Radit dan Ghea sudah sampai di Apartemen, setelah Ghea puas membeli berbagai cemilan yang diinginkan nya, mereka berlalu pulang karna sudah larut malam.
Ghea istirahat di kamar nya dengan menatap sisa cemilan tadi, ia duduk di meja belajar nya sambil tersenyum sendiri.
"Kenapa ya, kak Radit itu seromantis itu? Baik hati, dan sangat peka" Ucap nya, Ghea berbicara dengan boneka gurita pilihan pria itu.
"Kamu tahu, kak Radit adalah definisi pria idaman. Akan sangat beruntung yang menjadi istri nya kelak, aku yang hanya istri 365 hari nya saja sudah bahagia seperti ini." Ucap nya, Ghea tersenyum simpul dengan boneka gurita itu.
"Ghea!" Panggil Radit, Ghea heran sudah larut malam begini pria itu belum tertidur. "Iya bentar!" Sahut Ghea.
Ghea membuka pintu, terlihat lah wajah tampan Radit yang sedang mengantuk. "Aku numpang tidur di kamar kamu ya, AC aku mati" Ucap nya, bahkan Ghea belum menjawab, Radit sudah berlalu masuk ke kamar Ghea.
Berbaring diatas kasur tanpa merasa bersalah sedikit pun, "kak, setidaknya pakai baju dong" Ucap Ghea, karna Radit bertelanjang dada dan hanya memakai celana boxer saja. "Ngga terbiasa aku, udah deh jangan bawel!" Sahut nya, Radit menutup wajah nya dengan bantal.
Ghea menghela napas panjang, ia menarik selimut untuk menyelimuti tamu tak diundang itu. Ghea berbaring di sofa, karna tidak mungkin tidur satu ranjang dengan pria itu sekalipun hal itu yang sangat ia inginkan.
Ghea memerhatikan Radit yang tertidur pulas, seperti sangat kelelahan. Seharian ini pria itu sibuk dengan pekerjaan nya dan sibuk mengobati mood baik Ghea. Ghea ingin tertawa saja saat mengingat kejadian ia marah kepada Radit, membayangkan hal itu sungguh membuat nya senyum senyum sendiri.
Ghea memeluk boneka gurita dengan penuh kasih, ia hanya perlu menikmati waktu yang perlu ia jalani sekarang. Tidak baik memikirkan hal yang tidak perlu, dan hanya mem pasrah kan semua keadaan kepada Tuhan saja.
••
Ghea terbangun dari tidur nya, suara mendengkur Radit benar-benar menganggu tidurnya. Ghea berdecak sebal, ia sudah berusaha menutup telinga nya dengan bantal. Tapi,tetap saja suara tidak diinginkan itu tetap terdengar.
Ghea bangkit, ia memukul Radit dengan boneka guritanya. "Kak!" Teriak nya, sang pemilik nama tetap tertidur. Ghea baru menyadari, jika Radit sangat susah untuk bangun kala sudah tertidur.
"Kak!" Teriak Ghea tepat di telinga Radit, seketika pria itu terbangun dari tidur nya dengan perasaan yang sangat kesal. "Apa si?! Ganggu aja" Hardik nya, Ghea kesal bukan main.
"Kakak mendengkur dengan keras sekali, aku tidak bisa tidur" Adu nya, Radit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Yaudah sana tidur diluar, jangan bising!"
"Hei! Ini kamar aku, seharusnya yang tidur diluar ya kakak"
"Apa kamu bilang? Kamar kamu?ngga salah dengar ni?" Tanya Radit dengan wajah mengejek, Ghea mengepalkan tangannya. Lagi-lagi ia kalah berdebat dengan pria itu. Lagi-lagi kata-kata nya terjebak dan tidak bisa melawan Radit lagi.
Dengan kesal Ghea kembali berbaring disofa, ia tiada henti mengumpat Radit yang menatap kearah nya dengan penuh kemenangan. "Lain kali siapin seribu kamus untuk ngelawan aku, yaa!" Ucap nya dengan angkuh dan tawa yang menyertai nya.
Ghea menghentakkan kaki nya di sofa, ia kesal sekali dengan pria itu. Radit memerhatikan bibir Ghea yang komat kamit, "dasar bocah ingusan!" Ejek nya, Radit kembali berbaring menatap langit-langit kamar.
Radit memikirkan Mayra, wanita yang telah membuat nya tidak percaya akan cinta. "Jadi Mayra telah berpisah dengan suami nya, bukankah hal ini yang sangat ku tunggu? Tapi, kenapa aku tidak bahagia dengan kabar itu?" Tanya nya pada diri sendiri, rasanya Radit jadi kacau sekarang.
Radit kembali duduk bersandar pada bantal yang sengaja ia tumpuk, ia menatap kearah Ghea yang ternyata belum tidur. Wanita itu sibuk berbicara dengan boneka gurita, Radit tersenyum tipis melihat kelakuan nya.
"Ghea, kau pernah punya masa lalu?" Tanya Radit, mendengar kata itu membuat Ghea Langsung bangkit. Ghea kira, Radit sudah tertidur kembali.
"Kenapa kakak nanya begitu?"
"Aku hanya ingin tahu"
Ghea melihat ekspresi Radit yang biasa saja, "apa kak Radit memikirkan Mayra? Apa jangan-jangan mau kembali bersama dengan mantan nya?" Tanya Ghea di dalam hati.
Radit heran kala melihat Ghea yang malah melamun, tidak menjawab pertanyaan nya, "banyak banget ya, mantan nya? Sampai melamun begitu mengingat nya?" Tanya Radit dengan tawa kecil nya.
Ghea tersadar dari lamunan nya, "aku tidak punya masa lalu, atau bisa dikatakan tidak pernah pacaran" Jawab Ghea, Radit terkejut mendengar nya. "Itu berarti waktu kita menikah, aku lah pria yang pertama mencium bibir mu?" Tanya nya penuh menuntut. Ghea mengangguk mantap, pria itulah perebut first kiss nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments
Nendah Wenda
gimana Radit sudah mulai suka kah kamu sama ghea
2023-12-07
0