Hari ini sang mentari bersinar cerah, Atta mengantarkan Bella kekampusnya pagi ini. Bella ada kuliah pagi, sedangkan Atta baru setelah jam istirahat ada perkuliahan. Namun ada beberapa materi yang harus dia cari di perpustakaan untuk pengajuan skripsinya.
Mereka berpisah di koridor dekat ruang kelas Bella, Atta menuju perpustakaan.
"Hai Bella, cerah amat pagi ini. Senyum -senyum sendiri aku liatin dari sana. Kayaknya lagi bahagia ya, lo baru jadian sama Atta," ucap Yunda, teman sekelas Bella
"Ighh apaan sih jangan bikin gosip yang nggak-nggak deh," sanggah Bella
"Yakinin cuma gosip??? Apa ga akan marah kalo Atta nanti di ambil orang?" goda Yunda
"Apaan sih kalau ngomongnya mulai ngaco deh. Ehh itu apa?? Bunga dari siapa??" Bella melihat temannya membawa sekuntum bunga.
"Oh ini tadi di jalan ga sengaja bertabrakan dengan penjual bunga. Wajahnya tampan banget lo. Terus sebagai permintaan maaf Dia memberikan aku bunga tulip ini. Gimana cantik kan?" ungkap Yunda
Bella mengereyitkan dahi, merasa ada yang janggal. Bagaimana mungkin bunga tulip yang premium bahkan harus impor untuk mendatangkan malah diberikan cuma cuma oleh seseorang.
"Gue boleh pegang ga? Pengen liat dong, gimana indahnya bunga tulip, kan itu mahal," ucap Bella
"Boleh nih!!!" Yunda memberikan bunga tersebut kepada Bella
Bella hendak mengambil bunga tersebut dari tangan Yunda, namun saat jemarinya bersentuhan dengan bunga tersebut terasa aneh.
"Aaaawww," pekik Bella kesakitan
Refleks Bella melempar bunga tersebut ke bawah. Yunda yang melihat hal tersebut menjadi kecewa dengan Bella, dia lalu mengambil bunga yang Bella lemparkan.
Bella memegangi jari-jarinya yang tersisa sakit, bahkan jari telunjuknya mengeluarkan darah. Sontak Yunda terkejut melihatnya.
"Bella kamu kenapa?? Kok bisa berdarah seperti itu sih?" Yunda menjadi khawatir akan hal itu.
"Aku juga ga tau Yun, tiba-tiba saja seperti ini saat memegang tangkai bunga tersebut. Jari-jariku terasa sangat sakit, bahkan seperti tersengat aliran listrik," ucap Bella jujur
Ucapan Bella terdengar aneh di telinga Yunda, Bagaimana bisa bunga tulip yang tidak ada durinya bisa melukai jari Bella. Merasa sedikit ngeri Yunda memutuskan untuk melemparkan bunga tersebut. Yunda tahu Bella adalah orang yang spesial, jadi apa yang terjadi dengan Bella pasti karena ada sesuatu yang buruk dengan bunga tersebut.
*
*
*
"Aaahhhhkkkkk!!!"
Terdengar teriakan di sebuah rumah, seorang gadis merasakan sekujur tubuhnya menjadi kesakitan luar biasa. Rasanya seperti ribuan jarum sedang menusuk tubuhnya saat ini. Bunga tulip yang berwarna putih yang ada di atas meja belajarnya berubah menjadi merah darah.
Gadis tersebut berguling-guling di lantai kesakitan, anak buah Patrosh yang melihat dari atas atap merasa senang.
"Ini adalah jiwa murni ke tiga tinggal tujuh lagi yang aku perlukan," ucapnya
"Aaahhhhkkkkk," teriak sang gadis sesaat jiwanya tertarik keluar dari tubuhnya.
Bola matanya yang hitam berubah menjadi putih. Mulutnya terbuka dan kulitnya memucat karena darah sudah terhisap habis. Seringai senyuman jahat tergambar diwajah sang anak buah Patrosh.
Slaph
Tubuhnya berpindah ke tempat korban selanjutnya, dia hanya perlu menunggu target korban terhisap jiwa murninya oleh bunga tulip yang dia berikan.
☘️☘️☘️☘️
Krincing
Krincing
Krincing
Lonceng kecil yang ada di tas Atta berbunyi. Atta langsung waspada dengan sekelilingnya, apalagi terasa hawa makhluk yang cukup kuat. Tapi sayangnya dia tidak bisa menentukan keberadaan Makhluk disekitar, kemampuan dan skillnya belum berada di tahap itu.
