Keesokan harinya...
Waktu telah menunjukan pukul 06.00 kst
lia yg tidak tidur semalaman setelah mengobrol dengan sistem, memilih untuk merapihkan beberapa materi yg dibelinya agar tidak menumpuk.
Dirinya juga mulai memilah barang dan makanan mana yg harus ia simpan diruang menyalin. Mengingat jika ruang itu saat ini hanya memiliki ukuran 1000 m.
Tak lupa lia juga memasang alarm di handphonenya, agar ia tidak terlambat.
Setelah beberapa waktu, bunyi alarm pun terdengar. Dengan segera lia keluar dari ruang giok.
Melihat jika matahari telah menampakan sinarnya, lia pun langsung bersiap membuat sarapan bagi sang tamu juga dirinya sendiri.
Barulah setelah itu ia akan mulai membeli bahan materi lagi.
Kali ini lia keluar kamar hanya memakai pakaian casual. Lagipula ia hanya akan pergi ke dapur untuk memasak, jadi acara menyamarnya ia skip terlebih dahulu.
Namun jika tristan melihat ini, kemungkinan besar ia akan terpesona melihat sosok penolongnya berpenampilan seperti itu.
Apalagi penampilan lia saat ini sangatlah bertolak belakang dengan penampilannya kemarin.
"makanan sudah siap." ucapnya sembari melepaskan celemek yg terpasang di tubuhnya.
Ia pun berjalan menuju kamar tristan. Berniat membangunkan sang penghuni kamar.
Namun setelah beberapa kali ketukan hingga gedoran, tristan sama sekali tidak menjawab atau keluar kamar.
Bahkan suara gaduh yg lia buat saat sedang memasak pun tidak mengganggu tidur pria itu. Padahal jarak antara kamar yg digunakan tristan dengan dapur tidak lebih dari 10 meter.
Entah ia memang kelelahan setelah semua yg ia alami atau sudah terlanjur nyaman tinggal dirumah ini.
lia hanya acuh, selain ia harus memeriksa gudang yg disewanya untuk menimbun materinya, dirinya juga masih harus membeli beberapa perlengkapan serta obat-obat yg dibutuhkan tristan.
Kali ini lia membuat nasi goreng dengan telur dadar dan suiran ayam sebagai toping. lia pun menaruhnya diruang tamu, tak lupa dirinya juga menyelipkan catatan disana.
****************
****************
Basement Apartement.
Malia melirik sekelilingnya, setelah memastikan jika tidak ada orang disekitarnya, ia pun segera mengeluarkan mobilnya.
Untungnya ia telah menempatkan mobilnya ke ruang menyalin, sehingga ia tak perlu repot untuk membersihkan mobil yg kemarin ia tumpangi.
membuka pintu mobil, lia pun segera menduduki kursi pengemudi. Saat ini fokusnya terarah pada gps mobil yg akan mengarahkannya ketempat yg ia tuju.
Sekarang lia kembali harus menghafal jalan yg sedang dan akan ia lewati. Bukan karena ia buta arah, hanya saja kota ini begitu asing bagi lia yg baru saja tiba 2 hari yg lalu.
Walau nama kota ini mirip dengan kota tempat ia dibesarkan di masa lalu, tetapi akan tetap ada perbedaan kecil yg harus lia pelajari lagi.
Terutama beberapa tempat yg menyediakan perbekalan, seperti pabrik makanan, pabrik tekstil, laboratorium farmasi, dan lain sebagainya.
Maka dari itu, tujuan pertamanya saat ini adalah toko buku yg mana menjual peta lengkap.
................
Toko buku xxx
Trinngggggg..
Suara bunyi bel terdengar nyaring.
lia yg kini sudah berada di toko buku segera menuju kasir. Tanpa basa basi, ia pun dengan cepat menanyakan tempat penjualan peta lengkap yg langsung ditunjukan oleh staff.
Meski staff itu bingung dengan apa yg di beli konsumennya, tapi staff itu masih bersikap profesional.
Tidak hanya peta lengkap kota seoul yg lia beli, melainkan ia juga membeli peta lengkap kota-kota lain di negaranya.
Hal itu dikarenakan lia sendiri masih belum memutuskan kemana dan dimana pangkalan yg akan ia tuju.
karenanya, ia pun membeli banyak peta yg langsung ia simpan di ruang giok sesaat setelah ia kembali ke mobil.
08.30 kst.
lia melirik jam di pergelangan tanganya. Melihat jika hanya membutuhkan 15 menit untuk berbelanja peta, ia pun langsung tancap gas kearah supermarket terdekat.
Kali ini lia hanya berbelanja perlengkapan pakaian pria juga beberapa obat dan vitamin. Ia tidak ingin jika tamunya yg berada dirumah harus menunggu lama.
Namun apa yg ia bayangkan berbanding terbalik dengan apa yg sedang terjadi. Apalgi saat ini, pria yg ia selamatkan masih saja belum keluar dari kamar.
lia yg baru saja kembali dari acara berbelanjanya langsung saja beranjak menuju kamar pria itu.
Ia takut terjadi sesuatu pada tristan disaat ia pergi berbelanja.
Ceklek..
Untungnya pintu kamar tamu tidak dikunci, sehingga lia tidak perlu repot untuk mencari kunci cadangan untuk membuka kamar.
Dilihatnya jika waktu telah menunjukan pukul 11.00 kst, tapi pria itu masih berbaring dan memejamkan matanya.
"dia belum bangun?" tanga lia heran.
Bahkan jika taehyun sedang terluka, tapi bukankah ia masih anggota tentara yg sangat disiplin waktu.
Seharusnya ia sudah bangun sekarang ini, tapi...?
"tunggu, astaga.. Kenapa aku bisa lupa?" ucap lia cemas.
