Setelah kepergian dokter Vano,Devan pamit sambil membukukkan badannya karna hari ini ada meeting penting yang harus dihariri oleh Rangga,tetapi keadaan Rangga tidak memungkinkan untuk kekantor jadi Devanlah yang menggantikannya.
Kirana bangkit dari duduknya dan keluar kamar menuju dapur untuk membuat bubur untuk Rangga,setelah selesai Kirana kembali kekamar dengan membawa nampan yang isinya bubur yang dia buat tadi.
Setelah sampai didalam kamar Kirana mengedarkan pandangannya mencari Rangga yang sudah tidak ada ditempatnya, Tak berselang lama Rangga keluar dari kamar mandi dengan wajah pucatnya,Rangga berjalan sempoyongan dan hampir jatuh tetapi Kirana dengan sigap menangkap tubuh Rangga dan membawanya ketempat tidur.
"Maaf tuan saya sudah membuatkan anda bubur."ucapnya kemudian mengambil bubur yang tadi diletakkan di atas nakas samping tempat tidur
''Aku tidak suka bubur." ucapnya datar
"Tapi bubur itu baik untuk kesehatan Tuan muda."ujarnya menahan kesal
"Tetapi aku tidak suka dengan bubur apa kamu tuli?." ucap Rangga ssedikit membentak.
"Kalau tuan tidak makan bagaimana tuan bisa cepat sembuh,sedangkan Tuan harus bekerja."ucapnya kesal karna sedari tadi Rangga terus menolak.
"Baiklah tapi sedikit saja."ujarnya mengiyakan?
Rangga pun makan disuapi Kirana dengan telaten, Rangga memperhatikan Wajah kirana yang begitu dekat dengannya, dan itu membuat Kirana gugup,tak terasa buburnya pun habis,
'Kenapa matanya sangat mirip dengan mata ira?."batin Rangga.
Kirana bangkit dari duduknya dan keluar kamar,sedangkan Rangga masih mematung tak menyadari kalau Kirana sudah tidak ada didepannya,Setelah sadar dari lamunannya Rangga meraih ponselnya yang berdering.
"Ya Halo ada apa?."tanyanya datar.
" Kak aku sudah ada dibandara Kak Rangga mau jemput aku kan?."tanyanya manja.
"Kakak sedang sakit jadi tidak bisa menjemputmu sedangkan Devan sedang Meeting mengantikan kakak."ucapnya menjelaskan.
"Ya sudah Key naik taksi saja, kakak cepat sembuh?."ucap Key mematikan telfonnya dengan kesal pasalnya Rangga sudah berjanji akan menjemputnya.
Sedangkan Rangga mendenggus kasar
pasalnya Keyla langsung mematikan telfonnya tampa izin dulu.
Setelah mematikan telfonnya Keyla memesan taksi online, tak berapa lama taksi yang Keyla pesan pun datang
Key langsung masuk kedalam mobil setelah supir taksi itu memasukkan koper kebagasi mobilnya.
sore Hari Rangga yang sudah fit seperti sedia kala turun menuju dapur mencari Kirana, tetapi Kirana tidak ada disana Rangga bertanya kepada salah satu pelayan tentang keberadaan Kirana.
"Apa kalian melihat nona muda?."ucapnya datar.
"Nona muda sekarang sedang ada ditaman tuan muda mungkin sedang menyiram bunga."jawabnya sambil membungkuk memberi hormat.
Rangga bergegas menuju taman dimana sudah ada Kirana disana sedang menyiram tanaman sambil sesekali tersenyum,Rangga terus memperhatikan Kirana dan tak sadar bawah sedari tadi ada orang yang memperhatikannya.
Seorang gadis cantik menghampirinya san menepuk pundak Rangga,Rangga yang kaget menoleh kearah orang yang menemukannya sedang sang pelaku hanya tersenyum manis kearahnya.
"Kakak sedang memperhatikan apa."tanyanya.
"Key kenapa kamu suka sekali buat kakak kaget."ucap Rangga memelototkan matanya.
"Ya maaf soalnya aku panggil-panggil ngak nyaut."ujarnya membela diri.
"Itu siapa kak manis sekali?"tanyanya sambil melihat Kirana yang sedang menyiram bunga.
"itu kakak iparmu."jawabnya datar.
"A...apa kakak ipar?sejak kapan kakak
menikah kenapa tidak memberitahu Keyla dan kenapa tidak ada resepsinya?."Tanyanya Beruturut-turut seraya manatap Rangga kesal.