Saat ini Atta tengah menunggu Bella selesai dengan kuliahnya di kantin tempat biasa mereka menghabiskan waktu sebelum kembali ke kosan. Dengan gelisah Atta menunggu kedatangan Bella. Dia juga tak berani bertindak gegabah karena belum tau bagaimana kekuatan makhluk.
Atta tak berani mengulangi kesalahannya yang membuat Bella harus berkorban diri untuk menyelamatkannya.
Hosh
Hosh
Hosh
Bella berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah, berlari dari kelas terakhir menuju area kantin. Sejak awal dia sudah merasakan aura asing yang tersebar di sekeliling kampusnya. Namun saat ditelusuri dan dicari sumbernya, mendadak menghilang. Makanya selama perkuliahan berlangsung Bella tak bisa fokus.
Apalagi luka di jarinya saat memegang tangkai bunga tulip belum sembuh. Sebagai seorang penyihir, Bella mampu mengobati lukanya sendiri. Namun hanya terbatas luka yang diakibatkan benda duniawi, seperti tersayat pisau atau terjatuh hingga berdarah. Namun berbeda jika tersebut disebabkan oleh senjata makhluk atau siluman, racun yang dihasilkan oleh iblis, atau kekuatan energi dalam, Bella perlu waktu untuk penyembuhannya.
"Atta, ada makhluk sekitar sini. Tapi energinya tak bisa kudeteksi," ucap Bella sambil mengatur napasnya
"Minim dulu!" Atta menyodorkan segelas minuman.
Bella pun bisa mendengar bunyi lonceng yang dimiliki oleh Atta. Bella berusaha memusatkan pikirannya agar bisa mengetahui dari mana asalnya aura asing tersebut.
Atta merasakan pedang pemburu dalam tubuhnya mengeluarkan sebuah energi. Tapi dia tidak bisa mengeluarkan pedangnya begitu saja karena masih berada di tempat ramai. Dia tidak bisa memperlihatkan jati dirinya sebagai seorang pemburu makhluk karena terlalu berbahaya.
Bella yang merasakan lesakan energi yang cukup kuat dari tubuh, Atta menggenggam tangannya cukup erat. Bella membantu Atta mengontrol kekuatannya agar tidak keluar saat ini.
"Alabrash!!"
Bella menutup matanya dan mengusapkan kedua telapak tangannya pada matanya. Perlahan Bella membuka matanya dan mulai melihat aliran aura kemerahan yang tersebar di sekelilingnya. Bella dapat merasakan jika aura kemerahan tersebut memiliki energi negatif yang cukup kuat.
Bella bangkit dari duduknya dan mengikuti arah aura kemerahan tersebut mengalir.
"Ikuti aku!!" Pinta Bella
Atta tak melepaskan genggaman tangannya karena khawatir pedang pemburu akan keluar dari tubuhnya. Bella terus berjalan mengikuti arah aura kemerahan tersebut.
Ternyata aura kemerahan tersebut menuju kesebuah loker. Loker tersebut milik Yunda teman sekelasnya. Bella ingin membuka pintu loker tersebut, ingin memastikan benda apa yang ada didalamnya.
"Bella, Atta, kalian disini? Ada apa??" teriak Yunda berlari menghampiri Bella.
Atta dan Bella saling berpandangan, Bella memberikan sebuah kode jika tak apa Atta berbicara tentang rahasia mereka.
"Ada sesuatu yang mencurigakan di loker milikmu. Bisakah kamu membuka, kami ingin melihat dan memastikan benda apa itu," pinta Atta
"Heemmm.. sebentar aku ambilkan kuncinya dahulu," ucap Yunda
Yunda membuka tasnya dan mengambi kunci lokernya. Namun saat Yunda hendak membukanya, Atta mencegahnya.
"Jangan di sentuh, biar aku saja!!!" sanggah Atta. Dia tak ingin teman Bella terluka.
Bella tak mencegah karena dia khawatir isinya adalah bunga tulip yang mampu melukainya.
Atta mulai memasukkan kunci tersebut untuk membuka pintu lokernya
Klik
Pintu loker terbuka dan terlihat apa yang ada didalamnya
Wush
Sebuah desiran angin keluar dari dalam loker beserta aliran aura yang cukup kuat. Hanya Bella dan Atta yang mampu merasakannya. Tubuh Yunda menegang saat melihat sesuatu yang sudah dia buang ternyata ada didalam lokernya. Padahal jelas -jelas dia sudah membuangnya ke tempat sampah saat melihat jari Bella terluka akibat memegang benda tersebut.
"Itu-itu, ba-bagaimana benda itu ada disini. Padahal sudah aku buang ketempatnya," ucap Yunda dengan ketakutan.
"Benda itu sudah memilihmu jadi korbannya Yunda. Kamu tidak bisa kabur walaupun kamu sudah membuangnya," ucap Bella dengan dingin.
"La-lalu aku harus bagaimana Bella apakah aku akan mati??" ucap Yunda cemas.
Tubuhnya mendadak merinding, hawa dingin terasa di sekitar lehernya seolah ada yang mendekatinya. Yunda bergetar, menahan rasa takut yang kian terasa. Dia tak ingin mati saat ini juga, masih banyak hal yang belum dia lakukan termasuk berpacaran dan menikah.
Merasakan aura tersebut terus memburu temannya, Bella melakukan tindak pencegahan.
"Abrosaa Denimos !!!" Bella mengucapkan sebuah mantra.
Sebuah selubung tipis melindungi tubuh Yunda, dia tak terkejut karena sudah mengetahui siapa Bella. Tapi tidak dengan Atta.
"Terima kasih," ucap Yunda, dia bisa merasa lebih aman dengan perlindungan dari Bella.
"Jangan jauh-jauh dari kami, kau mengerti. Pelindung ini tidak abadi, bisa hancur kapan saja," ucap Atta memberikan peringatan, Yunda menganggukkan kepalanya.
Bella bingung harus diapakan bunga tulip yang ada di loker Yunda, dia bahkan belum berani menyentuhnya. Rasa sakit di jarinya saat bersentuhan dengan bunga tulip itu masih terasa.
"Apa bunga tersebut bisa menyerap energi murni?" tanya Atta penasaran.
"Bukan hanya energi murni, tetapi jiwa yang sudah dipilihnya akan terhisap. Sepertinya ada siluman yang mengincar dan mengambil jiwa murni untuk menambah kekuatannya." Bella menduga.
Pasalnya Bella merasa ada energi asing yang bersamaan dengan aura kemerahan tersebut.
"Bukannya makhluk??"
"Makhluk juga ada, sepertinya makhluk ini bekerja sama dengan siluman. Ada energi asing yang menyertai aura kemerahan ini. Kita harus hati-hati, tidak bisa meremehkan kekuatan mereka. Aku rasa makhluk dan siluman ini ada di tingkat lanjut karena bisa menggunakan benda untuk menyerap jiwa dari jarak jauh," ungkap Bella
"Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Kita juga tidak bisa membuka jati diri kita di tempat ini, masih ramai dan berbahaya!"
"Entahlah Atta aku juga, Apalagi aku tidak bisa bersentuhan dengan bunga tulip tersebut. Itu akan melukai ku," ucap Bella sambil memperlihatkan luka di jarinya.
Atta menghela napas panjang. Diapun mengeluarkan sebuah kantung dan membukanya talinya.
Slaph
Bunga tersebut terhisap ke dalam dan Atta segera menutup kembali kantung tersebut.
"Hehehehe aku lupa memiliki benda seperti ini. Ini master Vemort yang memberikan, katanya bisa menghisap benda yang berasal dari makhluk atau siluman," ucap Atta cengengesan.
Atta melupakan jika disebelah ada Yunda yang menatapnya tanpa berkedip, syok dengan apa yang baru saja dia lihat. Bella menyenggol bahu Atta dan memberikan kode.
Atta menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lupa dengan keberadaan Yunda.
"Maaf -maaf, nanti aku bakal jelaskan semuanya. Saat ini kita dalam keadaan bahaya. Harus waspada," ucap Atta.
Yunda paham dan mengerti menyudahi kebingungan nya saat ini walaupun yang dia lihat masih di luar nalar.
"Aaaaahhhhhkkkkk!!!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments
Bening
bagus banget..
alur dan diksi kata2nya..
2024-07-15
0
✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT
bunga penghisap jiwa wow ngeri pantas saja bella merasa aneh pas memegang bunga itu
2024-05-19
0
☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀
ini pasti bunga dari phatros
2024-05-15
0