Setelah sampai dikamar Kirana tertegung melihat kamar suaminya yang sangat luas bahkan kamarnya tidak sebesar ini kalau dibandingkan kamar suaminya 5 kali lebih besar dibandingkan dengan kamarnya.
"Gila ini kamar besar amat beda banget sama kamar aku yang sempit."ucapnya sambil duduk disofa karna sangat capek dengan acara tadi sore, Kirana pun tertidur dengan posisi duduk mungkin karna kelelahan jadi tidak perlu waktu lama untuk dia terlelap dialam mimpi indah.
Pyurr.....
Kirana yang kagetpun langsung bangun karna air yang mengalir diwajahnnya.
"Berani-beraninya kau tidur tampa izinku. " bentaknya sambil menatap Kirana dengan pandangan membunuh.
"Maafkan saya tuan, saya kelelahan jadi saya tidak sadar bahwa saya tertidur." ucapnya sambil mengusap wajahnya yang tersiram air.
"Kamu berani menjawab kata-kata ku."teriaknya sambil mencengkeram leher Kirana.
"Dia kan bertanya jadi aku menjawabnya."batinnya.
"Maafkan saya, Tuan saya tidak akan mengulanginya."ucapnya sambil menahan rasa sakit dibagian leher yang masih dicengkram kuat oleh Rangga.
"Dengarkan aku baik-baik aku menikahimu bukan karna aku menyukaimu,bahkan aku bisa mendapatkan wanita manapun yang lebih segalanya darimu,bahkan kau tidak ada menariknya sama sekali."ucapnya penuh penekanan.
''Jadi untuk apa Tuan menikahi saya."tanyanya sambil menunduk dia sangat terluka atas apa yang dikatakan oleh Rangga,dia tidak masalah jika Rangga menikahinya tampa ada rasa cinta, tapi kata-kata terakhirnya sangat melukai hatinya.
"Karna matamu mirip dengan mata kekasihku,dan tidak ada yang boleh memiliki bola mata yang sama dengan nya termasuk dirimu dan kamu akan tau apa akibatnya matamu sama dengan matanya."ucapnya sambil menunjuk muka Kiran.
"Kenapa tuan marah kepada saya hanya karna bola mata saya sama dengan kekasih Tuan?? kenapa tuan tidak menikahi kekasih tuan saja kenapa harus saya?."tanyanya lirih.
Rangga yang marah karna setiap ucapannya selalu dijawab oleh kirana langsung menghempas tubuh kirana kelanti.
"Kau akan tau akibatnya karna selalu menjawab kata-kataku."ucapnya sambil melenggang pergi ke ruang ganti.
Kirana bangkit dan duduk disofa dan terus mengusap lehernya yang sakit akibat Rangga mencengkramnya terlalu kuat.
"Sabar Kiran sabar demi mama dan radit kamu harus kuat kamu gak maukan kalau iblis yang menyerupai manusia itu menyakiti mama dan adikmu."batinnya
Tak selang beberapa menit Rangga datang dengan rotan yang ada ditangannya Kirana yang melihat itupun berusaha menelan ludahnya kasar,Rangga langsung menarik tubuh Kiran yang sedang duduk disofa dan menghempaskannya kelantai dan Rangga tampa rasa kasihan mencambuk kirana,Kirana hanya menjerit kesakitan.
Pyurr........(anggap saja suara cambuknya ya kakak-kakak.😆)
"Ini karna kau berani menjawab setiap perintahku."
Pyurr......., ''ini karna kamu sudah lancang membawa nama gadisku."
Pyurr...... "dan ini Karna bola matamu yang sama dengannya."ucapnya sambil tersenyum puas ,setelah melakukan aktivitas yang menurutnya sangat menyenangkan Rangga keluar kamar dengan membanting pintu kamar dengan sangat keras,sedangkan Kirana hanya menangis sesegukan menahan luka yang ada dibadannya.diapun bangkit dan melangkah kekamar mandi,didalam kamar mandi, Kirana hanya menangis dan menatap tubuhnya dicermin.
15 menit didalam kamar mandi Kirana akhirnya keluar dengan mata sembab karna terlalu lama menangis dia tidak mendapati Rangga dikamar itu.
"Syukurlah Rangga tidak ada."ucapnya sambil melangkah kearah sofa dan membaringkan tubuhnya,walaupun sedikit kesusahan karna rasa sakit karna cambukan Rangga,Kiranapun tidak butuh waktu lama untuk tertidur.
Tak berapa lama Kirana tertidur pintupun terbuka, dan tampak Rangga memasuki kamar tapi tidak membanting pintu,dan itu tidak membuat kirana terbangun, saat Rangga ingin masuk kekamar mandi dia berhenti tepat didepan sofa Rangga mememerhatikan Kirana dari ujung rambut sampai ujung kaki Rangga jongkok mengsejajarkan tubuhnya dengan Kirana Rangga menatap wajah Kirana dengan intens dan mengalihkan pandangannya kelengan Kirana yang terkena cambukan karna saat itu Kirana memakai kaos berlengan pendek dan saat dia dicambuk dan mengenai lengannya bekas cambukan itu sangat jalas karna kulitnya yang putih.
"Seandainya kau adalah ira, aku pasti sangat bahagia karna telah menemukan cintaku"ucapnya sambil berdiri dan masuk kedalam kamar mandi.
********
Kirana tampak mengerjap-ngerjapkan
matanya dan mengumpulkan sebagian kesadarannya, Kirana meraih hp yang ada didekatnya melihat jam dan bergegas masuk kekamar mandi untuk mengambil air wuduh walaupun sedikit kesakitan tetapi dia tetap mengerjakan kewajibannya sebagai umat muslim,tampa disadari ada sepasang bola mata yang terus memperhatikannya dari tadi,dia adalah Rangga, ya Rangga terbangun saat Kirana masuk kekamar mandi, dan saat ini dia sedang memperhatikan Kirana yang sedang khusyu melaksanakan shalat,Kirana yang sudah selesai shalatpun bergegas menuju dapur ingin memasak tetapi sesampainya disana dia dikejutkan dengan makanan yang sudah ada dimeja makan.
"Siapa yang memasak? yaudah lah sebaiknya aku membersihkan diri terlebih dahulu."gumamnya sambil berjalan menuju kamar.
Sesampainya dikamar kirana bergegas kekamar mandi untuk mandi karna Rangga belum bangun jadi dia tidak ingin menganggu tidur nyenyak iblis yang menyerupai manusia itu.
"Waduh aku kok bisa lupa bawa pakaian ganti sih bodah banget sih kamu ana ana baju yang udah basah lagi ....."ucapnya sambil merutuki kebodohannya.
Kirana mengeluarkan sedikit kepalanya celingak-celingukan mengintip apakah Rangga sudah bangun atau belum,dan sepertinya dewi keberuntungan berpihak kepada Kirana karna Rangga belum bangun,Kirana kelur dari kamar mandi dan berlari kearah lemari untuk mengambil baju,tetapi karna kecerobohan kirana sehingga Rangga terbangun,Rangga terbelalak melihat penampakan yang menurutnya sangat indah itu bagaimana tidak kirana hanya memakai celana dalam dan bra saja sehingga memperlihatkan tubuhnya yang bak gitar Spanyol itu,setelah menemukan pakaiannya Kirana menutup pintu lemari itu dan melihat kearah Rangga,Kirana menghela nafasnya pelan dan berlari masuk kekamar mandi saat itu Rangga memejamkan matanya saat tau Kirana akan melihat kearahnya dia pura-pura tidur.
"Dasar wanita bodoh bisa-bisanya dia lupa membawa pakaian ganti."gumamnya.
Setelah selesai kirana keluar dari kamar mandi dan sudah tidak mendapati Rangga dikamar itu.
"Dimana tuh siiblis."ucapnya sambil berjalan menuju cermin dan menyisir rambutnya.
Clekk....pintu terbuka dan tampaklah Rangga berdiri didepan pintu menatap tajam kearah Kirana,Kirana yang mendapat tatapan seperti itu langsung berdiri dan menunduk,Rangga melangkah mendekat kearah Kirana dan langsung mencengkeram leher kirana.
"Berani-beraninya kamu lebih dulu mandi daripada aku."ucapnya sambil memperkuat cengkeramannya.
"Maafkan saya tuan saya kira tuan belum bangun."ucapnya.
''Minggir !! kau tau bukan tugasmu disini sebagai pembantu pribadiku. "ujarnya sambil mendorong Kirana hingga terjatuh.
"Baik tuan maafkan saya,saya tidak akan melakukan kesalahan lagi. "ucapnya.
RANGGA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Nur fadillah
Sedih juga ya baru nikah sudah Di pukul Palau rotan tapi lucu.... bunyinya kayak air....pyuur....😄😄 Semangat Thor...💪🏻💪🏻🔥🔥
2023-01-09
0
Umbrok
jika kekasih keciknya dulu jangan dimaafkan kirana tinggalin aja biar tahu rasa
2022-11-03
0
Alya Yuni
Thor ko ktawa si suka di pukul ya
di mna kebranianmu Kirana jngn biarkn lki jhat it membuat sesuka hatinya
2022-10-10
0