Setelah selesai mandi Kirana menuju meja makan, disana sudah ada mama dan adiknya,Radit terus menatap kakaknya itu dengan pandang membunuh, Kirana yang menyadari tatapan adiknya hanya membuang pandangan seolah-olah dia tidak tau apa-apa.
"*Ayo sayang mulai makan." ucap sang mama kepada anak-anaknya.
"Iya ma. "jawab mereka bersamaan*
mereka pun makan tampa bicara karna mama menasehati mereka bahwa tidak baik makan sambil berbicara hasehat itu selalu mereka terapkan dimanapun mereka berada, setelah makan mereka duduk diruang tamu sambil berbincang-bincang sebelum mereka beristirahat.
"Kak bagaimana uang untuk semester Radit apa udah ada." ? tanyanya pada Kirana.
"Iya udah ada tapi kakak kasi kamu besok ya?." jawabnya.
" Iya kak, makasih ya kak, nanti Radit juga akan cari kerja, kalau udah pulang sekolah." ujarnya sambil menatap kakaknya.
"Gak boleh dit, kamu fokus belajar saja biar kakak yang kerja, kakak ngak mau kamu berhenti sekolah." ucapnya sambil menatap adiknya cukup dia saja yang berhenti dari kuliahnya karna biaya
memang dulu Kirana sempat kuliah namun saat dirinya memasuki semester terakhir Kirana berhenti kuliah karna saat itu ibunya jatuh sakit dan membutuhkan biaya yang lumayan besar.
"*M*aafkan mama ya sayang seandainya mama gak sakit mungkin kamu sudah menyelesaikan kuliahmu dan mungkin kamu sudah bekerja dikantor seperti teman-teman kamu."sesalnya sambil menunduk airmatanya lolos menyapu pipi mulusnya.
Kirana langsung menggengam tangan mamanya,karna dia tidak ingin melihat mamanya bersedih cukup mamanya tersenyum saja sudah membuat kebahagiaan tersendiri baginya.
"*Ma Kirana nggak pernah menyesal melakukan semua itu kok Kirana ngak mau kehilangan mama, mama dan Radit adalah kebahagiaan Kirana ma."ucapnya masih menggenggam tangan mamanya.
"Makasih ya sayang." ucapnya tulus sambil bebelai rambut anaknya.
"Sama-sama ma." jawabnya sambil tersenyum tulus kepada mamanya*.
****
Sedangkan dikediaman keluarga winata
setelah selesai makan malam Rangga diminta untuk menemui mama papanya diruang keluarga,karna Rangga sangat jarang berkumpul bersama keluarganya mereka hanya bisa bertatap muka dengan Rangga saat dimeja makan saja karna Rangga selalu sibuk dengan pekerjaannya.
"Ngga mama mau bicara serius sama kamu."ucapnya sambil menatap putranya.
"Mama mau ngomongin apa sama angga?." tanyanya.
"Mama pengen kamu segera menikah ngga!"ucapnya pada sang mama.
''Ngga sampai kapan kamu seperti ini terus ? umur kamu udah ngak mudah lagi Ngga mama cuma mau yang terbaik buat kamu, untuk apa kamu nunggu gadis kecil kamu itu, belum tentu kalian bisa bersama, sampai saat ini juga kamu belum bisa temuin dia, siapa tau dia udah bersuami." ujarnya.
Sedangkan papa Rangga hanya diam mendengarkan pembicaraan antara ibu anak tersebut,Karna walaupun dia mengeluarkan pendapat pasti tidak akan diterima oleh kedua orang tersebut.
"Cukup ma, Rangga yakin bahwa Ira akan nunggu Rangga karna kami sudah berjanji untuk bersama, dan Rangga akan temuin Ira." ucapnya sambil berdiri dari posisi duduknya dan pergi meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamarnya.
*****
Setelah sampai dikamar Rangga menuju laci yg ada disamping tempat tidurnya, dibukanya laci tersebut dan diraihnya foto seorang gadis kecil yang tersenyum riang kearah kamera.
"Ra kamu dimana? aku sangat merindukanmu sayang tolong kembalilah ! aku harus cari kamu kemana lagi ?." ucapnya lirih sambil mengelus foto gadis kecilnya, tampa didiuga cairan bening lolos menyapu pipi mulusnya.
********
Sedangkan dikamar, seseorang wanita selalu bersin-bersin.
"Aahhhhcinnn.... aacchinnnn, siapa sih iseng banget mikirin gue?."ucapnya kesal karna dari tadi bersinnya ngak berhenti.
"Apa Lee minho yang lagi mikirin gue ya?? ."tanyanya sambil terkekeh sendiri dengan pikirannya, ya ampun Ra...Ra pede amat sih loh? ucapnya.
Setelah acara bersin-bersinnya usai wanita cantik itupun menarik selimut sampai menutupi dadanya dan berusaha untuk terlelap, tak butuh waktu lama gadis cantik itupun tertidur dengan pulasnya.
*****
"*Selamat tidur sayang semoga kamu mimpi indah, aku sangat mencintaimu Ra." ucapnya sambil mencium foto gadis kecilnya,Ranggapun tidur sambil memeluk foto tersebut .
❤❤❤❤❤❤❤*
Dipagi hari, pria tampan tampak mengerjap-ngerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk melalui jendela kaca, sambil mengumpulkan kesadarannya.
"Selamat pagi sayangku apa kamu tau aku sangat mencintaimu? aku sangat merindukanmu, apa kau juga merindukanku ?." ucapnya sambil mencium foto gadis yang sangat dia cintai, Siapa lagi kalau bukan Rangga Putra Winata, laki-laki itu bangkit dan meletakkan kembali foto gadisnya ke laci, setelah itu dia pergi kekamar mandi, karna hari ini hari minggu Rangga berencana ketaman tempat dimana dia sering bertemu dengan Gadisnya.
**********
Disinilah Rangga ditaman yang penuh kenangan dengan kekasih kecilnya,semua kenangan yang ada disana sewaktu kecil tergian dimemorinya.
"Kak tangkap aku kak!."suruhnya sambil berlari.
" Awas kamu ya !! sini kamu sini." serunya sambil mengejar gadis kecil yang berusaha lari darinya.
" Aahahaha ampun kak !! geli." serunya sambil terus tertawa karna rasa geli yg menyerangnya karna gelitikan dari orang yang dipanggil kakak tersebut.
" Kak aku mau es krim." ucapnya sambil menunjuk penjual es krim tak jauh dari mereka.
Tunggu disini biar kakak yang belikan "ucapnya sambil berlalu pergi.
******
"Ini tuan putri." ujarnya sambil mengulurkan es krim kepada gadis kecil itu.
"Terima kasih kak." ucapnya tulus sambil mengambil es krim itu dan memakan nya.
"Sama-sama."jawabnya sambil mencomot es krim yg dia pegang.
"Mau coba punyaku ngak ? ini enak banget loh." ucanya sambil menyodorkan es krimnya.
Gadis tersebutpun mencoba es krim yang disodorkan kepadanya, tetapi pria kecil itu dengan sengaja menggerakkan tangan hingga es krim itu mengenai hidup gadis kecil itu hingga belepotan.
"Hahaha muka mu sangat lucu mirip badut." ucapnya sambil tertawa.
Gadis kecil itu hanya menatap kesal kepada pria kecil karna sudah mengerjainya, senyum manis terbit dari bibir gadis itu, tampa aba-aba gadis itu langsung menyodorkan es krimnya kemuka pria yang masih tertawa terpingkal-pingkal.
"Hahahaha rasakan pembalasanku wlekk." mengjulurkan lidahnya sambil berlari.
"Hy tunggu !!dasar gadis nakal, awas kamu yaa." ujarnya sambil mengejar gadis itu
Merekapun main kejar-kejaran..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Ika Nurhida Azf
pasti ira itu kirana...he...he...sok tw ye thor
2021-07-30
0
Gilang Hamzah
Ira dan Kirana org yg sama y kak😁
2021-07-10
0
Sulastri Sulastri
lanjuttt
2021-03-27
1