Dua

Prang

Pedang milik Atta terlepas dari genggamannya dan bersamaan dengan terhempasnya tubuh Atta ke bawah setelah Bella berhasil membelenggu tubuh siluman dengan mantra. Tetapi hal tersebut tak akan berlangsung lama karena Bella juga bukan penyihir tingkat tinggi.

Bella harus memutar otaknya untuk menemukan cara agar bisa melenyapkan siluman tersebut. Tetapi sayangnya musuh yang Bella hadapi bukan siluman sembarangan, dia adalah siluman dengan kekuatan level 6.

"Hai penyihir cilik mengapa kau ganggu acara makan malam ku, apa kau ingin menjadi mangsaku selanjutnya hahahahaha," ucap siluman tersebut dalam kondisi terikat dengan tali magic.

"Kembalikan sukmanya, dia temanku. Lepaskan atau kau akan ku buat hancur sehingga tak bisa bereinkarnasi kembali," ucap Bella sambil berusaha melawan rasa takutnya.

"Apa kamu pikir dengan kemampuan rendahanmu itu akan melawanku hah??? Bahkan melukaiku kau tidak akan sanggup Penyihir!!?" Seru sang siluman

"Jangan meremehkan aku sebelum kau merasakan bagaimana kekuatanku."

" Bahkan tanpa melawanmu saja aku sudah tau jika auramu itu masih lemah. Hiyaaaaa!!!"

Siluman rambut putih tersebut berhasil melepaskan diri dari belenggu tali yang mengikat dirinya. Matanya mendelik dan mulai mengarah kepada Atta yang masih tidak sadarkan diri. Dengan kekuatan yang dia miliki Atta diangkatnya kembali dan mulai menghisap sisa Sukma yang masih tersisa.

"Tidakkk jangan lakukan itu bedebah!???" Seru Bella.

Bella kemudian mulai merapalkan matra lainnya dan memfokuskan kekuatannya kemudian mengarahkannya pada siluman tersebut. Namun nihil dengan kibasan sebelah tangannya dia mampu menangkis serangan dari Bella.

Dianggap sebagai pengganggu, siluman tersebut langsung menghempaskan tubuh Bella ke tembok. Sebentar lagi sukma Atta akan benar-benar terhisap habis oleh siluman tersebut.

Merasa nyawanya tak lama lagi, Atta mengerahkan kekuatan agar bisa sadar dah memberi kode untuk Bella.

Disisa hembusan napas terakhir, Atta mampu membuka matanya dan tersenyum.

"Bella....Bella ku yang cantik."

Brak

Tubuh Atta langsung di lemparkan begitu saja karena seluruh sukmanya telah habis. Kini Bella menjadi sasarannya, siluman tersebut akan mengambil jiwa Bella dan dapat hidup abadi karena Bella merupakan seorang penyihir.

Bella menangis karena telah gagal menyelamatkan Atta sahabatnya. Mata tajamnya mulai menatap siluman itu dan akan membuat perhitungan karena tidak menghiraukan ancamannya.

"Kau sudah membunuh sahabatku," ucap Bella dengan suara seraknya.

Sebuah angin kencang tiba-tiba berputar di sekitar tubuh Bella dan mulai mengangkatnya keatas. Sebuah kekuatan maha dahsyat muncul dari tubuh Bella, membuat siluman mulai ketakutan dan berusaha menghindari.

Namun saat hendak kabur sebuah tali berhasil mengikat kakinya dan mulai membelit tubuhnya. Mulut Bella tak berhenti merapalkan mantra, tubuh siluman merasa kepanasan seperti api sedang melahap tubuhnya.

Bella mendekati siluman dan mulai menghisap energinya, siluman yang kesakitan berteriak meminta ampun tetapi tak di gubris oleh Bella.

Pedang milik Atta kemudian terbang dan berhasil digenggam oleh Bella.

Srettt

Hanya dengan sekali tebasan tubuh siluman tersebut langsung lenyap menghilang. Tubuh Bella langsung terhempas ke bawah begitu saja. Walaupun merasa lemas karena telah melepaskan energi dalam jumlah banyak, Bella menghampiri tubuh Atta yang sudah tergelatak tak berdaya.

Tak ada lagi denyut nadi yang terasa bahkan hanya terasa hawa dingin di tubuhnya. Atta kehilangan nyawa begitu saja, Bella menyalahkan dirinya sendiri karena tidak mampu menyelamatkan sahabatnya.

Dengan erat Bella mendekap tubuh Atta dan berharap ini hanyalah prank belaka.

