*********
"hahaha akhirnya aku bisa merasakan kebebasan, bisa berjalan sesuka Hati tanpa terkurung dalam ruang busuk itu. Sekarang aku bisa menggunakan kekuatanku dengan bebas, akhirnya setelah sekian lama menanti usahaku tidak sia-sia," ucap Maorosh, Makhluk Belenggu Jiwa.
Dia adalah makhluk yang terkurung dalam kotak misterius tersebut. Dia sengaja di kurung disana oleh seorang pendeta suci dua ratus tahun yang lalu. Karena dia selalu mengikat dan merusak jiwa manusia maka terpaksa pendeta mengunci dalam kotak suci.
Sebelumnya tubuh dan jiwanya terkurung dalam kotak tersebut dan tidak dapat melakukan apapun. Namun seiring berjalannya waktu segel dalam kotak suci tersebut ternyata semakin melemah dan jiwa dari Maorosh bisa keluar dan mencari korban.
Irene yang sudah melakukan permintaan sebanyak empat kali akhirnya tubuh dan jiwanya menjadi milik Maorosh. Jiwa yang memiliki sifat iri dan dengki dalam hatinya akan semakin mudah terpedaya dan menjadi korban makhluk Maorosh.
Sehingga saat ini yang berada dalam tubuh Irene adalah jiwa Maorosh. Dia akan hidup sebagai Irene sepanjang waktu.
Walaupun tubuh Maorosh masih tertinggal dalam kotak suci tersebut, yang terpenting jiwanya sudah keluar dan bisa berbuat sesuka hati. Tentunya dengan tubuh Irene dia bisa mencari tahu bagaimana cara membebaskan tubuh nya dari dalam kotak.
"Berhenti makhluk jelek!!!" Seru Bella saat merasakan energi makhluk disekitar.
Merasa dirinya ada yang memanggil, Maorosh membalikkan badannya dan menatap Bella dengan tatapan yang tajam. Seketika matanya berubah merah dan aura makhluk keluar dari tubuh.
"Beraninya kau mengambil jiwa manusia untuk dijadikan alatmu hah!!!" Hardik Bella. Dia menghadap Maorosh seorang diri.
Atta berada di deoan kotak yang mengunci tubuh Maorosh didalamnya. Atta akan berusaha menghancurkan kotak tersebut sehingga jiwa dan tubuh Maorosh akan hilang dan hancur. Walaupun jiwa Irena tidak akan kembali dan akan hidup seperti manusia tanpa jiwa.
"Aahhh sial bagaimana cara menghancurkan kotak suci ini, energi pelindungnya terlalu kuat. Pedang pemburu ini bahkan tidak bisa menghantarkannya," gumam Atta.
*
*
Maorosh tanpa tanpa takut berhadapan dengan Bella. Dia sudah mengetahui jika gadis di depannya adalah seorang penyihir lahir dari garis keturunannya. Maorosh bertekad aku mengalahkan Bella dan meminum darah manis miliknya agar dapat memiliki kekuatan dan hidup abadi.
"Hahahaha ternyata kamu memiliki nyali juga gadis manis. Ayo datanglah padaku, dan serahkan tubuh mu saat ini juga," ucap Maorosh
"Cih, jangan harap makhluk jelek. Suruh kau yang akan hancur di tanganku karena sudah berani mengganggu umat manusia," ujar Bella tak gentar
"Hahahaha Ternyata kau bukan gadis yang mudah ditakuti ya. Sebaiknya kau menyerah saja daripada akan mengalami kesakitan yang tiada ujung. Apa kau tidak tahu kekuatanku sebesar apa??" Ucapnya dengan sombong
"Jangan menyombongkan diri makhluk jelek, Aku tidak pernah takut dengan makhluk. Ayo kita bertarung untuk membuktikan siapa yang lebih kuat," tantang Bella.
Mata Bella dalam sekejap berubah menjadi violet, energi dalam tubuh ya telah meningkatkan. Dan sekarang Bella sudah siap berhadapan dengan Maorosh.
Wush
Wush
Wush
Angin berhembus dengan kencang, Maorosh terbang dan melayang, dia mengendalikan kekuatan angin dan energi alam disekitarnya.
Blam
Blam
Duarr
Maorosh mulai melancarkan serangannya terhadap Bella. Dengan gerakan tubuh yang lincah, Bella berhasil menghindari setiap serangan yang arahkan kepadanya.
"Pakai matamu dengan baik Makhluk jelek, apa kau tak bisa melihat ku dengan jelas," ejek Bella
"Be-debah kau!! Rasakan ini!!"
