Bab 4. Memulai (2)

Sudut pandang orang ketiga

Menatap 3 bagian kecil dari Ghoul di telapak tangannya membuat Nightmare merasa sedikit jijik dibuatnya. Meskipun begitu, setelah berpikir sejenak, dia tampaknya sudah pasrah dengan situasi itu dan mulai memasukkan mereka ke dalam mulutnya dengan mata tertutup.

Glup!

Setelah berhasil menelan mereka sepenuhnya, papan hologram kembali muncul di hadapan Nightmare. Nightmare disisi lain merasa cukup puas dengan notifikasi yang baru saja datang kepadanya.

[ Ras akan diubah dari Manusia\=> Ghoul. Apa anda yakin? ]

"Ya." Kataku keras-keras.

[ Mulai merubah Ras ... ... ... Berhasil ]

[ Nama :  Nightmare ( Ghoul )

Level : 0

Strength : 3

Axbility : 3

Stamina : 1

Power  : 3

Skill.      : -

Skill bawaan : Peniadaan sihir (8), Nafas gelap (8)

Poin yang belum digunakan : 0 ]

Sepertinya berhasil. Aku juga mendapatkan 3 power sebagai bonus perubahan Ras, ini jelas menguntungkan di awal permainan... Tapi, tak kusangka, dalam hal stamina aku benar-benar sudah mencapai batasku. Kurasa aku akan beristirahat sejenak sebelum maju lebih jauh.

Sebisa mungkin aku harus menghindari situasi berbahaya yang bisa datang kapan saja, bagaimanapun, aku bukanlah prontagonis di cerita ini. Jika aku ceroboh sedikit saja, maka kematian mungkin saja akan menjemputku lebih cepat.

...Di Dungeon ini ada dua cara meningkatkan statistik, pertama dengan naik level dan kedua dengan kerja keras.

ketika level naik, secara otomatis player akan mendapat 2 poin statistik sebagai bonus, membuat cara ini cukup mudah untuk menjadi kuat dalam waktu relatif singkat. Tapi, cara ini punya resiko yang sangat fatal bagi player di masa depan.

Maksimal level yang bisa dicapai oleh player adalah 100, jadi total poin statistik yang terkumpul secara menyeluruh adalah 200 poin. Itu artinya, hanya 2 dari 4 statistik yang bisa dimaksimalkan.

Namun, ada cara efektif yang bisa menutup kesenjangan itu. Dan itu... Tentu saja dengan menyimpan poin statistik dari naik level dan menggunakan cara kedua yakni kerja keras untuk mencapai rata-rata statistik 50 pada ke empat bagian secara merata.

Ini juga adalah cara yang prontagonis gunakan dalam cerita untuk mencapai puncak Dungeon.

Tetapi, jika aku dalam situasi yang buruk dimasa depan dan tidak punya pilihan lain selain menggunakan poin statistik saat itu juga, maka, aku tidak punya alasan untuk ragu sedikitpun untuk menggunakan mereka. Bagaimanapun, aku harus mengedepankan hidupku dibandingkan sesuatu seperti poin statistik.

haa ... baiklah, sepertinya aku harus bergerak sekarang.

Setelah memikirkan semua itu, Nightmare menghela nafas panjang kemudian memegang lututnya, menjadikannya sebagai tumpuan lalu perlahan bangkit dari tempat ia duduk.

Dia dengan mata yang penuh tekad mulai berjalan pergi, mengikuti langkah kaki yang cukup besar untuk meninggalkan jejak di tanah yang cukup kering. Hal itu jelas disebabkan oleh berat badan yang cukup berat yang membuatnya sulit untuk menghilang. tentu saja, hal kecil ini sudah menjadi bukti yang cukup bagi Nightmare untuk yakin bahwa Ghoul yang tersisa telah melewati jalan itu.

5 menit berlalu, Nightmare akhirnya menemukan sisa Ghoul yang terlepas. Dengan langkah yang cukup pelan, Nightmare memperpendek jarak di antara mereka, lalu setelah merasa sudah cukup dekat. Nightmare bersembunyi di balik pohon sekali lagi, punggungnya rapat dengan batang pohon untuk memastikan bahwa dirinya tidak akan ketahuan.

kurasa aku akan mencoba skill ini. Pikir Nightmare

Dengan santai Nightmare mengangkat lengan kanannya, membentuk pistol dengan jari-jarinya, lalu dengan tatapan mata yang intens dia mengarahkannya ke arah Ghoul petarung.

Aura hitam berkumpul dan membentuk sebuah bola di ujung jari Nightmare yang kemudian melesat menuju Ghoul petarung dengan cepat. Ghoul yang menyadari bahwa ada sihir yang mengarah padanya cuma terdiam, menatap sihir itu tanpa rasa takut sedikitpun.

