malia sangat bersyukur dengan adanya ruang ini, ia memiliki tempat persembunyian yg aman jika suatu saat terjadi sesuatu yg tidak dapat ia selesaikan.
Belum lagi dengan rasio ruang yg 2 banding 1. Hal ini akan memudahkannya dalam menanam tumbuhan agar menjadi lebih cepat dalam memanen.
Dengan adanya jari emas ini, malia mulai merencanakan apa yg harus ia lakukan dalam 1 minggu ini.
Bagaimanapun, pemilik asli masih terikat hukum dunia ini yg adalah umpan meriam novel.
Tapi siapa malia??
Ia berbeda dari pemilik aslinya yg polos dan naif. Selama menjadi dokter, malia sering menjadi sukarelawan dan tentu saja sering ditugaskan dalam berbagai wilayah konflik.
Karena itu pula, mata malia terbuka lebar. Ia telah mendapatkan pembelajaran yg bagus dari pengalamannya untuk mengetahui berbagai macam karakter orang.
Dengan begitu, dirinya tidak akan mudah tertipu disaat berhadapan dengan berbagai macam orang asing di akhir dunia.
....
malia sendiri memiliki ingatan yg kuat, sehingga dirinya mampu untuk menirukan gerakan seni bela diri yg sering ia amati saat menjadi sukarelawan dikehidupan pertamanya.
lia masih sayang nyawanya sendiri, oke.
Untuk mendapatkan kesempatan kedua dan memiliki kehidupan baru, jelas ia harus bekerja lebih keras lagi untuk bisa mengubah takdirnya sebagai umpan meriam.
Ia tidak ingin mati begitu saja hanya karena alur cerita yg ditulis oleh penulis.
Baik itu protagonis wanita, plot dunia, atau siapapun itu, selama mereka tidak mengusiknya, maka malia tidak akan peduli.
Berbanding terbalik jika ada orang yg sengaja mengganggunya, maka pembalas malia akan lebih kejam.
lia diandra adalah seorang dokter? Ya, dan itu adalah fakta.
Tapi malia juga tak masalah kalau ia harus membunuh orang.
Apalagi jika apa yg dilakukan oleh orang itu sudah diluar batas dan ia juga melakukan kesalahan fatal yg tidak bisa malia tolerir.
Maka tidak masalah bila dia harus mengotori tangannya sendiri untuk mencabut nyawa orang itu.
malia sendiri merupakan seorang yg pedendam, maka dari itu jangan macam-macam dengannya.
****************
****************
Masih di ruang giok.
Melangkahkan kakinya kearah halaman belakang rumah, kini malia tiba di sumur mata air spritual. Sumur itu berdiameter 5 meter persegi dengan kedalaman sekitar 10 meter persegi yg terbuat dari batu giok berkualitas tinggi.
Dengan segera malia mengeluarkan 2 ember kayu dan mengisi keduanya dengan air lingquan.
Kemudian ia menuangkannya ke bak yg lebih besar, yg memang dia sediakan untuk mandi.
Tak lupa gadis itu mencampurkan air yg ia dapat dari sumur giok dengan air biasa dan sedikit air panas.
Dirinya juga menyisihkan secangkir kecil air lingquan untuk ia minum.
Menanggalkan pakaiannya, malia pun dengan cepat memasuki bak mandi. Lalu meminum air lingquan itu, dan berbaring di bak mandi.
Awalnya malia fikir ia akan merasakan rasa sakit seperti yg dijelaskan di dalam novel-novel yg sering ia baca.
Namun tak seperti bayangannya, setelah mata air spiritual yg ia minum memasuki tubuh nya, malia hanya merasakan aliran air hangat mengalir keseluruh tubuhnya.
Tak lama kemudian, seluruh tubuhnya mulai merasakan rasa gatal yg sedikit menyiksa.
malia ingin sekali menggaruk seluruh kulitnya, tapi ia sadar jika hal ini mungkin merupakan bagian dari proses mencuci esensi untuk membuang seluruh kotoran yg selama ini menumpuk didalam tubuhnya.
Untuk mengalihkan fikirannya dari rasa gatal akibat efek samping air lingquan, gadis itu mulai mencatat dan merencanakan apa saja yg harus ia beli dalam seminggu ini dalam otak jeniusnya.
Dalam novel, diceritakan jika malia park adalah seorang yatim piatu. Orang tuanya telah tiada dalam kecelakaan setahun yg lalu.
Meninggalkan dirinya dengan sejumlah aset dan uang tunai, agar ia bisa melanjutkan cita-citanya sebagai dokter bedah.
