Saat Rangga sampai dikantor Semua karyawan membungkuk memberi hormat,seperti biasa Rangga hanya memasa wajah datar dan cueknya sambil tersus berjalan menuju Lif khusus Coe diikuti oleh Devan.
"Selamat pagi tuan Rangga."sapa seorang gadis cantik dan seksi sambil berdiri dari duduknya, Dia adalah Violin Anestesi, sekretaris pribadi Rangga, yang sudah menyukai Rangga semenjak dia bekerja sebagai sekertaris walaupun Voi pernah mengungkapkan perasannya kepada Rangga, tetapi Rangga tidak pernah tertarik dengan Vio dan itu membuat vio tidak menyerah untuk mendapatkannya,Bisa saja Rangga memecatnya tetapi sangat susah mencari orang secerdas Violin dan Violin juga pernah menolong Rangga, itu semua membuat Rangga berfikir jikalau dia memecat Violin yang sudah berjasa dalam kehidupannya maka dia sudah mengingkari janjinya sendiri.
Rangga melewati Vio tampa menjawab sapaannya dan itu membuat Vio kesal Karna lagi-lagi Rangga tidak menggubrisnya,sedangkan Devan menatap tajam kearah Vio, ya Devan sangat tidak suka pada Vio Karna menurutnya Vio Adalah orang yang menjijikkan, sudah beberapa kali ditolak tetapi dia selalu saja mencari perhatian kepada Rangga.
"Saya harap nona bisa menjaga sikap nona terhadap tuan muda!
"perintahnya sambil melangkah keruangan Rangga yang sudah ada didalam.
"Fuhhhh....dasar Asisten sialan liat saja nanti Kalau aku berhasil membuat Rangga tergila-gila aku akan mendepakmu."ucapnya dalam hati.
Dilain tempat seseorang pria Tampan memasuki area Sekolah menggunakan motor sport warna hitam,banyak yang kagum melihat ketampanannya bahkan tak sedikit perempuan yang menyatakan cintanya tetapi dia menolak karna kakaknya melarangnya untuk pacaran sebelum lulus sekolah,Dia adalah Radit adik dari Kirana hari ini adalah hari dimana dia ujian dia sudah belajar semalaman Rangga ingin mendapatkan nilai terbaik hanya ingin membuat Mama dan kakaknya bangga.
Radit memasuki kelasnya dengan santai dan duduk dibangku yang biasa dia tempati tak lama kemudian siswa berdatangan dan duduk ditempatnya masing-masing tak berselang lama Gurupun datang dan memulai ujian.
Setelah selesai ujian Radit menuju Kantin sambil menunggu jam ke-dua dimulai.
Sedangkan ditempat yang berbeda seorang perempuan cantik sedang menyiram bunga kesukaannya, siapa lagi kalau Bukan Nyonya Rangga yaitu Kirana,Selama menikah Kirana selalu sibuk ditaman Karna Rangga melarangnya untuk pergi bekerja, alasannya Nanti bisa merusak reputasinya sebagai seorang pebisnis nomor satu dikota itu,Dan Kirana tidak membantah sama sekali karna takut membuat suaminya marah dan membalasnya kepada mama dan adiknya.
Kirana menyudahi Acara menyiram tanamannya dan kembali kedalam rumah,Saat Kirana ingin menuju kamarnya dia tak sengaja melihat ruangan yang terbuka,Kirana ingin mengabaikannya tetapi rasa penasaran lebih besar,Kirana memasuki ruangan itu dan terkagum-kagum melihat Isi ruangan itu,Kirana meraih Pistol yang ada disampingnya dan menembakkan kearah dinding yang dia tau tempat latihan Suaminya, ya ruangan itu adalah ruangan senjata Rangga yang hanya bisa dimasuki oleh Rangga dan Devan
bahkan untuk membersihkan ruangan itu Rangga menyuruh orang kepercayaannya dibagian senjata,Kirana berjalan menyusuri ruangan itu sambil melihat-lihat apa saja yang ada didalamnya,setelah puas Kirana keluar dan menuju kamarnya.
"Untuk apa Rangga menyimpan senjata sebanyak itu?."Kirana membatin.
