"kak tristan, terima kasih atas perhatianmu. Tenang saja, aku bukan orang bodoh. Aku mengerti apa yg kau maksud, jadi tidak perlu khawatir." ucap lia yg kini memutuskan untuk merahasiakan beberapa hal.
"dan soal sesuatu yg mempercepat penyembuhanmu, maaf aku tidak bisa memberitahumu apapun perihal itu." lanjutnya dengan raut wajah menyesal.
Bukannya dia pelit atau apa, hanya saja lia fikir ia dan tristan masih belum cukup mengenal satu sama lain, meski ia sendiri terkejut saat tristan memperingatinya.
Malia sangat menghargainya, tapi itu masih belum cukup untuk dia mengungkapkan rahasianya sendiri kepada orang yg baru dikenal.
"tidak apa-apa. Aku senang kau waspada seperti ini" ucap tristan memaklumi.
Bahkan ia cukup senang jika gadis dihadapannya ini ternyata tidak terlau naif seperti yg ia fikirkan.
"seperti yg aku aku katakan tadi,, luka-luka ku telah sembuh dan aku fikir sudah waktunya bagiku untuk pamit karena masih ada beberapa hal yg harus aku urus termasuk misi yg baru saja aku selesaikan" ucap tristan lagi.
Mendengar tentang misi yg baru saja ia selesaikan, lia mengerti jika misi yg tristan maksud adalah misi terakhirnya yg mengakibatkan ia harus terbaring di apartement miliknya.
lia mengerutkan kening, tapi tidak berkata lebih. Ia hanya menanyakan apakah tristan sudah benar-benar merasa baik dan setelah di yakinkan lia hanya mengangguk setuju.
"baiklah, ambil ini." ucap tristan seraya memberikan lia sebuah kertas yg berisi angka-angka.
"ini adalah nomor pribadiku. Jika terjadi sesutu dimasa depan yg tidak bisa kau atasi sendiri, jangan sungkan untuk menghubungiku." lanjutnya.
"terima kasih." ucap lia tersenyum tipis.
Entah kenapa saat ia mendengar jika pria itu akan pergi, lia merasa sedikit enggan. Bagaimanapun tristan adalah orang pertama yg dikenalnya semenjak ia bertransmigrasi.
Hubungan keduanya juga terbilang baik meski baru beberapa hari saling mengenal. tapi lia juga tak punya hak apapun untuk menghentikannya.
"tunggu sebentar." ucap lia tiba-tiba.
Ia pun segera berdiri dan melangkahkan kakinya menuju dapur. Setelah sampai ia segera mengeluarkan sebuah botol berukuran 1 liter air yg sudah tercampur dengan mata air spiritual kemudian kembali menuju ruang tamu.
lia duduk disamping kanan tristan sembari meletakan botol air yg dibawanya. Hal ini membuat dahi tristan mengerut, namun ia tak berkata apa-apa.
"aku tau kakak baru saja memperingatkanku agar aku hati-hati untuk tidak membiarkan sembarang orang tahu tentang keistimewaan yg aku punya." ucap lia pelan namun bisa didengar oleh tristan.
"tapi bagiku sekarang, kak tristan bukanlah sembarang orang dan aku juga yakin jika kakak bukanlah orang yg ceroboh." lanjutnya lagi.
"air dibotol ini telah aku campur dengan 'sesuatu' yg bisa mempercepat penyembuhan. Karena kak tristan akan kembali ke misi, pasti akan ada bahaya yg mengikuti dalam perjalanan kembali, jadi aku harap air ini bisa sedikit membantu" ucap lia menjelaskan.
Menghela nafas, malia pun sedikit bingung kenapa ia melakukannya, padahal ia sendiri tidak 100% percaya kepada pria dihadapannya, namun karena sudah terlanjur ia pun hanya membiarkan.
Sedangkan tristan?
Jelas ia tersanjung dan tersentuh dengan apa yg dilakukan dan dikatakan gadis itu. Segera perasaan asing mengalir masuk dan membawa rasa hangat kedalam hatinya yg membeku.
