Dengan tekad membara dimatanya, raja goblin melangkah maju dengan pedang besar di tangan kanannya. Dia memutuskan untuk bertarung satu lawan satu dengan mahluk dihadapannya saat ini.
"Aku menantangmu bertarung...!! Satu lawan satu!" kata raja goblin keras-keras.
"...."
Menanggapi perkataan Raja goblin, Nightmare membalasnya dengan kesunyian total. Tidak ada yang tahu apakah dia mengerti perkataan Raja goblin atau tidak. Tapi, walaupun bahasa menjadi penghalang, Nightmare tahu apa yang dia katakan hanya dengan tatapannya saja. Dia ingin bertarung!
Melihat sekilas sekeliling, Nightmare melihat bawahan Raja goblin yang sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan. Yang berarti tidak ada seorangpun disana yang bisa mengganggu duel. Sebagai tanggapan persetujuan, Nightmare mengangguk pelan, dia kemudian mencabut salah satu pedang di tubuh goblin yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
*Melempar ke atas.
Pedang yang Nightmare ambil, ia lempar ke atas sebagai penanda dimulainya pertarungan satu lawan satu antara Nightmare dengan Raja goblin.
"Sabit darah."
Sebuah sabit merah tua terbentuk di kedua lengan Nightmare dari darah miliknya. Dengan posisi siap bertarung, Nightmare menunggu pedang ia lempar jatuh ke tanah. Tatapannya dengan tajam mengarah ke Raja goblin. Meskipun dengan topeng yang menutupinya tatapannya, Raja goblin dengan jelas merasakan hawa dingin membunuh yang tersembunyi di baliknya.
Meskipun mendapat rasa intimidasi yang kuat dari lawannya, Raja goblin tidak berniat mundur sedikitpun. Setelah menarik nafas dalam-dalam dia juga kini mulai memasang posisi bertarung miliknya.
.....
*Tertancap.
Pedang tertancap. Dengan cepat Nightmare melesat menuju raja goblin. Dia tanpa ragu mengayunkan lengannya, mengincar kepala Raja goblin setelah memperpendek jarak di antara mereka.
Raja goblin yang melihat jalur serangan Nightmare mengangkat tangannya, menahan serangan itu dengan tangan kirinya yang kosong. Lalu tanpa memberi jeda sedikitpun, dia mengayunkan tangan lainnya, mengincar badan Nightmare yang masih melayang di udara.
Melihat itu, Nightmare mengangkat tangan kanannya mengunakan serangan Raja goblin sebagai dorongan untuk mundur ke belakang. Duel terus berlanjut sampai beberapa menit.
Kini, jarak antara mereka mulai melebar kembali. Nightmare terdiam, dia menoleh ke tangan yang ia gunakan untuk menahan serangan Raja goblin, dan hasilnya tidak dia duga. Hanya dalam kurun waktu 2 menit pertarungan sengit, Tangan Nightmare bergetar hebat.
... Meskipun aku mendapatkan title yang menguntungkanku ketika berhadapan dengan sesuatu yang berhubungan dengan goblin, tapi aku tidak menduga hal ini... Levelnya mungkin ada di sekitaran 20 ke atas. Sedangkan diriku baru mencapai level 11. Dengan menggunakan beberapa poin statistik lalu digabungkan dengan title yang baru kudapatkan tadi, seharusnya kekuatanku setara dengan player level 17, kurasa.
Tapi... getaran ini sungguh merepotkan. Dia sama sekali tidak bertarung menggunakan MANA, murni kekuatan fisik. Bagaimana jika seandainya dia mendapatkan kekuatan di tahap evolusinya...? mungkin akan sedikit sulit bagiku untuk mengalahkannya.
Bisa dibilang aku beruntung karena dia mendapatkan kecerdasan bukan kekuatan, itulah sebabnya, alih-alih fokus memperkuat dirinya sendiri, dia lebih memilih untuk membangun pasukan Goblin. Pikir Nightmare
*Melesat.
Tanpa Nightmare sadari, Raja goblin meluncur ke arahnya dengan niat membunuh yang kuat. Rupanya, Raja goblin menyadari bahwa Nightmare sedang memikirkan sesuatu. Tepat didepan Nightmare, Raja goblin berdiri. Pedang besar di tangannya ia angkat ke langit, berniat membelah tubuh Nightmare menjadi dua bagian dimulai dari kepalanya.
DESING!!!
Dengan menggunakan lengan kirinya, Nightmare berhasil mengubah jalur serangan raja goblin sehingga pedang besar miliknya menghantam tanah dan menghancurkannya.
"Kebiasaan burukku sepertinya masih ada. Dan tidak kusangka..." kata Nightmare keras-keras dengan pandangan melihat ke Raja goblin. "Goblin ini mampu melihat celah itu. Sayang sekali kau tidak seperti pak tua itu! Seandainya kesempatan seperti ini datang padanya, aku pasti sudah kehilangan kepalaku sekarang."
Nightmare memutar lengan kanannya, menusuk dengan kecepatan tinggi menuju dada Raja goblin.
"...!!!" Raja goblin yang terkejut, tidak sempat beraksi dengan serangan yang datang kepadanya.
