Dalam 3 hari ini virus dan energi misterius mengubah semua mahkluk hidup yg ada di dunia.
Hal paling nyata yg dapat dilihat oleh mata telanjang adalah transformasi atau perubahan bentuk fisik, baik itu manusia, hewan, dan tumbuhan.
Untuk hewan dan tumbuhan sendiri, ukuran tubuh mereka menjadi jauh lebih besar dari ukuran normal.
Bahkan tikus yg seukuran genggaman tangan orang dewasa kini jauh lebih besar dari ukuran kucing dewasa rata-rata.
Sedangkan manusia sendiri, mereka tumbuh semakin tinggi juga kuat. Namun tidak semua dari mereka berhasil dalam evolusi, ada juga yg gagal dalam proses dan masih menjadi manusia biasa atau yg lebih parah menjadi zombie.
Tentu saja hewan dan tumbuhan pun tidak ubahnya seperti manusia, ada diantara mereka yg gagal dan hanya bisa mati ataupun berubah menjadi zombie.
Dari yg lia ketahui menurut alur cerita, juga informasi dari sistem, jika saat ini tumbuhan lah yg paling jarang dan lambat dalam bermutasi.
Namun jika mereka berhasil dalam proses, para tumbuhan itu akan menciptakan kesadarannya tersendiri dan menjadi salah satu mutan yg sulit di musnahkan.
****************
****************
Dengan berlalunya hari, jeritan melengking dari setiap rumah, kamar, gedung, mulai sering terdengar.
Suami yg tertidur disamping sang istri tiba-tiba saja menggigitnya, sedangkan sang istri yg terbangun akibat rasa sakit segera buru-buru menendang sang suami dan menyalakan lampu.
Cahaya yg tiba-tiba muncul, membuat sang suami kesal. Ia meraung dan berjalan menuju yg ia anggap sumber makanannya.
Ketika penglihatan sang istri mulai jelas, ia melihat jika mulut suaminya sudah dipenuhi darah, kulitnya mengkeriput, mata yg memerah, serta tangannya yg terentang kearahnya dengan kuku yg memanjang juga tajam.
Sementara sang istri masih terkejut dengan kejadian ini, sang suami tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menerkam makanannya lagi.
"AAKKKKHHHHHHH"
Situasi ini bisa terlihat dimana-mana. Suara teriakan, jeritan, juga mereka yg meminta tolong, tidak akan ada kedamaian setelahnya.
Tentu saja tidak semua orang mengalaminya.
Beberapa orang akan menemukan diri mereka berubah setelah bangun, tidak hanya tinggi badan mereka yg meningkat, namun mereka juga menemukan jika vitalitas serta kekuatan mereka meningkat.
Bahkan beberapa orang mungkin sudah menyadari jika mereka telah berevolusi dan dapat menggunakan kekuatan gaib.
Hal ini bisa menjadi kesempatan bagi mereka, untuk bertahan hidup bahkan jika mereka harus melawan 'kerabat' yg telah berubah menjadi sesuatu yg tidak mereka kenali.
Meski begitu, ada juga sekelompok orang yg terkena kesialan karena mati dimangsa oleh kerabat yg telah menjadi zombie atau hewan peliharaannya sendiri yg telah berevolusi.
Apakah itu zombie atau hewan yg bermutasi, mereka yg lengah dan tidak dapat melawan hanya bisa terkubur di reruntuhan rumah mereka sendiri.
****************
****************
tuuutt tuutttt tuuuttttt
"ayolah, angkat telpon ku" ucap seseorang di samping lia.
"sh*tt, min jihyung? Dimana kau? Cepat angkat telpon ku" lanjutnya lagi dengan suara yg bergetar.
"unnie, ada apa?" tanya lia yg sedikit penasaran.
"aahhh, ini.. Aku sulit menghubungi kekasihku" terang jessi gelisah.
"aku sudah menelponnya berkali-kali tapi dia sama sekali tidak mengangkatnya. Aku khawatir dia sudah menjadi..." ucap jessi lagi tidak sanggup melanjutkan perkataannya.
Kembali, jessi memeriksa handphonenya sembari menelpon atau mengirim pesan kepada sang kekasih.
Dari yg lia ingat, jessi ini sama sepertinya, seorang yatim piatu. Wajar saja jika orang pertama yg jessi hubungi adalah kekasihnya, mengingat jika mereka sama-sama bucin akut.
"tenanglah, tidak mengangkat telpon juga bukan berarti hal yg buruk" ucap lia mencoba menenangkan.
"bisa saja ia tidak membawa telponnya, atau dia sedang bersembunyi disuatu tempat yg membuatnya tidak bisa menjawab telponmu" lanjut lia.
"ya,, semoga saja apa yg kau katakan benar" ucap jessi mencoba relax.
Melihat sekelilingnya, hampir semua orang di ballroom tengah melakukan aktivitas yg sama. entah itu menghubungi sanak saudara, keluarga, ataupun kekasih.
Mungkin hanya lia yg masih terlihat tenang diantara kerusuhan ini.
Toh, siapa pula yg akan dihubunginya. Ia sendiri seorang yatim piatu dan tidak memiliki sanak saudara yg dekat.
Adapun tristan...??
Meskipun khawatir, lia yakin jika dia dapat bertahan.
Melihat keluar jendela, hanya butuh sepuluh menit setelah meredanya hujan, banyak kendaraan yg berbondong-bondong melintasi jalanan.
lia hanya menyaksikan semua itu dengan wajah datar dari dalam gedung hotel. Belum lagi secara bertahap, para zombie mulai mengejar kerumunan yg tengah berlari.
Siapa yg mengira, jika dunia tempat mereka tinggal akan tiba-tiba mengalami kejadian mengerikan seperti ini.
Akhir dunia yg semua orang kira hanya akan terjadi di film ataupun novel malah menjadi kenyataan.
Tanpa menyadari bahwa pentingnya mengumpulkan perbekalan, saat ini orang-orang hanya peduli dengan tempat aman.
.....
Untuk sementara waktu, semua orang yg ada di ballroom tidak tahu harus berbuat apa. Sampai dimana ada seseorang yg berlari dengan darah di pergelangan tangannya.
"Ada zombie.. Ada zombie diluar.. Semuanya cepat lari" ucap seseorang itu.
Para tamu pun kembali panik. Mereka berlarian ke segala arah, mencari tempat yg mereka fikir aman untuk bersembunyi.
"Unnie, cepat ikut aku!" ucap lia yg melihat situasinya kurang kondusif. Ia menarik tangan jessi supaya mengikutinya.
"lia kemana kita pergi?" tanya jessi yg mengikuti langkah lia.
"kita ke lantai atas,, disana kita akan aman" ucap lia lagi.
Ia sudah melihat dengan kekuatan mentalnya jika ada ratusan zombie di luar dan dalam gedung.
Sedangkan di lantai atas, hanya ada beberapa yg masih bisa lia lawan.
Meski ia memiliki kemampuan untuk melawan zombie, tapi dengan kekuatannya yg sekarang, sangat tidak memungkinkan baginya untuk memusnahkan semua zombie yg ada dalam gedung.
Satu-satunya cara untuk bertahan adalah menunggu bala bantuan dari kemiliteran, dengan begitu tingkat kelangsungan hidupnya dan jessi akan meningkat.
Mendengar apa yg dikatakan lia, jessi tidak berkata apapun lagi dan langsung mengikuti.
Dia memiliki kepercayaan 100% terhadap gadis yg sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu.
.....
"tolong,, ada monster.."
"aakkkhhh,, toloonnggg.. monsteerrr"
Terdengar suara teriakan minta tolong dari dalam maupun luar gedung hotel. Seketika pesta yg semula dipenuhi canda tawa kini berubah mencekam.
lee Yeri sebagai penyelanggara acara juga tidak tahu harus melakukan apa. Kedua orangtuanya ada di luar kota, begitupun dengan sanak saudaranya. Sedang ia tinggal sendiri di seoul.
Melihat semua orang berlarian keluar, yeri tidak punya pilihan lain selain mengikuti. Namun saat mereka sampai di area pintu keluar, para zombie telah memenuhi area dan memaksa untuk memasuki gedung.
Dengan segera mereka semua berbalik menuju ke lantai paling atas. Sedangkan para zombie yg melihat makanan mereka mulai menjauh langsung saja mengejar dan menggigit tanpa pandang bulu.
Jeritan serta teriakan terdengar disepanjang lobi dan lorong hotel.
Semua orang bergegas menuju lantai paling atas tanpa memperdulikan teriakan minta tolong orang lain.
Banyak dari mereka berjatuhan dan ter-injak akibat dorongan beberapa orang sehingga gagal dalam menyelamatkan diri dan menjadi santapan zombie.
Sedangkan yeri dan semua orang yg telah mencapai lantai atas langsung menutup pintu. Mengabaikan mereka yg masih berlarian di lorong.
"bagaimana hal semacam ini bisa terjadi? Kenapa zombie bisa tiba-tiba saja muncul?" tanya salah satu orang yg selamat.
"ini semua tidak tiba-tiba. Entah kalian ingat atau tidak, tapi beberapa waktu yg lalu marak berita yg menyebutkan soal rabies" ucap seorang pemuda tampan.
"ini hanya perkiraan ku saja, tapi aku merasa kalau penyakit rabies itu ada hubungannya dengan zombie yg baru saja muncul" lanjutnya.
"aku rasa dia benar" ucap seorang pria muda yg adalah jeon wonwoo.
"aku memang tidak memperhatikan berita akhir-akhir ini. Tapi aku sempat pergi kerumah sakit karena suatu hal dan tanpa sengaja melihat gejala pasien yg terkena rabies hampir mirip dengan zombie yg kita lihat sekarang" lanjutnya.
"apapun penyebabnya, semuanya sudah terjadi dan itu tidak penting lagi. Hal yg harus kita lakukan sekarang adalah bertahan hidup sampai bantuan datang" ucap yeri yg telah memulihkan kondisinya.
lia yg melihat itu cukup kagum. Mentalitas seorang protagonis utama memang tak bisa di anggap enteng.
"tapi kapan bantuan akan datang?" tanya seorang gadis yg wajahnya sudah sangat pucat karena ketakutan.
Mendengar pertanyaan itu, semua orang hanya bisa terdiam dan menundukan kepala. Begitupun dengan yeri yg juga tidak tahu harus menjawab apa.
Benar,, kapan bantuan akan datang?
Sampai kapan mereka harus bersembunyi?
Bahkan jika mereka aman dari zombie, tidak ada makanan yg bisa dikonsumsi disini.
Lalu jika tidak ada makanan,, bagaimana mereka akan bertahan?
Pemikiran ini, terbaca jelas oleh lia yg sedari tadi hanya menyimak.
"untungnya, aku sudah bersiap sedari dini" batin lia bersyukur.
Yg harus ia fikirkan sekarang adalah bagaimana caranya mengelabui mereka agar tidak mencurigainya saat ia mengeluarkan makanan.
TBC....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
_cloetffny
wkwk baik bgt mau nolong orang yg belum tentu saat lu susah dia mau nolongin, ini baik atau naif? wkwk
2024-03-15
7