"Sebelum lelang ini dimulai, biarkan kami pihak lelang untuk menyambut keempat VVIP yang hadir hari ini." Kata Riel melihat ke atas. "selamat datang untuk kalian semua di pelelangan kami yang sederhana ini, saya harap para VVIP bisa merasa cukup puas dengan barang yang kami akan lelang malam ini.
Nah, mari jangan membuang waktu lagi. Mari kita lihat barang pertama yang akan ditawar malam ini sebagai pembuka dari pelelangan."
*Menepuk.
Riel mempertemukan kedua tangannya, menepuk dengan suara ringan dan jelas. Tak lama kemudian, seorang pria berjas hitam keluar dari tirai merah yang berada di belakang Riel, dengan membawa sebuah kaca yang diselimuti oleh kain putih, membuat orang-orang di lantai satu bertanya-tanya tentang isinya dan tidak sabar untuk melihatnya.
Bukankah mereka terlalu antusias? Pikirku, melihat reaksi mereka.
"Fufu. Baiklah mari kita lihat barang pertama ini." kata Riel dengan tangan yang sudah siap menarik kain yang menutupi item didalamnya.
Itu dulu.
Riel menarik kainnya dengan heboh, memperlihatkan sebuah cincin perak dengan permata hijau ditengahnya.
Sontak orang-orang di lantai 1 terkejut, mereka seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini. Beberapa dari mereka bergumam seperti. 'Aku harus memiliki itu' 'Aku tidak boleh melewatkan kesempatan ini' 'Aku akan punya kesempatan untuk menjadi bangsawan dengan cincin itu' dan beberapa hal lainnya.
Apa yang spesial dari cincin itu? Apa mereka akan menggunakannya untuk melamar seorang gadis bangsawan? Atau cincin itu punya kegunaan yang sangat hebat? Pikirku.
"Seperti yang kalian lihat, ini adalah cincin ruang berskala 4×4 persegi. Barang ini akan menjadi pembuka untuk acara ini. Harga awal yang kami tawarkan untuk cincin ini adalah 45 koin tembaga."
Seorang pria tua mengangkat papan didepannya lalu berkata. "46 koin tembaga."
"46 koin tembaga!"
Melihat pria tua disampingnya cuman menaikkan tawaran sebanyak 1 tembaga. Gadis yang duduk di samping pria tua terkekeh, dia mengangkat papan guna menaikkan penawaran. "Keke. 48 koin tembaga."
"Oh! 48 koin tembaga." kata Riel dengan ekspresi terkejut yang sengaja dibuat.
"A-apa! Beraninya gadis muda sepertimu melawanku!" pria tua tergagap sebelum dia kembali mengangkat papan. "49 koin tembaga."
"49 koin tembaga!"
Nah, bagaimana kau akan menghadapi pria tua ini gadis muda! Pikir pria tua. Mengarahkan tatapannya yang tajam ke peserta disampingnya dengan jelas.
"Uh!" gadis itu tersentak kebelakang.
Apa pria tua yang akan segera ketanah ini sengaja menaikkan harga dengan satu koin tembaga saja?! Kalau begitu... Pikir gadis itu.
"Hari ini aku akan melawanmu dengan jujur pak tua!" kata gadis itu, kembali mengangkat papan dan menaikkan harga. "51 koin tembaga."
"51 koin tembaga!" kata Riel.
Pertengkaran kedua orang itu cukup menarik perhatian, sampai-sampai orang yang berada di dekat mereka cuma bisa melihat dengan mata setengah tertutup. Ada juga yang memberikan beberapa komentar tentang mereka.
"Apa yang mereka lakukan?" kata seseorang.
"Entahlah. Mereka sepertinya cuma orang miskin yang kebetulan masuk ke dalam pelelangan ini." jawab rekannya.
"Apa mereka itu idiot?" kata seseorang yang berbeda.
"Haha, jangan berbicara begitu tentang orang tua." kata yang lainnya.
"Apa mereka pikir cuma berdua yang hadir di pelelangan ini?" kata yang lainnya lagi.
Waktu berlalu, tawaran yang datang telah mencapai 308 koin tembaga. Meninggalkan pria tua dan gadis yang bertarung dengan sengit di awal penawaran.
Sementara itu, Night yang melihat pemandangan dari atas cuma diam dan mengamati. Dia sama sekali tidak menaruh minat pada cincin yang dilelang.
"Apa anda tidak tertarik dengan cincin itu tuan Night?" kata Lily.
"Tidak, tidak sedikitpun. Aku tidak punya alasan yang bagus untuk memilikinya." jawabku dengan wajah bersandar di tinjuku.
"Begitu, ya."
Jika berbicara tentang penyimpanan ruang, maka player adalah orang yang harus dihindari. Karena kami punya sesuatu yang bernama Inventory dengan kapasitas penyimpanan ruang tak terbatas. Jadi, membeli sesuatu seperti cincin ruang adalah pemborosan, bukan cuma itu, beberapa bangsawan pasti akan mengirim pembunuh bayaran untuk merebut cincin itu dari tangan pemenang lelang.
Kecuali, pihak lelang punya cara tersendiri untuk melindungi pelanggan mereka. Maka, itu seharusnya aman.
Tunggu... Bagaimana jika cincin itu bisa menyimpan sesuatu yang bahkan tidak bisa disimpan di dalam Inventory?
"Apa cincin itu bisa menyimpan Energi sihir?" tanyaku pada Lily.
"Sihir? Hmm... Kurasa itu mustahil tuan." jawabnya setelah sedikit berpikir.
Jadi memang mustahil, ya. Jika saja itu bisa dilakukan... Mungkin aku bisa menggunakan skill Unlimited sword untuk membantai puluhan ribu monster dalam sekejap mata.
Lanjut pada pelelangan pertama, Cincin ruang berhasil terjual seharga 323 koin tembaga. Hal itu membuat antusiasme pejabat lelang meningkat secara signifikan.
"Luar biasa." kata Lily kagum. "Meskipun cincin ruang cukup langka. Tapi, harga pasarnya biasanya cuma 250-280 koin tembaga."
Itu artinya, pihak lelang telah untung Sebayang 50-70 koin tembaga di barang pertama mereka. Pantas saja pejabat lelang menjadi antusias.
Itu dulu.
Barang kedua dan ketiga kemudian dibawa masuk, kedua barang itu adalah pedang panjang dan sebuah katana.
Mataku tertuju pada katana sejak kain dilepaskan. Meskipun itu adalah senjata tingkat 8 tapi itu akan cukup berguna di lantai 1 sampai 4. Tetapi... dengan skill Unlimited sword milikku seharusnya tidak sulit untuk menciptakan sebuah katana dengan tingkat 6 sekarang.
"Kurasa aku akan menjadikannya sebagai koleksi saja." gumamku.
Mendengar gumaman ku Lily mulai menjelaskan. "Sepertinya pedang ciptaan Viscount Amel menarik perhatian anda."
"Viscount Amel?"
"Ya, senjata itu disebut katana oleh penciptanya, Viscount Amel. Tuan Amel sendiri sedari kecil selalu dianggap aneh oleh orang-orang didekatnya. Dia selalu menempa pedang di kamarnya, menciptakan banyak senjata yang luar biasa dengan tangannya sendiri.
Berkat hal itu, Raja Baskim lll mengakui kontribusinya akan kerajaan dan memberinya wilayah atas nama Amel. Sekarang nama tuan Amel sangat dikenali di seluruh kerajaan Sunlight karena ciptaannya yang sangat hebat.
Dan untuk katana yang saat ini dilelang merupakan karya terbaik dari tuan Amel itu sendiri.
Dan menurut perkataan tuan Amel, katana ini mengandung sifat anti sihir didalamnya." jelasnya.
Anti sihir? Menarik. Jika itu adalah material Anti sihir maka seharusnya itu berada pada tingkatan ke 5. Kurasa senjata ini akan berguna sampai lantai 9.
Setelah memikirkannya, tawaran pada katana itu telah sampai di 500 koin tembaga. Tidak ingin ketinggalan aku menekan tombol perak.
"1 koin perak." kataku.
"Oh...! S-satu koin perak!!" kata Riel terkejut.
Diantara keempat VVIP sepertinya hanya aku yang tertarik dengan katana ini. Membuatku semakin mudah untuk mendapatkannya.
"satu ketukan... Dua ketukan... Tiga ketukan...! Selamat untuk anda!" kata Riel senang.
"Cih, memangnya siapa yang mau menghadapi VVIP jika mereka sudah tertarik akan sesuatu." kata salah satu orang dilantai dua, lantai yang diisi oleh para bangsawan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments