Setelah bersiap-siap untuk kekantor Rangga menuruni tangga dan menuju meja makan dikuti oleh kirana,setelah Rangga duduk Kirana ingin mengambilkan makanan untuk Rangga tetapi dia menolak.
"Tidak usah aku bisa sendiri,aku tidak ingin makanku beracun karna kamu sentuh."ucapnya sambil mengambil makanan.
"Emangnya tangan aku mengandung racun?? dasar iblis."ucapnya dalam hati.
"Kamu mau sampai kapan berdiri disitu temani aku makan."ujarnya tampa mengalihkan pandangannya dari makannya.
" B...baik tuan." ucapnya gugup sambil duduk dan mengambil makan dan melahapnya tampa menatap Rangga.
Selesai makan Rangga menuju kantor karna hari ini dia akan Rapat dengan para pemegang saham, didepan pintu sudah ada Devan yang menunggunya.
"Selamat pagi tuan semoga hari anda menyenangkan."ucapnya sambil membungkukan badannya,Rangga hanya mengganguk dan masuk kedalam mobil yang sudah dibukakan oleh Devan,setelah Rangga masuk kedalam mobil Devan segera menyusul dan melajukan mobilnya menuju kantor,sedangkan Kirana hanya berdiam diri dirumah dia belum pergi ke toko kue karna belum meminta izin kepada Rangga, Kirana menyusuri taman bunga yang ada dipekarangan rumah Rangga dan berhenti dikursi yang ada disana Kirana menjatuhkan bobot tubuhnya dikursi yang ada di belakangnya.
"Kenapa tuan Rangga menyiksaku hanya karna mataku mirip dengan mata kekasihnya itu."ucapnya lirih dan menunduk.
"Kak aku merindukanmu, sekarang kamu dimana ?? apa kamu gak akan marah kalau tau aku sudah menikah, atau apa mungkin kamu sudah menemukan pengganti aku makanya kamu ngak pernah cari aku ?? padahal aku sudah menjaga hati aku untuk kamu selama ini kak, apakah kamu sudah melupakan janji kita kak ??. "gumamnya dalam hati.
Sorepun tiba Kirana hanya diam ditaman sedari tadi, pelayan datang dan memberi tau kalau sebentar lagi Rangga akan pulang dan Kiranapun bangkit dari duduknya dan kembali kerumah untuk menyambut kedatangan suaminya,setelah menunggu sekitar 5 menit, Rangga akhirnya datang,setelah turun dari mobil Rangga segera masuk kedalam rumah dan sudah melihat Kirana ada disana bersama para pelayan setelah Rangga ada didepan Kirana dengan sikap Kirana meraih tangan Suaminya dan langsung menciumnya Rangga yang terkejut dengan perilaku Kiranapun tidak marah.
"Selamat sore tuan anda pasti lelah saya akan membuatkan jahe hangat untuk tuan."ucapnya sambil tersenyum dan itu membuat Rangga terpana dengan kecantikan Kirana hanya dengan tersenyum.
"Hmm."Jawabnya berlalu meninggalkan Kirana.
"Apa dia akan rugi kalau menjawab panjang ?menjengkelkan."batinnya sambil menuju dapur dan membuat minuman jahe untuk Rangga.
Setelah Selesai membuat minuman hangat untuk Rangga, Kirana langsung menuju kekamar,sesampainya dikamar Kirana langsung masuk dan mendapati Rangga sedang duduk bersandar diranjang Kinzetnya Kirana mendekatinya dan memberikan jahe hangat buatannya kepada Rangga,Rangga menerimanya dan langsung meminumnya entah kenapa dia tidak marah dengan perlakuan Kirana terhadapnya mungkin efek capek pikirnya.Setelah selesai Ragga langsung berbaring karna hari ini dia sangat lelah
Kirana dari tadi terus memperhatikan Rangga mulai masuk sampai tertidur.
"Sedang tidur aja tampannya ngak ketulungan aduh ana kamu apa-apaan sih walaupun dia tampan tetapi dia itu iblis ana. "ucapnya dalam hati sambil geleng-geleng kepala.
"Apakah kau begitu terpesona melihat ketampananku nona."ucapnya dengan mata terpejam,Kirana yang ditanya seperti itu gelagapan karna kepergok oleh Rangga.
"Maaf tuan saya tidak bermaksud untuk seperti itu saya hanya."ucapnya terpotong saat Rangga memotong pembicaraannya.
"Hanya apa? hanya malu mengakui kalau suamimu ini sangat tampan."ucapnya masih dalam posisi yang sama memejamkan matanya.
"Maaf tuan saya ingin kedapur memasak untuk makan malam." ucapnya tidak ingin selalu dipojokkan oleh Rangga.
Setelah Kirana keluar Rangga membuka matanya sambil bergumam " dasar wanita bodoh." ucapnya tersebut tipis, Sedangkan Kirana Didapur berdebat dengan pelayan pasalnya Kirana ingin membantu tetapi pelayan berusaha menolaknya karna tidak ingin Tuannya marah apabila nona muda ikut membantu mereka.
"Maaf nona sebaiknya nona istirahat saja dikamar biar kami yang memasak kalau makan malam sudah siap saya akan memanggil nona muda dan tuan muda."ucapnya pada Kirana.
"Tidak apa-apa bi saya bosan dikamar terus, tidak ada yang bisa dikerjakan biarkan aku membantu kalian."ucapnya.
"Maaf nona muda tetapi ini pekerjaan kami para pelayan"ucapnya memohon dan hanya dianguki oleh para pelayan lainnya karna mereka sangat takut kalau sampai Tuan muda mereka marah kalau nona muda membantu mereka.
"Tidak masalah aku juga bisa memasak dan tidak akan mengganggu kalian aku janji."ucapnya memelas.
"Saya mohon nona jangan persulit kami,kami tidak ingin berhenti bekerja nanti tuan bisa marah kalau tau nona muda membantu kami." ucapnya berharap Kirana mau mendengarkannya.
"Baiklah aku tidak akan membantu kalian, tapi tidak masalah kan kalau aku disini?? aku sangat bosan. "ucapnya sambil berjalan kesalah satu kursi yang ada didapur.
"Baiklah nona jika ingin sesuatu katakan saja pada kami."ucapnya sambil tersenyum ramah.
Para pelayan melanjutkan acara memasaknya yang sempat tertunda karna nona muda yang ingin membantu mereka memasak,para pelayan memasak dengan gugup pasalnya Kirana memperhatikan mereka dari tadi.
"Apa kalian sudah lama bekerja disini."tanyanya sambil memperhatikan mereka memasak.
"Sudah nona kami bekerja bersama Tuan mudah hampir 3 tahun. " ucap salah satu pelayan disana.
"Wah sudah lama ya terus apa saja kegiatan yang dilakukan Tuan muda Rangga saat weken."ucapnya masih memperhatikan mereka.
"T....tuan saat weken bekerja dirumah nona."ucapnya gugup.
"Apa dia tidak capek terus-terusan bekerja."ucapnya dalam hati.
Setelah bosan didapur memperhatikan mereka memasak Kirana melangkahkan kakinya menuju kekamar untuk membersihkan diri sebelum dia makan malam karna sedari tadi dia belum mandi,saat sudah berada dikamar Kirana kaget melihat Rangga yang baru keluar dari kamar mandi telanjang dada dan hanya memakai handuk yang dililit dipinggangnya.
"Aaahhhh."teriaknya sambil berbaik badan,Rangga yang melihat itu hanya terkekeh dengan tingkah Kirana yang menurutnya sangat aneh.
"Maafkan saya tuan saya tidak tau kalau tuan sedang mandi."ucapnya masih membelakangi Rangga,sedangkan Rangga masuk keruangan ganti,setelah Rangga masuk kedalam ruang ganti Kirana menghela nafas lega karna dia terlepas dari situasi yang menurutnya gila.
"Fuhh kenapa aku masuk saat situasinya tidak tepat sih dasar ana."gerutunya sambil masuk kedalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan semua Ritualnya Kirana duduk disofa dan meraih hpnya melihat grupnya Karna semenjak menikah Kirana tidak pernah masuk kerja dan itu membuat para karyawannya bertanya-tanya kemana bosnya pergi,sedangkan Rangga saat ini berada diruang kerjanya mengecek semua file-file yang dikirimkan oleh Devan asisten pribadinya..
.
.
.
.
.
.
Maaf ya kakak-kakak aku pendatang baru jadi kalau banyak kesalahan
mohon dimaklumi jangan lupa kasi saran ya kak supaya aku bisa memperbaiki kesalahan aku dalam menulis.***
Salam dari autor.😊😊
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Porman Siahaan
thot jgn buat si ranggax kasar dgn kirana, tp meraka saling mencari padahal meteka sangat dekat dan sdh pasutri
2021-07-22
0
Sulastri Sulastri
kan bisa aja nama ira itu diambil dari kirana nggk jelas bnget itu 😠mana kejam lagi 😠
2021-03-27
1
Helma Roza
nanti dia menyesal.
2021-02-13
1