Dengan keadaan setengah berlari, Aluna berulang kali melihat kebelakang, samping kanan dan kirinya untuk memastikan tidak ada orang yang mengikutinya. Saat ini Aluna sedang merasa ketakutan setelah beberapa kali mendengar bisikan suara dari makhluk kotak misterius tersebut. Aluna tidak ingin terjebak kembali dalam permainan makhluk jahat tersebut. Dia tidak ingin tubuh dan jiwanya dikuasai oleh makhluk tersebut .
Yang paling tidak disangka dan diduga oleh Aluna, Irene teman sekelasnya ternyata sudah mendatangi kotak misterius tersebut dan meminta barang terhadap makhluk tersebut. Aluna mencurigai jika Irena mengikutinya kemarin sehingga dia mengetahui di mana keberadaan kotak tersebut.
Aluna memilih jalan memutar agar tidak melewati gang tempat di mana kotak misterius tersebut ada. Berulang kali Irene membisikkan agat Aluna kembali ke tempat tersebut dan mengucapkan permintaan ketiga dan ke empat. Sungguh Aluna sangat ketakutan.
Aluna saat ini ingin menemui Bella dan Atta untuk meminta perlindungan namun sayangnya dia tidak tahu di mana mereka tinggal. Namun sesaat Aluna ingat jika Atta memiliki toko kue dan kebetulan Atta sempat mengajaknya ke sana. Aluna segera berlari menuju toko kue milik Atta karena dia merasa ada yang mengikutinya sedari tadi.
Hosh
Hosh
Hosh
Aluna berusaha mengatur nafasnya yang terengah-engah usai berlari dengan sangat kencang. Beberapa kali Aluna sempat mendengar bisikan agar dirinya kembali menemui kotak misterius tersebut. Untung saja Aluna bisa menguatkan hati dan pikirannya sehingga tidak terpengaruhi oleh bisikan tersebut.
Akhirnya dia sampai juga di toko kue milik Atta dan segera masuk ke dalam untuk menemui nya. Setelah bertanya dengan pegawai di toko tersebut ternyata Atta belum pulang dari kampusnya begitu juga dengan Bella. Pegawai tersebut mempersilahkan Aluna untuk menunggu Atta karena biasanya Atta akan pulang jam 03.00 sore.
"Kak Atta!!!" pekik Aluna begitu melihat sosok yang tunggu di tadi.
Langsung saja Aluna menghampiri Atta yang baru masuk ke dalam toko kue miliknya dan memeluk tubuhnya dengan erat. Aluna sangat ketakutan, Atta yang tidak tahu Aluna menangis menjadi bingung
Atta menggaruk kepalanya yang tidak gatal setelah dirinya menjadi pusat perhatian beberapa orang pengunjung dan pegawainya. Apalagi para pegawainya tahunya jika Atta dan Bella berpacaran, jadi mereka memberi tatapan aneh melihat seorang gadis remaja menangis dalam pelukan Atta.
Atta pun berusaha melepaskan pelukan Aluna karena tak ingin orang-orang salah paham dengan hubungan nya.
"Hei Aluna ada apa, tolong lepaskan dulu ya, kakak merasa sesak napas," ucapnya agar Aluna melepaskan pelukannya.
Aluna langsung melepas pelukannya terhadap tubuh Atta dan menjadi kikuk.
"Maaf kak, Aluna tidak sengaja. Aluna takut kak, tolong Aluna," ucap Aluna dengan gemetaran.
Atta kebingungan melihat Aluna yang terisak menangis, tubuhnya gemetaran.
"Katakan Luna ada apa? Kenapa kamu ketakutan seperti ini?" tanya Atta.
Aluna celingak-celinguk ke sekelilingnya, memastikan jika dirinya sudah aman. Aluna tidak dapan menyembunyikan ketakutan tapi lidahnya juga tiba -tiba merasa kaku untuk berucap.
"Hei Luna, kamu kenapa?" Atta mulai sedikit khawatir.
Atta juga tak bisa melakukan apa -apa terhadap Aluna. Dengan gelisah Atta menunggu kedatangan Bella yang tadi sempat meminta izin membeli beberapa camilan.
