"Aaahh rasanya sangat segar, jiwa-jiwa murni ini membuat tubuhku kembali bertenaga. Kinerja kalian sangat bagus. Aku sangat menyukainya," ucap Patrosh
Terlihat aliran energi yang masuk kedalam tubuhnya yang berasal dari bunga tulip tersebut. Sudah 8 jiwa yang berhasil di serap, hanya butuh 2 jiwa lagi untuk mengembalikan di energi murninya yang sempat terpakai.
"Terima kasih Tuan atas pujiannya. Tapi mohon maaf, salah satu bunga tulip tidak diketahui keberadaannya. Dan saya sempat merasakan seorang penyihir telah memegang bunga tersebut," ucap anak buahnya memberi informasi
Tubuh Patrosh yang semula sedang terduduk langsung berdiri begitu mendengar anak buahnya mengatakan keberadaan seorang penyihir.
"Apa penyihir? Bukankah penyihir tersebut sudah dikalahkan dan tewas? Apa masih ada keturunan penyihir yang lain??" Patrosh mengereyitkan dahinya.
"Mungkin dia adalah penyihir terakhir yang tertulis dalam buku takdir tuan, yang akan mengembalikan tatanan dunia seperti semula."
Sebuah senyuman tersungging di bibirnya, merasakan angin segar mengenai tubuhnya. Akhirnya yang dia nanti selama ini tak lama lagi akan berakhir. Penderitaannya selama ratusan tahun hidup dalam tubuh yang rapuh dan harus berganti setiap periode tertentu akan segera berakhir.
Patrosh akan mendapatkan keabadian dan kekuatan dahsyat jika meminum darah suci sang penyihir. Tapi bukan hal yang mudah untuk mengalahkan seorang penyihir mesti dia masih pemula sekalipun. Apalagi dengan tubuhnya saat ini mobilitas Patrosh terhambat, dia tak akan bisa keluar saat sinar bulan ada. Tubuhnya akan merasa kepanasan ketika sinar bulan mengenai tubuhnya.
"Segera selidiki penyihir tersebut, aku harus dapatkan segera darah penyihir tersebut. Aku sudah bosan hidup tersiksa seperti ini. Untuk satu bunga tersebut biarkan saja, nanti aku sendiri yang akan mencari mangsa pengganti," ucap Patrosh memberikan perintah.
"Baik tuan!!"
Slaph
Anak buah Patrosh langsung menghilang seketika. Elmor yang mendengarkan dibelakang keluar dan menghampiri Patrosh.
"Apa kau yakin akan menghadapi penyihir tersebut. Bukan hal yang mudah menghadapi seorang penyihir apalagi dengan kondisinya tubuhmu yang saat ini. Jika kau gagal dan kembali terkena mantra peluluh raga, kau akan hancur selamanya," ucap Elmor dengan rasa khawatir.
"Kau tenang saja aku masih memiliki kekuatan tersebut yang akan mampu menghadapi penyihir tersebut. Dengan bola sembilan arwah yang ada di tangan ku maka tak ada yang bisa menandingi kekuatanku,"
"Kau jangan nekat Patrosh, kau sama sekali belum pernahkah menggunakan bola tersebut secara langsung. Bahkan hanya menyentuhnya beberapa menit saja tubuhmu akan merasa kepanasan. Jangan gila Patrosh!!!!" Suara Elmor meninggi
Brakkkk
Patrosh membanting meja yang ada dihadapannya.
"Tau apa kau dengan penderitaanku selama ini hah!!! Aku menderita El, hidup dengan tubuh lemah seperti ini. Aku bosan, sudah beratus-ratus lamanya aku menanti kabar penyihir terakhir yang tertulis dalam buku takdir. Bukankah jika aku berhasil meminum darah suci penyihir akan membuat tubuhku kembali abadi dan memiliki kekuatan maha dahsyat. Dan ketakutan kamu akan dikembalikan ke dimensi yang seharusnya akan hilang jika aku berhasil mengalahkannya. Kenapa kau tak bisa mendukung sahabat mu ini sih!!! Egois!!" Ucap Patrosh sambil memalingkan wajahnya.
"Aku mengkhawatirkan mu Path. Kita hidup bersama bukan sewaktu dua waktu, sudah hampir seribu tahun. Memangnya hanya kau yang lelah?? Aku juga lelah hidup dalam ketakutan kapan takdir itu akan terjadi. Apa yang terjadi di alam semesta ini sudah tertulis dan tersegel. Tatanan dunia ini harus kembali pada takdirnya, dan kita sebagai jiwa yang bukan manusia harus kembali ketempatnya!!!" seru Elmor, dia pun meninggalkan Patrosh karena tak ingin berdebat lagi.
"Apa kau tak ingin hidup abadi El," lirih Patrosh.
Tubuhnya lunglai dan terduduk di bawah. Air matanya menetes, selalu saja berbedaan prinsip diantara dirinya dan Elmor.
Prang
Prang
Prang
Elmor meluapkan emosinya dengan melemparkan semua benda yang ada di sekitarnya saat ini. Keinginan Elmor hanya satu, kembali ke dimensi tempatnya berada. Elmor merindukan kekasihnya yang dia tinggalkan di sana.
Saat gerbang kedelapan terbuka dan hilangnya batas antara dunia manusia dan dunia makhluk, kekasih Elmor menolak untuk mengikutinya ke dunia manusia.
Sebenarnya Elmor dan kekasihnya adalah makhluk yang tak memiliki hasrat untuk berkuasa. Tetapi karena rasa keingintahuan nya yang begitu besar akan dunia manusia, Elmor memutuskan untuk pergi sendir ke dunia manusia.
Tapi sayangnya di dunia manusia dia pun harus bertahan hidup, perbedaan dimensi membuat harus menyerap energi murni untuk menambah energinya agar tak di hisap oleh makhluk lain. Selama ini Elmor hanya menghisap energi murni dari hewan atau terpaksa menyerang makhluk yang rendah. Elmor berprinsip tidak akan menyerap energi manusia karena teringat janjinya dengan kekasihnya itu.
.
.
"Aaaaahhhhhkkkkk"
Suara teriakan terdengar di ujung lorong kampus. Bella, Atta dan Yunda langsung berlari menuju tempat tersebut untuk melihat apa yang terjadi.
"Ya ampun!!!!" teriak Yunda.
Tak sanggup melihat secara langsung apa yang terjadi di depannya, Yunda menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
Seorang gadis tergeletak tak berdaya di lantai, tubuhnya bergetar, kejang-kejang. Matanya melotot, dan kedua bola matanya sudah memutih. Bella berusaha menyelamatkan gadis tersebut namun gagal karena hampir seluruh jiwanya terhisap oleh bunga tulip yang di pegangnya.
Bella melihat bagaimana bunga tulip yang berwarna putih berubah menjadi merah. Ada aura kemerahan yang sangat tebal di sekitar bunga tersebut.
Slaph
Didepan mereka muncul sesosok hitam yang mengambil bunga tersebut. Orang-orang yang ada disekitar gadis malang tersebut langsung berlarian ketakutan.
"Deebrimaa Mionnn"
Sebuah selubung mengurung sosok hitam tersebut agar tidak kabur, tapi sayangnya dia keburu mengamankan bunga tulip tersebut agar tidak dihancurkan oleh Bella.
"Kataka siapa kamu!!!" teriak Bella
Sosok hitam tersebut berusaha kabur dengan mengerahkan kekuatannya, namun selubung tersebut terlalu kuat dan tebal. Tetapi sosok hitam tersebut tidak menyerah dan terus mencoba untuk menghancurkan selubung tersebut.
Matanya menyalang, menebarkan hawa negatif disekitar. Untung saja Bella sudah mengamankan lingkungan sekitarnya sehingga tidak menyebar keluar.
"Katakan siapa tuanmu, atau akan ku hancurkan jiwamu saat ini juga!!!" tanya Bella dengan tegas.
Tetapi sosok hitam tersebut masih bungkam tidak berminat untuk mengatakan siapa tuannya. Lebih baik dihancurkan jiwanya dari pada berkhianat.
"Ternyata kau cukup setia juga dengan Tuanmu itu. Akan aku buat kamu menyesal telah setia. Tapi karena aku menghargai kesetiaanmu itu maka aku akan buat kau tak merasa kesakitan sedikitpun saat jiwamu hancur," tantang Atta.
Sosok hitam tersebut tak bergeming, bersikap tenang dan tidak ketakutan sama sekali.
Sekarang Atta sudah memegang pedang pemburu. Sosok hitam tersebut melotot saat mengetahui manusia dihadapannya adalah seorang pemburu. Tubuhnya bergetar hebat, sekali terkena tebasan pedang tersebut akan lenyap dan tak lagi akan di ciptakan. Sukma dan jiwanya akan hancur, apalagi dia hanyalah sesosok jiwa negatif yang lemah.
Slash
Slash
Atta menebaskan pedangnya dua kali, sosok hitam tersebut langsung hilang terserap kedalam pedang tersebut. Atta dan Bella menghela napas panjang. Tapi mereka Belum bisa tenang.
Mereka harus menyelidiki siapa yang berbuat ulah. Korban tidak boleh lagi berjatuhan apalagi mereka mengincar gadis yang masih suci.
.
.
"Ternyata kalian berdua menampakkan kehadiran dengan sendirinya. Aku tidak akan membiarkan kesempatan yang sudah aku tunggu sekian lama. Tak akan aku biarkan kalian lolos begitu saja. Siapkan diri kalian dengan baik, dan sambut kematian kalian dengan indah. Hahahahahaha"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
✍️⃞⃟𝑹𝑨Pemecah Regulasi୧⍤⃝🍌
Hidup abadi, menarik tapi melelahkan 😅
2024-05-17
0