"Ira kenapa kamu suka sekali dengan bunga mawar warna putih??." tanyanya sambil menatap wajah Kirana.
"Karna kata mama warna putih itu melambangkan kebaikan ketulusan dan kelembutan dan semoga aku bisa seperti Bunga mawar putih."ucapnya sambil tersenyum.
"Maaf nona ini saatnya makan siang."Ucap pelayan dan berhasil menyadarkan Kirana dari lamunan.
"Ehh Maaf iya saya akan segera makan siang."ucapnya dan menaruh selang yang ada ditangannya ketempat dimana dia mengambilnya tadi.
Setelah makan siang Kirana memilih menonton tv diruang keluarga sambil melihat grup toko kuenya.
tak lama kemudian dia tertidur dengan hendponnya Yang hampir terjatuh dan saat itu pelayan datang dan mengambil benda pipih itu dan meletakkannya di meja yang ada disana.
Saat sore hari Kirana terbangun dan kaget karna Rangga sudah berdiri disampingnya dan menatapnya dengan tatapan membunuh.
"Hy suami Kirana. "ucapnya tersenyum paksa dia takut kalau Rangga akan marah padanya, Tetapi ternyata Rangga tidak marah.
"Kalau mau tidur pindah kekamar."ucapnya berlalu pergi.
Kirana mengelus dadanya Karna berfikir kalau Rangga akan menyakitinya lagi,Kirana berjalan menaiki anak Tangga, saat sampai dikamar Kirana melihat Rangga yang baru keluar dari kamar mandi tetapi masih dengan pakaian yang sama saat dia pulang itu berarti dia belum mandi pikirnya,Kirana duduk disofa sambil melihat kearah Rangga.
" Maaf tuan apa perlu saya buatkan jahe hangat?."tanyanya.
" Apa perlu kamu disuruh dulu baru melaksanakan Kewajibanmu sebagai istri??."ucapnya sedikit membentak.
"Maaf Tuan muda saya akan segera membuatnya."ujarnya sambil keluar dari kamar itu.
"Apa dia tidak bisa bicara baik-baik ?
iya istriku yang cantik terima kasih
fhuu.... mengkhayal saja kamu ana,apa mungkin dia lagi pms kali ya?."batinnya terkekeh sendiri dengan pikirannya.
Setelah membuat jahe hangat,dia kembali kekamar dan memberikannya kepada Rangga yang ada disofa sedang mengecek Berkas-berkas yang diberikan oleh Devan, dan Kirana tersandung sebelum minuman itu sampai ditangan Rangga dan membuat minuman itu tumpah mengotori berkas-berkas yang ada didepan Rangga,Kirana seketika kaget saat tangan Rangga menyentuh pipi mulusnya dan.
Plakk.....satu tamparan berhasil mendarat dipipi Kirana.
"Apa kamu tidak bisa tidak membuat kekacauan sekali saja Ha?."bentakan Rangga berhasil membuat Kirana menitikan air matanya.
"M..maafkan saya tuan muda saya tidak sengaja melakukannya."ucapnya sambil menunduk dalam penuh sesal.
"Kamu memang tidak becus menjadi istri."bentak Rangga penuh amarah dan berlalu keluar dari kamarnya menuju ruangan kerjanya.
"Ana kamu ceroboh banget sih !!
kenapa pake kesandung segala?."batin kirana sambil menghapus air matanya.
Saat Rangga kembali ke kamar dia melihat Kirana tertidur dengan keadaan menggigil, Rangga mengankat Tubuh ramping Kirana dan membaringkannya diranjang yang sama dengannya,setelah menyelimuti Kirana Ranggapun membaringkan tubuhnya disamping Kirana dan tertidur.
Pagi harinya saat Kirana menggeliat dia merasakan berat dibagian perutnya saat dia sudah benar-benar bangun Betapa kagetnya Kirana saat mendapati dirinya yang dipeluk erat oleh Rangga, itu pun mereka tidur satu ranjang.
"Kenapa aku bisa tidur disini? tadi malam kan aku tidur disofa gak mungkin kan kalau Rangga yang angat aku ke sofa." batinnya berusaha untuk bangun tetapi pelukan Rangga sangat erat dan itu membuat Kirana gagal.
Kirana akhirnya tertidur kembali dengan posisi yang masih dalam pelukan Rangga,Tak berapa lama kemudian Ranggapun bangun dan melihat Kirana yang begitu dekat dengannya tampa sadar Rangga mencium kening Kirana dan itu membuat Kirana bangun,Rangga tidak ingin ketahuan kalau dia telah mencium Kirana pun langsung mendorongnya hingga.
Bug..... Kirana terjatuh dari atas ranjang karna didorong oleh Rangga dan membuat Kirana mengaduh.
"Aduh tamat pinggang gue."ucapnya sambil mengelus pinggangnya Karna sakit.
Kenapa kau tidur diatas ranjangku ha?." bentak Rangga kepada Kirana sambil menatapnya dengan pandangan membunuh.
"Maaf tuan tapi saya tadi malam tidur disofa dan pas saya bangun saya sudah ada diatas Ranjang."balasnya sewot.
"Ohh jadi kamu bilang kalau aku yang angkat kamu keranjang gitu?." ucapnya
"Saya tidak pernah bilang begitu tuan,kecuali kalau memang Tuan Rangga Putra Winata ini yang mengankat istrinya keranjang karna ingin tidur bersama." ucapnya sambil berlari ke dalam kamar mandi.
Rangga yang mendengar kata-kata Kirana itupun menjadi kesal karna Kirana berfikir kalau Rangga ingin tidur bersamanya walaupun itu sedikit benar.
"Kau....."teriak Rangga dengan Kesal.
Setelah Kirana Selesai mandi dia ingin keluar kamar tapi sayangnya Rangga sudah mengunci pintu kamar itu.
"Kenapa Kamarnya terkunci?."ujarnya terus mencoba membuka kuncinya,Saat Kirana ingin berbalik Ingin mencari kunci kamar itu, ia pun kaget karna Rangga sudah ada dibelakangnya dan begitu dekat.
"Haaa astaga tuan,tuan bikin saya jantungan saja."ucap Kirana sambil mengelus dadanya.
Rangga menatap wajah Kirana dengan begitu dekat dan itu membuat Kirana gugup dan mundur karna jarak mereka sangat dekat.
"T.....tuan apa yang tuan lakukan?." ucapnya gugup.
"Kenapa bukan kah kamu ini istriku dan aku ini suamimu tidak masalah bukan kalau aku sebagai suami meminta hak ku ?." ucapnya sambil melangkah dan membuat Kirana semakin salah tingkah.
Bug.... punggung Kirana terbentur ditembok dan Rangga semakin mendekat dan itu berhasil membuat jantung Kirana berdegup sangat kencang,saat wajah Rangga sangat dekat dengan wajah Kirana,Kirana memejamkan matamya dan itu membuat Rangga tersenyum tipis.
"Dasar Gadis bodoh." batinnya sambil tersenyum meninggalkan Kirana yang masih memejamkan matanya entah apa yang sedang dia tunggu.
Saat Kirana sudah bosan menunggu Rangga yang ingin mencium kening Kirana pikirnya dia pun membuka matanya dan tidak menemukan Rangga ada didepannya,.
" Apa tadi Rangga mengerjai ku ? aduh Kirana kenapa kamu malam menutup matamu seolah-olah kamu ingin dicium olehnya dasar bodoh,malu banget gue kalau ketemu orang itu. " batin Kirana sambil mencari kunci kamarnya.
Tap.....
Tap.....
Tap....
Seseorang sedang menuruni Tangga dan itu membuat Kirana menoleh kesumber suara,yang ternyata Adalah Rangga,semua pelayan membungkuk memberi hormat pada sang tuan begitupun dengan Kirana,Setelah Makan Kirana mengantar Rangga Kedepan rumah,saat Rangga melangkah Kirana segera menghentikannya dan mengambil tangan Rangga lalu mencium punggung tangannya, Rangga hanya memasang wajah datarnya.
Didalam mobil Rangga tersenyum sambil membayangkan tingkah Kirana tadi pagi dan itu tidak lepas dari pandangan Devan,Devan yang melihat tuannya Tersenyum sangat heran? pasalnya Rangga tidak pernah seperti itu pikirnya.
"Apa tuan muda sudah gangguan jiwa?,Rasanya sangat menyeramkan,atau mungkin tuan muda sudah mulai menyukai nona muda Kirana?."batin Devan seraya fokus menyetir menuju kantor.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Nur fadillah
Bilangnya Benci ...benci...nanti jadi cintaaa...😄😄😍
2023-01-09
0
Alya Yuni
Kirana trllu ceroboh bngat si
2022-10-10
0
Porman Siahaan
lanjut thor, smangatt
2021-07-22
0