7. Menjadi Lebih Akrab 1 (revisi)

"ssttt,, akkhh." terdengar suara ringisan dari mulut tristan.

"jangan banyak bergerak dulu." ucap lia dengan terburu-buru.

"saya harap anda tidak salah paham. Baru saja, saya hanya ingin memeriksa apakah ada luka lain di tubuh anda." lanjutnya sedikit canggung.

"anda memiliki terlalu banyak luka, terutama luka tembak yg ada di perut kiri bagian bawah dan lengan kiri bagian atas. Belum lagi ada beberapa luka tusukan yg lumayan parah."

"karena itu, saya ingin mengecek apakah ada cedera lain selain beberapa luka yg barusan saya sebutkan. Tapi anda keburu mencekal tangan saya." jelas lia panjang lebar.

"maaf, ini memang kebiasaan saya." ucap tristan menyesal

"tidak masalah.. Tapi luka itu perlu segera ditangani, apalagi luka tembak itu. Dan jika anda tidak keberatan, saya bisa membantu anda untuk mengeluarkannya"

"Anda seorang dokter?" tanya tristan seraya mengangkat sebelah alisnya.

"lebih tepatnya mahasiswa kedokteran tahun ke 6." jawab lia canggung.

"kurang dari 1 tahun lagi dan saya akan mendapatkan ijazah serta sertifikat dan gelar dokter" lanjutnya lagi.

"Jadi bagaimana? Apa kau tidak keberatan jika aku yg mengeluarkan peluru-peluru itu?" tanya lia menatap mata pria itu dengan binar dimatanya.

"kalau begitu mohon bantuannya." ucap tristan sambil tersenyum tipis.

Tentu saja jika itu hanya untuk mengeluarkan peluru, tristan juga bisa menyelesaikannya sendiri.

Namun melihat kepercayaan diri penolongnya, entah kenapa tristan enggan untuk berkata tidak.

"baiklah,, kalau begitu tolong tunggu sebentar, saya akan mengambil peralatannya terlebih dahulu dikamar." ucap lia yg langsung saja berlari ke kamarnya tanpa mendengar jawaban sang pasien.

Di meja ruang tamu, malia memang sudah membawa kotak peralatan medisnya. Tapi isinya hanya berupa beberapa obat, kapas, alkohol, perban, dan lain sebagainya.

Tidak ada alat bedah disana. Maka dari itu, dirinya kembali ke kamar untuk mengambil alat bedah itu.

Sebagai seorang mahasiswa ahli bedah medis, wajib hukumnya bagi lia untuk memiliki alat bedah meski tidak terlalu lengkap.

Beberapa menit kemudian..

"maaf lama menunggu." ucap lia yg datang dengan kotak medis di tangannya.

"tidak masalah." ucap tristan pelan.

"saya tidak memiliki obat bius, hanya ada obat pereda rasa sakit yg bisa anda minum setelah operasi selesai. Jadi disaat operasi,, saya harap anda dapat menahannya." jelas lia merasa bersalah.

Meski ia adalah calon dokter, tapi jika itu masalah obat-obatan, ia tidak bisa berbuat banyak.

"lakukan saja, saya masih bisa menahannya." ucap tristan tegas.

"ehmm, kalau anda mau, saya punya beberapa sapu tangan bersih. Apakah anda membutuhkannya untuk mengalihkan rasa sakit?" tanya lia lagi.

Memang beberapa sapu tangan bersih tertata rapi disamping alat bedah yg tadi lia ambil.

"terima kasih." jawab tristan.

Mendengar jawaban pria pucat itu, lia pun segera memberikan sapu tangannya kepada tristan.

Ia pun mulai mensterilkan semua alat bedah medisnya dengan alkohol. Setelahnya, lia memasang masker medis diwajahnya juga memakai sarung tangan medis.

Kecuali pakaiannya yg tidak sesuai, penampilannya saat ini benar benar terlihat seperti dokter profesional.

"kalau begitu saya akan mulai." ucap lia tegas.

Malia pun memulai semua dari luka tembak yg ada di perut bawah, karena luka itu yg paling parah dan harus cepat ditangani. Barulah setelah itu ia menjahit luka yg ada di bagian lengan kiri atas.

