Di truk besar militer, malia duduk di samping jessi. Tepat saat ia fikir mobil akan melaju, seorang pemuda tampan masuk kedalam truk dan duduk disebelahnya.
"ohh, komandan lee. saya kira anda akan duduk didepan" ucap lia sambil tersenyum tipis.
"jika tidak ada yg duduk dibelakang, siapa yg akan menghadapi para zombie yg mengejar mobil ini? Apakah anda berani?" jawab lee mingyu kesal.
"yah, sepertinya komandan ini cukup kesal dengan ku" batin lia acuh.
"dan apa katanya barusan? Berani?"
"tentu saja aku berani. Jika saja sekarang aku sedang tidak menyembunyikan kemampuanku, sudah ku pastikan kepala mereka hancur dengan elemen es ku." lanjutnya lagi sambil menggerutu.
"kalau begitu aku harus merepotkan anda, komandan lee." ucap lia dengan tak ihklas.
Melihat para zombie yg berlari mengejar kendaraan, lia baru menyadari jika zombie-zombie ini terlihat lebih bersih daripada apa yg ia lihat di film besutan america.
Yah, malia juga mendengar jika mereka akan melakukan apapun untuk mencapai efek box office, bahkan jika tidak mirip dengan zombie di kenyataan, itu harus dibuat se-mengerikan mungkin agar mencapai target penonton yg diinginkan.
...
Malia mendengar suara tembakan yg terus menerus dan tanpa henti. Disertai dengan raungan zombie yg layaknya seekor binatang buas.
menurut sistem, masa inkubasi virus di udara adalah sekitar 6 sampai 12 jam.
Sedangkan bagi mereka yg tergigit ataupun tercakar, hanya butuh beberapa menit hingga 3 jam untuk melihat apakah mereka berubah menjadi zombie atau berevolusi sebagai orang yg berkemampuan.
Selama dalam perjalanan, banyak orang yg juga meminta bantuan.
Tentunya lee mingyu ingin sekali menolong mereka semua. Namun perintah dari atasan membuatnya harus mengirim orang-orang ini terlebih dahulu.
Belum lagi jarak yg lumayan jauh dari hotel menuju gimnasium, membuat komandan leetidak berdaya.
Ditambah dengan banyaknya zombie yg berdatangan dari segala penjuru, membuat leemingyu semakin khawatir.
Orang-orang didalam mobil tidak ada yg berani memandang keluar. Tentu saja hal itu bisa dimaklumi.
Mereka orang modern, telah hidup nyaman selama ini tanpa pernah mengalami apa yg disebut perang.
Sehingga mereka hanya bisa pasrah dan tidak berani melawan saat menghadapi musuh yg kuat.
"komandan, semakin banyak zombie yg mendekat. Sementara amunisi semakin berkurang" ucap salah satu anak buah komandan lee.
Para prajurit yg mengikuti leemingyu masih menembaki para zombie, namun sayangnya beberapa dari tembakan mereka meleset.
Malia juga melihat itu, tapi ia masih belum mau mengungkap kemampuannya. Anggaplah ia egois, lia tak peduli.
Setelah berjalannya waktu, jeritan juga raungan para zombie semakin terdengar jelas. Orang-orang di dalam mobil tidak bisa untuk tidak khawatir.
Beberapa orang bahkan mendesak tentara untuk menambah kecepatan.
"karena saat ini tidak ada cukup tenaga, kita harus memikirkan cara lain untuk membersihkan para zombie. Jika tidak, kita mungkin akan terjebak di gimnasium" ujar lee mingyu sembari mengerutkan kening.
"komandan, bisakah kita tetap melaju dengan kecepatan tinggi seperti ini. Aku masih harus pergi ke kota busan untuk menemui kedua orang tua ku" ucap seorang gadis yg ternyata adalah protagonist utama.
Seperti yg dikatakan lee mingyu, jika kamu terjebak di gimnasium, akan sangat sulit untuk keluar apalagi menerobos langsung.
lee mingyu memperhatikan ketika kendaraan militer hendak memasuki area pintu masuk. Untungnya zombie mulai berkurang dan mudah untuk ditangani.
"apakah kamu fikir bisa pulang sekarang?" tanya lee mingyu mengejek.
Jalan raya sekarang penuh dengan kendaraan. Bahkan jika ia bisa sampai di jalan raya, belum tentu juga ia bisa bertahan melawan para zombie yg jumlahnya mencapai ribuan.
"kenapa aku tidak bisa kembali?" tanya lee yeri tak senang.
"kau pasti melihat selama perjalanan kesini, banyak mobil berserakan di jalan raya. Lupakan tentang tentang mobil, bagaimana dengan zombie? Apakah kau berani melawannya?" tanya komandan lee acuh.
Yeri hanya bisa menunduk setelah mendengar pernyataan itu. Ia tak menyangkan jika di hari ulangtahun-nya beberapa hari yg lalu, akan terjadi mala petaka seperti ini.
