Tidak perlu waktu lama. Nightmare berdiri di hadapan Growl dan Ral yang masih sangat terkejut melihatnya.
Kemudian hanya dengan sekali gerakan tangan, Nightmare Memenggal goblin yang tersisa, baik itu Ral, Growl dan yang lainnya.
"Mari lihat, apa saja yang kudapatkan hari ini." kata Nightmare berjalan menuju tempat raja goblin dengan papan hologram yang ada di depannya.
[ Lapor ]
[ Anda Naik dari level 6 \=> 11 ]
[ Anda mendapatkan skill bawaan Archer ]
[ skill observer tingkat (8) Dapat ditingkatkan
Deskripsi : Memperkuat penglihatan pengguna. Sekarang anda mampu melihat 500 meter kedepan dengan jelas ]
[ mendapat 2 title baru ]
[ Goblin killer
Deskripsi : menyebarkan aura membunuh sejauh 100 meter yang mampu melumpuhkan lawan. Hanya bisa dirasakan oleh ras goblin. ]
[ Goblin Nightmare
Deskripsi : Saat berhadapan dengan ras goblin, statistik player akan ditingkatkan secara instan.
+15 Strength
+ 20 Axbility ]
[ Detection
Deskripsi : Anda dapat mendeteksi segala jenis sesuatu dalam radius 200 meter. ]
[ Skill baru 'penerjermah' dan Detection ditambahkan kedalam status ]
[ Power anda meningkat 8 \=> 9 ]
[ Strength anda meningkat 7 \=> 9 ]
[ Axbility anda meningkat 10 \=> 13 ]
[ Stamina anda meningkat 8 \=> 10 ]
[ Menampilkan status player ]
[ Nama : Nightmare ]
Level : 11
Title : Goblin killer, Goblin Nightmare.
Strength : 9
Axbility : 13
Stamina : 10
Power : 9
Skill. : Unlimited sword (2), Bola api (9), panah beracun (9), sabit darah (8), Penerjemah (9), Detection (8)
Skill bawaan : Peniadaan sihir (8), Nafas gelap (8), observer (8+)
Poin yang belum digunakan : 20 ]
"Detection."
Dengan mengaktifkan skill Detection, Nightmare sekarang lebih mudah untuk mencari barang-barang berharga Hasil jarahan goblin.
Itu dulu.
Setelah aku memastikan bahwa tidak ada satupun bangunan yang mempunyai item atau barang berharga yang berguna, aku melangkah masuk kedalam kediaman Raja goblin.
Setelah masuk, aku disambut dengan ruang yang ternyata cukup bersih, berbeda dengan apa yang ku lihat sejauh ini. Melihat sekeliling. Tidak ada seorangpun yang tersisa disini.
Tapi, skill Detection milikku justru mengatakan bahwa disini terdapat berbagai macam item dan harta, terlebih lagi, ada energi kehidupan yang menyebar di tempat ini.
Ruangan pertama yang ku masuki adalah ruang khusus milik raja goblin. Ada berbagai macam senjata, meskipun, peringkat mereka tidak cukup tinggi.
Memangnya apa yang kuharapkan di lantai 1? Benar-benar lelucon jika aku berpikir bisa menemukan senjata kelas tinggi di sini. Oh, itu mengingatkanku dengan awal cerita. Seharusnya Prontagonis saat ini akan menyerang sarang goblin juga, untuk menolong saudari rekannya.
Aku berjalan menuju berbagai tempat, Mengikuti petunjuk dari skill Detection milikku. Namun, hasilnya sungguh buruk. Meskipun aku tidak berharap akan menemukan item kelas atas dari tempat ini. Tapi, setidaknya, 5 persen dari hatiku masih menginginkannya.
Dan sekarang, tempat yang belum kuperiksa tinggal kasur dari Raja goblin. Terdapat energi kehidupan di tempat itu, tapi sejauh yang kutahu tidak ada satupun mahluk hidup yang bertahan lama setelah diperkaos oleh goblin. Itupun jika mereka masih hidup, mereka mungkin sudah hamil beberapa kali.