Blam
Blam
Duarr
Duarr
Dua kali sudah Maorosh kembali melancarkan serangan kepada Bella namun tak ada satupun yang. Tubuh Bella yang berpindah-pindah tempat membuatnya kesulitan untuk mengarahkan serangan tepat kepadanya.
"Ellighio Kahcyio"
Sreeettt
"Aaahhhhkkkkk," pekik Maorosh kesakitan.
Tubuhnya tertembus serangan yang di berikan oleh Bella.
"Gadis sia-lan. Akan kau buat menyesal telah bermain-main denganku," ucap Maorosh menahan rasa sakit di dadanya.
"Bagaimana sakit kah??? Atau mau coba sekali lagi??" Ejek Bella.
Ditanganya sudah siap bola bola kecil yang berputar-putar, berwarna warni seperti permen aneka rasa.
"Ellighio Kahcyio,"
Bella kembali mengarahkan serangan terhadap Maorosh secepat kilat
Sreeettt
Sreeettt
Sreeettt
Tiga buah serangan langsung tepat sasaran, Maorosh terpekik tak bersuara. Matanya melotot menahan deraan rasa sakit yang menyebar di seluruh tubuhnya. Ternyata menggunakan tubuh manusia membuat kekuatannya terbatas, gerakannya juga tidak bisa secepat jika menggunakan tubuh aslinya.
Maorosh mengepalkan tangannya merapalkan sebuat mantra pembangkit kekuatan. Angin berputar -putar disekelilingnya membentuk sebuah perisai yang melindungi tubuh yang dari serangan yang datang.
"Ellighio Kahcyio"
Sekali lagi Bella mencoba untuk menyerang Maorosh namun sayangnya serangan tersebut berhasil di halau. Putaran angin membuatnya tak terjangkau oleh serangan apapun.
Maorosh berusaha menyerap energi alam dan menyatukan dengan energi miliknya. Aura hitam langsung muncul dan membuat pepohonan mengering, awan hitam mulai terbentuk diatas kepalanya. Suhu disekitarnya pun mulai terasa dingin, hembusan angin yang menerpa kulit kian terasa menyakitkan.
"Abrosaa Denimos"
Untuk menghindari akibat yang buruk, Bella mencoba untuk membuat selubung pelindung. Apalagi bebatuan dan ranting kering mulai berterbangan tak tentu arah.
"Apa yang harus aku lakukan, ini mulai tidak baik," gumam Bella saat mulai merasakannya aura hitam yang mulai menyebar.
*
*
Atta masih berusaha untuk menghancurkan kotak suci tersebut, tapi apapun yang dia lakukan belum berhasil juga.
"Atta, masuklah kedalamnya dan hancurkan dari dalam. Sentuh bulatan kecil hijau yang ada di bagian depan kotak tersebut. Nanti kamu akan terserap masuk kedalam sana. Kamu harus bisa melawan dan menghancurkan dari dalam. Ingatlah untuk berkonsentrasi penuh dan fokuskan energi murni. Hilangkan hawa nafsu dan hasrat yang akan membuatmu terpedaya. Sekali saja terlena, maka selamanya kamu tak akan pernah keluar dan terbelenggu disana!!" Sebuah bisikan terdengar begitu nyaring di telinga Atta
Atta mulai menelisik setiap bagian dari kotak suci tersebut. Terlihat ukuran naga yang sangat tegas dan nyata, di tepat di tengah tubuh naga terdapat sebuah bulatan hijau yang menyala terang. Tanpa ragu Atta langsung menyentuh bulatan tersebut.
Kilatan cahaya menyilaukan muncul dari dalam seiring dengan terbukanya kotak suci tersebut.
Splash
Dalam sekejap mata Atta mulai terhisap dan masuk kedalam kotak suci tersebut. Didalamnya ternyata sebuah hamparan yang sangat luas. Atta menyusuri area tersebut dan tetap waspada karena tidak tahu apa saja yang ada di dalam kotak suci tersebut.
Matanya dengan awas memperhatikan keadaan sekitar, mulai terdengar lolongan dan sahutan jeritan dari kejauhan. Untuk mencari tahu, Atta mulai mengikuti arah suara tersebut berharap mendapat sesuatu yang bisa segera menyelesaikan tugasnya.
Pedang pemburu yang tengah di genggam oleh Atta mulai bergetar, merasakan energi makhluk yang sangat kuat. Suara-suara asing itu mulai terdengar jelas, apalagi kilatan energi mulai terlihat.
"Tempat macam apa ini???" gumam Atta saat melihat beberapa makhluk terbelenggu dengan rantai di tubuhnya. Mereka meraung-raung ingin dilepaskan dari tempat ini.