Dan, benar saja. Setelah 30 cm antara sihir dan kulit Ghoul akan bertemu, sihir itu terurai yang kemudian dengan cepat menghilang dari pandangan tanpa jejak sedikitpun, membuatnya seperti tidak ada sejak awal.

Melihat ke arah darimana datangnya gelombang sihir, Ghoul petarung meraung setelah melihat Nightmare dan langsung melesat menuju tempatnya dengan dua ekor panjang di bokongnya.

Tanpa Nightmare sadari Ghoul telah berdiri didepannya, melepaskan pukulan kuat mengarah ke kepala Nightmare

Nightmare menghindar dengan sedikit menunduk ke bawah yang kemudian dengan cepat mengambil jarak kebelakang sebagai refleks tambahan. Dan tepat setelah jarak antara Nightmare dengan Ghoul petarung cukup jauh, Nightmare mengambil satu anak panah di Inventory miliknya, menarik panahnya yang kemudian melancarkannya menuju Ghoul biasa yang sedang bersiap menyerang dari belakang.

[ Anda berhasil membunuh Ghoul biasa ]

Satu anak panah itu berhasil mengenai Ghoul yang berada di belakang, menyelesaikannya hanya dengan sekali gerakan. Kini, prioritas Nightmare tinggallah Ghoul petarung yang kembali meluncur ke arahnya dengan cepat.

Ghoul melepaskan pukulan cepat mengarah pada wajah Nightmare dengan memiringkan kepalanya ke kiri Nightmare berhasil menghindari. Meskipun begitu, pipi kanan Nightmare telah tergores oleh pukulan tadi. Tidak berhenti di sana, Ghoul kembali menyerang memperkuat momentumnya, kali ini dengan ekornya dia menyerang ke arah dada dan kepala Nightmare sekaligus.

Melihat serangan yang Sulit dihindari itu, Nightmare menarik dua anak panah dari Inventory, menggunakannya layaknya sebuah pedang yang kemudian dengan cepat menangkis dua ekor yang mengarah padanya.

Melihat itu, Ghoul petarung mundur beberapa langkah kebelakang.

Ghoul yang tiba-tiba menjaga jarak dengan Nightmare membuat mata Nightmare sedikit terkejut, seperti, sedang melihat sebuah kesempatan emas. Dia dengan cepat melempar dua anak panah di tangannya dengan kecepatan penuh ke arah Ghoul, walaupun tidak sekuat panah tapi, itu jelas efektif karena salah satu dari anak panah itu berhasil membutakan mata kiri Ghoul.

MERAUNG! Ghoul itu mengangkat tangan kirinya, menutupi matanya yang telah menjadi sumber mata air ( darah maksudnya ).

Bagus ... Pikir Nightmare

Tidak ingin membuang waktu, Nightmare menghentakkan kakinya ketanah, meluncur maju ke arah Ghoul yang masih kesakitan... Lalu dengan anak panah yang baru saja ia tarik, dia mulai menusuk setiap titik vital Ghoul. Mulai dari jantung, lutut, siku hingga kepala, membuat Ghoul terjatuh ke belakang lalu tumbang.

[ Anda berhasil membunuh Ghoul petarung ]

[ mendapat batu rune segitiga warna merah cerah ]

[ Anda Naik level 1 ]

[ mendapatkan 2 poin skill ]

[ stamina meningkat 1 poin ]

[ Nama :      Nightmare ]

Level : 1

Strength : 3

Axbility : 3

Stamina : 4

Power  : 3

Skill.      : -

Skill bawaan : Peniadaan sihir (8), Nafas gelap (8)

Poin yang belum digunakan : 2 ]

[ apa anda ingin menggunakan poin statistik ]

[ no ] [ yes ]

TEKAN! Nightmare menekan no pada dua pilihan itu yang kemudian dengan tangan terbuka mengambil rune yang berada di dekat mayat Ghoul petarung. Tanpa jeda sedikitpun dia menggunakan kekuatan genggamannya, menghancurkan Rune hingga berkeping-keping.

[ Anda mendapatkan skill tingkat 9, bola api ]

" ... Wow, kurasa ini skill yang berguna untuk membuat api unggun, kurasa. Benarkan?" kata Nightmare keras-keras, kekecewaan terdengar jelas di nada suaranya.

Terpopuler

Comments

Ogeg iraeinn

Ogeg iraeinn

hmmm, balik lagi jadi POV pertama. 🙄

2024-01-01

0

Ogeg iraeinn

Ogeg iraeinn

beganti POV? saran sih kasih pemberitahuan, mungkin catatan gtu. jadi pembaca tahu kalo di bab ini POV nya berubah.

2024-01-01

0

Jell_bobatea

Jell_bobatea

Gila ini karya hebat, dari jalan ceritanya sampe karakternya!

2023-11-11

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!