Bab 20. Siapa?

Waktu berlalu dengan cepat. Pelelangan akhirnya berakhir setelah 5 jam penuh di Tengah malam, faktanya sekarang jam telah menunjukkan pukul satu.

Night kini telah keluar dari pelelangan, menuju penginapan yang ia sewa sebelumnya.

Kesunyian terlihat jelas di jalan yang Night lewati. Tidak ada tanda-tanda ada toko yang buka, lampu di sepanjang jalan menjadi padam, membuat semuanya benar-benar menjadi sunyi.

"Hentikan!"

Mendengar suara teriakan dari gang yang ia lewati, Night berhenti melangkah. dia menoleh ke arah gang yang gelap, mencoba memastikan bahwa barusan dia benar-benar mendengar suara teriakan atau tidak.

Itu dulu

Setelah menunggu suara yang ia tadi dengar cukup lama, Night kembali melanjutkan perjalanannya karena tidak mendengar suara itu lagi.

Sepertinya aku salah dengar. Katanya, melangkah menjauh.

Sementara itu, di dalam gang yang gelap. Seorang gadis muda terbaring dengan pasrah, di atasnya seorang pria botak telah menindihnya.

Tangan kanan pria itu berada di mulut si gadis, menutupnya agar suara gadis di bawahnya tidak terdengar oleh siapapun saat dia memperkaosnya.

"Berhenti melawan gadis kecil. Paman ini akan memberimu kenikmatan sekali seumur hidup hehe." katanya, memegang pakaian si gadis dan siap menariknya.

***

Hari ini kami kedatangan pengunjung yang sangat kaya.

Kebetulan aku bertugas untuk melayaninya, sehingga itu membuatku sangat senang karena mendapatkan penaikan gaji dari atasan serta 2 koin emas dari orang bernama Nolan itu.

Padahal dia hanyalah seorang bocah laki-laki yang asal usulnya tidak diketahui. Tapi, tidak diragukan lagi kalau dia bukan orang biasa.

 Pikirku.

Meskipun kami curiga dengannya. Tetapi, karena guild petualangan selalu bersikap netral pada siapapun, kami tidak peduli dan memilih untuk melupakannya.

Kudengar, dia juga mengalahkan salah satu petualangan tingkat A hanya dengan sekali bantingan. Itu tentu saja luar biasa. Apalagi dengan usianya yang baru 13 atau 14 tahun membuat dirinya tidak diragukan lagi adalah seorang jenius dari generasi kami.

Jam 10 malam.

Pergantian ship telah tiba, sebentar lagi orang yang akan menggantikanku akan datang. Itu sebabnya, aku segera merapikan barang-barangku dan bersiap untuk pulang. Tetapi...

"Lia. kata nona Angel kamu harus melapor kepadanya tentang pengunjung tadi." kata Liesti. Rekan kerjaku sekaligus orang yang ku anggap sebagai kakak perempuanku.

Selama menggantikan ibuku disini, aku selalu mendapatkan masalah sejak pertama kali bekerja. Dan orang yang selalu membantuku di setiap kesalahan yang ku perbuat adalah kak Liesti.

Aku menghormatinya sekaligus mengaguminya sebagai seorang senior. Jadi sebisa mungkin, aku ingin sejajar dengannya dan membantunya dalam pekerjaan yang merepotkan untuknya.

"Baik kak Liesti. Ngomong-ngomong apa kamu yakin hanya mengambil 100 koin perak? Bukankah lebih baik membaginya menjadi 50:50?" kataku, menatap matanya.

"Oh ayolah. Tidak perlu sebegitu nya. Lagipula, dengan 100 perak ini, keluargaku sudah bisa melewati musim dingin yang akan datang." kata kak Liesti. Dia dengan senyum manisnya berhasil menenangkan kekhawatiranku.

Dan begitulah percakapan kami sebelum aku pergi menemui nona Angel.

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku dan nona Angel berbicara selama 3 jam terakhir, membuatku terpaksa pulang di jam 1 tengah malam.

Aku harap ibuku tidak khawatir dan tidak memaksa dirinya untuk menungguku pulang.

Entah kenapa, suasana malam ini sedikit berbeda dari biasanya. Ini ...Terasa lebih sunyi.

Berjalan memasuki gang yang biasa ku lalui, aku merasa aneh. aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang.

Dan benar saja, tanpa peringatan sedikitpun. Seorang pria memelukku dari belakang, memaksaku untuk berbaring di jalan dengan sangat kasar.

"Hentikan!"

Aku berteriak. Namun, apalah daya. di jam seperti ini, seharusnya kebanyakan orang sudah tidur.

Tidak punya kekuatan untuk melawan, membuatku pasrah dengan situasiku saat ini.

Pria itu mengangkat tangannya kanannya, menutup mulutku dengan tangan yang besar dan kasar. Sedangkan tangan lainnya berada di pakaianku, mencoba membuatku telanjang bulat.

Apa ini akan menjadi akhir hidupku...?

Disaat pikiran itu muncul di kepalaku, seseorang dengan tudung coklat, yang menutupi seluruh tubuhnya berdiri menyaksikan kelakuan pria yang menindihku.

Pria yang berada di atasku mendongak melihatnya.

"Hah?! Siapa kau?!" kata pria itu, kesal.

"... Hancurlah."

Satu kata itu terdengar, dan...

"Buagkh."

Tubuh pria yang menindihku meledak seketika, darahnya berterbangan ke segala arah bagai hujan gerimis yang tersapu angin.

Aku, Tidak mampu bereaksi terhadap situasi ini. Mataku dipenuhi ketakutan akan kematian sekarang, jiwaku terguncang hebat oleh sesuatu yang jauh dari nalar manusia.

Bahkan dalam catatan sejarah manapun, tidak tercatat bahwa ada sihir yang bisa menghancurkan tubuh seseorang hanya dengan satu kata saja.

Aku berusaha bangkit untuk berterima kasih padanya. Tapi, tubuhku bergetar hebat. Bahkan menggerakkan satu jari pun terasa mustahil bagiku untuk saat ini.

Memberanikan diri untuk melihat wajahnya, aku mengarahkan mataku, melihat ke atas guna melihat wajahnya yang bersembunyi di balik tudung coklat miliknya.

Aku melihat... Sebuah mata emas. Mata emas yang berkilau di gelapnya malam. seperti bulan yang semakin bersinar di tengah malam yang gelap. Menyinari seluruh dunia dengan sinarnya yang tidak panas seperti Matahari.

Aku cuma bisa melihat matanya saja. Meskipun begitu, aku puas. Di Seluruh kerajaan ini, hanya dia seorang yang memiliki mata dengan warna seindah itu.

Perlahan visiku memudar dan pada akhirnya, aku pingsan.

***

Setelah melewati gang tadi, seseorang yang datang entah dari mana mulai mengikutiku. Aura yang ia pancarkan jelas dan jelas. Membuatku bisa merasakan auranya sejak tadi.

Dia sengaja. Pikirku.

Berhenti berjalan, aku berkata tanpa melihat kebelakang. "Siapa kamu? Dan untuk apa kamu mengikutiku?"

Dia tidak menjawab. Tetapi, dia terus berjalan mendekat ke arahku, sampai jarak kami cukup dekat. Sekarang, aku bisa melihat wajahnya yang jelas.

Seorang laki-laki berusia 20 tahun dengan kulit putih, mata emas, serta beberapa tato emas diwajahnya. Dia punya tubuh yang cukup terlatih, namun tidak besar karena otot.

"..."

"..."

Tidak ada satupun percakapan diantara kami.

Sebaliknya, tatapan yang ia berikan padaku tampak sangat remeh. Lalu...

Tanpa peringatan sedikitpun, dia mengayunkan tangannya. Aura dengan cahaya yang sama seperti matahari meluncur ke arahku.

SLAHS!

Itu sangat cepat, hingga membuatku tidak sempat beraksi. Membuat salah satu lenganku putus tanpa rasa sakit karena saking cepatnya.

"A-apa?!" aku tergagap. Tidak percaya dengan peristiwa yang baru saja terjadi padaku.

Sial! itu sangat cepat. Apa aku akan mati di lantai satu di dunia yang kuciptakan ini? Jangan bercanda! pikirku.

Mengangkat lengan kiri yang masih utuh, aku mengaktifkan skill unlimited sword. Memakai seluruh energi sihir yang kupunya.

"Hancurlah."

Sontak, ratusan pedang muncul dan langsung melesat ke arah pria didepanku. Tetapi, hanya dengan satu kata saja, seluruh pedang yang muncul di belakangku hancur tak tersisa.

"..!! Ini gila." kataku, sangat terkejut.

Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!