Setelah selesai menjalankan perintah Rangga, pelayan memberi taunya bahwa perintahnya sudah dilaksanakan.
Setelah mendengar bahwa kolam renang sudah diberi es batu sebanyak-banyaknya, Rangga memerintahkan pengawal untuk menyeret Kirana kekolam renang,walaupun Pengawal kasihan terhadap nona mudanya tetapi mereka tidak bisa membantah perintah dari tuannya.
Setelah Kirana berada didepannya, Rangga menatap Kirana dengan pandangan membunuh,Kirana hanya berfikir dalam hati untuk apa dia dibawa kekolam renang.
"Pengawal lempar dia kedalam kolam renang."perintah Rangga membuat Kirana kaget.
"Tuan maafkan saya, maafkan atas kelancangan saya tuan,saya tidak akan mengulangi nya lagi. "ucapnya memelas.
"Apa kalian tuli?,cepat lempar dia kekolam renang !!."bentaknya kepada pengawal yang mematung dari tadi.
Walaupun kasihan mereka tetap melaksanakan perintah Dari Rangga.
Pyurr......Kirana dilempar kekolam renang yang sangat dingin itu, bagaimana tidak es batu yang dimasukkan kesana sangat banyak dan itu membuat Kirana kedinginan.
Pelayan dan pengawal hanya tertunduk tidak ingin melihat Kirana disiksa bagaimanapun Kirana adalah nona mudanya.
Ragga memerintahkan semua pelayan dan pengawal untuk meninggalkannya,mereka pun meninggalkan Rangga dan Kirana,
"Bagaimana rasanya mandi air es apa sangat menyenangkan."tanya Rangga sambil tersenyum tipis.
Kirana hanya menahan dingin yang menusuk tulangnya sambil menggosok kedua tangannya.
Rangga berdiri hendak pergi meninggalkan Kirana tetapi Saat Rangga melangkah tak sengaja menginjak bongkahan es menyebabkan Rangga terpeleset dan Jatuh .
Pyurr......Rangga terjatuh kekolam yang sama dengan Kirana,Rangga menatap kirana yang sedang menahan tawanya yang masih kedinginan.
"Kenapa kamu melihatku seperti itu."tanya nya kepada Kirana.
"Tidak tuan maafkan saya." ucap Kirana sambil menunduk.
Rangga menepi dan naik dari Kolam renang itu, Rangga menatap Kirana yang masih dibawa kolam.
"Sial dingin banget,kalau sampai dia dibawa satu jam bisa mati dia." ucapnya dalam hati.
"Sekarang kamu naik air itu terlalu dingin nanti kalau kamu mati bisa-bisa ngerepotin para pelayan." perintahnya berlalu pergi.
Kirana tertawa pelan karna melihat wajah Rangga yang begitu kesal sejak jatuh kekolam renang.
"Fhuuu...... akhirnya aku tidak sendirian mandi air es,liat mukanya yang kesel tadi kayak mau loncat-loncat aja deh saking bahagianya."ucapannya dalam hati sambil terus tersenyum.
Kirana menyusul Rangga Menuju kamar dengan keadaan mengigil, saat tiba didalam kamar, Kirana melihat Rangga yang baru saja keluar dari kamar mandi mungkin habis mandi air hangat pikirnya.
Kirana Masuk kedalam kamar mandi,setelah selesai Kirana keluar dan langsung menuju dapur untuk membuat Jahe hangat untuknya dan Rangga.
"Ini tuan Jahe hangatnya supaya tuan tidak terlalu dingin."ucap Kirana dengan tersenyum manis.
Rangga meraih jahe hangat itu dan langsung meminum,setelahnya Rangga merasa lebih baik dari yang tadi.
"Kenapa aku bisa jatuh sih kalau ketahuan orang bisa diledek aku."batin Rangga Sambil menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya.
Kirana berusaha menahan tawanya sekuat mungkin saat mengingat Rangga tercebur kedalam kolam.
"Aku kok bahagia banget ya liat Rangga kecebur, kalau aku buat judul kejadian tadi nama judulnya Suami lagi kena karma."Kirana membatin sambil mengigit bibir bawahnya takut Rangga tau kalau dia sedang ditertawakan oleh Kirana.
Kirana menuju lemari dan mengambil selimut tebal dan memakainya,walaupun sudah mandi air hangat tetapi Kirana masih merasakan dingin walaupun tidak sedingin tadi.
Pagi harinya Kirana bangun dan menujukan kamar mandi,setelah selesai Kirana keluar kamar menuju dapur,semua pelayan yang melihat Kirana menunduk pasalnya mereka tidak bisa berbuat apa-apa saat dia dihukum oleh Rangga, Kirana yang mengerti apa yang Para pelayan itu rasakan tersenyum pasalnya masih ada yang perduli dirumah itu walaupun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
"Saya tidak papa kalian tidak perlu khawatir memang itu salah saya dan harus menanggung akibatnya." ucap Kirana sambil tersenyum manis.
