Tok-tok pintu diketuk dan saat Rangga membukanya terlihat Kirana menunduk didepan pintu ruangan kerja Rangga.
"Maat tuan sudah lancang mengganggu tuan tetapi ini saatnya makan malam tuan harus makan untuk menjaga kesehatan tuan."ucapnya sambil menunduk takut.
"Apa kau tau pekerjaanku sangat
menumpuk dan kau datang mengganggu pekerjaanku. "ucapnya sambil mencengkeram leher Kirana,Kirana yang sudah kehabisan nafas berbatuk dan barulah Rangga melepaskan cengkeramannya.
"Maafkan saya tuan saya sebagai istri hanya mengingatkan tuan."ucapnya pelan.
"Cihh dasar gadis bodoh."ucapnya berlalu meninggalkan Kirana.
"Dasar iblis menyerupai manusia."batinnya sambil mengikuti Rangga kemeja makan,saat dimeja makan Rangga duduk ditempat biasa dan Kirana duduk didepan Rangga mereka makan tampa bicara hanya bunyi sendok dan garpu yang saling bertautan diatas piring,setelah selesai makan malam Rangga memilih untuk kembali ke ruang kerjanya sedangkan kl Kirana menuju Kamar untuk mengecek toko kuenya dia sudah memutuskan untuk kembali bekerja setelah mendapatkan izin dari Rangga, Harap-harap cemas yang sedang dirasakan oleh Kirana dia takut kalau Rangga tidak akan memberinya izin untuk bekerja lagi ditoko yang sudah ia rintis 3 tahun silang,tak berapa lama Kirana tertidur dalam keadaan duduk dan saat itu Rangga memasuki kamar dan melihat Kirana Tidur dengan posisi duduk,Rangga mendekati Kirana dan memperhatikan wajah Kirana yang menurutnya sangat cantik and manis tampa sadar Rangga menyentuh pipi mulus Kirana dan itu membuatnya bangun dengan sigap Rangga berdiri dan menatap Kirana dengan pandangan tajam dan dingin,Kirana yang sudah sadar dari tidurnya langsung berdiri dan bertanya kepada Rangga.
"Apa tuan memerlukan sesuatu."tanyanya.
"Aku ingin kamu membuatkan kopi untukku."ucapnya dingin.
"Baik tuan saya akan segera buatkan."jawabnya sambil berjalan keluar menuju Kedapur untuk membuatkan kopi untuk Rangga, setelah selesai Kirana kembali ke Kamar dan memberikan kopi yang sudah dibuatnya kepada Rangga,Rangga mengambilnya kopi itu dan meminumnya,tetapi belum sempat Rangga menelannya dia sudah meyemburkan kopi itu kemuka Kirana,dan itu membuat Kirana terkejut bukan main Kirana menahan Rasa panas dari kopi yang disemburkan oleh Rangga kemukanya.
Apa kau tidak bisa membuat kopi? ha"bentaknya sambil membanting secangkir kopi itu dan gelasnya pun pecah dan mengenai kaki Kirana, Keruang hanya diam menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau membuat kopi dengan gula yang banyak ? kau memang tidak becus menjadi seorang istri."teriaknya kepada Kirana,Kirana yang mendapat bentakkan dari Rangga air matanya lolos menyapu pipi putihnya.
"Maafkan saya tuan saya tidak tau kopi bagaimana yang pas untuk tuan."ucapnya sambil terisak.
"Kamu memang tidak berguna."ucapnya sambil mencengkeram leher Kirana.
"Buatkan aku lagi dengan sedikit gula."ujarnya sambil menghempas Tubuh Kirana dan berlalu memasuki Kamar mandi lalu membanting pintu kamar mandi itu dengan sangat keras,Kirana kembali membuatkan Rangga kopi dengan tertatih-tatih karna kakinya terluka akibat pecahan gelas yang mengenai kakinya Kirana membuatkan Rangga kopi sesuai permintaan Rangga,setelah selesai Kirana kembali masuki Kamar dengan membawa kopi yang baru untuk Rangga, Rangga yang baru keluar dari kamar mandipun menghampiri Kirana dan meminum kopi yang baru,Rangga menatap tajam kearah Kirana,Kirana yang mendapatkan Tatapan tajam dari Rangga hanya menunduk dia mengira kalau dia salah lagi dalam membuat kopi,tetapi dia salah Rangga tidak marah dan juga tidak membentaknya,Rangga berjalan menuju ranjang sambil membawa kopinya,Kirana bernafas lega karna dia tidak dapat bentakan dari Rangga,Kirana duduk disofa sambil memperhatikan Rangga yang menyeruput kopinya sambil menyandarkan punggungnya dibantal.