"Belum lama, kakak ngak kasi tau kamu atau menyelenggarakan pesta Karna tidak ingin musuh-musuh kakak tau."
"Namanya siapa kak?kakak ketemu dia dimana apa kakak benar-benar mencintainya."Tanyanya berturut-turut.
"tanya saja sendiri?."jawabnya berlalu pergi Keyla yang kesal pun meneriaki kakaknya yang sudah jauh dari nya.
Keyla menghampiri Kirana yang masih sibuk dengan tanamannya,Key langsung menepuk bahu Kirana dan itu membuat Kirana kaget dan langsung mengarahkan selang yang dia pegang kearah Keyla dan berhasil membuat key basah kuyup,Kirana menjatuhkan Selang yang ada ditangannya dan menghampiri Key yang sudah kesal.
"Maafkan saya saya tadi kaget."ucapnya menyesal?
"Kak ipar apa-apaan, beginikah kakak ipar menyambut kedatangan adik iparmu?."ucapan Key membuat Kirana kaget pasalnya dia tidak tau kalau Rangga memiliki seorang adik Kirana pikir Rangga anak tunggal ternyata dugaannya salah.
"Saya minta maaf saya bener-bener tidak segaja."Ucap Kirana.
"Ok."ucap Keyla berlalu pergi meninggalkan Kirana.
Keyla masuk kedalam Rumah sambil menahan kekesalannya.
"Key Kenapa kamu basah kuyup begitu apakah diluar hujan?."tanyanya kepada adiknya.
"Hujan dari hongkong, ini semua karna kakak ipar."jawabnya kesal.
''Emangnya apa yang kamu lakukan padanya?."tanya Rangga.
"Tadi aku hanya menepuk pundaknya berniat menyapanya,tapi aku malah disemprot pake selang."ucapnya dengan kesal.
"Oh."Keyla sangat kesal dengan jawaban Rangga,dengan Kesal Key menaiki tanggal dan menuju kamarnya.
Keyla memang tinggal bersama Rangga Karna saat tinggal bersama orang tuanya Keyla sering ditinggal oleh Tuan winata dan nyonya Winata keluar kota karna urusan bisnis dan itu membuatnya sering kesepian.
Saat Rangga sibuk dengan berkas-berkas yang ada didepannya Rangga kaget dengan suara tembakan yang terdengar dari arah taman.
Dor...
Dor...
Rangga berlari kearah Taman dengan tergesa-gesa,karna Kirana masih ada ditaman.
Saat Rangga Tiba ditaman Rangga tidak melihat Kirana ada disana mungkin Kirana sedang bersembunyi pikirnya.
Rangga hanya melihat seorang pria memakai kacamata dan topeng berdiri ditengah taman yang didampingi oleh beberapa pengawal.
"Untuk apa kamu datang kesini?."ucapnya datar.
"Hy ayolah Rangga apa kamu tidak merindukanku?."tanya pria itu
"Cepat pergi dari sini."ucapnya membentak.
"Aku baru datang Rangga beginikah caramu menyambut tamu pentingmu?."tanya pria bertopeng itu.
"Aku tidak pernah memiliki tamu sepertimu."ucapnya dingin.
"Baiklah Aku datang menemui hanya untuk memberi tau kamu kalau aku sudah kembali dan menghancurkan mu."ucapnya.
Rangga tersenyum tipis mendengar perkataan pria itu Rangga tidak memiliki rasa takut sedikitpun tampa bergerakpun Rangga sudah bisa menghancurkan musuh-musuh nya.
Selain Raja bisnis Rangga adalah Ketua mafia yang sangat kejam dan sadis, tetapi Rangga menyembunyikan identitas dari dunia mafia karna tidak ingin membuat keluarganya cemas.
Rangga hanya dikenal sebagai Raja bisnis Yang kejam tetapi tidak satupun mengetahui kalau Rangga juga menggeluti Dunia Mafia kecuali Asisten pribadinya Karna Devan adalah tangan kanan Dari Rangga.
"Aku akan menunggu hari itu tiba."ucapnya datar.
Ranggapun meninggalkan mereka dengan berjalan santai masuk kedalam Rumah.
.
.
.
.
Halo kakak-kakak jangan lupa like komen dan vote ya.
Autor minta maaf jika banyak kesalahan dalam menulis
karna ini adalah pengalaman pertama bagi Autor.
SALAM SAYANG DARI AUTOR.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Alya Yuni
Trllu sadis si Rangga
2022-10-10
0
Ika Nurhida Azf
lnjut ya thor
2021-07-30
0
Sulastri Sulastri
keren
2021-03-27
0