"Lanjutkan saja pekerjaan kalian saya mau ketaman belakang."perintahnya sambil melangkah menuju taman.
Para pelayan merasa sangat beruntung mempunyai majikan seperti Kirana,Karna kebanyakan perempuan yang memiliki suami kaya raya akan bersikap sombong dan angkuh tetapi berbeda dengan Kirana,dia tetap ramah dan bersikap sopan kepada semua orang dan itu membuat Kirana disukai banyak orang.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi,Kirana kembali kekamar berniat untuk mandi karna berkeringat menyiram bunga kesukaannya yang sangat luas,tetapi saat sampai didalam kamar Kirana heran melihat Rangga yang masih tidur karna biasanya Jam segini Rangga sudah berangkat.
Kirana mendekati Rangga berniat untuk membangungkan nya? tetapi saat Kirana menyentuh tangan Rangga Kirana kaget,karna badan Rangga sangat panas,Kirana menyentuh Kening Rangga,dia mengibas-ngibaskan Tangannya seraya bergumam.
Rangga sedang demam.
Kirana yang khawatir berjalan menuruni tangga sedikit berlari.
Devan yang melihat Kirana Berjalan dengan tergesa-gesa merasa heran dengan nona mudanya.
"Nona hati-hati nanti anda bi.."
Bugkk...Ucapan Dev terpotong saat Kirana terpeleset dan jatuh saat menuruni anak tangga terakhir.
"Aduh bakal mati suri nih pinggang gue."ucapnya sambil mengelus Pinggangnya.
Devan menghampiri Kirana dan membantunya untuk berdiri.
''Anda tidak apa-apa nona?."tanyanya datar.
"tidak papa gimana orang jatuh juga."jawabnya sewot.
"Saya kan bertanya nona."ucapan Devan membuat Kirana mendengus kasar.
"Maaf nona muda apakah tuan muda sudah siap karna hari ini tuan muda ada rapat ?." pertanyaan Devan membuat Kirana sadar akan hal yang membuatnya terburu-buru dan jatuh.
"Astaga kenapa aku bisa lupa."ucap Kirana menepuk jidatnya.
"Rangga sedang sakit dia demam"Ucapan kembali khawatir.
"Oh tuan muda sakit .... Apa tuan muda sakit? kenapa bisa tuan muda sakit?sekarang dia ada dimana? ."tanyanya kaget.
"Dia sekarang ada dikamar."jawabnya sedikit jengkel.
Devan berjalan menaiki tangga dan menuju kamar bosnya,Kirana mengikuti Devan dengan tertatih pasalnya kaki dan pinggangnya sakit.
Sesampainya dikamar Devan memeriksa keadaan Rangga.
Nona muda tunggu disini saya akan menghubungi dokter,Kirana menggangguk mengerti,Dev keluar kamar dan menghubungi Dokter pribadi keluarga Winata.
Saat Kirana ingin beranjak dari dekat Rangga,dengan cepat Rangga menggenggam tangannya entah itu disengaja atau tidak Kirana tidak ambil pusing.
Tak butuh waktu lama Dokter pribadi Keluarga sudah datang.
"Selamat pagi Tuan dan nona."sapanya sambil membungkuk hormat.
"Iya Segera periksa keadaan tuan muda."perintah Asisten Dev.
Dokter pun memeriksa keadaan Rangga dengan teliti,dia tidak ingin melakukan kesalahan sedikitpun karna sedari tadi Dev memperhatikan nya dengan pandangan membunuh.
Selesai memerisa keadaan Rangga dan memberi tau kalau Rangga hanya Demam dan butuh istirahat Dokterpun memberikan resep obat kepada Devan,Setelah itu Dokterpun mamit undur diri.
.
.
.
.
..
Hy kak Jagan lupa tinggalkan jejak sebelum melangkah ke bab selanjutnya supaya Autor lebih semangat lagi upnya.
Kalau ada kesalahan mohon dimaklumi
Karna ini karya pertama Author.
Kasih saran ya kak Kalau ada kesalahan dalam hal apapun.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Ika Nurhida Azf
rasain senang ak thor rangga ikut jatuh...yesss...😁😁😁😁
2021-07-30
0
Porman Siahaan
itu namax sejata makan tuanx, hehe
2021-07-22
0
Sulastri Sulastri
hahaha kena karma jatuh kekolam yg penuh es batu jg, eh trus demam ...mknya jangan seenaknya aj jd orang....
2021-03-27
1