Saat semua orang tengah merenung, komandan lee tiba-tiba saja menghampiri mereka.
Ia juga melirik lia sekilas sebelum akhirnya kembali menatap wonwoo.
"militer baru saja mengeluarkan perintah, karena tidak ada cukup banyak tenaga saat ini. Selama kalian mau mengikuti kami mencari perbekalan, maka kalian di izinkan membawa seperempat dari materi yg kalian dapatkan" ucap lee mingyu tak berdaya.
Ia tak menyangka jika keadaan disini akan menjadi sangat rumit, terutama saat mencangkup soal makanan.
"meski seperempat dari yg kami dapatkan terdengar sedikit, tapi ini masih lebih baik dari pada tidak ada sama sekali" ucap wonwoo.
"ikuti aku jika kalian ingin pergi, kami hanya diberi waktu 2 jam untuk mengumpulkan bahan" ucap lee mingyu.
Saat ini listrik di kota telah padam sepenuhnya. Jika mereka tidak kembali dalam 2 jam, ada kemungkinan jika mereka harus bermalam di supermarket atau yg lebih parah dikelilingi zombie.
Hanya ada beberapa orang yg mengikuti lee mingyu untuk mencari perbekalan. Sedangkan sisanya memilih untuk menunggu.
****************
****************
lia menyeka keringat di dahinya, jelas jika suhu di kota telah meningkat lagi. Untungnya bahan dari gaun yg ia pakai dapat menyerap keringat.
Bukan saja manusia, panas ini juga telah ber-efek kepada zombie, dimana hal itu membuat pembusukan yg terjadi pada zombie semakin cepat.
Dan saat para zombie mendekati truk yg mereka tumpangi, bau busuk akan segera tercium.
Segera lee mingyu pun menembaki para zombie itu tepat mengenai dahi mereka.
"uuhh, mereka benar-benar menjijikan." ucap jessi yg menahan rasa mualnya.
"tidak peduli betapa menjijikannya para zombie itu, tapi dimasa lalu mereka masihlah manusia seperti kita" ucap lia tersenyum sendu.
"yaahh, kau benar juga." ujar jessi sedikit menyesal.
...
Semakin mendekati supermarket, semakin banyak pula zombie yg mengepung mobil mereka.
lee mingyu segera membawa anak buahnya turun. Setengah dari mereka mengikuti komandannya masuk kedalam supermarket bersama para penyitas, sedangkan sisanya menjaga diluar untuk menghentikan para zombie mendekat.
Para penyitas bekerja sama dengan tentara-tentara itu untuk mengambil perbekalan dan menaruhnya dalam truk.
Tak lama suara langkah seseorang terdengar oleh salah satu tentara yg menjaga di depan pintu.
"seseorang ada disini." ucap salah satu anak buah komandan lee yg berjaga.
"biarkan saja dia masuk." jawab komandan lee.
"orang itu mungkin juga menjadi salah satu korban yg selamat." lanjutnya.
lia sendiri tak peduli. Ia langsung saja mengambil keranjang dan memasukan makanan juga barang yg sekiranya berguna.
Sedangkan para penyitas lainnya juga mengikuti apa yg lia lakukan. Dengan segera, mereka menyambar keranjang dan mengambil bahan makanan yg menurut mereka tahan lama.
Tak lama sosok dari orang asing itu pun datang, dengan aura yg mendominasi. Bisa lee mingyu rasakan jika pria asing ini memiliki tempramen yg tangguh layaknya seorang prajurit.
Mata lia melebar saat melihat siapa pengunjung asing itu, dia tidak tahu harus merespon seperti apa.
tristan?
Itu benar kak tristan kan?
Garis wajahnya memang sedikit berubah dan tinggi badannya juga meningkat.
Tapi apa yg tristan lakukan disini?
Bukankah seharusnya ia berada di barak tentara?
Jantung malia berdetak lebih cepat. Meskipun ia baik-baik saja hidup sendiri, tapi jika itu tristan... Mungkin akan lebih baik?
Lagi pun, hanya tristan, orang yg pertama dekat dengannya saat ia sendiri baru saja tiba didunia ini.
tristan mengedarkan pandangannya, dan berjalan lurus kearah lia. Sedangkan lia sendiri hanya menatap penuh ketidak percayaan.
"i found you, lia." ucap tristan dengan nada lembut namun tegas.
lia tentu mendengar apa yg dikatakan pria itu, dan gadis itu tidak bisa untuk tidak terkejut.
"kak tristan?" ucap lia terkejut.
"apa yg kakak lakukan disini?" tanya lia heran.
"dan bagaimana kak tristan bisa menemukan ku?" tanya lia lagi.
Ia terkejut saat mengetahui jika sosok dihadapannya adalah benar seperti tebakannya, lee tristan.
"saat bencana ini terjadi, aku sangat mengkhawatirkanmu. Bagaimanapun kamu adalah penolongku dan tinggal sendiri. jadi aku pergi ke apartementmu untuk menjemputmu, tapi tidak disangka apartementmu ternyata kosong. Jadi rencananya aku akan pergi ke gimnasium, karena itu tempat perlindungan terdekat dari wilayah ini."
"dan siapa tahu kamu ada disana juga. Tapi saat aku melintasi jalan ini, aku tak sengaja melihat kamu masuk. Maka dari itu aku susul." ucap tristan menjelaskan.
"sepertinya kita memang berjodoh!" ujar tristan lagi dengan sedikit bercanda.
Sedang di sisi lain, lee mingyu entah mengapa merasa tak suka dengan kedekatan mereka berdua. Apalagi melihat lia yg tersenyum lembut kearah tristan.
Merasa tak tahan lagi, ia pun segera datang menghampiri mereka.
"maaf, tuan. saya lee mingyu, komandan tim ini. Apakah tidak sebaiknya anda memperkenalkan diri terlebih dahulu?" ucap lee mingyu menatap tajam mata tristan.
ditatap seperti itu oleh pria asing ini membuat tristan mengerti jika kemungkinan orang ini adalah saingan cintanya.
Tapi tristan tak khawatir, ia memiliki kepercayaan diri untuk mendapatkan hati gadis pujaannya.
"tristan lee." ucap tristan datar, irit, juga dingin.
lee mingyu sedikit tertekan dengan aura yg dikeluarkan pria bernama lee tristan ini. Meskipun mereka berdua sama-sama tentara, tapi jelas status lee tristan lebih tinggi karena dia berasal dari pasukan khusus.
"waktu kami hampir habis, setelah kita selesai mengumpulkan bahan-bahan, kami akan berangkat ke incheon." ucap lee mingyu tiba-tiba.
"beberapa orang yg ingin pergi ke sana dapat mengikutiku, tapi jika tidak, kalian hanya bisa mencari tim lain." lanjutnya lagi.
"incheon? Kenapa kesana?" tanya yeri yg sedari tadi memperhatikan mereka bertiga.
Sebagai perempuan, tentu yeri mengerti apa yg terjadi dan hal ini membuatnya cemburu terhadap keberuntungan lia yg disukai 2 pria kuat.
Apalagi melihat keadaan dunia yg layaknya neraka, membuat yeri menatap lia penuh benci juga iri.
Kenapa dia bisa mendapatkan perhatian dari kedua pria kuat ini?
Sedangkan dia?
Sama sekali tidak ada yg mau memperhatikannya.
Malia tentu sadar dengan kebencian yg lee yeri arahkan kepadanya. Namun ia juga bingung dengan alasan dibalik itu.
"saya mempunyai tanggung jawab dengan pasukan disana dan secara otomatis harus datang kesana"
"tentu saja seperti yg saya katakan, jika kalian ingin pergi ke tempat lain, anda hanya bisa mengandalkan tim lain"
"tapi sebelum itu, saya ingin memperingatkan jika dikota padat penduduk lebih banyak zombie berkeliaran. Pemerintah telah menurunkan pengaturan untuk mengirim mereka yg selamat ke daerah pegunungan."
"hanya disana, tempat teraman dari zombie yg terfikirkan oleh pemerintah" ucap lee mingyu panjang lebar.
Mendengar itu, semua orang mulai berdiskusi. Terlebih jessi yg ingin mencari kekasihnya.
"aku dan kak tristan akan mendiskusikannya terlebih dahulu." ucap lia sembari menarik tangan tristan.
Sedangkan lee mingyu yg melihat mereka saling berpegangan tangan hanya bisa mengepalkan tangannya erat.
tristan sendiri yg merasakan sentuhan dingin nan lembut dari tangannya merasa senang. Entah kenapa jantungnya juga berdegub lebih kencang saat tangan lembut lia menyentuh tangannya.
Untungnya lia tidak menyadari reaksi berlebihan tristan saat ini, karena fokusnya sekarang adalah tatapan tajam yg diarahkan yeri padanya.
Kenapa?
Bukankah ia sudah menjaga jarak dari heroin itu? Tapi kenapa protagonist itu masih mengarahkan kebenciannya terhadap nya.
Apakah karena tristan?
Apakah yeri menargetkan tristan?
Tapi kenapa?
Nama tristan bahkan tidak tertulis dalam plot dan tidak ada kaitannya dengan protagonist wanita.
Tapi mengapa yeri malah menargetkannya?
Apa karena tristan tampan dan kuat?
Ckk, dasar j*l*ng..
Setelah berjalan beberapa langkah, jelas tristan menemukan ada yg salah dengan gadis yg sedang menariknya itu.
"lia, ada apa? Kenapa kamu terlihat marah?" tanya tristan sambil mengerutkan kening.
Malia terkejut saat ditanyai pria disampingnya. Ia pun menunduk, memikirkan apa yg sedang ia lakukan.
"benar, ada apa denganku?" batin lia bertanya.
"kenapa aku merasa sangat marah saat menyadari jika yeri kemungkinan menyukai tristan?" ucapnya lagi dalam hati.
"mungkinkah aku cemburu?" tanya lia terkejut dengan pemikirannya sendiri.
"bukan apa-apa. Ayo cepat kita pergi dari sini, aku tidak ingin ada yg menguping pembicaraan kita" ucap lia tanpa menoleh sedikitpun kepada tristan.
.
.
.
TO BE CONTINUE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Prabu Astrajingga
sudah menjadi penyakit penulis dengan beberapa novel on-going,pasti penamaan selalu belibet,harusnya sebelum publish ada proses editing dlu,dikejar target up? udah pasti,mending slow up tp tulisan tdk typo,biar enak bacanya dan tdk banyak yg julid juga sama othor,menghasilkan karya memaang tdk mudah,waras selalu thor ..SALAM LEMPER
2025-01-02
0
Meri Aqila
seperti nya author menderita penyakit amnesia, skrang gilira si tristan yg berganti marga nya... hadechhhh, santai aja thor..
2025-02-01
0
endstory
jadi Tristan Jung berubah nama Tristan Lee?
kim yeri jadi Lee yeri?
2024-09-27
0