Ia pun segera mendatangi pria yg tengah berbaring diranjang dan meletakan punggung tangannya kearah kening tristan.
"panas." gumam lia.
"benar saja, dia demam" gumam lia lagi, kemudian ia pun beranjak menuju kamar mandi, dan kembali dengan membawa baskom yg berisikan air hangat dan lap.
Segera lap itu ia masukan kedalam air lalu diletakannya lap itu dikening tristan.
tristan yg merasakan sesuatu diatas keningnya pun membukan mata.
"ahh, apa aku membangunkanmu?" tanya lia menyesal.
"maaf, aku melupakan kemungkinan jika kak tristan akan mengalami demam. Harusnya aku ingat jika kau baru saja melakukan operasi dan luka kakak juga tidak sedikit." lanjutnya.
tristan yg telah membuka matanya sedikit mengernyit, saat ia dihadapkan pada seorang gadis cantik.
Ia curiga jika gadis dihadapannya mungkin saudara dari lia, tapi suara gadis ini sangat mirip dengan suara lia dan ia juga ingat jika gadis itu tinggal sendirian dan tidak memiliki kerabat dekat.
Lalu siapa gadis cantik ini?
Mungkinkah?
"li.. lia?" tanya tristan ragu.
"ya? Ada apa? Apakah tae oppa memerlukan sesuatu?" tanya lia beruntun.
Rupanya Ia masih tidak menyadari jika penampilannya saat ini telah membuat pria dihadapannya bingung.
lia memang sengaja tidak memakai pakaian nerd-nya lagi. Selain akan memakan banyak waktu untuk merias, suhu diluar juga tidak memungkinkan lia untuk memakai pakaian yg tertutup.
Sedangkan tristan sendiri hanya menghela nafas lega. Sekarang ia yakin jika gadis dihadapannya dan yg telah menolongnya kemarin adalah orang yg sama.
"tidak masalah. Ini hanya demam ringan, seharusnya saya yg minta maaf karena terlambat bangun" ucap tristan seraya melirik jam di dinding ruang tamu.
"ini wajar untuk kakak bangun siang, luka kak tristan belum sembuh dan kakak juga memang memerlukan banyak istirahat." ucap lia tersenyum
"ahh, karena ini sudah hampir makan siang, aku akan memanaskan makanan terlebih dahulu. Sarapan yg tadi pagi aku siapkan untukmu juga sudah mendingin, jadi akan ku panaskan lagi." ucap lia lagi.
Kemudian, dengan terburu-buru lia pun menyerahkan perlengkapan pria yg sudah dibelinya kepada tristan.
"kak tristan, kau bisa menyeka tubuhmu terlebih dahulu. Ini semua yg aku beli, karena aku tidak tahu ukuran tubuhmu, jadi aku hanya asal menebak. Semoga semuanya cocok." ucap lia dengan wajah yg sedikit memerah.
Bagaimana tidak, jika itu hanya pakaian dan celana luar seperti jeans atau celana bahan, mungkin lia akan biasa saja.
Namun bukan cuma itu saja yg ia beli, tetapi celana dalam pria pun wajib ia beli.
Tentu saja ia akan malu,, belum lagi ia masihlah seorang gadis yg belum menikah..
Itu wajar bukan?
tristan sendiri hanya menampilkan raut datar andalannya, tapi jika di teliti lebih lanjut maka kau akan menemukan jika telinganya juga memerah.
Ia benar-benar tak berdaya sekarang.
Selain pakaian yg kemarin ia dikenakan, tristan tak memiliki apapun di sakunya.
"ekhem, kalau begitu aku akan mengganti pakaian terlebih dulu." ujar tristan canggung.
Karena ia sedang demam dan memiliki banyak luka yg tidak boleh terkena air, tristan hanya bisa mencuci wajahnya saja agar terlihat lebih segar.
"ya.. Silahkan. Aku akan kedapur." ucap lia yg juga gugup.
Akhirnya merekapun berpisah dan mengerjakan pekerjaannya masing-masing.
Setengah jam kemudian.
Aroma makanan sudah tercium dari arah ruang tamu. Selain nasi goreng yg dibuat tadi pagi, lia juga sempat memesan beberapa makanan.
Ia tahu jika nafsu makan pria lebih mengerikan daripada wanita, apa lagi pria yg ia tolong adalah seorang tentara yg memiliki nafsu makan besar.
Maka dari itu, lia sengaja membeli beberapa makanan berat lainnya.
Ceklek..
Tuk.. Tuk.. Tuk..
Merasakan seseorang datang, lia menengok kearahnya. Disana ia melihat seorang pria gagah yg memakai kaos hitam serta celana jeans yg sangat pas dengan tubuhnya.
"syukurlah, pakaian itu terlihat pas di tubuhmu." ucap lia tersenyum.
"yah, terimakasih pada gadis yg telah memilihkannya" ucap tristan.
"insting wanita tidak pernah salah mengenai fashion." ucap lia lagi terkekeh.
"oke,, ayo makan. Sepertinya kau memasak banyak." ucap tristan sembari melirik makanan yg tersaji di hadapannya.
"aku hanya memasak nasi goreng, dan sisanya aku beli di restorant." ucap lia.
"selamat makan." lanjutnya
"selamat makan." ucap tristan.
.
.
.
TO BE CONTINUE..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Slovlya✯
kayaknya butuh revisi penuh deh ini
2024-08-14
4
Ling Yue
Fix, visualisasi emang pake Tae. Tapi tolong konsisten buat karakter namanya. Termasuk panggilan, biar tulisannya juga lebih rapi.
2024-04-11
7
deria
lah bukannya namanya Tristan kenapa jadi tae????/Hey/
2024-03-16
5