"Hai anak muda, nyali mu sungguh besar datang ke tempat ini. Apa kamu juga tersegel di tempat jahanam ini hah? Tapi bukannya kamu manusia, Bagaimana bisa kamu masuk kemari?" ucap Makhluk seribu wajah.
"Aku akan menghancurkan tempat ini," balas Atta.
"Coba saja kalo bisa. Tempat ini bukan sembarang tempat, ini adalah kotak suci tak akan mudah menghancurkannya. Sebelum menghancurkannya, kamu harus berhadapan dengan Maorosh, tubuh tersegel di ujung sana. Tapi jangan salah, jiwanya masih bebas dan baru saja keluar. Dia sangat kuat. Jika kamu bisa menghancurkan tempat ini aku akan sangat berterima kasih. Aku sudah bosan di tempat ini dan ingin kembali saja ke asalku," ucap Makhluk seribu wajah
"Kau juga harus berhati-hati anak muda. Jangan sampai kau menghancurkan belenggu nya jika tidak dia akan menguasai tempat ini dan selamanya kamu tidak akan bisa keluar lagi, hahahahaha," ucap Kakek tua, dia adalah arwah penuh dendam.
Atta melanjutkan langkahnya menuju tempat dimana Maorosh di belenggu. Sampai di tempat, Atta melihat Maorosh terbelenggu dengan rantai emas. Energi yang mengitarinya sangat kuat.
Tapi Atta kebingungan harus melakukan apa. Dia takut jika tindakan justru akan melepaskan belenggu Maorosh.
"Aaaaahhhhhkkkkk," pekik Atta kesakitan
Dia mencoba merasakan aura hitam yang mengelilingi tubuh Maorosh. Dia tidak dapat mendekat karena sangat berbahagia.
"Apa yang harus aku lakukan," gumam Atta mulai resah
Dia tidak bisa berdiam diri dan menghabiskan waktu begitu saja. Atta pun teringat dengan bisikan yang terdengar saat dirinya hendak masuk kedalam kotak.
Atta mulai bermeditasi dan memfokuskan energi murninya. Seluruh energi mulai terpusat di inti jiwanya. Perlahan tubuh Atta mulai terangkat dan terbang, pedang pemburunya mulai mengeluarkan cahaya merah.
Tubuh Atta mulai merasakan energi yang sangat dahsyat berkumpul dekatnya. Keringat mulai membasahi dahinya dan pedang pemburu mulai bergerak mengelilingi tubuh Atta menciptakan sebuah sebuah perisai tembus pandang.
Wush
Wush
Wush
Angin mulai tercipta dan bergerak dengan sangat cepat. Terlihat seperti sebuah hempasan pedang yang akan menghancurkan apa saja yang ada disekitarnya.
Slash
Pedang pemburu berubah menjadi ratusan pedang yang sama dan berputar -putar disekitar tubuh Atta. Terlihat beberapa roh mulai terbang mendekat dan merasuki tubuh Atta.
Ternyata roh tersebut merupakan roh leluhur Atta. Ternyata Atta melakukan ritual penyatuan energi dengan roh para leluhurnya yang merupakan pemburu makhluk juga.
Setelah penyatuan Roh selesai, Atta mulai membuka matanya dan memancarkan aura kebiruan.
"Demi kedamaian alam semesta, ku satukan seluruh kekuatannya dalam satu jiwa. Serahkan hati yang suci dalam ikatan jiwa-jiwa yang bebas. Lepaskan belenggu diri dari luapkan nafsu dan hasrat. Demi bumi dan alam semesta, hancurkan kemurkaan!!!!!"
Hiiiyyyaaaaaattttt
Atta terbang melesat secepat kilatan menembus tubuh Maorosh yang terbelenggu. Pedang pemburu berhasil menembus tepat di jantung Maorosh menciptakan luka yang menganga.
Mata Maorosh yang sebelumnya terpejam kini terbuka tatapan kosong.
Crack
Crack
Blam
Tubuh Maorosh retak dan hancur seketika berubah menjadi serpihan debu. Tempat yang semua tenang kini mulai bergetar seperti gempa bumi. Lapisan tanahnya mulai retak dan dinding -dinding pembatas mulai luncur.
Tubuh Atta yang masih dirasuki oleh roh leluhur mulai terbang melesat meninggalkan tempat yang akan segera hancur tersebut.
Slaph
Dalam sekejap, Atta berhasil kembali dan keluar dari kotak tersebut. Didepannya masih berada kotak suci yang bergetar. Tanpa ragu, Atta mulai menebaskan pedang tersebut dan membelah kotak tersebut menjadi dua.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments