"Dimana saya harus menurunkan anda?" tanya lia tanpa menoleh sedikitpun pada sosok hitam yg diselamatkannya.
pria itu mengangkat sebelah alis nya terkejut. Ia heran dengan sikap tenang yg ditampilkan oleh penolongnya ini.
Belum lagi, tampilannya yg sekarang terlihat seperti gadis nerd, sangat tidak cocok dengan gayanya yg barusan berteriak kearahnya.
Tetapi untuk saat ini, taehyung tidak memiliki tenaga ekstra untuk memperhatikan detail tersebut.
Ia sudah sangat kelelahan karena dikejar oleh para cecunguk itu selama 3 hari berturut-turut.
"kemana pun, asal bukan rumah sakit atau tempat yg mencolok." ucap pria itu pelan.
Bahkan sangat pelan sehingga lia harus meminta bantuan sistem untuk menterjemahkannya.
Selama ini pria itu tak bisa menghubungi siapapun untuk meminta bantuan, selain karena ia curiga ada orang dalam. Dirinya juga kesulitan dalam mencari sinyal.
Pria itu juga sempat tertembak sebelumnya dan belum mendapatkan perawatan sesuai prosedur, dan sekarang ia mendapatkan luka baru yg dalam.
Jelas ia telah kehilangan banyak darah dan tidak bisa lagi mempertahankan kesadarannya.
Dan benar saja, setelah ia mengucapkan perkataannya yg terakhir, pria itu langsung saja tak sadarkan diri.
"saya tidak bisa memikirkan tempat lain selain apartemenku, bagaimana jika saya membawa anda kesana?" ucap lia mengusulkan.
Namun sayangnya, ia tak mendapatkan jawaban dari pria itu. lia pun seketika menoleh dan mendapati jika pria itu kini telah menutup kedua matanya a.k.a tak sadarkan diri.
Malia juga mencium aroma amis yg pekat dari arah pria disampingnya, membuat ia menyadari jika luka pria itu tidak dangkal.
"ck, menyusahkan" gerutu lia tak senang.
Ia segera melajukan kendaraanya dengan kecepatan yg maksimal, khawatir jika pria disebelahnya akan berubah menjadi mayat dan dia yg akan dipersalahkan.
****************
****************
Seoul Apartement, 169-2, sangdo-dong, dongjak-gu.
Malia yg sudah sampai di apartementnya, kini sedang berusaha untuk membopong pria yg tengah terluka itu masuk kedalam apartemennya.
Untungnya hari sudah larut dan banyak penghuni apartemen sudah tertidur.
Agar tidak menimbulkan kecurigaan, lia juga meminta sistem untuk meng-hack dan mematikan CCTV yg ada di dalam gedung apartemen.
Tak lupa, dirinya juga meminta sistem untuk meng-hack CCTV di sekitaran jalan yg baru saja mereka lalui.
lia yakin jika para penjahat itu masih akan mengincar mereka, terutama pria yg ia selamatkan.
Tak lupa, untuk mengecoh orang-orang, lia membawa mobil yg dipenuhi darah itu ke ruang giok.
Tidak mungkin lia hanya membiarkan mobil penuh darah terparkir begitu saja di area parkir bukan?
Dengan susah payah, gadis itu membantu membopong pria yg tak sadarkan diri masuk ke dalam apartementnya.
Karena apartemennya hanya memiliki 2 kamar, lia pun membaringkan pria itu di sofa ruang tamu.
Bagaimanapun, kamar tamu belum sempat ia bersihkan. Jadi untuk sementara, dirinya hanya bisa membiarkan pria itu berbaring di sofa.
Menghela nafas dalam-dalam, kini malia bersiap untuk melihat seberapa parah luka dan cedera yg diderita pria itu.
Gadis itu pun mengambil peralatan medisnya dan setelah siap, ia pun mendekati pria yg masih dalam keadaan tidak sadarkan diri itu dengan perlahan.
Dengan sarung tangan medis yg melekat di tangannya, lia pun berusaha untuk melepas pakaian kamuflase milik pria itu.
Tak lupa sebelum itu, lia juga telah membersihkan semua cat warna yg mendominasi di wajahnya.
"tampan." ungkap lia saat melihat wajah asli dari pria yg ditolongnya.
Tanpa disadari, lia kini malah terpesona oleh sosok pria dihadapannya.
Bahkan ia sempat berfikir jika wajah pria ini sangatlah cocok untuk menjadi karakter protagonist pria di dunia ini.
Sampai ia tersadar dari lamunan nya, ketika melihat kernyitan di dahi sang pria yg menandakan jika ia mungkin kesakitan.
"Fokus lia... Fokuslah untuk menyembuhkannya!" ucap lia seraya menepuk kedua pipinya pelan.
Satu per satu kancing pakaian yg menutupi tubuh pria itu terbuka. Bisa lia lihat jika darah yg menutupi sebagian luka nya telah mengering.
Ia pun mengambil kapas lalu memberikan sedikit alkohol pada kapas itu untuk membersihkan semua darah kering yg menumpuk di tubuh pria itu.
kening pria itu kembali mengerut, tangannya juga mengepal, lalu terdengar suara erangan dari arah pria itu.
Bisa dibayangkan seberapa menyakitkannya itu bagi seorang tentara yg selalu berada diantara kematian.
"huft, bersabarlah.. Sebentar lagi akan selesai." ucap lia yg ia yakini tidak akan di jawab.
Dari yg lia lihat, keadaan pria ini cukup parah meski tidak terlalu fatal.
Ia memiliki luka tembak di perut bawah kiri serta di lengan kiri atas. Untungnya luka itu tidak mengenai titik vital, dan hanya menyerempet lengannya saja.
Namun meski begitu, pria ini sudah mengeluarkan banyak darah yg membuatnya terlihat pucat.
lia benar-benar salut dengan tentara ini. Dengan semua cedera yg ia alami, pria dihadapannya ini dapat bertahan bahkan sampai sempat bertarung.
Belum lagi selain luka tembak, tentara ini masih memiliki sejumlah luka akibat goresan senjata tajam. Ditambah, ia juga tidak tahu sudah berapa lama pria itu dalam keadaan seperti ini.
Selesai dengan membersihkan bagian dada dan perut, la pun mulai memeriksa bagian bawah.
Sejujurnya lia sedikit ragu saat melakukannya. Bagaimanapun ia masihlah seorang gadis dan sekarang ia harus membuka celana pria asing?
Bukankah itu sangat memalukan?
Tapi lia masih harus tetap melakukannya. dirinya masih harus memeriksa apakah ada cedera lain atau mungkin cedera internal.
Tepat saat ia akan melepaskan ikat pinggang pria itu untuk memeriksa cedera lain, sebuah tangan asing yg ternyata adalah tangan dari pasien tiba-tiba saja mencekalnya.
Bisa malia rasakan tatapan tajam dan dingin itu layaknya pisau yg siap untuk menghunus pada dirinya.
Gadis itu memang sedikit takut, namun sebisa mungkin dirinya mengendalikan diri dan bersikap tenang.
Malia mengangkat kepalanya perlahan. Menatap lekat kedua mata pihak lawan yg terlihat mulai melunak?
Dapat lia rasakan jika cekalan yg pria itu lakukan mulai merenggang dan tatapan pihak lain pun tidak setajam atau sedingin sebelumnya.
"kau sudah sadar? Baguslah.. Apa kau ingat apa yg terjadi padamu terakhir kali?" ucap lia dengan tak sabar.
Pria itu pun merenung.. Tentu saja ia ingat apa yg terjadi. ia juga ingat jika gadis dihadapannya inilah yg telah menyelamatkannya.
"terima kasih karena telah menyelamatkan saya." ucap pria itu tulus.
"tidak perlu difikirkan. Toh, ini juga sudah terjadi" jawab lia seadanya.
Bisa pria itu lihat jika penyelamatnya sedikit kesal namun tidak ada gurat penyesalan dimatanya.
"boleh saya tahu dimana ini?" tanya pria itu lagi.
"di apartemen ku!"
"apartement?" ucap pria itu terkejut.
"ya.. saya tidak mempunya pilihan lain selain membawa anda kemari. berhubung sebelum anda tidak sadarkan diri, anda sempat berkata jika tidak ingin di pergi kerumah sakit ataupun tempat ramai lainnya. Jadi hanya tempat ini yg bisa saya fikirkan saat itu" ucap lia panjang lebar.
Mendengar penjelasan penolongnya, pria itu pun hanya menganggukan kepalanya menatap gadis itu kagum.
Ia menatap kembali malia dari atas sampai bawah. pria itu bahkan berfikir bagaimana caranya gadis kurus berkacamata tebal yg akan terhempas hanya dengan hembusan angin ini bisa membawanya sampai kemari.
"ada apa?" tanya lia yg merasa tak nyaman dengan tatapan itu.
"tidak.. bukan apa-apa.. Hanya saja saya belum tahu siapa nama penolong saya?"
"ohhh?"
"lia.. Malia Park, Namaku." ucap lia tersenyum tipis sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
"Tristan.. Tristan jung." jawab pria yg diketahui bernama tristan, masih dengan nada datar dan dinginnya.
.
.
.
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Park_Romy
tiba tiba taehyung ? 😭
2024-12-31
1
endstory
taehyung typo ya inii🤣🤣🤣🤣
2024-09-01
0
NENG IKA WULANDARI
astaga taehyung, mau mode serius malah jadi senyum2 sendiri kan
2024-07-03
1