Bab 7. Desa Goblin

Setelah selesai memilih skill yang yang ia inginkan. Tanpa Nightmare sadari sistem telah mengembalikannya ke depan Dungeon.

" ... "

"Padahal aku masih punya sisa satu slot. Tapi kenapa sistem langsung memindahkanku? Haa ..." kataku keras-keras lalu membuang nafas dengan pelan.

Karna aku sudah mendapatkan skill yang kuinginkan, kurasa ini bukan saatnya untuk mengeluh. aku juga harus memperluas jangkauan berburu ku mulai sekarang. Pikirku. Hmm ... aku rasa aku akan mulai dari monster seperti goblin lalu ke Wolf lalu seterusnya. oh! Itu mengingatkanku.

Sudah berapa banyak orang yang naik ke lantai 2.

"Sistem, informasi jumlah player yang telah naik ke lantai dua."

[ Lapor ]

[ jumlah player yang telah naik ke lantai dua sebanyak : 3.423 ]

"Sudah sebanyak itu? Padahal ini baru hari ketiga. Orang-orang ini terlalu bersemangat. Jujur saja Itu sangat disayangkan, lantai 1 sengaja ku desain dengan Triliunan mahluk hidup didalamnya, memungkinkan player untuk tumbuh lebih cepat." gumamku.

Dengan santai Nightmare mengangkat tangannya, menggunakan satu jarinya untuk menggeser papan hologram didepannya, dia mencoba untuk melihat jumlah orang yang masih hidup dan yang sudah mati.

[ Jumlah player yang aktif : 28.342.177 ]

[ Jumlah player yang telah mati : 1.657.823 ]

"Lebih dari satu juta orang tewas di hari ketiga, ini jelas bukan jumlah yang kecil apalagi baru tiga hari terlewati di tempat ini. Tapi, menurut ingatanku, pada hari ketujuh akan ada lebih dari 2 juta orang yang tewas.

Apa itu berarti jumlahnya mulai berkurang drastis, ya. Yah, kurasa itu hal yang wajar. Mengingat manusia adalah makhluk yang sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya." kataku yang kemudian berjalan menjauh dari sana. Mencoba mencari lokasi monster rank 9 seperti goblin dan sebagainya. Lalu ...

... Ada aura yang cukup kuat didepan sana. Apa itu milik mahluk tingkat tinggi? Kurasa lebih baik aku mengambil jalan lain.

Setelah berjalan selama kurang lebih 30 menit. Nightmare merasakan aura mencekam tak jauh didepannya. Dia kemudian berhenti sejenak untuk berfikir, tak lama setelah itu dia memutuskan untuk mencari jalan lain, memilih menghindari masalah yang ada di depannya.

20 menit berlalu sejak Nightmare memutuskan untuk mencari jalan lain. Dia akhirnya menemukan sebuah sarang goblin yang tidak lain adalah sebuah pedesaan. Dia dengan pelan dan hati-hati melangkah lebih dekat.

Setelah merasa cukup dekat dengan mereka, Nightmare bersandar di balik pohon, mengamati para goblin yang bertugas menjaga pintu masuk dengan topeng yang masih melekat di wajahnya.

"Ada 3 goblin yang berjaga di pintu masuk. Sedangkan ada lebih 400 yang ada di dalam desa. Ini tidak akan mudah, tapi ini juga peluang bagus untuk menguji skill baru yang kudapatkan." Pikirku yang kemudian menarik 3 anak panah sekaligus dari Inventory, mengincar ketiga goblin yang bersantai di depan pintu masuk desa.

Whuss~

Ketiga anak panah itu melesat tanpa suara dan dengan tepat menempel di dahi ketiga goblin penjaga sekaligus. Membuat Ketiganya tumbang tanpa perlawanan sedikitpun. Ini bisa terjadi karena di ujung panah yang baru saja Nightmare tembakkan mengandung racun yang langsung melumpuhkan lawannya.

Melihat goblin penjaga sudah tumbang, Nightmare berjalan mendekati mereka yang terbaring di tanah dengan langkah ringan. Tanpa aura membunuh sedikitpun. Bagaimanapun, Nightmare harus menghindari kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, oleh sebab itu, menyerang menggunakan niat membunuh hanya akan berakibat fatal bagi Nightmare sendiri.

Tap

Tap

*Berhenti.

Tepat di depan goblin penjaga Nightmare berdiri dalam diam. Dia dengan topeng miliknya Melihat sekumpulan mahluk hijau yang tengah terbaring tak berdaya di tanah. Iris matanya yang tadinya kecoklatan perlahan berubah memerah.

"Sabit darah." Setelah mengatakan itu, kedua lengan Nightmare mengeluarkan darah segar. Yang kemudian dengan cepat berubah menjadi sebuah sabit merah yang keren.

Lalu tanpa berkedip sedikitpun, Nightmare mengayunkan tangannya, memenggal kepala dari ketiga goblin dalam satu serangan. Dengan pandangan yang masih tertuju pada mayat goblin Nightmare berpikir...

Sejujurnya aku tidak ingin berurusan dengan goblin secepat ini. Bukan karena kekuatan mereka. Tapi, karena sifat mereka yang bengis dan Nekat untuk melakukan apapun demi bisa mendapatkan inang baru untuk melanjutkan ras mereka.

Mereka tidak peduli dengan mahluk apa yang mereka gunakan. Prinsip utama mereka adalah 'selama masih ada lubang disitu pasti ada jalan'. Dengan prinsip itu, mereka menculik betina dari ras lain tanpa takut sedikitpun.

Tentu saja, tidak terkecuali manusia. Pikir Nightmare memandangi gerbang desa didepannya.

*Tarik. *Buang.

Nightmare menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya perlahan. Dengan ekspresi kosong di wajahnya dia berjalan masuk ke dalam sarang goblin.

Tanpa ia duga, lebih dari 100 goblin telah menghadang dirinya. Nightmare yang melihat itu merasa cukup janggal dengan situasi ini. Meskipun begitu, dia dengan cepat kembali ke kenyataan.

"Unlimited sword." Nightmare mengangkat tangan kanannya yang terbuka ke atas. Dan dengan dua kata itu, seratus pedang muncul di belakangnya.

*Jatuhkan.

Ketika Nightmare menurunkan tangannya, seratus pedang bergerak maju dengan cepat, mengarah ke setiap goblin yang ada. Tidak ada goblin yang terkena Dua pedang sekaligus. Tetapi, setiap pedang menusuk satu goblin dengan rapih dan bersih tanpa kemungkinan mereka hidup sedikitpun.

Singkat cerita, 1 menit berlalu. Seratus goblin yang menghadang Nightmare telah rata dengan pedang yang tertancap di tubuh mereka.

[ Level anda naik 1 ]

[ mendapatkan 2 poin statistik ]

"Sudah kuduga. Semakin tinggi levelku semakin sulit juga untuk meningkatkannya. Andai saja poin ini sedikit berubah, maka, aku akan mencapai level 20 dengan cepat. Menetap di lantai satu dalam kurun waktu yang lama bukankah hal yang buruk, kurasa. Lagipula, lantai 2 dan 3 tidak berisi monster satupun. Kedua lantai itu adalah sebuah labirin yang penuh dengan jebakan yang mematikan." kata Nightmare pelan.

Sebelum maju lebih jauh, Nightmare memutuskan untuk memeriksa daerah sekitar lebih dulu. Di beberapa tempat ia menemukan tulang belulang dari berbagai mahluk hidup termasuk manusia.

... Dilihat dari dari banyaknya tulang yang berada di tempat ini ... Sepertinya ini adalah tempat bagi para inang yang sudah tidak bisa melahirkan anak-anak goblin. Mereka digunakan lalu dibuang layaknya barang sekali pakai. Pikir Nightmare menatap lurus kedepan.

Rupanya beberapa monster yang kuciptakan sudah melewati batas karakter mereka. Meskipun, aku mengatur agar goblin memakai ras lain untuk bertahan hidup, aku tidak pernah menyangka mereka bahkan akan memakan jasad dari mahluk yang melahirkan mereka sendiri.

Karena lantai 1 ini tidak terbatas. Maka yang harus aku lakukan hanyalah membersihkan mereka dari cerita sebisaku. Pikir Nightmare

Dia kemudian mempertemukan kedua tangannya, lalu dengan mata tertutup ia mendoakan roh setiap mahluk hidup yang tertinggal di tempat itu.

"Tenang saja, setidaknya aku akan mengambil sikap tegas bagi ras goblin. Kalian semua beristirahatlah dengan tenang."

Tiba-tiba Seorang gadis remaja menampakkan dirinya dengan senyuman lebar diwajahnya. Dengan aura putih disekitarnya sudah bisa di pastikan bahwa dia adalah salah satu roh yang tertinggal di tempat itu.

Nightmare menatap gadis itu tanpa rasa terkejut sedikitpun. Kemudian gadis itu membuka mulutnya untuk berbicara.

"Terimakasih, tolong sampaikan permohonan maafku untuk kakak laki-lakiku yang ada di desa. Katakan padanya bahwa aku benar-benar menyesal telah lari dari rumah." katanya dengan air mata yang mengalir di kedua matanya.

"Baiklah, pasti akan ku sampaikan. Kalau begitu beritahu aku namamu." tanyaku padanya.

"Naya, namaku adalah Naya, biasanya aku dipanggil Nay di desaku dan untuk menyakinkan kakakku katakan saja 'Itu sihir yang hebat, kuharap aku bisa terbang suatu saat nanti menggunakan sihirku sendiri'." kata Naya yang perlahan mulai menghilang.

Untuk meyakinkannya lebih jauh lagi Nightmare kembali berkata. "Tenang saja, akan ku pastikan pesan itu sampai pada kakakmu bahkan meski nyawaku sebagai taruhannya."

"... Terima kasih banyak." *menghilang.

[ Anda telah mendapatkan Quest ]

[ Permintaan terakhir dari roh yang tersesat ]

[ Sampaikan permintaan maaf kepada saudara Naya yang ada di desanya.

Tingkat : 9

Hadiah : Rune lingkaran ( acak ) ]

Tentu saja akan ku sampaikan permohonanmu. Lagipula siapa yang mau menolak Quest yang kemungkinan bisa kugunakan untuk mendapatkan skill tingkat tinggi.

Terpopuler

Comments

MR LA

MR LA

WA ADA KAUM pelangi

2023-12-06

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!