Rahman tidak bicara apa-apa lagi, ia tidak ingin berdebat dengan adik nya itu, ia beranjak dari tempat nya tanpa bicara apa-apa lagi dia pergi dari tempat itu.. Rahman lebih memilih masuk ke kamar nya yg berada di lantai atas, di rumah itu. Dia mengambil satu botol Wine yg di simpan tidak jauh dari ruang makan itu..lalu meminum nya sendirian di kamar nya..
Olivia menatap tajam pada Raka.. "Apa itu pantas untuk di tertawakan..? Perasaan kakak mu itu pasti terluka.. Kita semua tahu bagaimans perasaan kakak mu pada Shafira,! Kau tidak pantas menertawakan nya begitu..! Momy ingin keluarga kita makan dengan tenang tanpa ada keributan seperti tadi" ucap nya sedih..
Agnes juga memandang kesal pada kekasih nya itu.. "iya kau keterlaluan..! Bagaimana bila posisi yg abang mu itu rasa kan terjadi pada mu.? dan ada orang yg menertawakan kemalangan nya?! Bagaimana perasaan mu..?" tanya nya dengan wajah kesal..
Raka terdiam.. Ia mengakui jika kali ini tindakan nya keterlaluan pada abang nya, semua mata tertuju pada nya, suasana menjadi hening seketika... "Ya... Ya.. Baiklah, aku akan minta maaf pada nya, aku akan ke kamar nya sekarang" ucap nya, ia beranjak dari kursi nya dan pergi ke lantai atas..
Raka kini sudah berada di depan kamar milik Rahman.. Ia ragu untuk mengetuk pintu nya.. Namun tiba -,tiba saja pintu itu terbuka.. Rahman seperti nya hendak keluar dari kamar itu,. Ia hanya menatap nya tajam tanpa bicara apa pun pada Raka yg berdiri mematung di sana..
Rahman tampak sudah siap dengan pakaian baru nya.. "mau kemana bang..? Kenapa tidak menginap di sini..?'' tanya nya canggung. Rahman menghentikan langkah nya..
"Bukan urusan mu aku mau pergi kemana, kenapa banyak bertanya..? Bukan kah kau tidak pernah perduli pada ku,? Jadi tetaplah bersikap tidak perduli, kau tidak usah berpura -pura di depan ku..,! Atau kau masih belum puas menertawakan ku seperti tadi..?" ucap nya sinis.. Rahman melewati Raka begitu saja,
tanpa menoleh lagi ke arah nya.. Ia menuruni tangga di sana langsung berpamitan pada ayah dan ibu nya.. "Rahman kau mau kemana..? Kau tidak mau makanan penutup nya?" teriak olivia dari dapur.. Rahman tidak menjawab nya, ia bergegas pergi dari rumah itu
Terlihat Raka yg ikut turun juga dari tangga, ia terlihat mengejar abang nya itu.. Namun Rahman sudah jauh pergi membawa mobil nya, dengan wajah di tekuk dan menggaruk rambut nya asal ia kembali ke ruang makan itu.. Agnes mendelik pada nya... "Kau itu menghancurkan suasana nya saja, kau berhutang maaf pada abang mu itu'' ucap nya, Raka hanya terdiam..
Olivia menghampiri mereka, dengan hidangan penutup yg dia bawa.. "ya seperti itu lah nes... Tadi tante sudah bilang kan, jika jangan kaget jika di tengah - tengah makan malam akan ada pertengkaran, ya inilah yg terjadi... Mereka memang selalu bertengkar setiap kali bertemu..,! Tapi ngomong -ngomong kau tahu dari mana jika Shafira menghianati kakak mu Raka?" tanya Olivia.
Raka terlihat berfikir.. "Aku tidak sengaja mengikuti Shafira, dia menyewa satu kamar di hotel yg biasa bang Rahman datangi. Aku juga tidak tahu jika laki -laki yg bersama fira itu bukan lah abang ku.. Aku mengikuti nya dan menanyakan pada repsesionis di sana, dan ternyata laki -laki itu memang bukan bang Rahman.. Namun ketika aku selesai dengan urusan ku, aku melihat bang Rahman yg baru saja datang, dan Repesesionis yg tadi aku temui, seperti nya dia memberi tahu bang Rahman tentang keberadaan fira bersama laki -laki lain itu.. Aku juga mengikuti bang Rahman ke kamar fira, ya begitulah cerita selanjut nya, bang rahman melihat shafira tidur dengan laki -laki lain di sana..! Namun bang rahman tidak bicara apa pun , dia langsung saja pergi dari tempat itu.." jelas nya..
Olivia menghela nafas panjang.. "AKasihan sekali kakak mu itu Raka, tadi kau menertawakan nya, itu tidak pantas..! Abang mu masih sangat kecewa pada shafira,.. Itu benar -benar tidak pantas kau lakukan.! Itu sama saja membuka kembali luka hati nya" ucap olivia.. Raka hanya terdiam... Ia tahu kali ini tingkah nya salah..
Acara makan malam itu pun selesai, saat ini Raka tengah mengantarkan Agnes pulang.. Di dalam mobil itu Agnes hanya terdiam.. "Kenapa sayang, kenapa diam saja?" tanya nya.. Agnes melirik nya..
"Aku tidak suka sikap mu pada bang Rahman tadi.. Kau harus minta maaf pada nya nanti.." ucap nya, Raka terdiam.. "AYa, nanti aku sempat kan dstang ke kantor nya, aku tahu kali ini sikap ku keterlaluan.." jawab nya.. "sudah ya, jangan marah lagi..?!" bujuk nya, Agnes hanya terdiam..
Sementara itu Raditya termenung sendiri di ruang kerja nya, olivia kini menghampiri nya.. "Anak -anak sudah pada pulang, Raka sedang mengantarkan Agnes pulang.. Mas kenapa murung sekali..?" tanya nya.
Raditya menghela nafas nya.. "Aku memikirkan Rahman, aku melihat ke kecewaan di mata nya tadi.. Aku harap keadaan nya baik - baik saja.. Aku tidak menyangka jika Fira bisa berbuat seperti itu...! Sejak dulu pun aku tidak suka pada wanita itu, derajat nya jelas berbeda jauh dari kita.. Tapi dia berani menghianati putra ku.." ucap nya kesal..
Olivia menghela nafas nya panjang.. "ya, shafira tega sekali.. padahal Rahman sudah memberikan segala nya untuk dia.. Kita sebagai orang tua,hanya bisa mendoakan saja, semoga saja Rahman segera menemukan pengganti yg lebih baik dari wanita itu'' ucap nya,.. Raditya mengangguk...
Sementara itu malam itu Rahman berhenti di sebuah taman.. taman itu adalah tempat dia dulu saat menyatakan Cinta pada Fira, dengan botol wine di tangan nya, ia terdiam sendiri.. Memandangi langit malam itu...
Sesekali ia menarik nafas panjang, hati nya masih terasa sakit, setelah endengar ucapan Raka tadi pada nya, selama ini dia mencoba untuk melupakan nya, namun karena Raka, dia jadi teringat kembali..
Rahman sudah menghabis kan satu botol wine itu wajah nya kini berubah memerah, seperti nya dia mabuk berat.. Di sana, sementara itu Aira terlihat sedang berjalan
di taman yg sama seperti Rahman, taman itu dekat dengan rumah kosn nya, gadis itu baru saja pulang dari rumah sakit di mana tempat adik nya di rawat.
Aira begitu terkejut saat melihat CEO baru nya itu berjalan sempoyongan di depan nya.. "Pak Rahman..!" panggil nya, ia menghampiri Rahman yg terlihat sudah sangat mabuk berat itu.. Aira merangkul dan menahan nya agar tidak terjatuh.. Rahman terkejut melihat wanita yg kini berdiri di samping nya.. "Shafira... Aku mencintai mu?!" ucap nya terbata pada Aira, yg dia lihat seperti Fira di mata nya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 110 Episodes
Comments