Rangga masuk kedalam rumah mencari Kirana,tetapi Kirana tidak ada dirumah itu,Rangga mulai khawatir Dia memanggil semua pengawal dan memerintahkan untuk mencari Kirana,semua pengawal menyebar mencari Kirana ada yang mencari ditaman ada yang mencari didalam Rumah, tetapi hasilnya ninil Kirana tidak ada dimanapun,Rangga menuju Ruang kerjanya dan mengecek Cctv dan ternyata Kirana bersembunyi di vavilium tempat tinggal para pelayan saat selesai bekerja.
Setelah mengetahui keberadaan Kirana, Rangga keluar tergesa-gesa menuju vavilium yang ada disampaing Rumah Rangga.
Sesampainya disana Rangga melihat Kirana yang meringkup dengan menutup telinganya Rangga membungkuk mensejajarkan badanya dengan Kirana sambil menyentuh Pundak Kirana.
"Tolong jangan sakiti saya,saya mohon!."ucapnya gemetar.
"Tenanglah mereka tidak akan menyakitimu aku ada disini."ucapan Rangga membuat Kirana mendongak,Kirana langsung memeluk Rangga dengan sangat erat saat tau yang ada dihadapannya adalah Rangga.
"Aku....aku sangat takut mereka akan membunuhku."ucapnya masih dalam pelukan Rangga.
"Aku ada disini tidak seorangpun yang akan menyakitimu aku berjanji."ucapan Rangga membuat Kirana sedikit tenang dan melepaskan pelukannya.
Kirana menundukkan kepadanya tidak ingin menatap Rangga,Kirana sangat malu karna telah memeluk Rangga dengan tidak tau malunya.
Kirana melangkah meninggalkan Rangga Yang masih menahan senyumnya melihat tingkah Kirana yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Dasar gadis bodoh." batin Rangga tersenyum seraya mengikuti Kirana masuk kedalam Rumah.
Sesampainya dikamar Kirana menuju Kamar mandi untuk membersihkan badannya,Setelah selesai Kirana melaksanakan aktivitasnya sebagai seorang muslim,setelah shalat Kirana menyempatkan untuk mengaji.
Rangga masuk kedalam kamar setelah dari Ruang kerjanya,Rangga tertegun mendengar suara Kirana saat mengaji hatinya merasa sangat hangat dengan lantunan ayat suci yang dibaca oleh Kirana.
Setelah selesai, Kirana menyimpan Al-Qur'an dan alat shalatnya, saat hendak berbalik Kirana kaget dengan kehadiran Rangga dikamar itu pasalnya Kirana tidak mendengar kalau ada orang yang masuk kekamar.
"Tuan membuat saya kaget saja.
"ucap Kirana.
"Apa kamu kenal dengan orang tadi."tanya Rangga yang merasa sedikit heran pasalnya dia sangat takut Saat Rangga menghampirinya yanga dikira oleh Kirana adalah pria bertopeng itu.
"S..Saya hanya takut dengan suara tembakan itu tuan."ucapnya Gugup.
Rangga hanya mengangguk mendengar perkataan Kirana,Rangga kemudian masuk kedalam Kamar mandi.
Setelah selesai dengan Acara mandinya Rangga keluar hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya dan Rambut yang masih basah menambah ketampanannya,Kirana yang sedang menyisir Rambutnya Didepan cermin tak sengaja melihat Rangga dari pantulan cermin Kirana memelototkan matanya melihat Rangga yang menurutnya sangat seksi,dengan susah payah Kirana menelan ludahnya melihat tubuh Rangga.
"Kenapa dia kelihatan sangat seksi? apalagi dibagian..... sungguh sempurna ciptaanmu Tuhan. "Batin kirana seraya menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya.
Rangga yang menyadari kalau Kirana sedang memperhatikannya dari tadi tersenyum tipis dan mendekati Kirana.
"Apa kau mau melihatnya dari dekat Nona muda Rangga,karna mungkin kau tidak akan puas jika melihatnya dari jauh dan mencuri untuk memandang tubuhku ini, Aku dengan senang hati memperlihatkannya padamu.
"ucapan Rangga sukses membuat Kirana salah tingkah dan wajahnya bersemu merah karna malu,Kirana megibas-ngibaskan tangannya sambil menunduk menahan malu.
"T...tidak T...tuan saya tidak berniat untuk memandang tubuh tuan saya hanya."ucapan Kirana terpotong,Saat Rangga membisikkan sesuatu tepat didaun telinga Kirana,membuat Kirana merinding mendengarnya.
"Kita bisa melakukannya sekarang jika kau mau."ucap Rangga menahan tawanya melihat wajah pucat Kirana,Kirana memelototkan Matanya saat mendengar ucapan Rangga.