Ia tak bisa berkata apapun untuk membalas perlakuan lia, namun dalam hatinya, tristan sudah bertekad untuk melindungi gadis penolongnya itu meski dari jauh.
tristan melirik lia dengan pandangan yg rumit. Baru saja ia menjelaskan untuk tidak mengeluarkan sesuatu yg berharga seperti itu secara sembarang, namun kembali gadis itu mengeluarkan dan menyerahkannya sebagai bekal untuknya sendiri.
"benar saja, gadis ini masihlah sangat sederhana dan memiliki pemikiran yg baik" batin tristan.
"aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk mengungkapkan rasa terima kasih ku" ucap tristan tersenyum tak berdaya.
Faktanya, apa yg difikirkan tristan amat sangat berbeda dengan pemikiran lia saat ini.
Ia hanya berfikir karena tentara itu sudah mengetahui sebagian dari rahasianya, tidak masalah bagi lia untuk memberikan lebih banyak sebagai jaminan kehidupannya dimasa depan.
Toh, hanya tersisa kurang dari 2 hari lagi sebelum apocalypse pecah dan air itu mungkin bisa membantu tristan di awal bencana, sehingga ia akan semakin berhutang budi kepadanya.
Terdengar licik memang,, but who's care?
ditengah kepungan zombie yg berjumlah miliyaran, tak mungkin baginya untuk melawan seorang diri ataupun bersembunyi terus menerus di ruang giok.
Salah satu hal yg harus ia lakukan agar bisa bertahan di dunia apocaliptik adalah mencari rekan setim yg kuat juga dapat dipercaya.
Meski tidak 100%, tristan adalah kandidat yg tepat.
****************
****************
keesokan harinya..
Tak terasa 6 hari telah terlewati semenjak ia datang kedunia ini dan hanya menunggu besok lusa untuk dunia benar-benar jatuh.
Selama 6 hari ini, lia sudah menghabiskan hampir seluruh hartanya hanya untuk materi dan bahan yg diperlukan untuk bertahan hidup.
Ia juga melatih ilmu bela diri yg didapatkannya dari sistem serta memperkuat tubuhnya dengan olahraga di gim. Meski hanya beberapa hari, itu sudah cukup bagi lia untuk menyesuaikan diri.
Sedangkan untuk tristan, malia masih belum mendapatkan kabar apapun darinya meski ia sudah mengirim beberapa pesan untuk menanyakan kabarnya.
lia sedikit cemas, tapi pikiran itu segera ia alihkan dengan berbelanja dan melatih diri.
Sebenarnya hal ini juga semacam keuntungan bagi lia tanpa kehadiran tristan di apartementnya.
Dengan begitu, kini dengan bebas memesan berbagai macam makanan di restoran dan cafe di aplikasi online tanpa harus khawatir ada yg bertanya.
Kali ini lia lebih mementingkan makanan sederhana seperti ayam panggang, bebek panggang, pizza
Jikapun para tetangga yg bertanya,, lia cukup menjawab jika nafsu makannya mulai naik selama beberapa hari ini.
****************
****************
Tepat pukul 19.00 kst.
Malam ini adalah ulang tahun dari protagonis wanita dan apocalypse akan terjadi 2 hari setelahnya.
Jika boleh jujur, ia sendiri malas untuk menghadiri pesta itu.
lia lebih memilih untuk menguatkan tubuhnya sebelum hari kiamat datang, namun karena pihak lain memaksa, lia tak punya pilihan lain untuk datang.
terutama, lia juga ingin melihat seperti apa protagonist dunia ini terlihat.
Apakah sama seperti yg diceritakan di novel, atau malah berbeda?
Semua itu akan malia lihat dalam beberapa jam kedepan..
.
.
.
To be Continue...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Ddyat37 Del*
terbaikkkkk 👍😏
2024-11-30
0
_cloetffny
*who cares
2024-03-15
4
_cloetffny
ck tau takpe
2024-03-15
2