Beruntung cedera lain tidak separah luka tembak, sehingga lia bisa dengan cepat menanganinya.

Lia sendiri cukup kagum dengan pria yg ditolongnya ini.

Karena bahkan saat operasi pengangkatan peluru sedang berlangsung, pria itu tidak berteriak dan hanya mengertakan gigi sambil sesekali meringis juga mengepalkan tangannya.

Beberapa jam kemudian.

"selesai." ucap lia sambil menghela nafas lega.

Setelah mengeluarkan peluru itu, lia juga masih harus menjahit luka akibat bekas operasi dan beberapa luka akibat sayatan benda tajam.

lia sendiri meringis ngilu. Jika ia yg berada di posisi laki-laki itu, entah sudah berapa kali ia akan pingsan.

"tuan jung.." ucap lia namun segera dipotong oleh suara dingin tristan.

"panggil saja saya tristan, sepertinya usia kita tidak berbeda jauh." ucap tristan.

"mmm, oke." ucap lia ragu tapi tetap meng-iyakan permintaan pasiennya.

"bagaimana dengan, panggilan kak tristan? Anda tidak keberatankan jika saya memanggil mu seperti itu?" ucap lia gugup.

"lagi pula sepertinya anda juga lebih tua dari saya?" lanjutnya lagi.

"baiklah, jika itu membuatmu lebih nyaman." jawab tristan pelan.

lia tersenyum tipis, syukurlah jika pria itu tak salah paham, fikirnya.

Ia pun melihat jam dan tak terasa jika waktu sudah menunjukan pukul 03.10 pagi.

Kruyukkk kruyukkkkkk (suara perut lia yg minta di isi)

Pipinya memerah,, ia malu saat suara perutnya yg keroncongan minta di isi terdengar oleh pria itu.

Walau wajar saja jika lia lapar, belum lagi acara pertarungan tadi, ia juga masih harus menyelesaikan operasi.

Hal itu terlalu menguras energi dan mental.

"ekhem, aku akan membuat makanan. apa an,, maksudnya, apa kak tristan ingin ku buatkan juga?" tanya lia mencoba untuk tetap tenang dan melupakan rasa malunya.

"saya merepotkan anda lagi kalau begitu" jawab tristan seraya tersenyum tipis yg menambah kadar ketampanannya.

Namun kali ini lia tidak terpesona. Ia hanya menganggukan kepalanya dan langsung berjalan menuju dapur.

"apakah kak tristan memiliki alergi atau sesuatu yg tidak disukai?" tanya lia yg berhenti didepan pintu dapur.

Untungnya jarak antara ruang tamu dan dapur cukup dekat, sehingga ia tak perlu kembali atau berteriak.

"tidak ada. Saya bukan orang yg pemilih." jawab pria itu.

"tunggu sebentar kalau begitu, aku akan memasakan sesuatu untuk kita berdua." ucap lia.

Setelah beberapa saat aroma masakan pun mulai tercium dari arah dapur. Bisa tristan rasakan jika gadis penolongnya ini pintar memasak.

Tak lama lia pun keluar dari dapur sambil memegang nampan yg diatasnya terdapat buah-buahan yg sudah dipotong.

"kak, makanlah buah-buahan ini terlebih dahulu. Selain untuk makanan pembuka, buah-buahan ini juga berfungsi sebagai penambah darah alami." ucap lia sembari meletakan nampan itu.

Dilihatnya, jika nampan itu berisi buah apel, buah naga, buah pisang, serta buah jeruk.

Pihak lain tidak berbicara banyak, ia hanya mengambil beberapa buah dan langsung memakannya.

Tak lupa, lia juga memberikan air putih yg telah ia campur dengan beberapa tetes air lingquan.

Setelah ia meminumnya, tak lama tristan pun merasakan jika tubuhnya mulai relax serta rasa sakit yg ia rasakan telah mereda.

Ia mengernyit bingung.

Meski dirinya tidak bekerja dalam bidang medis, tristan tentu tahu khasiat dari buah-buahan ini.

Bahkan ia sering mencicipinya. Namun hal itu tidak akan membuat rasa sakit di tubuhnya menghilang dalam waktu singkat.