"Atta bangun Atta, jangan bercanda seperti ini!??" ucap Bella sambil teriak

"Kamu sudah berjanji akan selalu menemani dan menjagaku Atta. Kamu bohong!! Kenapa kamu pergi terlebih dahulu. Aku sama siapa disini Atta, aku ga punya siapa-siapa lagi," ucap Bella dengan derai air mata

"Siapa yang akan menemaniku saat aku latihan nanti dan siapa juga yang akan menjadi sasaran untuk uji coba mantra yang baru saja aku pelajari Atta. Atta bangun kamu ga boleh pergi Atta."

Bella terus mendekap tubuh Atta walaupun mustahil dia akan hidup kembali. Hawa dingin semakin terasa bahkan beberapa arwah yang ada di tempat tersebut tak berani mengganggu kesedihan Bella. Padahal tubuh yang baru saja meninggal akan menjadi incaran para arwah untuk mengisi tubuh tersebut.

Tiba-tiba Bella meletakkan tubuh Atta diatas lantai. Dia pun menghapus air matanya dan mengambil pedang milik Atta.

Srettt

Bella sengaja melukai lengannya dan darah segar langsung mengalir. Tak lupa Bella membuat segel untuk melindunginya dari makhluk yang akan mengincarnya karena aroma darahnya yang manis.

Bella mulai membuat sebuah formasi dengan darahnya dan terakhir meneteskan darahnya tepat di mulut Atta. Bella mulai merapalkan sebuah mantra dan formasi yang dia buat mengeluarkan sebuah cahaya.

Tubuh Atta dan Bella terangkat dan berputar -putar dengan pelan. Tak lama muncul aura emas dari tubuh Atta dan juga Bella.

Bella berusaha menghidupkan Atta dengan mantra tukar jiwa yang sempat dia baca dalam Kitab Khusus milik neneknya. Hanya penyihir level 9 keatas yang mampu melakukannya jika tidak berhasil bukan hanya gagal menghidupkannya tetapi nyawa sang penyihir akan menjadi taruhannya.

Meskipun setengah nyawa akan ditukar tetapi Bella tak peduli, dia hanya ingin sahabatnya itu kembaki hidup. Mereka semakin terputar-putar di udara bahkan energi natural dan bumi ikut terhisap.

"Atta bangun lah Atta, demi kekuatan alam aku memanggilmu dari surga. Bangunlah Atta!!!!" Teriak Bella.

Slash

Sebuah energi besar keluar dan menghempas beberapa makhluk dalam radius tertentu. Tubuh Atta dan Bella terhempas ke bawah, suasana kembali normal.

Karena kehilangan energi dalam jumlah yang besar Bella tak kuasa menahan tubuhnya yang terlalu lemah hingga akhirnya pingsan. Sedangkan Atta yang berhasil dipanggil kembali jiwanya setelah Bella sukses melakukan mantra tukar jiwa sedikit demi sedikit mulai sadar.

Matanya mengerejap, melihat keadaan sekitarnya. Atta merasa sesuatu sedang menindih tubuhnya. Aroma khas strawberry yang sangat dia kenali sebagai milik sahabatnya menusuk ke indra penciumannya.

"Bella??" Guman Atta saat matanya berhadapan langsung dengan wajah Bella.

Karena tubuhnya pun masih sangat lemah, Atta membiarkan tubuh Bella sementara waktu diatas tubuhnya sambil menikmati kebersamaan yang langka seperti ini.

"Terima kasih sudah membuatku hidup kembali," gumam Atta sambil tersenyum.

Tak lama matanya ikut terpejam setelah memaksakan diri dengan tubuh yang masih lemah. Keduanya dalam kondisi tidak sadarkan diri di ruangan yang gelap.

Tok

Tok

Tok

Bunyi suara antara sol sepatu dan lanta terdengar begitu nyaring ditengah suasana malam yang hening. Lelaki paruh baya itu mengikuti nalurinya untuk berjalan ke sebuah gudang tua.

Ditengah kebingungan akan firasatnya yang sangat kua dia merasakan sebuah pancaran energi yang maha dahsyat. Sudah lama dia tak merasakan energi seperti ini, pantas saja jiwanya seakan terpanggil untuk datang ketempat tersebut.

Walaupun sebagian kekuatannya sudah hilang tetapi dia masih dapat merasakan jika di tempat ini telah terjadi pertarungan antara manusia dengan siluman. Hawa yang sangat berbeda dirasakan oleh pria paruh baya itu saat memasuki gudang tersebut. Hawa murni terasa sangat kuat hingga mampu mengusir beberapa makhluk lemah dan arwah dalam jarak tertentu. Selain itu juga dia dapat mencium aroma manis dari darah keabadian.

