Four season hotel seoul.
Sesampainya di tempat acara, lia pun turun dari mobil dan melangkahkan kakinya menuju ballroom.
"lia?" ucap seseorang.
Merasa ada yg memanggil namanya lia pun segera menoleh. Dilihatnya seorang gadis muda yg nampak seumuran kini tengah berjalan mendekatinya.
"jessi unnie?" ucap lia yg akhirnya mengingat siapa yg memanggilnya.
《unnie : sebutan untuk kakak perempuan dari adik perempuan (bisa kandung ataupun tidak)》
"hei, apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu tidak pernah mengangkat telpon atau membalas pesan ku, hmm?" tanya jessi beruntun.
jessi sendiri adalah sahabat malia park dan usianya terpaut 2 tahun lebih tua dari lia. Ia tengah mengambil s2 dalam jurusan desain.
Sama seperti lia, jessi adalah mahasiswa yg jenius sehingga ia dapat menyelesaikan pendidikannya dalam waktu singkat.
"maaf unnie, bukannya aku tidak mau tapi akhir-akhir ini aku sibuk mengerjakan skripsi ku..!!" ucap lia seraya meminta maaf dalam hati karena telah berbohong.
"tapi, aku dengar kau sedang sakit, maka dari itu kamu tidak masuk kampus?" tanya jessi lagi.
"iya, aku memang tak enak badan, makannya aku izin cuti selama beberapa hari. Tapi sekarang aku sudah lebih baik, karenanya aku datang kesini" jelas lia yg juga berbohong.
"oohh, begitu." ucap jessi menganggukan kepalanya pelan.
"ayo, pergi bersama" lanjutnya lagi seraya menarik tangan lia, sedangkan yg ditarik hanya bisa pasrah.
jessi kim,, jika tak salah ingat ia juga hanyalah seorang umpan meriam dan mati disaat menyelamatkan kekasihnya.
Tidak lama kemudian, kekasihnya itu bunuh diri dengan cara sengaja menjadi umpan zombie agar rekannya yg lain bisa melarikan diri lebih cepat.
Dan hal itu semata-mata ia lakukan karena rasa bersalahnya yg tidak bisa menyelamatkan jessi.
"ck, kali ini aku tidak akan membiarkan jessi unnie dan kekasihnya mati sia-sia" batin lia.
.....
Sesampainya di aula, mereka pun langsung menemui sang tuan rumah.
"hai yeri, happy birthday" ucap jessi seraya memeluk gadis yg dipanggil yeri itu.
"thank's jes." jawab yeri tersenyum.
Yeri sendiri seusia dengan dengan jessi dan mereka juga satu jurusan. Hanya saja mereka berbeda kelas.
"happy birthday, sunbae." ucap lia kaku.
Wajar saja, karena dari yg lia ingat, pemilik asli tidak dekat dengan protagonist wanita dan alasan ia di undang pun juga tidak terlalu jelas.
Mungkin ia ingin pamer?
toh, sebagai nona muda dari keluarga kaya, yeri punya modal untuk melakukannya.
Belum lagi lia termasuk jajaran mahasiswa populer, baik diantara sesama murid ataupun guru.
"thank's lia. Makasih juga udah mau menyempatkan diri untuk datang di acara ulang tahun aku." ucap yeri tersenyum yg dibalas anggukan pelan.
"oiya, nih, sekalian aja, kado dari aku" ucap jessi berbicara non-formal sembari memberi kado itu.
"thank's banget loh kadonya." ucap yeri tersenyum senang.
"dan ini dari aku." ucap lia seraya memberikan hadiahnya.
"makasih lis." ucap yeri sembari menerima kado dari lia.
"kalau gitu silahkan nikmati pestanya, aku masih harus menemui tamu lain." lanjutnya lagi.
"oke. Ayo lis." ucap jessi sembari menarik tangan lia lagi.
"sabar unnie, tidak perlu terburu-buru." ucap lia.
****************
****************
Disaat yg sama, di sebuah rumah sakit tempat virus mulai menyebar, semakin banyak pasien yg diisolasi.
"apa yg sebenarnya terjadi pada orang-orang itu?" ucap si A
"mengapa sakit yg mereka derita begitu aneh dan menular?" ucap si B
"ya,, mereka bilang itu adalah rabies. Tapi kenapa aku tidak yakin?" ucap si C
"mungkin ini semacam virus baru?" ucap si D
Banyak orang tak dikenal saling berkomunikasi satu sama lain.
"saya mendengar bahwa orang-orang ini tampaknya berasal dari laboratorium penelitian" ucap seorang pria berpakaian formal.
"aku juga mendengar jika mereka menemukan sebuah zat aneh dan bersiap melakukan penelitian"
"tapi sebelum penelitian dilakukan, mereka tiba-tiba saja jatuh sakit" lanjutnya.
Segera setelah pihak itu membeberkan semua informasi yg ia ketahui, beberapa staff rumah sakit langsung memasuki ruang untuk menangani pasien yg diduga terkena rabies itu.
Terdengar suara gemuruh, juga teriakan dan jeritan layaknya bertarung dengan seekor binatang buas.
Beberapa jam telah berlalu semenjak berita laporan tentang penyakit rabies itu bocor.
Pasien yg sebelumnya hanya terkena demam tinggi biasa, mendadak menjadi pucat sepucat mayat.
Tidak butuh waktu lama bagi dinding rumah sakit yg awalnya berwarna putih, kini ditutupi dengan warna merah darah. Belum lagi dengan bau darah yg kuat membuat semua orang yg tidak terbiasa menjadi mual.
Untuk sementara waktu kota yg awalnya ramai kini dipenuhi dengan jeritan dan tangisan.
hanya dalam waktu 1 jam, kota berpenduduk padat berubah menjadi tempat terbaik bagi para zombie menyimpan makanan.
Mereka akan mengigit ketika melihat seseorang, dan hanya butuh 5 minute bagi orang yg telah terinfeksi untuk berubah seperti zombie.
Lagi dan lagi, hanya membutuhkan waktu 3 jam bagi kota tingkat 2 untuk berubah menjadi medan perang antara manusia dan mayat hidup.
"apa yg sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa orang-orang diluar sana berubah menjadi monster pemakan manusia?" tanya seorang pria paruh baya dengan temperamen yg luar biasa.
Disana ia duduk tegap dengan memakai seragam militer, membuatnya tampak mendominasi.
Satu jam yg lalu, tentara baru saja menerima instruksi dari pemerintahan untuk menghancurkan para monster itu. Namun sayangnya misi itu gagal, dan kini virus mulai menyebar ke segala penjuru dunia.
Meskipun penyebaran virus tidak secepat orang yg mengemudi, itu masih tidak terhentikan.
****************
****************
Ballroom Four Season Hotel Seoul.
Malia yg kini tengah menikmati pemandangan indah kota seoul tersentak saat seseorang dibelakangnya menyentuh pundaknya.
"ahh, kau?" ucap lia mengerutkan kening saat ia tak tahu siapa orang dihadapannya.
"perkenalkan nama ku jeon wonwoo" ucap pria itu seraya mengulurkan tangannya yg dibalas deheman saja.
Sedangkan wonwoo hanya tersenyum canggung. Baru kali ini ia menemukan seorang gadis yg langsung mengabaikannya.
"kau,, sendirian saja?" tanya wonwoo lagi mengabaikan kecanggungan tadi.
"hmm, seperti yg kau lihat" jawab lia malas.
Sejujurnya ia merasa tak nyaman dengan pria itu disekelilingnya.
[ warning... ]
[ warning... ]
[ warning... ]
Namun tiba-tiba saja sistemnya memberi sinyal peringatan yg sempat membuatnya terkejut.
"maaf aku permisi ke toilet" ucap lia yg langsung saja pergi tanpa mendengar jawaban wonwoo.
"menarik." ucap wonwoo tersenyum.
.....
Di toilet.
"sistem, ada apa? Something happens?" tanya lia mengerutkan kening.
[ ya ]
[ baru saja sistem mendeteksi jika virus lebih cepat menyebar ]
[ dibutuhkan waktu kurang dari beberapa jam untuk virus sampai di gedung ini ]
"Apaaa?"
"bagaimana bisa?"
"bukankah dalam novel, apocalypse seharusnya terjadi besok?" tanya lia beruntun.
Hello, meskipun dia sudah melakukan persiapan sebelumnya, tetap saja ia gugup.
Belum lagi ia masih harus berhadapan dengan zombie asli. Jujur lia masih belum siap.
[ jangan lupakan efek kupu-kupu yg anda bawa, tuan. bisa saja ini adalah efek dari masuknya anda ke dalam cerita ]
"ahh, kau benar juga" ucap lia tersentak saat mendengar jawaban dari sistem.
"kau bilang tinggal beberapa jam lagi, itu berarti aku harus cepat berganti pakaian. Tidak mungkin aku bertarung dengan memakai dress seperti ini" lanjutnya lagi sembari masuk ke ruang giok.
.
.
.
TO BE CONTINUE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
endstory
gudang sewa didalamnya udah dimasukin ke ruang dimensi blom, kan ktanya tinggal 2hri lagi
2024-09-01
1