Sore haripun tiba Kirana menuju dapur untuk mengambil air putih lalu meminumnya setelah itu dia duduk dia ruang tamu sambil menunggu kedatangan Rangga, tak berselang lama menunggu, Rangga pun datang Dan Kirana menuju pintu yang sudah ada pelayanan yang berbaris menunggu sang tuan datang Setelah Rangga masuk kedalam rumah, semua pelayan membungkuk memberi hormat,Kirana mengambi tangan suaminya lalu mencium punggung tangan Rangga.
"Selamat datang tuan."ucapnya sambil tersenyum manis kearah Rangga.
Rangga hanya cuek tidak menanggapi sapaan Kirana,Kirana mendengus kesal,Kirana mengikuti Rangga yang menuju kekamarnya.
Bugkk....... Kirana mengelus kepalanya yang terbentur di punggung Rangga.
"Kenapa Kamu menabrak ku"tanyanya sambil berbalik menatap Kirana dengan pandangan marah.
"Tuan sendiri yang berhenti secara tiba-tiba."ucapnya membela diri.
"Kau menyalahkan Aku?."Tanya Rangga.
"B.....Bukan begitu tuan, tadikan Tuan berhenti mendadak jadi saya tidak menyadarinya."ucap Kirana menggigit bibir bawahnya.
"Itu sama saja kamu menyalahkan ku."ujarnya sambil melangkah meninggalkan kirana yang sudah mengumpat karna kesal.
"Kan memang dia yang salah, kenapa kaya aku yang bersalah sih, Ana Ana kamu jangan lupa bahwa dia adalah raja disini semua yang dia katakan adalah kebenaran,menjengkelkan." umpatnya dalam hati?
Setelah makan malam Rangga menuju ruang kerjanya sedangkan Kirana memilih untuk kembali kekamar setelah membantu pelayan membersihkan meja makan walaupun pelayanan sudah melarangnya tetapi Kirana tetap membantunya.
Diruang kerja, Rangga sedang fokus melihat file-file yang sudah dikirim oleh asisten pribadinya Tetapi Rangga teringat akan Cctv dan langsung mengeceknya, Rangga seketika naik darah setelah melihat rekaman Kirana memasuki Ruangan yang menurut pelayan sangat sakral untuk dimasuki oleh siapapun kecuali sang empuh pemilik ruangan dan Devan.
Rangga menuju kamar dengan tangan terkepal.
Brakk......Rangga membanting pintu kamar dengan sangat keras dan itu membuat yang didalam terlonjat kaget,Rangga menghampiri Kirana dan langsung mencengkeram leher Kirana.
"Berani sekali kamu masuk keruanganku tampa seizin dariku."teriakan Rangga membuat badan Kirana gemetar hebat.
"Maafkan saya tuan."ucap Kirana menahan rasa sakit dibagian lehernya karna Rangga mencengkeram dengan sangat kuat.
"Kau akan mendapatkan hukuman yang aku yakin kau tidak akan berani masuk kedalam sana."ucapnya dengan penuh amarah.
Rangga berlalu dari hadapan Kirana menuju Kolam renang,Rangga berteriak kesana kemari memanggil pelayan.
"Siapkan es batu sebanyak-banyaknya lalu masukkan kedalam kolam renang."teriaknya kepada pelayan.
Para pelayan pun menjalankan perintah Rangga untuk menyiapkan es batu dibenaknya mereka bertanya-tanya kenapa tuannya menyuruh mereka menyiapkan es batu lalu memasukkannya kekolam renang.
..
..
.
.
.
.
Hy kakak jangan lupa tinggalkan jejak ya supaya Autor lebih semangat lagi dalam menulis.
Maaf kalau ceritanya membosankan untuk kalian para pembaca Karna Autor pendatang baru dalam dunia menulis
Jangan lupa vote yang banyak
terima kasih sudah setia membaca walaupun ceritanya sedikit ngebosenin Kalian.
SALAM SAYANG DARI AUTOR.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Nur fadillah
Sedihnya Kirana...
2023-01-10
0
Ika Nurhida Azf
8stress brat...kessel ak...!
2021-07-30
0
Porman Siahaan
thorrr jgn buat ranggax terlalu kejam, kashan kiranx
2021-07-22
0