"Kenapa kopi ini sangat nikmat,sangat pas untuk ku bahkan pelayan yang sudah lama bekerja disini buatannya tidak seenak ini."batinnya sambil terus meminum kopi itu.
Rangga melirik Kirana yang ada disofa,dan yang dilirik sudah tidur entah sejak kapan dengan posisi duduk,Rangga bangkit dan membenarkan posisi tidur Kirana,sesaat Rangga memperhatikan wajah Kirana walaupun Rangga sangat membenci Kirana tetapi dia juga mengakui kalau Kirana sangat cantik,setelah puas memperhatikan wajah cantik Kirana Ranggapun bangkit dan menuju ranantinya dan tidur,tak butuh waktu lama Ranggapun tertidur lelap menuju mimpi indahnya.
********
Pagi harinya sang mentari sudah menampakkan dirinya dan membangunkan orang yang masih terlelap dibalik selimut,Rangga menggeliat mengumpulkan sebagian kesadarannya dia bangun dan tidak mendapati Kirana ditempat itu,Rangga berfikir pasti Kirana sedang didapur Rangga berjalan menuju kamar mandi,dia membuka kamar mandi itu dengan pelan,Rangga kaget saat melihat Kirana sedang ada disana tampa mengunakan sehelai benang apapun,dan saat itu Kirana sedang mandi jadi dia tidak menyadari kalau ada orang yang masuk,Rangga yang melihat tubuh polos Kirana, tidak berkedip sama sekali bahkan ludahnya saja sangat susah untuk iya telan,bagaimana tidak Tubuh
Kirana yang putih bersih seperti susu dan body Kirana yang seperti gitar spanyol membuatnya merem melek,setelah sadar dari lamunannya Rangga keluar dari kamar mandi dengan sangat pelan karna dia tidak ingin ketahuan oleh Kirana kalau dia melihat Kirana sedang mandi, setelah keluar Rangga mengelus dadanya sambil bergumam dalam hati.
"Sial kenapa aku harus melihatnya, bagaimanapun aku ini pria normal yang memiliki nafsu, dasar wanita bodoh." Gumamnya.
Clekk... pintu kamar mandi terbuka dan tampak kirana sudah memakai pakai santai keluar dari kamar mandi itu,Rangga yang melihat Kirana mengeringkan Rambutnya, sudah panas dingin.
"Selamat pagi tuan muda"ucapnya sambil tersenyum manis,Rangga tidak menggubris sapaan Kirana, dia langsung masuk kedalam kamar mandi, sedangkan Kirana memilih untuk kedapur setelah mpersiapankan pakaian Rangga,Karna sedikit demikian sedikit Kirana sudah mulai paham tentang Rangga,setelah bersiap-siap Rangga turun dan menuju meja makan tetapi tidak mendapati Kirana disana,Rangga bertanya kepada salah satu pelayan keberadaan Kirana.
"Nona muda kalian ada dimana?."tandanya sambil duduk ditempat biasa yang ia duduki.
"Maaf tuan muda, nona muda sekarang sedang ditaman."ucap salah satu pelayanan yang bernama Sri.
"Apa yang sedang dia lakukan disana."tanyanya sambil mengambilnya makan yang ingin dia makan.
"Nona muda sedang menyiram bunga ditaman tuan muda. " jawab Bi Sri.
"Apa kalian tidak bisa melakukannya sampai harus nona muda kalian yang melakukan tugas pembantu."bentaknya pada semua pelayan yang ada disana,semua pelayan hanya menundukkan kepalanya tidak berani menjawab,untung saja Kirana datang dan memberi tau bahwa itu permintaannya kepada pelayanan
karna dia ingin merawatnya sendiri tampa campur tangan pelayan dan Ranggapun tidak marah karna dia tau Kirana pasti bosan berdiam diri dirumah, semua pelayan bernafas lega atas kehadiran Kirana, mereka menganggap bahwa nona mudanya adalah dewi penolong bagi mereka,Kirana dan Rangga makan bersama tampa ada pembicaraan.
**❤Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kak supaya aku lebih semangat lagi menulisnya.😊
😘Salam sayang dari Autor.😘**
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Alya Yuni
Si Rangga trllu sadis
lki gk ada hati
ngapain blng istri
2022-10-10
0
@shiha putri inayyah 3107
kasian Kirana di sakiti sm Rangga terus...
2022-06-08
0
Susani Desi Wulandari
bikin penasaran aja alur cerita nya
2021-04-07
1