiri sambil menatap kearah Radit yang sibuk dengan ponsel nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nendah Wenda
berhak boleh siapa tau akan berubah tak ada yang di tau akan takdir kedepan
2023-12-07
0