Kirana mendorong tubuh Rangga dan berlari secepat kilat keluar dari kamar itu,Rangga yang melihat tingkah Kirana tertawa terbahak-bahak menurutnya Kirana sangat lucu saat sedang salah tingkah,Rangga seperti mempunyai mainan baru yang sangat menyenangkan pikirnya.
Sedangkan Kirana diruang tamu mengelus dadanya yang berdegup sangat kencang seperti ingin melompat dari tempatnya.
"Ana-ana kenapa kamu harus memandang tubuhnya yang sangat seksi itu,kan ketahuan pemilinknya haaduh bikin malu saja."ucapnya dalam hati sambil mengatur nafasnya karna berlari menuruni anak tangga.
Makan malam pun tiba Keyla sudah ada dimeja makan bersama Kirana.ya Keyla sudah memaafkan Kirana karna Kirana sudah beberapa kali minta maaf padanya dan semua juga bukan salah Kirana pikirnya,mereka mengobrol sambil sesekali tertawa dan tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikannya.
Rangga tersenyum melihat keakraban adik dan istrinya itu,Karna Keyla jarang akrab dengan orang yang baru iya kenal tetapi berbeda dengan Kirana dia bisa langsung akrab dengannya.
Rangga menghampiri kedua perempuan yang masih asik tertawa dengan candaan Kirana.
"Sudah kak aku nanti bisa pipis disini."ucapnya menahan keram diperutnya karna tertawa.
Mereka diam saat Rangga sudah berada didepan meja makan itu,Kirana menunduk saat melihat Rangga karna dia masih malu dengan kejadian tadi sore.
Kirana mengambilkan makanan untuk Rangga setelah itu dia mengambil makanan untuk dirinya,Mereka makan dalam keadaan diam karna peraturan dirumah itu tidak boleh berbicara saat makan.
Setelah makan Mereka berkumpul diruang keluarga membahas Keyla yang akan melanjutkan pendidikannya dikampus yang sudah dipilihkan oleh Rangga,Keyla hanya pasarah mengikuti kemauan kakaknya itu karna dia yakin Rangga akan melakukan yang terbaik untuknya.
"Kak Rangga."panggilnya ragu.
"Ada apa?."jawabnya datar
"Bolehkah kak ipar tidur dikamar ku malam ini?."tanyanya memasang wajah imut.
Rangga mengangkat sebelah alisnya mendengar permintaan adiknya,Sedangkan Kirana pura-pura tidak mendengar percakapan kedua kakak beradik itu dan terus melihat kearah tv,tetapi dalam hatinya dia sangat memohon agar Rangga mengiyakan permintaan adik iparnya itu Karna jujur saja Kirana masih sangat malu jika berhadapan dengan Rangga.
"Kenapa kamu ingin tidur dengan kakak ipar mu."tanya Rangga.
"Tidak apa-apa cuma pengen aja."jawab Key.
"Tapi Kakak juga ingin tidur dengannya malam ini."ucapan Rangga sontak membuat Kirana kaget,dia teringat akan perkataan Rangga tadi sore.
"Kita bisa melakukannya sekarang jika kau mau."
Kirana menggelengkan kepadanya, mengingat kejadian itu, wajah Kirana memerah seperti kepiting rebus.
"Kan kakak bisa tidur dengan kakak ipar sepuasnya setelah malam ini."ucapnya.
"Boleh ya kak, Keyla mohom!!."sambungnya sambil menyatukan kedua tangannya seraya memasang wajah memelas.
"Iya tetapi hanya untuk malam ini."ucapnya datar.
"Jadi boleh nih kak?."tanya Keyla dengan mata berbinar,Rangga hanya menangguk.
"Yehhh."Kirana bersorak, Rangga dan Keyla menatatap heran kearah Kirana,Kirana yang sadar bahwa dia diperhatikan oleh Kakak beradik itu hanya cengegesan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Kakak ipar kenapa."tanyanya heran.
"Gak apa-apa kok."ucapnya sambil menunduk malu.
❤❤❤❤❤❤❤
Hy kakak-kakak jangan lupa like komen and Vote ya !! supaya Autor lebih semangat untuk upnya
jagan lupa kasih saran.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Aini Dwi Aryanto
ini gimn si certanya di awal certa kirana bukan nya gadis pinter beladiri ya...kok ama bunyi tembkn dia kabur si
2021-06-27
0
Aldialdo
jujur thooorrr qu senyum senyum sendiri habis lucu
2021-05-29
1
Sulastri Sulastri
lucu jg nggk tidur sekamar sama suami kok malah girang 😄😄😄
2021-03-27
1