Untunglah Bella segera datang. Matanya terpicing melihat Atta yang tengah kebingungan dan ada Aluna yang terisak menangis duduk meja ujung. Merasa ada sesuatu yang tidak beres Bella pun segera menghampiri mereka.
"Atta, apa yang terjadi? Kenapa Aluna menangis seperti ini?" tanya Bella
"Aku juga kurang tahu Bella, saat aku datang dia sudah ada di dalam dengan kondisi menangis dan ketakutan. Aku juga bingung harus ngapain," ucap Atta
"Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan makhluk dari kotak misterius tersebut. Kalau seperti itu Aku minta tolong bawa Luna ke dalam, aku akan membuat minuman hangat dulu untuknya," pinta Bella
"Tidak-tidak, kamu saya yang membawa Luna masuk dan biarkan aku yang akan membuat minumannya. Lihatlah beberapa orang sedang melihat kita dengan tatapan yang aneh," sanggah Atta.
Bella melihat orang-orang yang ada di dalam toko memang melihat kearah mereka dengan tatapan yang aneh belum lagi ada juga yang terang-terangan berbisik di depan Bella dan Atta. Akhirnya Bella membawa masuk Luna ke dalam.
Bella merasakan jika tubuh Aluna sedikit demam, dia juga merasa Aluna sedang merasakan ketakutan yang luar biasa. Kemudian Bella mengalirkan sedikit energi murni untuk membuat Aluna sedikit tenang.
"Kak Bella!!!!" pekik Aluna setelah sadar
"Luna ada apa? Kenapa kamu ketakutan seperti itu? Apa yang terjadi Sebenarnya?" cecar Bella dengan berbagai pertanyaan.
"Suara-suara itu kak terus aja berbisik di telingaku dan terus meminta aku untuk kembali ke sana dan membuat permintaan ketiga dan keempat. Aku tidak mau Kak, aku takut, aku takut," ucap Luna dengan bergetar.
Bella memeluk tubuh Aluna dan berusaha menenangkan nya. Ternyata makhluk tersebut tidak melepaskan incarannya begitu saja. Ternyata dia akan terus berusaha membuat gadis incarannya kembali kepadanya.
"Kamu tenang saja ya selama ada Kak Bella dan Atta pasti semuanya aman terkendali. Untuk sementara kamu jangan pergi dari tempat ini. Nggak perlu khawatir karena ruangan ini sudah dilindungi dan tidak akan ada makhluk atau siluman yang bisa masuk ke dalam," ucap Bella
Tak berselang lama Atta masuk ke dalam ruangan sambil membawa dua gelas minuman hangat untuk Aluna dan Bella.
"Ini diminum dulu selagi hangat," ucap Atta
"Ternyata makhluk tersebut terus mengikuti Aluna, pantas saja dia ketakutan. Kita harus bertindak memburu makhluk tersebut. Ternyata dia bukan makhluk yang bisa di pandang remeh. Dia akan mengincar buruannya hingga sampai masuk dalam perangkapnya. Jangan sampai ada manusia lain yang menjadi korbannya," ungkap Bella.
Setelah tenang, Aluna juga menceritakan jika salah satu temannya ternyata mengikut nya saat sedang menuju gang dimana kotak misterius berada. Tentu saja hal tersebut membuat Bella dan Atta terkejut dan harus segera mengambil langkah selanjutnya.
Atta meminta Aluna untuk tetap tinggal di tempat itu dan jangan sampai keluar apapun yang terjadi. Setelah memastikan kondisi Aluna aman dan sudah memberikan segel perlindungan Atta dan Bella bergegas menuju tempat di mana kotak misterius tersebut berada.
*
*
"Seharusnya kemarin kita seharusnya langsung bertindak, saat ini energi makhluk tersebut sudah terasa kuat. Aku bahkan tidak bisa melihat seberapa kuat makhluk tersebut. Ternyata kita kemarin meremehkannya," ucap Bella dengan tegang.
"Pantas saja keberadaan makhluk tersebut tidak terdeteksi karena sepertinya dia berada didalam sebuah benda suci yang melindungi makhluk tersebut tidak terdeteksi oleh lonceng. Jika seperti ini kita tidak bisa gegabah menghadapi makhluk tersebut," ucap Atta.
Bella merasakan jika hawa disekitarnya menjadi sedikit panas.
"Aaahhhhkkkkk," pelik Bella kesakitan.
Telapak tangan kemerahan, Atta yang melihat hal tersebut menjadi khawatir.
"Apa yang kamu lakukan Bella, kenapa kamu membahayakan diri sendiri?!!" Ucap Atta dengan geram.
"Aku merasakan ada energi asing di sekitar sini, dan ternyata tempat ini sudah dilindungi dan tidak sembarangan orang bisa masuk dan aku sudah membuktikannya," ucap Bella sambil memperlihatkan telapak tangan yang memerah.
"Ya aku juga merasakan nya, makanya aku ragu untuk masuk ke dalam sepertinya ada sebuah segel yang melindungi tempat ini," sahut Atta
"Omelaciantro Amegun"
Wush
Wush
Wush
Terasa hembusan angin dari arah gang tersebut, pertanda segel pelindung yang makhluk tersebut sudah berhasil dihancurkan oleh Bella.
"Ternyata kalian berdua lancang juga ya. Kalian akan mendapatkan pembalasan ku, rasakan ini!!!"
Blam
Blam
Duar
Duar
Muncul serangan dari arah dalam, ternyata makhluk tersebut tidak senang keberadaan diusik dan digangguin oleh Bella dan Atta. Untung saja Atta dan Bella berhasil menghindar dari serangan tersebut.
"Kita tidak bisa mendekati makhluk tersebut, terlalu berbahaya jika kita nekat menerobos gang tersebut. Apalagi makhluk tersebut bersembunyi dalam benda suci. Kita harusnya menghadapinya ketika dia keluar dari persembunyiannya," ucap Atta.
"Apa tidak ada cara lain?? Jika seperti itu berarti kita mengorbankan satu orang manusia untuk dikuasai oleh makhluk tersebut," ucap Bella tidak percaya dengan usul Atta
"Tidak ada cara lain Bella. Kita juga tidak bisa mengorbankan diri kita untuk melawan makhluk tersebut karena resikonya terlalu berbahaya. Kita sama sekali tidak bisa menebak sebesar apa kekuatannya. Namun beda halnya jika makhluk tersebut sudah keluar dan berkeliaran di luar sana. Ini juga di luar kuasa kita Bella."
Bella berfikir keras bagaimana cara agar menghadapi makhluk tersebut tetapi tidak mengorbankan satu orang manusia pun. Bella juga tidak bisa mengembalikan jiwa manusia yang sudah dikuasai oleh makhluk.
"Hei kalian berdua malah sibuk berdiskusi. Pergi dari sini dan jangan ganggu wilayah ku. Atau kalian akan aku kalahkan sekarang juga!!!" ancam Makhluk tersebut.
Atta tak ingin mengambil resiko yang akan membahayakan keselamatan dia dan Bella. Akhirnya Atta membawa pergi Bella yang masih merasa berat hati jika harus mengorbankan satu orang manusia.
*
*
Dengan tatapan yang kosong, seorang gadis berjalan di lorong gang yang gelap dan dingin. Dia terus mengikuti bisikan suara yang terdengar di telinganya, kakinya bahkan tanpa sadar melangkah.
" Hai gadis manis, akhirnya kamu datang juga, sekarang apa permintaan mu yang ke empat," ucap makhluk tersebut dari dalam kotak, senyumnya menyeringai.
"Aku -aku ingin terlihat seperti putri, aku ingin menjadi pusat perhatian semua teman-temanku," ucapnya tanpa sadar, tatapannya kosong kedepan
"Baiklah, setelah ini kamu akan menjadi seorang putri cantik yang akan menjadi pusat perhatian setiap orang. Semua orang yang menatap matamu akan terhipnotis. Sekarang saatnya tubuh dan jiwamu menjadi milikku hahahaha, kemarilah gadis manis datang kepadaku!!!"
Selangkah demi selangkah gadis itu malu dan semakin dengan kotak misterius tersebut. Tepat ketika gadis tersebut berada didepan kotak, kotak tersebut terbuka dan mengeluarkan sebuah cahaya kuning yang menyilaukan mata.
Slaph
Dia menghilang dalam sekejap mata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments