Setelah keluar ruangan dokter faris Kirana bergegas menuju ruangan dimana ibunya di rawat, sebelu memasuki kamar dimana ibunya terbaring lemah, Kiran menghapus sisa airmatanya yang masih tertinggal dipipi mulusnya itu.
Clekk.....
pintupun terbuka didalam ruangan itu sudah terlihat mama dan adiknya, Kirana menghampiri ibunya yang tertidur diatas kasur khusus pasien rumah sakit,dia meraih tangan ibunya yang digin dan pucat, tampa disuruh oleh sang majikan cairan bening lolos menyapu pipi mulusnya, cepat-cepat kirana menghapus air matanya karna tidak ingin membuat adiknya bersedih,Radit pun menghampiri Kirana sambil mengelus punggung kakaknya. bagaimana dia bukan anak kecil lagi yg bisa dibohongi,dia tau bahwa kakaknya berusaha tegar untuk membuat dia tidak khawatir,Kirana hanya tersenyum sambil memandang adiknya itu.
"Kakak gak papa kok dek kamu tenang aja." ucapnya sambil memaksakan senyum.
"Bagaimana kak, apa kakak udah dapat uangnya?."tanyanya.
"Belum tapi sebentar lagi dapat kok. "jawabnya mengelus kepala adiknya.
Tapi siapa yg mau kasih kita pinjaman kak ? kakak ngak akan." tanyanya sambil menatap curiga pada gadis yg ada didepan.
"Kamu jangan berpikiran yg tidak-tidak Radit, kakak ngak mungkin lakuin itu karna mama pasti tidak ada mau sembuh kalau biayanya hasil seperti itu. "ujarnya pada sang adik.
(Yang jelas nggak jual kuda kok,karna kita nggak punya kuda 😂😂😂😂 )
"Maaf kak. "ucapnya cengengesan.
"Yaudah kamu jagain mama sebentar ya kakak mau keluar dulu." ujarnya sambil memandang wajah mamanya yg pucat.
"Kakak mau kemana." tanyanya sambil menatap sang kakak.
"Kakak ngak bermaksud untuk menemui pria tua, dan perut buncit untuk membiayai pengobatan mamakan."tanyakan penuh selidik.
Takk....
"Awuuuuu sakit kak." ucapnya sambil mengusap kepalanya yg dijitak oleh kirana.
"Makanya mikirnya jangan ke planet mars, terlalu jauh kakak mau menghubungi orang yang bisa bantu kita, kakak bakal lakuin apapun untuk kesembuhan mama, walaupun harus jadi pembantu." ucapnya.
"Ya maaf. " kekehnya.
Kirana pun keluar ruangan dan menghubungi nomor yg ada dalam kartu nama yg diberikan oleh dokter (KOTA 😂😂) maksud Autor dokter Faris hehehe...... dan menghubungi nomor pria tersebut, setelah terhubung.
"Halo benar ini dengan tuan Devan Anggara ?." Tanyanya memastikan.
"................................."
"Saya kirana tuan, mama saya sedang sakit keras dan biaya oprasi mama saya tidak cukup, saat saya meminta keringanan dokter Faris saya diberi kartu nama dan nomor telepon
dia bilang anda bisa membantu saya jika beruntung, saya mohon bantu saya tuan. " ucapnya penuh harap.
"............................"
"Saya bisa jadi pembantu dirumah tuan, saya bisa memasak,cuci piring, cuci baju membersihkan rumah saya juga bisa membuat kue." jawabnya.
"................................"
"Baik tuan saya akan datang tepat waktu Terimakasih tuan. " jawabnya sambil menghela nafas lega.
Setelah sambungan telfon terputus Kiranapun kembali masuk keruangan mamanya dirawat.
Clekk....
pintu terbuka disana sudah ada Radit yang fokus dengan buku-bukunya karna besok dia akan ujian.
"Kamu belum tidur dit ini udah malam loh kamu besok kan harus ujian !!."tanyanya sambil duduk disamping adiknya.
"Bentar lagi kak nanggung ni." ucapnya masih fokus pada bukunya.
"Ya sudah tetapi jangan kemaleman ya karna kamu harus mengistirahatkan otak kamu supaya besok bisa berfikir dengan tenang." perintahnya pada sang adik.
"Iya kak setelah ini langsung tidur kok jawabnya mengiyakan.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Keesokan harinya Kirana tidak masuk kerja karena dia akan menemui orang yang akan membantunya, dia sudah persiap-siap sedari tadi karna tidak ingin telat,Kirana mendekati mamanya dan meraih tangan yang pucat itu lalu mencium punggung tangan sang mama tercintanya.
"Ma do'ain Kirana ya ma semoga orang baik itu mau memberi kirana pertolongan, Kirana pergi dulu." pamitnya pada mama.
Setelah mecium pipi mamanya kirana keluar ruangan dan menuju jalan raya untuk mencari angkutan umum.
*******
Disinilah Kirana, direstauran tempat dimana dia dan orang baik itu akan bertemu, kirana harap-harap cemas sambil sesekali memandang kearah pintu.
"Semoga orang baik itu mau menolongku,karna sekarang hanya dia yang harapkan saat ini. "ucapnya sambil meremas jari tangannya.
Tak berapa lama seorang pria tampan bertubuh tinggi datang menghampiri Kirana.
"Apa benar dengan nona Kirana?." tanyanya.
"Iya saya kirana apa tuan ini tuan Devan Anggara?."jawabnya sambil berdiri.
"iya, bagaimana kalau ngobrolnya sambil duduk." Tanyanya.
"Ehh maaf silahkan." ucapnya sambil duduk kembali.
" Kita langsung mulai saja." ujarnya.
"Baik tuan." ucapnya gugup karna sedari Devan masuk hanya muka datar yang dia perlihatkan dan itu membuat kirana jadi takut kalau-kalau dia tidak bisa mendapatkan biaya oprasi untuk mamanya.
"Maaf nona saya hanya utusan dari orang yang akan membantu anda jika anda menyepakati perjanjian yang akan kita bahas nanti"ucapnya sambil memandang sekilas wajah kirana.
"Perjanjian apa itu tuan ? saya akan melakukan apapun itu yang penting saya bisa mendapatkan biaya untuk oprasi ibu saya." ucapnya sambil meremas ujung bajunya.
''Baiklah nona akan mendapatkan biaya untuk oprasi ibu anda, jika nona mau menikah dengan tuan Rangga."ucapnya.
Deg.....
Kirana yang mendengar penjelasan tadi kagetnya bukan main pasalnya dia tidak pernah berfikir kalau orang itu akan meminta persyaratan seperti itu, dan dia tidak tau dengan siapa dia akan menikah, orang tua kah, bagaimana kalau kakek-kakek yg sudah tidak punya gigi terus rambutnya sudah putih semua ? Kirana yang memikirkannya semua itu hanya geleng-geleng kepala sambil menepis pikiran anehnya.
"Apa tidak ada cara lain tuan ? saya bisa menjadi pembantu untuk tuan itu seumur hidup saya."ujarnya mencoba bernegosiasi.
" Maaf nona dirumah tuan saya sudah banyak pembantu bahkan sampai puluhan, Tuan hanya ingin seorang istri. " ucapnya.
"Kenapa harus saya ? kami kan belum pernah bertemu." ucapnya.
"Saya beri anda waktu untuk berfikir selama 5 menit kalau anda tidak bisa memberi saya jawaban maka saya anggap nona menolak."ucapnya sambil melihat jamnya.
kirana yang kaget karna waktu yang diberikan oleh Devan kalangkabut bagaimana bisa dia memutuskan hal sebesar ini.
"Waktu anda tinggal 2 menit nona."ucapnya sambil melihat jam tangannya.
" 1 menit waktu anda tinggal 1 menit kalau nona tidak bisa memberi saya keputusan maka di menit berikutnya jangan harap saya akan membantu anda nona."ucapnya geram karna sedari tadi kirana hanya diam.
" 30 detik." ucapnya.
Kirana hanya pasrah kepada kehidupannya karna dia tidak ingin kehilangan mamanya.
" Baik tuan saya bersedia
" ucapnya menunduk sambil menahan air matanya.
"Baiklah kalau nona bersedia, ini surat perjanjian yang harus nona tanda tangani dan patuhi selama nona menjadi istri tuan muda." ucapnya sambil memberikan amplop kepada kirana.
KIRANA.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 247 Episodes
Comments
Ika Nurhida Azf
wow thor visualnya jdi smngat membaca...!
2021-07-30
0
Khuzaemah Riziq Farid
cantik banget
2021-03-27
1
mikha
uuhhh...
dilraba mmg cantikx kebangetan🥰🥰🥰🥰
2021-03-25
1