Setelah selesai makan Rangga bergegas untuk kekantor tetapi saat ingin melewati pintu rumah Kirana menahannya dan mengambil tangan Rangga lalu mencium punggung tangan Rangga,Rangga yang mendapat perlakuan seperti itu hanya tertegung.
"Selamat bekerja suami."ucaonya tersenyum manis,Rangga yang sudah sadar dari lamunannya hanya memasang wajah datar dan berlalu meninggalkan Kirana,Kirana melambaikan tangannya saat Rangga sudah masuk kedalam mobil dan perlahan meninggalkan Rumah bak istana kerajaan itu.
"Aku berjanji tuan muda Rangga Putra Winata bahwa aku Kirana Silfia Amran Akan merubah sikap dinginmu itu,semangat."ucapnya memberi semangat kepada dirinya.
****
Di dalam mobil Rangga terus memikirkan sikap Kirana terhadapnya,Devan yang memperhatikan bosnya itupun Heran karna sedari tadi Rangga melamun biasanya bosnya itu akan selalu sibuk dengan laptopnya tetapi sekarang Rangga terlihat berbeda dari biasanya,tampa mereka sadari dari tadi mereka sudah diikuti oleh beberapa mobil hitam dibelakang mereka,dan pada saat mobil Rangga melewati jalan sepi dia dihadang oleh mobil yang mengikuti mereka sejak tadi,Rangga yang menyadari kalau mobil berhenti mengalihkan pandangannya kepada asisten pribadinya,Devan yang mengerti pandangan tuan mudanya memberi tau kalau mereka sedang dihadang,dan barulah Rangga mengalihkan pandangannya keluar mobil dan benar saja di Sana sudah banyak mobil yang menghadang mobilnya,Rangga dan Devan saling lempar pandang dan tersenyum menyeringai entah apa yang ada didalam pikiran mereka.
"Tuan tunggu saja dimobil biar saya membereskan ini"ujarnya ingin turun
tetapi Rangga Justru menahannya.
"Aku juga akan turun sudah lama aku tidak bermain hal seperti ini."ucapnya tersenyum menyeramkan.
Mereka Turun bersama,dan sudah dikepung oleh orang yang sedari tadi mengikutinya, Rangga bersandar dijob mobilnya.
"Apa yang kalian inginkan."Devan mengeluarkan suaranya dengan menatap tajam kearah mereka.
"Kami menginginkan nyawa dia.
"ucapnya sambil menunjuk Rangga lalu tersenyum.
Rangga yang mendengar itupun hanya tertawa menakutkan dan itu membuat sebagain dari mereka merinding sedangkan Dev sudah tersulut emosi karna mendengar mereka menginginkan tuannya.
"Kalau begitu Langkahi dulu mayatku".ucap Dev sambil mengeluarkan pistol yang ada saku jasnya.
Mereka mulai menyerang Dev tetapi tidak satupun yang berhasil menyentuh kulitnya sedikitpun sedangkan sebagian dari mereka sudah tepar bahkan ada yang sudah tidak punya nyawa,Rangga juga sudah bosan melihat aksi Devan yang menurutnya lama,Dia mengambil pistolnya dan menembak mereka satu persatu.
Dorr...
Dorr....
Dorr...
Semuanya habis ditangan Rangga dan Devan tampa terluka sedikitpun,karna mereka sudah sering melakukannya bahkan ini adalah makanan sehari-hari mereka disaat mereka mulai merintis usahanya sendiri.
"Bereskan semua ini Dev dan cari tau siapa dibalik semua ini." ucapnya sambil meninggalkan Devan yang sedang menelpon seseorang,setelah menelfon Devan menyusul Rangga kemobil dan melajukan mobilnya. kekantor,sesampainya dikantor Dev turun dan membukakan Rangga pintu mobil,saat Rangga masuk kekantornya
semua karyawan menyapa dan membungkukkan badannya memberi hormat,Rangga hanya memasang wajah dingin dan cuek sambil terus berjalan tampa menghiraukan Sapaan dari para Karyawannya,para karyawan. memaklumi sikap bosnya karna sudah terbiasa,Saat sudah duduk Di kursi kebesarannya Rangga mendapatkan telfon dari adiknya yang sekarang ada di Amerika.
"Halo ya ada apa?."tanyanya malas karna dia sudah bisa membaca apa yang adiknya inginkan.
"Halo kakakku sayang,Kak Rangga apa kabar."Tanyanya antusias.
"Langsung saja jangan bertele-tele kakak sedang banyak pekerjaan."ujarnya dan membuat Keyla terkekeh karna kakaknya bisa menebak apa yang iya ingin sampaikan.
"Kak aku mohon ijinkan Keyla melanjutkan pendidikan dikota kita saja Keyla tidak betah disini kak,Keyla sangat merindukan mama dan papa."ucapnya dengan suara terdengar memelas.
"Kenapa kamu ingin melanjutkan pendidikan di sini bukan kan disana menyenangkan?."Tanyanya.
"Iya kak disini memang menyenangkan tetapi aku sekarang ingin melanjutkan pendidikanku di Kota kita saja supayanya aku bisa dekat dengan kalian. "ucapnya penuh harap.
"Baiklah terserah kamu saja nanti kakak akan memberi tau Devan untuk mengurusnya."ucapnya.
"Terima Kasih kak, kakak yang terbaik kalau begitu aku beres dulu ya kak !! aku sayang kakak ." katanya sambil mengakhiri telponnya.
"Dev keruanganku sekarang juga."perintahnya.
Tok..tok..tok pintu ruangan diketuk dan setelah mendapat izin dari sang empuh (pemilik Ruangan )Devan pun masuk.
"Apa anda membutuhkan sesuatu tuan." tanyanya setelah membungkukkan badannya memberi hormat.
"Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang kejadian tadi."tanyanya masih fokus melihat berkas-berkas yang ada dihadapannya.
"Sudah tuan muda,Mereka adalah Suruhan Tuan Beri santoso pemilik perusahaan minyak yang 3 bulan lalu bangkrut karna mencoba melawan kita."ujarnya memberi penjelasan kepada Rangga.
"Kau tau apa yang harus kau lakukan Dev, dan urus kepindahan Keyla kesini masukkan dia kekampus yang sama dengan Radit ."ucapnya menatap Asiatennya itu.
"Baik tuan muda."ucapnya.
*******
Sedangkan ditempat lain Kirana sedang menyiram tanaman yang ada di pekarangan rumah Rangga dia sendiri yang meminta untuk merawat bunga-bunga yang ada disana selagi dia tidak bekerja,Kirana begitu gembira saat menyiram bunga-bunga ini,Dia kembali teringat kepada orang yang sudah ia cintai sejak kecil entah kemana dia sekarang pikirnya.
"Whaaaa...."
"Apa-apaa sih kak bikin kaget aja."ucapnya pada pria tampan yang ada didepannya.
"Hahaha maaf habisnya kamu lagi ngelamun melulu."ucap pria tampan itu kepada Kirana.
"Ooiya kak, kenapa kakak ada disini pasti kabur lagi kan??."tanyanya sambil Menggelengkan kepalanya,Karna pria kecil itu selalu saja kabur dan menemuinya.
"Habisnya aku minta izin tidak dibolehin ya kabur aja."ucapnya cengengesan.
"Aku punya sesuatu untuk kamu,tunggu sebentar ya!!."ucapnya pada Kirana dan berlari meninggalkan Kirana,tak lama kemudian diapun datang dengan setangkai bunga mawar putih ditangannya dan memberikan kepada Kirana dengan posisi berjongkok,orang-orang yang ada disana sangat iri melihat kedua bocah kecil itu,Kirana mengambil Bunga itu ditangan Rangga sambil memberikan senyuman termanisnya.
"Manis banget sih pria kecil itu." sahut salah satu wanita berambut ikal yang ada disana.
"Mau donk,tapi siapa yang mau ngasih??orang gue jomblo." ucap wanita berambut pendek.
"Masa kamu kalah sih sama anak kecil?? selama kita pacaran kamu gak pernah kasi aku hadiah." ucapnya sambil menatap kekasihnya.
"Apa kamu bilang? aku ngak pernah kasih kamu hadiah terus tas yang harganya lebih 2 juta, itu mk up, cincin kalung sama motor siapa yang beliin." ucapnya pada kekasihnya.
"Jadi kamu ngak ikhlas kasi itu semua buat aku?? yaudah kalau gitu kita putus!! jangan pernah temuin aku lagi."ujarnya sambil melangkah pergi.
"Dengan senang hati nona." ucapnya sambil tersenyum dia memang sudah lama ingin putus karna pacarnya itu selalu minta ini itu dan itu membuat ATMnya terkura.
Rangga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Nur Lizza
waouuu keren
2021-02-11
1
Dera_hun_love
nih baru tuan muda oh sehun ku... hihihihiii
semangat lg bacanya
2021-02-10
2
Liindaa Linndutt Atja
uwuwww
2021-02-01
1