Atau mungkinkah karena air yg ia minum?

"makanan akan siap dalam beberapa menit lagi, harap tunggu sebentar." ucap lia tenang, menyentak tristan dari lamunannya.

Gadis itu tahu jika tristan tengah mencurigai air yg diminumnya. Lagipula air itu memang telah ia campurkan dengan mata air spiritual.

Sehingga wajar jika tristan mulai merasakan efeknya.

Well, bukannya lia sengaja melakukan itu. Ia hanya ingin jika Pria itu lekas sembuh dan segera pergi meninggalkan apartemennya.

Toh, saat ini lia pun tak punya banyak waktu untuk merawat pasien. Masih banyak hal yg harus dirinya lakukan, terutama berkaitan dengan pengumpulan materi.

[ding.. Selamat karena telah berhasil menyelamatkan nyawa seseorang]

[hadiah : 1. Kemampuan ilmu bela diri tingkat master.

Satu set senjata dingin yg tidak akan pernah tumpul]

"hahh?" ucap lia tersentak.

Dirinya tak pernah menyangka jika akan mendapatkan hadiah dari sistem setelah menyelamatkan tristan.

Hanya saja untuk saat ini, lia mengabaikan hadiah itu.

Ia tak mau di anggap orang gila karena berbicara sendiri oleh tristan. Bahkan jika ia dapat berkomunikasi melalui fikiran, lia masih tetap tak bisa ceroboh.

Terlebih, lia juga tak ingin makanan yg ia masak malah gosong hanya karena ia terus mengobrol dengan sistem.

"makanan siap." ucap lia berjalan kearah tristan yg kini sudah bisa duduk di sofa.

TO BE CONTINUE.....