*Tertusuk.
Darah segar mengalir dari lengan Nightmare sampai pada bahunya. Dia berhasil mendaratkan serangan ke titik vital Raja goblin.
*Tangkap.
Tetapi, Raja goblin belum tumbang. Dengan tangannya yang kosong, dia menahan lengan yang tertancap ditubuhnya. Membuat Nightmare tidak bisa menarik lengannya keluar.
"Gwarrr!!!" Raja goblin berteriak.
Teriakan terakhir? Tidak, itu lebih seperti sebuah tanda. Tapi apa? Pikir Nightmare heran.
"Ingat ini Ghoul, didalam sebuah pertarungan yang menang-lah yang mengukir sejarah. Sekuat apapun dirimu, jika kau mati di sini maka tidak ada seorangpun yang akan mengingat keberadaanmu dan juga, setelah aku membangun kembali pasukanku. Aku akan meratakan semua Ghoul di hutan ini!! Hahaha!!!" Ucap Raja goblin dengan tawa yang keras mengakhiri perkataannya.
"...." Diam.
Merasakan energi sihir dibelakangnya, Nightmare menoleh sebentar. Di sana bola api raksasa telah melesat ke arahnya, itu tidak cepat dan mudah untuk dihindari. Tapi, dengan situasinya saat ini, Dimana lengannya ditahan oleh Raja goblin, membuatnya tidak bisa bergerak.
{ Mana \=> energi sihir } author ubah.
Namun, alih-alih panik dengan bola api yang ada dibelakangnya, Nightmare justru mengangkat lengan kirinya, kembali menusuk daerah mematikan di tubuh Raja goblin.
"Khukk!!" Raja goblin panik, dia tidak pernah menduga bahwa Nightmare akan melancarkan serangan sekali lagi padanya.
Kini, kedua tangan Nightmare telah menembus tubuh Raja goblin, satu di bagian dada sedangkan yang lain menusuk tepat di bagian leher.
Bola api raksasa semakin dekat dengan punggung Nightmare. Tapi Nightmare tak menghiraukannya, dia dengan topeng bersimbah darah kemudian menarik pedang di Lengan kirinya, memenggal kepala raja goblin tanpa rasa ragu sedikitpun.
Kepala Raja goblin terjatuh, tergeletak di tanah. Tepat setelah itu, bola api raksasa telah sampai pada Nightmare membakar seluruh hal termasuk tubuh raja goblin.
"Hahaha!! Tepat sasaran! Rasakan itu Ghoul, kau membuat pilihan yang bagus untuk menerima sihir terkuatku! Hanguslah!! Ahaha!!" kata salah seorang goblin yang selamat.
"Sial! Sial!!" Growl memukul tanah dengan kuat. "orang itu membakar semuanya, termasuk Raja. ini tidak bisa dibiarkan, aku akan membunuhmu Ral ...setelah aku pulih dari luka ini!" lanjutnya, menatap salah satu bawahan raja goblin yang selamat dengan kemarahan yang dalam di matanya.
Tap
Tap
Tap
"Hm?!" Growl mendongak ke atas kemudian terkejut. "Apa yang ingin kau lakukan, Ral!!" teriak Growl.
Ral yang telah membunuh raja goblin kini berdiri di depan Growl dengan mantra sihir yang siap digunakan.
"Karena Raja goblin telah tewas, tentu saja sekarang giliran ajudannya, kan?" kata Ral.
"...!" Growl terkejut.
"Begitu, ya. Pada akhirnya kaulah orang yang akan berkhianat, kalau begitu akhiri hidupku sekarang." lanjut Growl pasrah.
"Ku ku. Jangan begitu Growl. Aku tadi hanya bercanda. Meskipun, Raja goblin tidak tewas hari ini pada akhirnya akulah yang akan mengamankan tahta Raja di masa depan. Dan, kehadiranmu itu sangat diperlukan, jadi kau tidak boleh mati dulu."Kata Ral.
"Hahaha, berhenti bercanda seperti itu. Meskipun Raja goblin telah tewas aku tidak akan pernah mengabdi pada orang sepertimu. Lagipula, cara seperti apapun tidak akan mempan untukku. Jadi jangan buang waktumu lalu bunuh aku sekarang." Jawab Growl.
"Kau ...!!"
*Tepuk
*Tepuk
Dari kobaran api yang masih berkobar, Nightmare berjalan keluar dengan suara tepuk tangan yang keras, Membuat Ral dan Growl terkejut tidak bisa berkata-kata.
"Hu hu. Percakapan yang menarik. Tak kusangka aku akan mendapatkan skill penerjemah tepat setelah membunuh Raja goblin, ini keberuntungan.
Kalau tidak salah namamu Ral, kan? Yang kau katakan tadi sedikit keliru. Ketika Raja goblin tewas bukan hanya ajudannya saja yang akan mengikutinya. Tapi, seluruh ...pengikutnya." kata Nightmare sambil berjalan mendekati mereka dengan kedua tangan terentang.
"Bukankah, begitu...?" lanjutnya, dengan tatapan tajam serta aura membunuh yang sangat mengerikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments