Sinar matahari bersinar terik, membangunkan Ghea yang sedang tertidur pulas. Ia menggeliat, hal yang selalu di lakukan manusia dikala bangun tidur. Ghea bangkit, mengumpulkan nyawa nya yang masih berkeliaran. Ia membuka mata nya yang masih sangat berat untuk terbuka, melihat sekeliling dan tersadar jika dirinya sedang berada di kamar Radit, pria yang menyebalkan bagi nya.
Ghea melirik kearah Radit yang masih tertidur pulas, ia bangkit merapikan matras lalu mengembalikan matras itu ditempat asal nya. Setelah selesai, Ghea duduk di ujung ranjang sambil memerhatikan Radit yang masih tertidur. Pria itu sangat terlihat tampan, seketika sifat menyebalkan nya hilang hanya karna melihat wajahnya yang begitu rupawan.
Ghea terus memandang wajah Radit, hingga suara pintu terbuka membuat nya langsung berbaring dengan memeluk Radit. Radit tersadar, ia terkejut kala Ghea memeluk nya erat sambil memberi kode kepada nya.
Radit mengerti, ia membawa Ghea didalam dekapannya, dan juga mencium kening wanita itu. Hal itu membuat Ghea gugup, mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai saja. "Kalian sudah bangun?" Tanya Clara, ia berjalan masuk dengan membawa dua gelas susu dan roti. Mungkin bermaksud untuk Ghea makan bersama Radit.
"Kau membuat kami kaget, bu. Sebaiknya kalau mau masuk, ketuk pintu dahulu. Takutnya kami sedang begituan, bisa ibu pergoki" Ucap Radit, mendengar kata itu membuat Ghea gugup.
"Ah iya maafkan, ibu.. Tadi aku lupa, maaf ya" Ucap nya, Clara tersenyum senang kala melihat Radit yang memanjakan Ghea. Pikiran yang buruk kemarin tentang Radit, menghilang seketika kala melihat Ghea yang begitu manja di dalam dekapan putra nya.
"Ah iya, ibu sudah meminta cuti kepada Ezra. Kamu harus habiskan masa cuti kamu bersama Ghea" Ucap Clara, tanpa menunggu respon Radit, ia berlalu pergi tak lupa pula mengunci pintu kamar kembali.
"Kenapa? Kenapa ibu mengambil keputusan begitu?" Tanya Radit, ia melepaskan Ghea dari nya, kepalanya sangat sakit. Padahal ia ingin bekerja saja, dari pada seharian dikamar bersama Ghea.
"Udah terlanjur kak, jangan marah-marah mulu" Ucap Ghea, ia bangkit karna sudah tidak tahan menahan rasa buang air kecil yang sedari tadi menyiksa nya. Tapi, saat Ghea ingin masuk ke toilet, Radit menyela nya dan masuk terlebih dahulu tanpa merasa bersalah sedikit pun.
"Kak Radit!" Teriak Ghea kesal, ia menggedor pintu toilet dengan keras. "Dasar kucing gila!" Umpat nya, rasanya ia geram sekali dengan Radit. Ia sudah tidak tahan lagi menahan nya, Ghea terus menggedor pintu, tidak peduli dengan Radit yang terus marah dari dalam sana.
"Bentar!"
"Kak, aku sudah ngga tahan. Kamu mau aku pipis disini?"
"Pipis aja, biar aku pipisin kamu balik" Sahut Radit, Ghea mengomel karna geram dengan Radit yang benar-benar tidak mau mengalah.
Tak lama pria itu keluar dengan rambut nya yang basah dan handuk yang terlilit di pinggang nya, tanpa mengatakan apapun Ghea langsung masuk.
Radit memerhatikan lantai, ia menghela napas lega kala Ghea tidak pipis di kamar nya.
Radit tersenyum puas, karna sudah berhasil mengerjai Ghea. "Rasain kamu, berani ngatain aku kucing gila si" Ucap nya, sebenarnya Radit sudah selesai sedari tadi. Tapi karna ia mendengar Ghea mengatai nya kucing gila, hal itu membuat nya geram dan langsung memberikan pelajaran kepada gadis itu.
Ghea keluar dari toilet dengan perasaan lega, rasanya ia benar-benar geram dengan Radit kali ini. Ghea melihat Radit yang sedang menikmati sarapannya, sambil bermain ponsel nya. "Kamu itu picik banget tau" Cibir Ghea, sang empu menatap nya sebentar lalu kembali fokus dengan ponsel nya.
"Jangan bising! Makan dulu baru bertengkar dengan ku" Ucap Radit, Ghea duduk disebelah pria itu sambil memakan roti yang dibawa oleh Clara tadi.
"Oh ya, soal kuliah kamu sudah saya daftarin di kampus ini" Ucap nya sambil menunjukkan ponsel nya, Ghea dapat melihat nama nya yang tertera di sana. "Kamu bisa masuk kuliah mulai besok, semua nya sudah aku urus" Lanjut nya, Ghea tidak menyangka secepat itu Radit menepati janji nya.
"Tapi kan, kita dikurung sama ibu. Gimana bisa kuliah?"
"Aku akan mengatakan kepada nya nanti, itu urusan ku. Seperti yang kita sepakati, kau cukup berperan sebagai istri ku saja. Tidak perlu memikirkan hal lain, atau bahkan memikirkan urusan ku" Jelas Radit, Lagi-lagi Ghea mendengar kata menyakitkan itu.
"Baiklah" Sahut Ghea, ia menikmati susu nya sambil mendengarkan Radit yang terus mengomel pada nya. Ternyata Radit, pria tampan yang cerewet. Hal itulah yang dipikirkan Ghea, kalau ia tahu Radit cerewet seperti ini, mungkin ia akan berpikir sejuta kali untuk menjadi istri kontrak pria itu.
Radit membaca novel dan Ghea yang sedang menonton televisi, rasanya sangat bosan seharian berada didalam kamar. "Kak.." Panggil Ghea, "hmm" Hanya itu sahutan Radit.
"Bosan tau, seharian cuma begini doang. Sampai kapan kita dikurung begini.." Tanya Ghea, walaupun dikurung dengan banyak makanan dan fasilitas mewah, tetap saja membosankan bagi Ghea.
Radit menghela napas panjang, ia berjalan menuju lemari pakaian nya. Mengeluarkan sebuah kotak yang membuat Ghea penasaran, pria itu mengeluarkan isi dari kotak tersebut.
"Permainan monopoli?"
"Iya! Ayo bermain bersama" Ajak Radit, Ghea sangat senang. Ia langsung duduk berhadapan dengan Radit. Ia memerhatikan Radit yang sibuk menata permainan monopoli itu, Ghea tidak menyangka Radit masih memiliki mainan itu.
"Oke, sekarang kamu main dulu" Ujar Radit, dengan senang hati Ghea memainkan dadu itu. Rasanya ia seperti kembali ke masa kecil nya, hal seperti ini sungguh membuat Ghea bahagia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nendah Wenda
dari terbiasa akan timbul cinta
2023-12-07
1