Sambil memegang sebuah sumber pencahayaan, lelaki paruh baya tersebut mulai memasuki ruangan demi ruangan untuk mencari sesuatu yang dia sendiri tidak tahu apa yang harus di cari. Dia hanya mengikuti nalurinya dan menemukan apa yang dicarinya.

Tubuhnya membeku saat melihat ada dua orang tengah tak sadarkan diri, mungkin dari sinilah energi tersebut berasal. Lelaki paruh baya tersebut mulai mengecek bagaimana kondisi mereka. Walaupun energi yang di keluarkan oleh tubuhnya begitu besar tetapi kondisi mereka sangat lemah.

"Pedang pemburu!!!" ucap Lelaki paruh baya tersebut saat melihat sebuah pedang tak jauh dari tubuh mereka.

"Dia adalah Penyihir???" Gumamnya saat melihat tanda di leher Bella.

Ya.. setiap manusia yang memiliki takdir sebagai seorang penyihir akan memiliki semua tanda yang hanya bisa di lihat oleh orang-orang tertentu.

Menyadari jika inilah yang dimaksud oleh nalurinya, lelaki paruh baya tersebut segera menolong Bella dan Atta membawanya ke rumah tinggalnya saat ini.

Slapppp

Dalam sekejap tubuh mereka berdua berhasil di pindahkan kedalam rumah lelaki paruh baya tersebut. Lelaki paruh baya itu juga bisa menggunakan kemampuan teleportasi. Sayang dia tidak bisa kembali ke asalnya walaupun dapat menggunakan teleportasi dengan baik. Lagi-lagi dia akan kembali ke bumi walaupun sekuat tenaga dia berkonsentrasi agar bisa kembali ke negeri asalnya.

Mungkin pikirnya kedua orang yang ditolongnya ini akan bisa membantunya mengembalikan kekuatannya sehingga dia akan bisa kembali ke asal. Keinginannya hanya suatu setelah puluhan tahun terjebak di dimensi manusia atau di bumi, dia ingin kembali ke posisinya dan bertemu dengan belahan jiwanya yang telah lama terpisah.

Atta yang kondisinya masih lebih baik mulai sadar dan berusaha untuk bangun, perlahan-lahan dia melihat sekeliling nya terasa sangat asing. Ini bukanlah kamarnya maupun kamar Bella.

"Siapa yang membawa ku kemari?" gumam Atta.

Atta yang sudah sadar sepenuhnya mulai menyadari jika Bella berada disampingnya dan terbaring tak berdaya.

"Bella bangun Bella..!!!" Atta mencoba membangunkan Bella dengan menggoyang-goyangkan tubuhnya tetapi nihil Bella tidak bereaksi apa-apa.

"Dia tidak akan sadar untuh saat ini. Kondisinya masih sangat lelah apalagi dia telah kehilangan setengah nyawanya untuk membangkitkan mu kembali. Biarkan dia memulihkan diri sendiri jika saatnya tiba dia akan bangun dengan sendirinya," ucap Lelaki paruh baya yang tiba-tiba saja masuk sambil membawakan air minum.

Atta menerima air minum tersebut dan meminumnya, tenggorokan nya yang terasa kering setelah lama tak sadarkan diri.

"Maaf apakah Bapak yang sudah menolong kami?" tanya Atta.

"Hemmm," jawabnya hanya dengan deheman.

Atta memicingkan matanya saat melihat sebuah kalung yang ada di leher lelaki paruh baya tersebut. Atta mengingat-ingat dimana dia pernah melihat kalung dengan bandul khan itu.

"Kau adalah penjaga pintu ke 8????" tanya Atta dengan ekspresi wajah yang tak bisa di jelaskan.

"Ya, aku Vemort sang penjaga pintu ke 8," ucap Lelaki paruh baya tersebut.

"Hah!!!!!"

Terpopuler

Comments

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

✍️⃞⃟𝑹𝑨🤎ᴹᴿˢ᭄мαмι.Ɱυɳιαɾ HIAT

wah seru juga ternyata cerita nya atta kok tahu ya sama pria parubaya itu

2024-05-18

0

🍭ͪ ͩմოí⁰³

🍭ͪ ͩմოí⁰³

modus mu attaa biar apa ya tu🤣🤣

2024-05-17

0

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

🍌 ᷢ ͩ🤎ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ💋•§¢•

man... man.... siluman woii. kalo mau makan itu yang enak makan bakso lho, apa lagi kalo malam2 makan nya abis hujan.. bakso pedas makyossss hehe

2024-05-15

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!