Dalam waktu kurang dari sehari, beberapa jalan raya di kota besar telah dipenuhi oleh para zombie yg berkeliaran mencari makanan.
Hanya ada zombie yg memenuhi jalan, tanpa satupun manusia yg terlihat.
Tidak seperti di kota-kota lain, di seoul sendiri tanda zombie mulai muncul pada pagi hari, sehingga korban yg muncul bisa diminimalkan.
Namun bagaimana dengan itu?
Hanya sedikit orang yg berani keluar melawan para zombie. Dengan berlalunya waktu, zombie akan semakin kuat.
Dan manusia?
Mereka yg pengecut, hanya akan menjadi bahan makanan bagi para zombie atau umpan meriam bagi orang lain dan pada akhirnya mati dengan mengenaskan.
sedangkan mereka yg berani melawan, setidaknya dapat bertahan dan berusaha meningkatkan sistem tempur mereka.
Doorr
Dooorrr
Door
Tepat ketika mereka yg ada di dalam gedung sedang berfikir bagaimana caranya menyelamatkan diri, suara tembakan pistol terdengar.
lia yg mendengar suara itu juga mendekat ke arah jendela.
Dilihatnya truk-truk besar melaju dijalan raya, sedangkan tepat di depan juga belakang truk-truk itu terdapat mobil militer yg sepertinya melindungi mobil truk.
"hmm, truk-truk besar itu, bisa jadi menyimpan bahan makanan dan beberapa materi" batin lia menebak.
"dan mobil militer? Juga suara tembakan itu,, Apakah tentara sudah mulai bergerak?" lanjutnya lagi.
Malia mengerutkan keningnya,, menurut alur cerita yg ia baca, tentara hanya bergerak untuk penyelamatan setelah 7 hari dari pecahnya apocalypse.
Tapi sekarang baru 4 hari berlalu sejak apocalypse pecah, apa yg dilakukan para tentara itu disini?
Tidak mungkin hanya untuk mencari perbekalan bukan?
Lagipula, meskipun tempat ini adalah zona A yg dikelilingi oleh supermarket dan restoran mewah, tidak banyak tempat yg berharga untuk dikunjungi.
Apalagi hampir semua tempat penting di sekitar hotel telah lia kosongkan.
Kecuali...
Jika ada orang penting diantara para tamu yg hadir.
"tapi siapa orang penting itu?" batin lia bertanya-tanya sembari melirik sekeliling.
doorrr
Dooorrrr
Doorrr
Suara tembakan kembali terdengar. Bukan hanya itu, tapi suara dobrakan pintu juga pecahan kaca menghiasi pendengaran mereka.
Tentu saja mereka yg berada di lantai atas merasa senang, berfikir jika mereka telah diselamatkan.
Pada saat ini, pintu aula dilantai atas pun terbuka. Sekelompok orang memakai seragam tentara masuk.
"apakah kolonel jeon ada disini?" tanya salah satu dari tentara yg masuk.
Malia melihatnya, dan aura dominasi dari pria itu tidak lebih buruk dari taehyung, tentara yg pernah diselamatkannya.
"saya disini." ucap seorang pria paruh baya. Ia melangkah menghadap komandan dari tim itu.
"hallo, saya lee mingyu. Komandan batalyon xx dari unit 7651, saya diperintahkan untuk datang dan menjemput anda" ucap seseorang yg bernama lee mingyu seraya memberi penghormatan militer.
Tentunya, perjalanan ini bukan hanya untuk menjemput kolonel jeon, melainkan juga untuk menyelamatkan para korban yg selamat dan mengirim mereka ke tempat perlindungan serangan udara terdekat.
"baguslah, kita bisa pergi sekarang. tapi bagaimana dengan para penyitas ini?" tanya pria paruh baya itu.
"anda bisa tenang, kami juga diperintahkan untuk mengirim para penyitas ini ke tempat penampungan sementara sebelum kami antar ke tempat perlindungan serangan udara" ucap lee mingyu yg membuat semua orang di lantai atas menghela nafas lega.
Sejak menyebarnya wabah virus kemarin, seperempat dari penduduk korea telah menjadi zombie.
Dan sekarang proporsi zombie telah meningkat. Untuk meminimalkan jumlah korban, ia harus mengirim mereka ke zona aman sesegera mungkin.
Malia yg mendengarnya segera tersenyum pahit.
Mengirim kami ke tempat perlindungan serangan udara?
Ia khawatir akan lebih banyak orang mati saat itu.
"Lia, ada apa?" tanya jessi yg melihat wajah muram lia. Namun lia menghiraukan pertanyaan itu dan melangkah menuju para tentara.
"boleh aku bertanya?" ucap lia kepada sang komandan.
"ya, tentu. Apa yg anda tanyakan?" jawab lee mingyu tenang.