Episodes
1 1. Awal Transmigrasi. (revisi)
2 2. Mendapat Ruang Ajaib. (revisi)
3 3. Mencuci Esensi. (revisi)
4 4. berbelanja materi. (revisi)
5 5. Menyelamatkan Pria Misterius. (revisi)
6 6. Tristan Jung. (revisi)
7 7. Menjadi Lebih Akrab 1 (revisi)
8 8. Menjadi Lebih Akrab 2 (revisi)
9 9. Demam. (revisi)
10 10. Efek Sistem. (revisi)
11 11. Mulai Ada Rasa? (revisi)
12 12. Terungkap? (revisi)
13 13. Pamit. (revisi)
14 14. Meretas. (revisi)
15 15. Menyebarnya Virus. (revisi)
16 16. Pecahnya Apocalypse. (revisi)
17 17. Bersembunyi dan Menunggu bala bantuan. (revisi)
18 18. Bala bantuan datang. (revisi)
19 19. Memasuki Gimnasium. (revisi)
20 20. Bertemu kenalan.
21 21. Memberi Penjelasan 1. (revisi)
22 22. Memberi Penjelasan 2. (revisi)
23 23. Kembali ke gimnasium. (revisi)
24 24. Memulai Perjalanan. (revisi)
25 25. Berteduh di Area Layanan. (revisi)
26 26. Bermalam di Area layanan. (revisi)
27 27. Tragedi Di Lantai 1. (revisi)
28 28. Kemarahan Kim Mingyu. (revisi)
29 29. Inti kristal. (revisi)
30 30. Inti Kristal dapat membangkitkan kemampuan? (revisi)
31 31. Pengguna Kemampuan Ruang. (revisi)
32 32. Kedatangan Tamu Tak Diundang. (revisi)
33 33. Membawa Tristan Masuk Kedalam Ruang. (revisi)
34 34. Kebisingan di lantai 4 (bag.1) (revisi)
35 35. Kebisingan Di Lantai 4 (bag.2) (revisi)
36 36. Keputusan Lee Mingyu.
37 37. Drama chaeyoung.
38 38. Kekesalan Malia.
39 39. Memulai Perjalanan Kembali.
40 40. Chaeyoung Kembali Berulah.
41 41. Drama Chaeyoung Yg Belum Usai.
42 42. Kekesalan Malia.
43 43. Merencanakan tempat menginap.
44 44. Menginap di perumahan.
45 45. Mengundang makan malam dan chaeyoung yg kembali berulah.
46 46. memberitahukan jessi tentang ruang.
47 47. Syarat Chaeyoung.
48 48. Penolakan Tristan dan Malia
49 49. Serangan Sekelompok Zombie 1.
50 50. Serangan Sekelompok Zombie 2.
51 51. Berpisah Dari Rombongan.
52 52. Menginap di gua.
53 53. Kemampuan Kebangkitan Jessi
54 54. Menempuh Perjalanan
55 55. Kedatangan Tamu Tak Di Undang Lagi.
56 56. Tikus Zombie 1
57 57. Tikus Zombie 2
58 58. Serangan Serangga Mutan.
59 59. Zona Aman.
60 60. Dibuntuti.
61 61. Perampokan?
62 62. Mengusir Kelompok.
63 63. Tiba di Dermaga.
64 64. Tentakel Misterius.
65 65. Gurita Mutan.
66 66. Menuju Pangkalan Incheon
67 67. Menginap di Perumahan.
68 68. Meredanya Hujan.
69 69. Anjing Mutan.
70 70. Menyelamatkan Penyitas Lain.
71 71. Menuju Pangkalan.
72 72. Masuk Ke Pangkalan.
73 73. Mendapat Informasi Terbaru.
74 74. Mencari Informasi Keberadaan Ji-Hyung
75 75. Kembali Bertemu Yeri.
76 76. Kecurigaan Yeri.
77 77. Perampokan.
78 78. Menemukan Ji-Hyung.
79 79. Merawat Ji-Hyung.
80 80. Ji-Hyung Sadar.
81 81. Penjelasan Dari Tristan.
82 82. Kemampuan Ji-hyung.
83 83. Tiba Di Gudang Amunisi.
84 84. Mendapatkan Tank.
85 85. Melawan Semut Zombie.
86 86. Wanita Tidak Tahu Malu.
87 87. Ejekan Dari Malia.
88 88. Pergi Dari Incheon?
89 89. Hukuman Nara.
90 90. Beruang Mutan.
91 91. Melawan Beruang Mutan.
92 92. Membunuh Beruang Mutan Dan Wanita Tak Tahu Malu Lainnya.
93 93. Bertemu Rekan Seperjuangan.
94 BAB. 94
95 BAB 95.
96 BAB 96.
97 BAB 97.
98 BAB 98.
99 BAB 99.
100 BAB 100.
101 BAB 101.
102 BAB 102
103 BAB 103
104 BAB 104.
105 BAB 105.
106 BAB 106.
107 BAB 107.
108 BAB 108.
109 BAB 109.
110 BAB 110.
111 BAB 111.
112 BAB 112.
113 BAB 113.
114 BAB 114
115 BAB 115
116 BAB 116.
117 BAB 117
118 BAB 118.
119 BAB 119.
120 BAB 120.
121 BAB 121.
122 BAB 122
123 BAB 123.
124 BAB 124.
125 BAB 125.
126 BAB 126.
127 BAB 127.
128 BAB 128.
129 BAB 129.
130 BAB 130.
131 BAB 131.
132 BAB 132.
133 BAB 133.
134 BAB 134.
135 BAB 135.
136 BAB 136.
137 BAB 137.
138 BAB 138.
139 BAB 139.
140 BAB 140.
141 BAB 141.
142 BAB 142.
143 BAB 143.
144 BAB 144.
145 BAB 145.
146 BAB 146.
147 BAB 147.
148 BAB 148.
149 BAB 149.
150 BAB 150
151 BAB 151.
152 BAB 152.
153 BAB 153.
154 BAB 154.
155 BAB 155.
156 BAB 156.
157 BAB 157.
158 BAB 158.
159 BAB 159.
160 BAB 160.
161 BAB 161.
162 BAB 162.
163 BAB 163.
164 BAB 164.
165 BAB 165.
166 BAB 166.
167 BAB 167.
168 BAB 168.
169 BAB 169.
170 BAB 170.
171 BAB 171.
172 BAB 172.
173 BAB 173.
174 BAB 174.
175 BAB 175.
176 BAB 176
177 BAB 177.
178 BAB 178.
179 BAB 179.
180 BAB 180.
181 BAB 181.
182 BAB 182.
183 BAB 183.
184 BAB 184.
185 BAB 185.
186 BAB 186.
187 BAB 187.
188 BAB 188.
189 BAB 189.
190 BAB 190.
191 BAB 191.
192 BAB 192.
193 BAB 193.
194 BAB 194.
195 BAB 195.
196 BAB 196.
197 BAB 197.
198 BAB 198.
199 BAB 199.
200 BAB 200.
201 BAB 201.
202 BAB 202.
203 BAB 203.
204 BAB 204.
205 BAB 205.
206 BAB 206.
207 BAB 207.
208 BAB 208.
209 BAB 209.
210 BAB 210.
211 BAB 211.
212 BAB 212.
213 BAB 213.
214 BAB 215. (END)
Episodes

