Empat

Berusaha untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, Atta mencoba menghalau sinar yang menyilaukan itu dengan telapak tangannya. Tapi percuma, cahaya itu sangat terang, bahkan melebihi terangnya bintang di langit.

Sedetik kemudian Atta merasakan hal yang aneh dengan kondisi tubuhnya. Entah entah mengapa keringat dingin mulai keluar padahal saat itu udara cukup dingin.

"Aaarrrgggghhhhhhh!!"

Atta berteriak setelah tubuhnya tiba-tiba merasa kesakitan. Tak tahan dengan rasa sakitnya Atta tersungkur kewabah dan meringkuk. Sekujur tubuhnya terasa sangat sakit seolah-olah seperti terhujam ribuan jarum. Dan tanpa mantra pemanggil tiba-tiba saja pedang pemburu makhluk keluar dari tubuh Atta , mengeluarkan cahaya dan batu merah yang ada pada pedang tersebut memancarkan sebuah sinar lurus mengarah langsung ke tubuh Bella.

Vemort tak mampu melihat apapun karena saking silaunya cahaya yang datang. Dia menyakini inilah proses transfer energi dan kekuatan dan penyatuan jiwa sang Dewi Bulan.

Tak lama kemudian semua sinar menghilang dan kembali ke kondisi semua. Atta berusaha bangun dan melihat bagaimana kondisi Bella walaupun tubuhnya sangat merasa lemas. Tetapi matanya tak sengaja melihat pedang miliknya sedikit berubah.

"Ehhh, kenapa muncul guratan yang aneh ya," gumam Atta ketika melihat sebuah ukiran pada pedang seperti sebuah simbol.

Vemort pun mulai tertarik dan menghampiri Atta , mengambil pedang tersebut dan mulai memeriksanya.

"Ini adalah simbol kuno khusus, pedang ini telah di beri anugrah sebuah kekuatan baru. Kalau lihat, batu ini berubah warna menjadi biru yang artinya ada kemampuan baru yang di miliki oleh pedang ini," ucap Vemort.

Melihat pedang pemburu makhluk itu, Vemort teringat akan benda pusaka miliknya, sebuah tongkat sakti yang menjadi sumber kemampuannya yang kini keberadaan entah berada di mana.

"Aku..... Aku berada dimana ini??" ucap Bella ketika membuka matanya. Dia melihat sekelilingnya sangat asing.

Tiba-tiba ingatan kejadian sebelum dirinya pingsan melintasi di kepalanya. Bella langsung terbangun dan mencari keberadaan Atta temannya. Sedangkan Atta dan Vemort masih belum menyadari jika Bella sudah sadar karena begitu fokus melihat perubahan pada pedang pemburu makhluk tersebut.

"Atta ... Atta ...kamu dimana Atta ... Atta !!!!" teriak Bella dengan keras. Tubuhnya masih terlalu lemah untuk berdiri, kepalanya juga terasa sangat pusing.

Atta yang mendengar teriakan Bella langsung menghampiri sahabatnya tersebut. Rasa bahagia dan senang terpancar dari wajahnya saat melihat Bella yang sudah membuka matanya.

"Bella... Bella..aku disini. Kamu sudah sadar, ada yang sakit???" ucap Atta dengan khawatir, tangannya menggenggam tangan Bella dengan erat

"Atta , kamu masih hidup kan Atta ?? Ini beneran temenku Atta kan bukan makhluk yang sedang menyamar," ucap Bella sambil mengusap wajah Atta yang berurai air mata

"Iya ini aku Bella, terima kasih sudah menyelamatkan nyawaku. Akhirnya kamu sadar juga setelah sekian lama tertidur, aku takut kamu tidak bangun lagi Bella," ucap Atta dengan haru.

"Memangnya aku sudah tertidur berapa lama??"

"Lebih dari seminggu tau dan setiap malam aku selalu menemanimu dan berharap kamu akan segera bangun," ucap Atta dengan sungguh.

"Terima kasih Atta tapi bolehkah aku minta minum, aku haus."

"Hah haus ya, sebentar," ucap Atta sambil mengambil segelas air yang sudah disiapkan di meja.

Karena tenggorokan nya sangat kering, Bella menghabiskan seluruh air dalam gelas tersebut. Setelah itu Atta membantu Bella kembali rebahan karena kondisi tubuhnya yang masih lemah.

"Ehemmm"

Sebuah suara deheman terdengar membuat Bella mulai menyadari kembali jika dia tengah berada di tempat yang asing.

"Oh iya Bella pasti kamu bertanya kita sedang berada di mana. Kita lagi berada di rumah master Vemort, beliau yang menolong kita pada malam itu," ucap Atta sambil memperkenalkan Vemort kepada Bella

Bella mengerenyitkan dahinya melihat seseorang yang nampak tidak Asing dimatanya seolah-olah dia cukup mengenali orang tersebut.

"Ka-kamu penjaga gerbang pintu ke delapan???" tanya Bella

"Kenapa kamu bisa mengetahui siapa aku sebenarnya bahkan aku belum memperkenalkan diri," ucap Vemort dengan kebingungan.

"A-aku sepertinya baru-baru ini bermimpi bertemu dengan seorang peri yang sangat cantik, namanya de-de-de... Mmmmmm sapa ya, aku lupa," ucap Bella

"Apakah maksud kamu peri itu bernama Demoza???" tanya Vemort sambil memegang kedua bahu Bella

"Iya namanya Demoza, dia sangat cantik dan baik. Dia juga bercerita sedang rindu dengan kekasihnya penjaga gerbang pintu ke delapan yang bernama Vemort,"ungkap Bella

"Benarkah kamu bertemu dengannya di alam mimpi, saja yang dia katakan?" tanya Vemort antusias

"Dia bercerita banyak hal dan mengajariku beberapa hal yang baru. Tapi dia menitip satu pesan padaku kayanya dia sangat merindukan mu dan akan selalu menunggumu untuk segera kembali," ucap Bella

Mendengar hal tersebut Vemort mulai terisak menangis, Ternyata mereka berdua mengalami kerinduan yang luar biasa bahkan Demoza sampai harus masuk kedalam mimpi seorang agar dapat menyampaikan pesan kerinduannya.

"Oh iya, Peri Demoza juga berkata untuk mencari lima bola element kehidupan untuk mengembalikan tongkat Oktora, dengan cara itu anda dapat kembali ke dunia asal anda," ungkap Bella

"Apakah itu benar Bella?" tanya Atta

Bella menganggukkan kepalanya. Mendengar hal yang diceritakan oleh Bella, Vemort segara menghapus air mata dan bertekad segera menemukan lima bola element kehidupan agar dapat segera berkumpul kembali dengan kekasihnya.

"Aku akan bantu kalian berlatih hingga mampu menguasai puncak level tertinggi, dan kalian juga harus membantuku untuk menemukan kelima bola element kehidupan," ucap Vemort dengan sungguh.

Bella dan Atta saling berpandangan, mereka dapat merasakan sebuah semangat yang dalam diri mereka. Dengan keyakinan yang mantap mereka mengiyakan permintaan Vemort.

"Tunggu aku sayang!!!"

.

.

.

Sudah sebulan lamanya Atta dan Bella berlatih di tempat tinggal Vemort, selain itu juga Bella harus memulihkan kondisinya yang belum terbiasa dengan kekuatan baru yang muncul dalam dirinya. Saat ini Bella belum mampu mengembalikan energi tersebut sehingga ketika Bella menggunakan energi tersebut untuk belajar sihir akan melukai seseorang yang ada di sekitarnya.

Bella dan Atta kembali ke kampus merek setelah tidak masuk sebulan lamanya. Mereka berkuliah di kampus yang sama namun dengan jurusan yang berbeda. Untung saja Bella dan Atta beralasan sedang ada pekerjaan keluar kota sehingga mereka tidak masuk kuliah selama sebulan.

"Ehhh, kamu tau ga kemarin ada gadis yang meninggal di kampus sebelah. Menurut informasi yang beredar sebelum meninggal dia sempat membeli kue di toko Eland Bakery. Kami percaya ga sih jika toko kue itu mengincar tumbal?" Ucap seorang mahasiswa yang sedang berkumpul di area kantin.

Atta dan Bella yang sedang duduk tak jauh dari mereka dapat mendengarkan apa yang tengah mereka bicarakan. Atta dan Bella memang memiliki pendengaran yang cukup sensitif sehingga dalam jarak tertentu mereka masih bisa mendengarkan suara dengan jelas.

"Aku juga tahu sih gosip itu, percaya nggak percaya. Mungkin aja cuma kebetulan, apa sih yang nggak akan terjadi di dunia ini. Kalaupun emang bener toko kue itu nyari tumbal Tapi anehnya kok tokonya selalu ramai ya. Seolah-olah orang orang ga percaya dengan berita tersebut, selain kuenya memang enak setiap kali habis memakannya bikin perasaan nyaman. Apalagi red valvet nya, uughhh moissy banget tau ga bikin nagih!" ungkap gadis yang lain.

"Iya bener banget, kue kue disana sangat enak. Pernah tuh ya waktu aku lagi ngambek pacar aku datang bawa kue cokelat yang di beli sisanya, enak banget sumpah dan bikin aku lupa deh kalo lagi marahan sama doi," ucap gadis lain dengan ceria.

"Tapi kita juga mesti waspada karena kejadian ini bukan hanya sekali tapi sudah empat kali sejak toko tersebut buka dan yang anehnya lagi yang meninggal itu gadis yang wajahnya cantik dan kulitnya putih. Serem banget ga sihh!!!" ucap Gadis pertama sambil menampilkan ekspresi ketakutan

"Kalau aku sihh coba ga beli kue disana dulu deh, ngeri juga kalo beneran cari tumbal," ucap Gadis ke tiga.

Bella dan Atta mendengar ucapan mereka dengan serius, mereka sudah dapat menebak adanya keanehan yang terjadi.

"Atta apa kau berpikir yang sama dengan ku?" tanya Bella

"Mmmmm... Kita harus selidik masalah ini, jangan-jangan ini ulah makhluk. Jangan sampai ada korban selanjutnya."

"Hem.. malam ini kita lakukan penyelidikan di toko kue yang mereka bicarakan, apa kamu tau tempatnya?" tanya Bella

"Ya aku sepertinya pernah liat di ujung jalan sana dekat taman ada sebuah toko kue baru yang cukup rame di kunjungi para pembeli. Sepertinya itu toko kue yang mereka maksud," jawab Atta .

"Okeh baiklah, malam nanti kita kesana. Sekarang bereskan tugas kuliah ini, supaya tidak mengganggu rencana kita nanti malam," ucap Bella.

*

Malam hari pun tiba, Atta dan Bella sudah sampai di toko kue yang ditargetkan. Bella sudah menguasai mantra teleportasi sehingga dapat berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain dalam hitungan detik. Sedangkan Atta pedang pemburu makhluk miliknya sudah dapat merasakan kehadiran makhluk hingga level 7, jika di sekitar mereka terdapat kehadiran makhluk maka batuk berwarna biru yang terdapat pada pedang tersebut akan bersinar dan berubah warna.

"Bagaimana Atta apakah kamu dapat merasakan kehadiran makhluk," tanya Bella

"Heeemmmm tidak Bella bahkan padaku sama sekali tidak menunjukkan perubahan apapun, aku rasa ada yang aneh di tempat ini," ucap Atta sambil celingukan kesana kesini mengamati keadaan sekitar.

"Ya aku pun merasa ada yang aneh di sini, hawa panas sangat terasa. Sepertinya ada kekuatan asing yang belum pernah aku ketahui. Apa sebaiknya kita pulang saja, aku takut ini terlalu berbahaya untuk kita," ucap Bella dengan khawatir

"Tidak Bella, tanggung sudah sampai sini. Memang ada yang aneh, kita harus mencari tau!!" Atta berusaha meyakinkan Bella untuk tetap tinggal.

"Sebentar Atta , sepertinya aku tau ini apa," ucap Bella.

Bella kemudian merapalkan sebuah mantra untuk memastikan keyakinan terhadap sesuatu.

"Omelaciantro amegum, mantra penghancur segel." ucap Bella.

Mata Bella kini dapat melihat keadaan toko kue tersebut.

"I-ni .... I-ni aura merah," ucap Bella sambil terbata-bata

"Aura merah?? Apa kau tidak salah lihat Bella??" Atta pun terkejut mendengar perkataan Bella

Terpopuler

Comments

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

aihhh kalian ya malah debat ayo atta bella cari tahu

2024-05-18

0

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

pake kacamata riben biar gak silau 😎

2024-05-15

0

⍣⃝ꉣꉣ𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf𖤍ᴹᴿˢ᭄Nitaᴳ𝐑​᭄

⍣⃝ꉣꉣ𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf𖤍ᴹᴿˢ᭄Nitaᴳ𝐑​᭄

mohhh aha mau cari yang baru aja.. 🤣🤣🏃‍♀️🏃‍♀️

2024-05-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!