MALAM HARI. Aku berjalan menuju pelelangan, mengikuti peta yang telah kuambil dari gadis bernama Lia.
Setelah aku berpisah dengan Lia di guild petualangan, aku langsung mencari penginapan untuk melewati malam yang mungkin saja akan dingin.
Berkat hal itu, aku akhirnya tahu seberapa tinggi nilai koin perak dan emas. Cukup dengan memegang 50 koin emas saja, seseorang sudah bisa menyamai kekayaan dari seorang bangsawan tingkat menengah di kerajaan ini.
aku juga akhirnya bisa melihat sosok seperti apa diriku di tempat ini.
Itu dulu.
Berdiri di depan cermin, aku melihat wajahku saat akuvmasih kecil dibumi, itu membuat beberapa kisah kelam kembali ke kepalaku, mengisinya dengan kenangan penuh kepahitan akan hidup yang kurasakan dahulu.
Karena penurunan mood secara tiba-tiba, aku memutuskan untuk beristirahat, berbaring di kasur yang telah aku pesan dan menikmatinya.
Kamar yang aku gunakan ini adalah kamar yang dikhususkan untuk seorang VVIP atau lebih tepatnya seorang bangsawan saja yang bisa menikmatinya. Bukan karena tidak diperbolehkan untuk masyarakat umum, tapi, harga yang di keluarkan tidaklah sedikit jika dibandingkan dengan penghasilan orang-orang biasa.
Butuh setidaknya, 30 koin perak untuk memesan kamar ini. Dimana, jumlah itu sangatlah banyak menurut kebanyakan orang.
Untuk lebih jelasnya. 1 koin emas dihargai 1.000 koin perak dan 1 koin perak dihargai dengan 500 koin tembaga, kurang lebih seperti itu.
Tetapi, mengabaikan harga yang tidak masuk akal, aku menikmati tempat ini, merasa sedikit kembali ke masa modern di bumi.
Yah... Sebenarnya aku juga punya alasan lain. Sebelum memesan kamar yang diinginkan, para tamu diperlihatkan isi dan bagaimana kondisi kamar lain terlebih dahulu. Dan melihat kondisi kamar lain membuat minatku sedikit menurun.
Untung saja, kerajaan ini punya penginapan yang cukup nyaman bagi player sepertiku yang mendapatkan uang dari seorang gadis elf.
Jika dipikir-pikir lagi, sebenarnya siapa identitas asli Irene, itu sedikit membuatku penasaran. Lagipula, aku sama sekali tidak menulis latar belakang dari Irene, tidak pernah menceritakannya sampai dia tewas di lantai 7. Yang ku tulis hanyalah 'Gadis bernama Irene bertemu dengan Rei secara kebetulan dan memutuskan untuk berjalan bersama mulai saat itu'.
***
Setelah berjalan sebentar, aku akhirnya tiba di depan pintu masuk pelelangan. Tentu saja dengan penampilan yang telah berubah. Dengan menggunakan item tingkat 9 yang aku temukan setelah merampok kelompok pencuri, aku mengubah penampilanku.
Sekarang, aku berpenampilan seperti seorang pria berusia 20 tahun, tinggi, tampan dan tentu saja... Kaya.
Aku juga membeli pakaian paling mahal yang bisa kutemukan di ibu kota Kerajaan ini.
Pergi ke pelelangan sebenarnya bukanlah tujuan, aku cuma pergi ke sana karena rekomendasi dari Lia sekaligus untuk bersenang-senang.
Berjalan masuk, aku dihadapkan dengan 3 jalan yang mengarah ke tempat yang berbeda. Pintu disisi kanan terlihat sangat ramai, antriannya juga sangat panjang sehingga tepat setelah aku masuk, seseorang telah memunggungiku karena mengantri.
Sedangkan pintu yang berada di tengah nampak cukup sepi, kudengar untuk masuk lewat pintu itu, kita harus membayar 20 koin perak sebagai bayaran, kita juga akan mendapat pelayanan tingkat menengah dari tempat pelelangan ini jika masuk lewat sana.
Dan untuk pintu sebelah kiri... Sepi, sangat sepi. aku bahkan tidak tahu apa ada orang yang masuk lewat sana. Jumlah koin yang harus dikeluarkan untuk masuk lewat sana sebanyak 80 koin perak, membuatnya terlihat seperti perampokan bagi orang yang punya keuangan rendah.
"Tapi... Aku adalah orang kaya. Hahaha." gumamku, berjalan menuju pintu sebelah kiri.
Melihat diriku yang berjalan menuju pintu sebelah kiri, ratusan tatapan mata langsung tertuju padaku, itu merupakan tatapan kagum sekaligus iri yang cukup Kusuka.
Tiba didepan pintu, aku disambut oleh seorang pria dengan pakaian jas hitam.
Dia membungkuk saat aku berdiri di depannya lalu berkata. "Jika tidak keberatan, bisakah aku melihat jumlah koin yang anda bawa tuan?"
Mengangguk, aku menarik keluar koin perak yang kupunya dan memperlihatkannya. Sontak, pria yang bertanya kepadaku terkejut. Meskipun, dia sangat hebat dalam menyembunyikannya sehingga itu sulit untuk di lihat, namun itu tidak berlaku untukku.
"Terima kasih telah menuruti keinginan saya yang sangat egois tuan." katanya, membungkuk sekali lagi. "Bisakah saya mendengar nama anda? Nama samaran juga diperbolehkan."
"Nightmare seperti cukup merepotkan untuk diucapkan." gumamku dengan tangan di dagu. "Night saja."
"Baiklah, tuan Night. Silahkan ikuti aku saya, saya akan menjelaskan tentang lantai VVIP kepada anda sambil berjalan jika anda tidak keberatan." katanya, meminta persetujuanku.
"Baiklah, mari bicara sambil berjalan."jawabku.
"Terima kasih tuan Night. Kalau begitu mari." katanya.
Kami kemudian berjalan menuju lantai VVIP dengan beberapa percakapan.
"Jadi, biarkan saya menjelaskan beberapa hal terlebih dahulu tentang lantai VVIP." katanya yang kemudian melanjutkan. "Lantai VVIP adalah lantai yang berada di lantai tiga tempat ini. Total tempat yang tersedia di lantai VVIP hanya 4 tempat saja, setiap tempat berada pada sudut mereka masing-masing mengikuti arah kompas."
"Menarik. Tapi, sebelum itu, aku harus memanggilmu apa?" kataku.
"Ah. Maafkan atas kelancangan saya tuan. Nama aku Nael. Silahkan panggil saya sesuka anda."
"Nael, kah. Baiklah, kalau begitu lanjutkan."
"Baik. Berbeda dengan lantai satu dan dua, lantai tiga punya asisten pribadi yang akan memberitahukan kepada anda, apa barang yang muncul layak atau tidak." Jelasnya. "Kami juga menyediakan berbagai macam makanan kelas atas secara gratis tanpa biaya sedikitpun."
"Apa cuma itu?" tanyaku.
"Tentu tidak tuan Night. Anda juga punya hak Claim atas satu item apapun, kecuali item penutup yang akan ditampilkan." jawabnya dengan penuh kesenangan.
Waktu berlalu, Kami akhirnya sampai di tempat VVIP. Berjalan di depanku Nael membungkuk setelah membukakan pintu, memintaku untuk berjalan maju dan memasuki ruangan.
Tap!
Selangkah setelah aku melewati pintu, pandangan didepan mataku membuatku cukup terkejut. Interior yang ada di tempat ini sangatlah berbeda dengan apa yang berada di luar, ini cukup modern.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments