Di pagi hari seperti biasa, Friska akan menyiapkan sarapan untuknya dan juga Vano. Jam sudah menunjukkan pukul 7.30 dan Friska masih berkutat di dapur dengan masakannya. Ia memang tidak jadwal kuliah pagi ini, jadi dia bangun sedikit telat
Saat menyajikan makanannya ke atas meja, Friska melihat Ardigo dan Vano berjalanan menuruni tangga. Ardigo sudah terlihat rapi dengan jasnya dan Vano yang masih memakai pakaian rumahan karna memang Vano belum diizinkan oleh sang ayah untuk masuk sekolah
"Apa kamu sibuk pagi ini?" ujar Ardigo datar
"Tidak mas, pagi ini jadwal kuliahku kosong. Aku akan masuk kuliah nanti siang"
"Saya titip Vano kalau begitu. Nanti kalau kamu ada urusan, hubungi saya. Biar saya meminta pak Deni untuk mengantar Vano ke rumah mama" Ardigo sudah memutuskan untuk memberikan kepercayaan kepada Friska dengan membiarkannya dekat dengan Vano
"Aku harus menghubungi kemana? aku tidak punya nomor ponselmu"
"Tanyakan saja kepada Vano, dia hapal nomor saya"
Friska hanya menggangguk pertanda paham
"Papa berangkat dulu ya, sayang. Jangan lupa makan biar Vano cepat sembuh"
"Iya pa, Vano sudah kangen sekolah" balas Vano sambil cemberut namun terlihat sangat menggemaskan. Friska hanya menonton interaksi antara anak dan ayah tersebut
"Nanti kalau sudah sembuh Vano bisa sekolah lagi. Papa berangkat dulu, kalau ada apa apa minta tolong tante Friska untuk menghubungi papa" ucap Ardigo sambil mengecup puncak kepala putranya itu
"Hati hati pa" balas Vano
Ardigo langsung berlalu tanpa berpamitan kepada Friska
Semoga satu tahun ini cepat berlalu. Gumam Friska pelan
Setelah kepergian Ardigo, Friska mendekati Vano
"Vano sarapan dulu ya"
"Iya" balas Vano singkat
Tidak ayah, tidak anak, sama saja. Gumam Friska melihat respon Vano
Vano melahap makanannya dengan tenang
"Bagaimana rasanya? enak tidak? Vano suka?" tanya Friska mencoba mengajak Vano berbicara
"Enak tante"
"Makanan kesukaan Vano apa? siapa tau tante bisa memasaknya"
"Semua makanan yang enak Vano suka"
"Oh ya? kalau begitu tante akan buatkan makanan yang enak enak untuk Vano" ucap Friska antusias
"Apakah tante bisa?" tanya Vano polos. Pertanyaan Vano membuat Friska merasa tertantang
"Tentu saja" balas Friska yakin
"Tante bisa memasak semua makanan yang enak?"
"Nanti akan tante buktikan kalau tante bisa memasak semua makanan yang enak. Tapi Vano harus bantuin hehe" Friska sengaja menggoda Vano
"Benarkah Vano bisa membantu tante?"
"Tentu saja, kalau Vano mau. Kita bisa memasak apapun kesukaan Vano. Vano juga bisa belajar membuatnya sendiri"
"Wahh Vano mau tante. Nanti Vano mau ikut masak kue dan mencetaknya sendiri" ujar Vano sangat antusias
"Nah, ide bagus! tapi syaratnya Vano harus benar benar sehat dulu. Kalau Vano masih sakit, nanti tante akan dimarahi oleh papa"
"Okey tante" balas Vano tersenyum
Tampan sekali Vano kalau tersenyum begini. Sangat mirip dengan papanya. Eh tunggu, apa baru saja aku memuji papanya? Tidak tidak, papanya tidak tampan, tapi menyebalkan. Friska menggelengkan pelan kepalanya, sepertinya dia tau cara untuk meluluhkan Vano
"Kalau nanti sudah sekolah, Vano mau tante buatkan bekal?"
"Mau tante!" Friska tidak menyangka Vano bisa se excited ini dengan tawarannya
"Baiklah, kalau nanti Vano sudah sekolah, tante akan buatkan bekal untuk Vano"
"Oke tante" balas Vano semakin tersenyum lebar
Ternyata Vano asik juga. Batin Friska tak kalah senang
Setelah selesai mencuci piring, Friska membersihkan apartemen. Sedangkan Vano, menonton acara kesukaannya sambil rebahan di atas sofa. Setelah memastikan semuanya bersih, Friska mendekati Vano dan duduk dekat Vano untuk ikut menonton
"Wahh Vano suka menonton Spongebob juga?" ucap Friska sambil memandang layar datar yang menampilkan kartun dengan spons berwarna kuning yang menjadi pemeran utamanya
"Iya, Vano sudah menyukai spongebob sejak kecil" balas Vano
Friska hanya tersenyum mendengar jawaban Vano
"Kan sekarang Vano juga masih kecil" Friska terkekeh pelan
"Vano sudah besar tante, 2 bulan lagi Vano ulang tahun yang ke 5. Jadi Vano sudah besar"
Friska sangat dibuat terhibur dengan tingkah laku Vano yang menganggap umur 5 tahun itu sudah besar
"Oh iya ulang tahun Vano tanggal berapa?"
"10 maret tante"
Seketika Friska penasaran dengan kedua orang tua Vano khususnya sang ibu. Apakah ibu Vano dan Ardigo bercerai atau memang sudah tiada, namun dia sadar dia tidak berhak menanyakan itu terlebih kepada Vano yang tidak tau apa apa. Dan dia juga sadar bahwa itu bukanlah urusannya
"Wahhh berarti 2 bulan lagi Vano sudah besar ya" goda Friska
"Iya, kata papa laki laki itu harus kuat. Jadi Vano mau cepat besar supaya kuat seperti papa"
Iya kuat, Kuat bikin orang sakit hati. Gumam Friska pelan
"Tante bilang apa?" Vano mendengar gumaman Friska namun tidak jelas
"eh tidak, tante bilang Vano memang harus kuat seperti papanya Vano" elak Friska. Dan mereka terus menonton sambil berbincang ringan. Friska cukup senang, ternyata Vano tidak seburuk papanya.
"Vano.." panggil Friska setelah cukup lama terdiam karena mereka sama sama fokus memperhatikan spons kuning beserta temannya si bintang laut berwarna pink sedang berlarian menangkap ubur ubur
"Iyaa"
"Apakah tante boleh menjadi teman Vano?"
"Tante kan sudah besar. Teman Vano itu ya anak anak seusia Vano juga" balas Vano polos
Friska menarik sudut bibirnya mendengar jawaban Vano
"Iya, itu kalau di sekolah. Kalau di luar sekolah Vano bisa berteman dengan siapa saja selama orang itu adalah orang yang Vano kenal. Tante tidak punya teman disini" ujar Friska sengaja memelas di ujung kalimatnya
Vano terlihat berpikir sejenak dengan ekspresi lucunya
"Baiklah, Vano mau jadi teman tante. Karena tante juga baik, sudah memasak makanan untuk Vano" balas Vano tersenyum
Senyum cerah tampak terbit dari sudut bibir Friska
"Kalau begitu ayo tos dulu, tanda pertemanan kita"
ucap Friska sambil mengangkat kepalan tangannya ke depan Vano dan dibalas oleh Vano
Jam sudah menunjukkan pukul 12.30 siang dan Friska sudah rapi dengan pakaian ke kampusnya. Vano juga sudah terlihat rapi dan tampan dengan setelan celana pendek selutut dan kaos polos berwarna putih. Friska tadi memandikan Vano di kamar mandi dalam kamarnya. Sebelum itu, dia meminta Vano untuk mengambil pakaian dan seluruh perlengkapan mandinya di kamar Ardigo. Mereka terlihat akrab setelah resmi menjadi teman
"Vano.., tolong berikan nomor ponsel papa. Tante mau menghubungi papa dulu"
Vano pun menyebutkan nomor ponsel yang sudah dihafalnya di luar kepala tersebut. Friska mengotak atik ponselnya lalu meletakkannya di telinga sebelah kiri menunggu seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya
"Halo!"
"Ha-halo mas. I-ini aku F-Friska" ucap Friska gugup. Seketika nyalinya menciut saat mendengar suara bariton dari seberang telpon. Bahkan meskipun lewat sambungan telpon, aura dingin tetap saja terasa dan menghadirkan sensasi aneh
"Ada apa?"
"Aku mau mengatakan kalau sebentar lagi aku akan ke kampus" Friska sangat jarang pergi ke kampus di siang hari karena dia mengambil jam kuliah pagi. Sebenarnya hari ini Friska libur, namun karena dia harus mengumpulkan semua tugas tugas nya, terpaksa dia harus pergi ke kampus
"Lalu hubungannya dengan saya apa?"
Friska memutar bola matanya jengah.
Orang ini benar-benar! apa dia melupakan anaknya? Batin Friska kesal
"Bagaimana dengan Vano? Aku tidak tau rumah mama dimana. Jadi aku tidak bisa mengantarnya" timpal Friska lirih di ujung kalimatnya
"Astaga saya lupa! Yasudah tunggu saja disitu saya akan meminta sopir mama untuk menjemput Vano"
"Okey"
"Vano sudah makan?"
"Sudah, dia juga sudah mandi dan rapi"
"Kamu yang mengurusnya?" pertanyaan Ardigo yang terdengar konyol di telinga Friska
"Memangnya disini tadi ada siapa lagi?" balas Friska malas
"Baiklah, saya hubungi pak Deni dulu"
"Hmm"
Tutt.. Sambungan telpon pun terputus
"Kita tunggu pak Deni dulu ya menjemput Vano" ujar Friska sambil memakaikan sepatu Vano
"Oke tante"
Tak lama setelah itu pak Deni pun datang dan mereka keluar bersama. Pak Deni menawarkan untuk mengantar Friska ke kampus, namun dia menolak mnya karena dia merasa tidak enak. Setelah mereka pergi, Friska pun memesan ojek online dan berangkat ke kampus.
Jangan lupa like, vote, and comment ya readersku sayang
Find me on instagram @nisaaayu_
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Praised94
terima kasih
2024-04-23
4
Katherina Ajawaila
sabar Friska, org sabar pasti kesel🤭
2024-04-03
0
Dewi Sri
author nya pasti ayu seayu friska 😅
2024-04-01
5