"aku hanya ingin tahu, apakah virus itu cuma menyebar diantara manusia atau hewan pun juga bisa terkena?" tanya lia serius.
"aku khawatir saat kita tiba disana, tikus zombie, semut zombie, atau hewan zombie lainnya mungkin sudah menunggu dan kita... mati?" lanjutnya lagi dengan nada yg setengah bercanda.
Namun mendengar pertanyaan dari lia, raut wajah semua orang berubah drastis.
"komandan lee, gadis ini ada benarnya. Bagaimana jika virus itu juga menyebar diantara hewan dan ada hewan zombie disana?" tanya kolonel jeon yg juga mengapresiasi kewaspadaan lia.
"ituu,, aku akan menanyakannya dulu pada atasan ku" ucap lee mingyu sembari melirik sekilas lia.
"lia,, apakah benar jika hewan juga bisa berubah menjadi zombie?" tanya jessi sambil mengeratkan genggaman tangannya pada gadis itu.
"aku tidak tahu pasti, aku hanya sekedar menebak. Bukankah dalam novel bergenre apocalypse, banyak ditemukan tentang hewan zombie dan tumbuhan mutan?" ucap lia berpura-pura tak yakin.
"siapa tahu, dunia yg kita tempati juga memiliki nasib yg sama" lanjutnya lagi sembari mengedikan bahu.
Mendengar jawaban lia,, semua orang merasa kesal dalam hati. Bagaimana mungkin gadis itu menyamakan apa yg terjadi saat ini dengan sebuah novel.
"lia, aku tahu kamu hobi membaca novel. Tapi tidak baik jika kau menyama ratakannya dengan apa yg kita alami sekarang" ucap yeri menasehati.
"baik atau tidaknya apa yg ku katakan,, itu akan terlihat saat semua sudah terjadi" ucap lia tenang.
"lagipula aku hanya memperingatkan. Jika itu tidak terjadi, aku akan senang karena dengan begitu kita memiliki tempat yg aman untuk berlindung"
"tapi jika yg aku katakan menjadi kenyataan, setidaknya aku sudah memberitahu dan memperingatkan" lanjut lia menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Toh, mereka percaya atau tidak, itu bukan urusannya.
.....
Setelah komandan lee melaporkan tentang kemungkinan adanya hewan zombie / mutan dan tumbuhan mutan, pihak lain dengan cepat membuat rencana.
"komandan lee, apa yg dikatakan pihak atas?" tanya kolonel jeon.
"pemimpin telah mengatur anda dan para penyitas lain untuk di kirim ke stadion nasional terlebih dahulu." jawab lee mingyu.
"baiklah, kalau begitu ayo berangkat sekarang!" ucap kolonel jeon lagi.
Stadion nasional terdengar lebih baik daripada tempat perlindungan serangan udara. Setidaknya jika benar ada hewan zombie, mereka masih bisa untuk berlari.
Hampir ada 2 hingga 3 ratus orang yg berada di lantai atas ini, dan mereka segera mematuhi perintah kolonel jeon untuk bergegas keluar dari sini.
Kehadiran para tentara ini seperti perlindungan ekstra bagi mereka.
ketika semua orang berjalan keluar, disisi lain lia kembali merenung.
"ada terlalu banyak orang yg berkumpul di gimnasium. Jika tidak ada makanan, maka kerusuhan akan terjadi" batin lia mengeluh.
"dan saat itu terjadi, apa yg akan para tentara itu lakukan?" lanjutnya lagi.
Memikirkan ini, lia menjadi sangat enggan. Ia pun kembali mendekati komandan lee itu dan bertanya.
"apakah ada cukup makanan disana?"
"jangan khawatir,, kami telah mengumpulkan cukup persediaan untuk beberapa hari kedepan" jawab lee mingyu sedikit tertekan.
Jika bukan karena gadis kecil ini yg membicarakan tentang hewan mutan dan semacamnya, bagaimana mungkin ia melepaskan tempat perlindungan serangan udara dan memilih stadion nasional.
"syukurlah" ucap lia acuh.
Dengan begitu ia tidak perlu repot membagikan hasil jerih payah yg ia kumpulkan selama 3 hari terakhir.
TO BE CONTINUE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Ling Yue
Mana nih yg katanya egois dan berpengalaman tentang sifat manusia? Masih ada niat buat bagi-bagi makanan? Naif bukan sembarang naif sih. Ya ketahuan lah ntar dia punya ruang juga perbekalan. Jadi makin bahaya kalo dia jadi incaran.
2024-04-11
6
_cloetffny
untuk diri ajalahh, ngeluarin uang banyak² buat orang yg blom tentu tau terimakasih buat apaa anjirr gedeg bgt emng naif si ini
2024-03-15
5
_cloetffny
Tristan, Taehyung, ga sekalian Jimin
2024-03-15
2