Restoran xxx
Hari sudah gelap ketika malia keluar dari pusat perbelanjaan. Ia pun memutuskan untuk makan malam di restoran terdekat.
Sama seperti sebelumnya, gadis itu juga memesan makanan untuk dibawa pulang. Sesampainya didalam mobil, malia segera memasukan semua makanan itu ke ruang menyalinnya.
Sekeluarnya ia dari restoran, gadis itu juga tidak langsung pulang. Kali ini dia mampir ke apotik untuk membeli beberapa jenis obat yg sering ia temukan di beberapa rumah.
Seperti analgesik (paracetamol dan aspirin), inhaler, antasida (obat pencernaan), obat penenang, antibiotik, anti-depresan, anti-emetik (obat mual), anti-diare, salep anti-jamur, anti-histamin (obat alergi), anti-inflamasi, anti-hipertensi, anti-piretic (obat sakit gigi, sakit kepala, radang sendi, cedera).
Sedangkan untuk obat yg membutuhkan resep, mungkin lia harus menunggu waktu di masa depan untuk mendapatkannya.
Untuk kali ini lia juga membelinya dengan kuota normal, ia tidak lagi memborong atau berbohong untuk acara amal. alasannya sendiri untuk menghindari kecurigaan dan masalah yg tidak diperlukan.
****************
****************
Menyadari hari semakin larut, lia pun dengan cepat menyalakan mobilnya dan mulai mengemudi.
Entah kenapa jalanan begitu sepi kali ini, hanya ada beberapa kendaraan yg melaju dijalan raya.
Meski begitu ini masihlah dalam skala normal.
Toh, sekarang waktu sudah menunjukan pukul 10.47 malam. Yg pastinya kebanyakan orang telah sampai dirumah dan tidur nyenyak, terkecuali mereka yg memiliki shift kerja malam.
Menghidari keheningan malam, lia pun menyalakan radio. Terdengar suara lembut nan halus menyambut pendengaran gadis itu, yg merupakan suara dari host yg sedang memandu acaranya.
Suara lembut itu kini sedang memperkenalkan beberapa lagu yg memang sedang tren dikalangan anak muda atau para idola yg baru saja mengeluarkan album.
Malia yg saat ini terfokus mendengarkan host itu bercakap tentang lagu, tidak menyadari jika jalan yg ia lewati kini telah menjadi dan semakin sepi.
Bahkan jika diperhatikan, tidak ada satu pun kendaraan yg melaju di jalanan ini kecuali mobil miliknya.
"sial, apa yg terjadi disini? Dimana kendaraan yg lain? Kenapa sangat sepi?" batin lia bertanya-tanya.
Gadis itu terus saja melaju melewati jalanan sepi, sembari memperhatikan sekelilingnya dengan penuh kewaspadaan.
Namun lia tidak menyadari jika sesaat setelah mobilnya memasuki jalanan ini, sesosok pria asing dibelakangnya menaruh penghalang jalan sehingga tidak ada lagi kendaran lain selain yg dikendarai lia mengambil jalur ini.
Melihat jika sekelilingnya benar-benar kosong tanpa kendaraan satu pun, firasatnya mengatakan jika ia hal buruk mungkin saja akan segera terjadi.
Dan benar saja, tak seberapa lama kemudian sesosok hitam keluar dari semak-semak disebelahnya. Membuat lia mau tak mau harus berhenti.
Di ikuti dengan beberapa sosok lain yg juga berpakaian serba hitam kini menatap kearah mobilnya dan sosok yg pertama muncul.
Untung saja lia dapat dengan cepat menginjak pedal rem. Jika tidak, ia mungkin akan ditahan oleh polisi akibat kelalaiannya dalam menyetir.
lia pun segera menatap orang-orang yg menghalangi jalannya.
Hanya saja setelah ia perhatikan, sepertinya mereka memiliki kubu yg berbeda dan saling bermusuhan.
Terbukti dengan munculnya sosok lain yg kini tengah mengacungkan kedua senjatanya tepat kearah dia dan sosok yg pertama kali muncul.
Bisa dirinya lihat kalau sedari awal pertemuan, terlihat jelas jika mereka semua terkejut dengan kedatangannya. Hal itu membuktikan bahwa target awal mereka bukanlah lia melainkan sosok pertama yg tiba-tiba saja muncul didepan mobilnya.
"ck, sial" batin lia menggerutu.
lia mengeratkan pegangannya pada setir, saat melihat jika sosok yg menodongkan senjata api kearahnya kini menyeringai kejam.
Meski dirinya tahu kalau orang yg menodongkan senjata itu kepadanya, tidak bisa melihat ia yg berada di dalam mobil. Tapi tetap saja lia menyadari jika seringai yg ditunjukan untuk dirinya sendiri.
"kurang ajar! Bisa-bisanya pria itu menyeringai padaku." gumam lia kesal.
"sistem apa kau tahu siapa mereka?" ucap lia bertanya.
[ mereka adalah tentara khusus yg sedang menjalankan misi rahasia ]
"apa? tentara khusus?" ucap lia terkejut.
Gadis itu pun segera menoleh, menatap kearah para sosok hitam itu.
"tapi kenapa mereka malah seperti berselisih? mungkinkah ada masalah diantara mereka?" tanya lia penasaran.
Meski sedang berada tengah area konflik, lia masih bisa bersikap tenang. Ia acuh
Bahkan sempat-sempatnya ia mengobrol dengan sistem, tanpa memperdulikan keadaan sekitarnya yg bisa dibilang mengkhawatirkan.
[ dari yg sistem selidiki memang ada masalah diantara kelompok itu ]
"oh, ya? Masalah apa?" tanya lia lagi.
[ pihak yg sedang memegang pistol beserta kawanannya merupakan pembunuh bayaran yg sengaja disusupkan oleh seseorang untuk membunuh pria yg pertama kali muncul dihadapan anda.]
"dengan kata lain, kecuali sosok yg pertama muncul, yg lain adalah musuh?"
[ bisa dibilang begitu. ]
Doorr
suara tembakan pertama terdengar, membuat lia yg berada dalam mobil terkejut. kemudian ia menoleh dan mendapati jika sosok pertama yg dirinya lihat, kini tengah bertarung dengan para pembunuh bayaran.
Sosok itu juga menendang pistol yg penjahat arahkan kepada lia. bisa ia lihat jika sang pria misterius itu bertarung dengan lihai.
Namun sangat amat disayangkan dengan staminanya yg terus menurun, pria itu mulai kewalahan menghadapi para pembunuh bayaran.
Tentu saja lia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Tanpa banyak berfikir lagi, lia segera menjalankan mobilnya. Ia sengaja menabrakan mobilnya kepada semua penjahat itu, sehingga hanya ada sosok hitam yg pertama kali munculah yg kini tersisa dijalan.
"CEPAT, MASUK" teriaknya pada sosok itu sambil membuka pintu samping.
Sosok itu pun berjalan terseok-seok sambil memegang lengannya terluka. Ia pun duduk disebelah lia dan mobil itu pun segara melaju meninggalkan lokasi.
Terdengar suara tembakan lain mengarah pada mobil yg lia kendarai, tapi syukurnya medan disini sedikit luas sehingga memudahkan lia untuk mengelak.
Malia pun langsung tancap gas ke level maximal, sembari sesekali melihat ke arah belakang untuk melihat apakah para penjahat itu mengejar atau tidak.
Setelah berapa saat berlalu, lia pun menghela nafas lega karena para pembunuh bayaran itu tidak dapat menyusul mereka.
Namun kecepatan mobil yg lia kendarai masih sama seperti tadi. Ia tidak bisa memelankan laju kendaraannya hanya karena kondisi sudah aman.
Malia masihlah orang yg sangat berhati-hati!
Meski dia melihat jika situasi sudah mulai kondusif, tapi mengingat jika kehidupannya juga dipertaruhkan, lia tak mau mengambil resiko.
Ia masih ingin hidup oke?
Jika bukan karena terpaksa, lia juga tak ingin terjebak dalam keadaan bahaya seperti ini.
Sesekali ia juga melirik sosok yg ternyata seorang pria. Dilihatnya jika pria itu sangat kesakitan.
"Dimana aku harus menurunkanmu?" ucap lia tanpa menoleh.
.
.
.
TO BE CONTINUE..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Ling Yue
Chapter nya terlalu pendek😭 Cerita mu bagus banget
2024-04-11
3
_cloetffny
plis jangan disingkat🥲
2024-03-15
2