Masih ditempat yg sama, malia yg sedang asik mengobrol dengan sistem tidak menyadari jika beberapa pelayan tengah mendekatinya dengan beberapa barang bawaan.
"permisi nona, pesanan anda sudah siap" ucap seorang pelayan wanita.
"ahh, semuanya sudah siap? Bagus..!!" ucap lia tersenyum seraya melihat belanjaannya.
"kalau begitu, bisakah kalian membantuku membawakan semua ini kedalam mobil?" lanjutnya bertanya.
"tentu nona, mari." jawab pelayan itu.
Malia pun berdiri dari duduknya dan mulai melangkahkan kakinya menuju area parkir.
Tepat ketika ia keluar, serangan panas dari matahari benar-benar membuat mood-nya turun. Meskipun lia sudah mengetahui alasan dibalik meningkatnya suhu, tetap saja itu membuatnya cukup kesal.
lia bahkan berharap jika kekuatan yg nanti ia bangun saat apocalypse adalah kemampuan es, sehingga ia tak perlu takut lagi kepanasan.
Tepat setelah semua belanjaannya masuk bagasi, gadis itu segera menyimpannya kedalam ruang giok sebelum ia masukan kedalam ruang menyalin.
Alasannya sendiri karena dirinya masih harus menatanya lebih rapih, agar ia tak perlu menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari barang yg diperlukan.
Setelah selesai, malia pun menyalakan ac mobil dan langsung tancap gas. Kali ini tujuan nya bukan lagi restoran, kafe atau supermarket, melainkan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).
Sama seperti sebelumnya, lia masih membeli bensin dengan kisaran normal. kemudian ia tempatkan semua bensin itu ke dalam ruangnya.
Selama seharian ini, ia terus mengelilingi kota seoul tanpa memperdulikan sengatan panas matahari yg mencapai 40°C.
Waktu tidak menunggu siapapun. Jika lia bermalas-malasan, maka yg rugi dimasa depan adalah ia sendiri.
Maka dari itu lia tidak akan berhenti sampai matahari terbenam. Untungnya ia telah memberikan handphone kepada tristan sehingga lia dapat mengabarinya jika ia akan pulang terlambat.
****************
****************
Malam hari 18.48 kst..
Melihat jika hari sudah gelap, malia pun mengakhiri petualangannya dan bergegas pulang.
Untungnya jarak ia dengan rumah sudah dekat, sehingga tak memerlukan waktu lama untuk sampai di apartement.
Setelah sampai, gadis itu segera memarkirkan kendaraannya di basement gedung dan segera naik ke lantai atas.
"aku pulang." ucap lia dengan beberapa belanjaan yg ia bawa.
Dilihatnya, pria itu kini tengah fokus dengan laptopnya.
"kak tristan? Apa kau sibuk?" tanya lia pelan takut mengganggu pekerjaan yg sedang dikerjakan tristan.
"ahh, lia. Kau sudah pulang?" tanya tristan balik yg dibalas anggukan kecil oleh lia.
"apa kakak lapar? Aku membelikan beberapa makanan saat tadi dijalan? Aku harap kakak akan suka." ucap lia sambil membuka belanjaannya yg berisi makanan.
tristan mulai memperhatikan gadis yg tengah menyusun makanan dihadapannya. Jujur saja ia tersentuh oleh perhatian yg terus diberikan lia kepadannya.
Padahal gadis itu bisa saja mengusirnya setelah mengetahui apa yg terjadi. Apalagi jika hidupnya sendiri dipertaruhkan.
Namun tidak.
Gadis dihadapannya tidak gentar dan bahkan menawarkan lebih banyak bantuan.
Saat ini beberapa cedera tristan sudah mulai pulih, hal itu disebabkan karena air minum yg selama ini tristan minum telah dicampur dengan air spiritual.
Sehingga semua luka fisik yg didapatkannya, akan dengan cepat pulih bahkan tanpa harus diobati.
tristan tentu curiga dengan kecepatan pemulihannya, namun ia tak berbicara banyak.
Semua orang didunia ini memiliki rahasianya masing-masing, begitu pun dengan gadis itu, tristan tak perlu mengetahuinya.
Ia bahkan bersyukur karena lia mau menolong dan merawatnya. Itu semua sudah lebih dari cukup.
...
Disisi lain malia sedikit menghela nafas lega, karena meskipun tristan telah mencurigainya, tapi pria itu hanya diam.
Hanya saja hal itu tidak membuat tristan berhenti untuk memikirkan sang gadis. Ia malah menjadi semakin penasaran dan ingin mengenalnya lebih dekat lagi.
tristan tidak tahu apakah perasaan ini wajar atau tidak. Namun yg pasti ia benar-benar tersentuh dengan kebaikannya sekaligus khawatir.
Meski ia baru mengenalnya selama 1 hari, setidaknya tristan masih bisa menyimpulkan jika gadis ini terbilang memiliki kepribadian yg tenang namun cenderung sedikit naif.
Itu adalah hal bagus untuk bersikap tenang di segala keadaan.
Namun kebaikannya dalam membantu orang lain tanpa melihat situasi dan kondisi, juga tanpa mempertimbangkan keselamatannya sendiri, membuat tristan sedikit terganggu.
Ia tak mau jika dimasa depan kebaikan malia yg tanpa pamrih itu, akan dimanfaatkan oleh orang lain yg tidak tahu malu.
Sungguh,, tristan tak bisa menerimanya. Ini mungkin terlihat berlebihan untuk sesama orang asing yg baru saling mengenal.
Hanya saja mengingat malia yg seorang yatim piatu dan tidak memiliki kerabat sama sepertinya, membuat tristan merasa memiliki kewajiban untuk menjaga dan melindunginya.
Apalagi ia sendiri berhutang nyawa terhadap gadis itu. Maka sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga dan melindungi lia.
Tentu itu bukan hanya sekedar pemikirannya saja. tristan adalah orang yg tegas dalam mengambil keputusan, setelah ia memutuskan untuk melindungi lia maka ia akan melakukannya.
Malia sendiri tidak mengetahui apa yg difikirkan tristan, tapi jikapun ia tahu, lia hanya akan tertawa sinis namun juga penuh rasa syukur.
Sedikit naif?
Baik hati?
Tanpa pamrih?
Maaf saja, lia tidak mengenal keenam kata tersebut. Jika bukan karena tidak memiliki pilihan lain, mana mungkin dirinya akan membantu pria asing yg tidak dikenalnya.
Tapi insting wanitanya berkata lain. Entah kenapa perasaannya mengatakan jika pria ini bukanlah tentara biasa.
Ada semacam daya tarik dan aura misterius yg melekat pada tubuh lelaki itu, membuat lia merasa nyaman dan aman saat didekatnya.
Karena alasan ini pula, gadis itu memilih untuk menolongnya.
Siapa tahu apa yg ia lakukan dimasa kini akan membuat beberapa keuntungan untuk dirinya dimasa depan.
Licik? Ya..
Egois? Tentu..!!
Bukankah semua orang mempunyai sisi egoisnya tersendiri.
Itulah malia diandra yg sekarang berada didalam tubuh malia park.
Namun ia tak peduli.
Karena ia tahu dan mengerti betapa sulitnya hidup ditengah ribuan bahkan jutaan zombie yg mengelilingi bahkan sebelum ia mengalaminya sendiri.
Dikehidupan pertamanya, lia telah belajar hidup mandiri sejak kecil. Ia belajar lebih keras dari kebanyakan anak seumurannya hanya agar masa depannya terjamin.
Seorang gadis yatim piatu yg tidak memiliki latar belakang dan hanya ingin hidup dengan tenang, terpaksa harus tinggal di dunia yg memiliki tingkat bahaya 100%.
Haruskah lia terus berdiam diri dan hanya menumpuk materi tanpa jaminan perlindungan?
lia juga makhluk sosial.
Terlebih ia masih seorang gadis yg butuh perlidungan pria.
Ia juga memerlukan rekan yg bisa diajak kerja sama juga dapat dipercaya dan menurutnya tristan lah orang yg paling tepat.
meski kepercayaan tidak bisa dipupuk dalam waktu yg singkat. Tapi perasaannya mengatakan jika tristan adalah pria yg bisa diandalkan.
****************
****************
3 hari telah terlewati semenjak tristan menginap di apartement lia. Dan tak terasa, sudah 5 hari lia berada di dunia novel ini.
Cedera tristan sudah hampir sembuh dan sudah waktunya bagi ia untuk kembali ketentaraan.
Karena hal ini juga, ia berniat untuk bicara dengan lia mengenai beberapa hal sekaligus pamit padanya.
.
.
.
TO BE CONTINUE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Meri Aqila
karna ini novel terjemahan jd banyak cerita ini yg sama, kayak yg disebelah pun sama. tetapi ini author bisa bikin cerita terjemahan ini menarik untuk dibaca karna kata2 disetiap bab mudah untuk dipahami jd mempunyai daya tariknya tersendiri.. semangat thor
2025-02-01
0
Ddyat37 Del*
untuk hidup 😏
2024-11-30
0
Ddyat37 Del*
tentu
2024-11-30
0