Sekarang dengan jumlah uang yg tersisa, malia yakin mampu membeli sejumlah bahan materi. Apalagi dirinya saat ini mempunyai ruang dengan kemampuan menyalin.
Bukankah masa depannya sudah sangat terjamin?
Meski begitu, malia masih harus waspada dengan adanya variable dimasa depan.
Belum lagi dengan fakta bahwa zombie pun dapat meningkatkan levelnya seiring berjalannya waktu. Maka dari itu, malia masih harus lebih berhati-hati.
Dengan uang yg sekarang ia miliki, hal pertama yg malia fikirkan untuk dibeli adalah semua jenis benih dan bibit.
terutama benih padi-padian dan umbi. Barulah setelahnya ia akan membeli bibit buah dan sayur lalu makanan dan minuman.
Lagipula akan sangat disayangkan jika tanah yg begitu lapang didalam ruang, selalu kosong.
Selain itu, masih ada pakaian musim dingin dan musim panas yg harus malia beli. Lalu bensin, solar, kendaraan tahan banting, generator, pembangkit tenaga listrik sistem surya, dan masih banyak lagi.
malia juga berfikir untuk menjual semua aset milik pemilik asli yg sekiranya dapat menghasilkan uang.
Sungguh, dirinya sangat membutuhkan banyak uang untuk mengumpulkan bahan materi.
Toh, aset-aset itu hanya akan menjadi sampah yg tidak berguna saat apocalypse datang. Jadi manfaatkan saja selagi masih bisa digunakan.
Terlalu asik memikirkan bahan materi yg nanti akan ia kumpulkan, malia tidak menyadari jika rasa gatal yg tadi ia rasakan sudah menghilang.
Sampai ia mencium bau busuk yg menjijikan, barulah ia sadar jika bak mandi tempat ia berendam sudah dipenuhi noda hitam yg mengambang dalam air.
Belum lagi seluruh wajahnya yg ditutupi lumpur hitam mirip dengan noda hitam yg mengambang di bak mandi, membuatnya mual dan ingin muntah.
Dengan cepat, gadis itu keluar dari ruang giok dengan membawa bak mandi kayu menuju kamar mandinya di apartemen.
malia pun bergegas menyalakan kipas ventilasi, lalu membuka katup pembuangan air dan membuang air yg ada di bak mandi kayu kedalam saluran pembuangan.
Tak lupa, dirinya dengan segera menyalakan keran air dan mulai mandi.
Butuh 1 jam bagi malia untuk menyelesaikan acara mandinya. Ia bahkan harus menghabiskan 1 botol penuh sabun dan shampoo untuk bisa benar-benar yakin jika aroma busuk dan menjijikan itu sudah tak menempel pada tubuhnya.
Beruntung, saat itu malia langsung menutup pintu kamar mandi. Jika tidak, ada kemungkinan jika seluruh ruang di apartemen ini mungkin akan berbau busuk selama beberapa hari atau minggu.
Dibungkus dengan jubah handuk mandi, gadis itu pun keluar dari kamar mandi dan segera menutupnya.
Dirinya langsung memilih pakaian casual yg sering ia gunakan di waktu senggang. Namun tak lama ia malah menatap kosong pada sebuah cermin yg menampilkan sesosok gadis cantik layaknya peri dalam pantulannya.
Tentu saja, gadis cantik itu adalah malia.
Tapi ia tidak menyangka jika salah satu efek dari pencucian esensi adalah mempercantik penampilan.
Atau mungkin dia lupa?
Entahlah...
Pemilik asli pada dasarnya sudah cantik. Dia bahkan telah didapuk menjadi salah satu bunga kampus sedari awal ia memasuki kampus.
Tapi yg pasti, gadis itu berfikir jika penampilan ini mungkin akan menyebabkan beberapa masalah yg tidak perlu.
Entah berapa banyak laki-laki yg akan terpikat dengan penampilan ini. Belum lagi, tampilan ini juga akan memancing banyak sumber kecemburuan wanita.
"huft..." desah malia.
"ini akan sangat melelahkan." ucap malia tak berdaya.
TBC...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 214 Episodes
Comments
Park_Romy
namany berubah ubah ya
2024-12-31
0
Rani Yulianti
progonis laki2 nya blm keluar yah
2024-05-12
0
Ling Yue
Ceritanya udah bagus, tinggal ngerapiin tulisannya aja. Cerita kamu keren, bahkan sampe ke detail kejadiannya juga oke!
2024-04-11
4