Updated 214 Episodes

1
1. Awal Transmigrasi. (revisi)
2
2. Mendapat Ruang Ajaib. (revisi)
3
3. Mencuci Esensi. (revisi)
4
4. berbelanja materi. (revisi)
5
5. Menyelamatkan Pria Misterius. (revisi)
6
6. Tristan Jung. (revisi)
7
7. Menjadi Lebih Akrab 1 (revisi)
8
8. Menjadi Lebih Akrab 2 (revisi)
9
9. Demam. (revisi)
10
10. Efek Sistem. (revisi)
11
11. Mulai Ada Rasa? (revisi)
12
12. Terungkap? (revisi)
13
13. Pamit. (revisi)
14
14. Meretas. (revisi)
15
15. Menyebarnya Virus. (revisi)
16
16. Pecahnya Apocalypse. (revisi)
17
17. Bersembunyi dan Menunggu bala bantuan. (revisi)
18
18. Bala bantuan datang. (revisi)
19
19. Memasuki Gimnasium. (revisi)
20
20. Bertemu kenalan.
21
21. Memberi Penjelasan 1. (revisi)
22
22. Memberi Penjelasan 2. (revisi)
23
23. Kembali ke gimnasium. (revisi)
24
24. Memulai Perjalanan. (revisi)
25
25. Berteduh di Area Layanan. (revisi)
26
26. Bermalam di Area layanan. (revisi)
27
27. Tragedi Di Lantai 1. (revisi)
28
28. Kemarahan Kim Mingyu. (revisi)
29
29. Inti kristal. (revisi)
30
30. Inti Kristal dapat membangkitkan kemampuan? (revisi)
31
31. Pengguna Kemampuan Ruang. (revisi)
32
32. Kedatangan Tamu Tak Diundang. (revisi)
33
33. Membawa Tristan Masuk Kedalam Ruang. (revisi)
34
34. Kebisingan di lantai 4 (bag.1) (revisi)
35
35. Kebisingan Di Lantai 4 (bag.2) (revisi)
36
36. Keputusan Lee Mingyu.
37
37. Drama chaeyoung.
38
38. Kekesalan Malia.
39
39. Memulai Perjalanan Kembali.
40
40. Chaeyoung Kembali Berulah.
41
41. Drama Chaeyoung Yg Belum Usai.
42
42. Kekesalan Malia.
43
43. Merencanakan tempat menginap.
44
44. Menginap di perumahan.
45
45. Mengundang makan malam dan chaeyoung yg kembali berulah.
46
46. memberitahukan jessi tentang ruang.
47
47. Syarat Chaeyoung.
48
48. Penolakan Tristan dan Malia
49
49. Serangan Sekelompok Zombie 1.
50
50. Serangan Sekelompok Zombie 2.
51
51. Berpisah Dari Rombongan.
52
52. Menginap di gua.
53
53. Kemampuan Kebangkitan Jessi
54
54. Menempuh Perjalanan
55
55. Kedatangan Tamu Tak Di Undang Lagi.
56
56. Tikus Zombie 1
57
57. Tikus Zombie 2
58
58. Serangan Serangga Mutan.
59
59. Zona Aman.
60
60. Dibuntuti.
61
61. Perampokan?
62
62. Mengusir Kelompok.
63
63. Tiba di Dermaga.
64
64. Tentakel Misterius.
65
65. Gurita Mutan.
66
66. Menuju Pangkalan Incheon
67
67. Menginap di Perumahan.
68
68. Meredanya Hujan.
69
69. Anjing Mutan.
70
70. Menyelamatkan Penyitas Lain.
71
71. Menuju Pangkalan.
72
72. Masuk Ke Pangkalan.
73
73. Mendapat Informasi Terbaru.
74
74. Mencari Informasi Keberadaan Ji-Hyung
75
75. Kembali Bertemu Yeri.
76
76. Kecurigaan Yeri.
77
77. Perampokan.
78
78. Menemukan Ji-Hyung.
79
79. Merawat Ji-Hyung.
80
80. Ji-Hyung Sadar.
81
81. Penjelasan Dari Tristan.
82
82. Kemampuan Ji-hyung.
83
83. Tiba Di Gudang Amunisi.
84
84. Mendapatkan Tank.
85
85. Melawan Semut Zombie.
86
86. Wanita Tidak Tahu Malu.
87
87. Ejekan Dari Malia.
88
88. Pergi Dari Incheon?
89
89. Hukuman Nara.
90
90. Beruang Mutan.
91
91. Melawan Beruang Mutan.
92
92. Membunuh Beruang Mutan Dan Wanita Tak Tahu Malu Lainnya.
93
93. Bertemu Rekan Seperjuangan.
94
BAB. 94
95
BAB 95.
96
BAB 96.
97
BAB 97.
98
BAB 98.
99
BAB 99.
100
BAB 100.
101
BAB 101.
102
BAB 102
103
BAB 103
104
BAB 104.
105
BAB 105.
106
BAB 106.
107
BAB 107.
108
BAB 108.
109
BAB 109.
110
BAB 110.
111
BAB 111.
112
BAB 112.
113
BAB 113.
114
BAB 114
115
BAB 115
116
BAB 116.
117
BAB 117
118
BAB 118.
119
BAB 119.
120
BAB 120.
121
BAB 121.
122
BAB 122
123
BAB 123.
124
BAB 124.
125
BAB 125.
126
BAB 126.
127
BAB 127.
128
BAB 128.
129
BAB 129.
130
BAB 130.
131
BAB 131.
132
BAB 132.
133
BAB 133.
134
BAB 134.
135
BAB 135.
136
BAB 136.
137
BAB 137.
138
BAB 138.
139
BAB 139.
140
BAB 140.
141
BAB 141.
142
BAB 142.
143
BAB 143.
144
BAB 144.
145
BAB 145.
146
BAB 146.
147
BAB 147.
148
BAB 148.
149
BAB 149.
150
BAB 150
151
BAB 151.
152
BAB 152.
153
BAB 153.
154
BAB 154.
155
BAB 155.
156
BAB 156.
157
BAB 157.
158
BAB 158.
159
BAB 159.
160
BAB 160.
161
BAB 161.
162
BAB 162.
163
BAB 163.
164
BAB 164.
165
BAB 165.
166
BAB 166.
167
BAB 167.
168
BAB 168.
169
BAB 169.
170
BAB 170.
171
BAB 171.
172
BAB 172.
173
BAB 173.
174
BAB 174.
175
BAB 175.
176
BAB 176
177
BAB 177.
178
BAB 178.
179
BAB 179.
180
BAB 180.
181
BAB 181.
182
BAB 182.
183
BAB 183.
184
BAB 184.
185
BAB 185.
186
BAB 186.
187
BAB 187.
188
BAB 188.
189
BAB 189.
190
BAB 190.
191
BAB 191.
192
BAB 192.
193
BAB 193.
194
BAB 194.
195
BAB 195.
196
BAB 196.
197
BAB 197.
198
BAB 198.
199
BAB 199.
200
BAB 200.
201
BAB 201.
202
BAB 202.
203
BAB 203.
204
BAB 204.
205
BAB 205.
206
BAB 206.
207
BAB 207.
208
BAB 208.
209
BAB 209.
210
BAB 210.
211
BAB 211.
212
BAB 212.
213
BAB 213.
214
BAB 215. (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!