Sedangkan disisi lain, lia menyeringai. jika mengikuti alur asli, yeri seharusnya telah memamerkan kemampuan luar angkasanya dan menjadi harta karun di antara para penyitas.
Namun gadis itu tidak mau mengikuti jejak yeri. Ia memiliki alasan tersendiri untuk menyembunyikan kemampuannya.
"komandan lee, aku ingin membunuh zombie. Bisakah kau mengajariku cara menggunakan senjata?" tanya lia.
"sekarang aku tidak bisa menggunakan kemampuan es ku, dan hanya bisa menggunakan senjata dingin atau panas sebagai plan b" ucap lia dalam hati.
lia tentu bisa menggunakan senjata, tanpa harus meminta seseorang mengajarinya. Namun hal itu hanya akan menimbulkan kecurigaan, mengingat jika lia yg asli tidak mempunyai ilmu bela diri.
"mengajarimu menggunakan senjata?" tanya komandan leemengerutkan keningnya.
"nona, apa menurutmu kami para pria sudah tak berguna?" lanjutnya lagi.
"apa salahnya mengajariku menggunakan senjata. Kalian para lelaki mungkin masih hidup, tapi tidak mungkin kalian terus menerus melindungi ku bukan?" ucap lia yg masih tenang.
"dunia sudah berubah, kami para wanita harus bisa melindungi diri sendiri" lanjutnya lagi.
"lia, apa kau yakin ingin belajar menggunakan senjata?" tanya jessi yg juga terkejut mendengar ucapan adik angkatnya itu.
"pertahanan diri. Unnie tidak mungkin berfikir bahwa para tentara itu dapat melindungi kita selamanya bukan?" tanya lia balik.
"lagipula, zombie hanya akan semakin kuat setiap harinya. Bahkan hewan juga tumbuhan mungkin akan bergabung dengan para zombie menjadi puncak dari rantai makanan" lanjutnya lagi membuat jessi dan semua orang yg mendengarnya terdiam.
Tak lama, suara ribut terdengar dari arah stadion.
"hei, apa yg terjadi disana?" tanya seseorang di kelompok lia. Semua orang memperhatikan, namun tidak ada yg mau membantu.
"wooww, kalian pasti para pendatang baru bukan?" ucap seorang gadis yg tiba-tiba berjalan kearah mereka.
"kami baru saja dijemput dan tidak tahu apa yg terjadi. Bisakah anda memberitahu kami?" tanya yeri yg bertindak layaknya pemimpin kelompok.
"saya hanya tahu sedikit tentang situasi yg ada disini. Sebagai tempat perlindungan pertama, orang-orang yg berkumpul disini penuh dengan status."
"saat ini pemerintah telah membuat banyak tempat penampungan, hanya saja semua tempat itu kini penuh sesak seperti yg kalian lihat sendiri."
"saya mendengar jika pemerintah telah memasukan tempat perlindungan udara sebagai cadangan kalau-kalau tempat ini membludak. Mereka yg tidak bisa datang kesini akan dikirim kesana" ucap gadis itu menjelaskan.
"tempat perlindungan cadangan?" tanya seorang pria yg ternyata adalah jeon wonwoo.
"ya,, kota seoul sendiri memiliki jumlah penduduk yg padat. Bahkan jika jumlah zombie banyak, jumlah korban yg selamat masih lebih banyak."
"tujuan utama para tentara adalah menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Sedangkan untuk makanan, aku rasa kita hanya bisa menunggu sampai misi penyelamatan mereka selesai" jelas gadis itu lagi.
Ketika mendengar tentang makanan, mereka mengerutkan kening. Jelas itu bukan pertanda yg baik.
Jika tidak ada makanan, sudah pasti mereka akan mati kelaparan.
"tentara tidak keluar untuk mengumpulkan perbekalan?" tanya wonwoo yg juga memahami betapa seriusnya masalah ini.
"tidak ada cukup tenaga kerja sekarang. Terlebih dari yg aku dengar, mereka hanya diberi batas waktu selama 3 hari untuk menyelamatkan orang. Sedangkan setelahnya? Aku tidak tahu."
"beruntung bagi kalian menjadi salah satu yg diselamatkan. jika tidak, kalian mungkin akan menjadi yg ditinggalkan." ucap gadis itu lagi.
Setelah mendengar penjelasan gadis itu, jelas raut wajah semua orang tidak baik. Sekarang akhirnya mereka mengerti alasan lia ingin belajar bela diri.
Karena hanya mereka sendirilah yg dapat melindungi diri mereka sendiri..
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
_cloetffny
seharusnya klo mau ngebagiin makanan juga lu harus mikir gini
2024-03-15
5
_cloetffny
egois di masa itu lebih baik daripada dimanfaatin
2024-03-15
9