Berdiri di depan kasur. Aku melihat seorang gadis cantik dengan tangan dan kaki terikat rantai, tubuhnya terlihat baik-baik saja, dia juga cuma pingsan karena panik.
Melihat lebih dekat. Aku dibuat terkejut, mataku terbelalak kaget, tanpa sadar aku telah mundur beberapa langkah kebelakang.
"Bagaimana bisa... Ada Elf di lantai satu?! Tidak! Tunggu... Jika aku tidak salah ingat, Elf ini mirip dengan apa yang kujelaskan di novel ku. Apa itu berarti desa Goblin ini adalah tempat yang akan didatangi oleh Prontagonis dan rekannya?! Ini buruk." gumamku.
Tiba-tiba sebuah benda- tidak, manusia bergerak cepat menuju tempatku saat ini.
Dengan skill Detection milikku, aku bisa merasakannya. Tidak salah lagi, mereka adalah party Prontagonis.
...Tidak ada tempat untuk lari. Mari jelaskan apa yang terjadi padanya... semoga saja dia bisa berfikir secara rasional dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Dengan topeng yang masih berada di wajah, aku berjalan keluar dari bangunan Raja goblin. Pemandangan yang luar biasa terpampang dihadapanku begitu melangkah keluar. Api telah berkobar dan menelan setengah dari desa Goblin. seharusnya, dalam beberapa menit lagi api akan sampai di bangunan ini lalu melahapnya.
"observer."
[ Skill observer di aktifkan ]
Dengan mata menyipit, aku melihat kejauhan. Dari jarak 200 dari tempatku berdiri, aku bisa melihat 3 sosok, satu manusia pria muda, satu gadis elf dan yang terakhir adalah seorang pria yang dulunya adalah budak dengan rasnya yang Setengah naga.
"Tidak salah lagi, mereka adalah party Prontagonis. anak laki-laki yang bergerak di depan sebagai pemimpin sudah pasti Rei, Prontagonis cerita. Sedangkan dua lainnya adalah Irene dan Adler." kataku.
Bertarung dengan mereka bukanlah jalan yang terbaik, bagaimanapun, saat ini seharusnya level mereka bertiga sudah melewati batas lantai 1, yakni level 25. Jika hanya seorang saja mungkin masih bisa kulawan, tapi, melawan 3 orang sekaligus terlebih lagi sudah melewati batas level adalah hal yang harus ku hindari untuk sekarang." lanjutku.
Aku menunggu mereka di depan pintu masuk untuk menunjukkan bahwa kami berada di pihak yang sama. tapi, mereka bertiga entah kenapa tiba-tiba berhenti setelah cukup dengan tempat ini.
Di saat yang bersamaan, kobaran api yang sengaja ku ciptakan perlahan padam, tentu saja itu tidak terjadi secara alami, lebih tepatnya, merekalah yang memadamkannya.
Sihir es kuat membekukan api dengan paksa, cukup kuat sehingga hanya dengan satu mantra saja sudah bisa memadamkan 1/2 dari lokasi yang dilahap oleh api.
Mereka juga sepertinya memeriksa setiap bangunan yang mereka lewati, aku tidak tahu untuk tujuan apa dia melakukannya, entah itu karena iba atau demi Quest sama sepertiku.
Merasa ini akan cukup memakan waktu, aku kembali ke dalam. Namun, setelah berbalik dan ingin melangkah masuk, aku dikejutkan oleh seorang gadis, gadis yang kutemukan di kasur Raja goblin.
Karena merasa akan buruk jika party Prontagonis melihat orang yang mereka ingin tolong telanjang, aku melepaskan rantai yang mengikatnya sekaligus mencarikan pakaian yang bisa menutupi tubuhnya. Walaupun begitu, beberapa bagian masih terlihat jelas, sih.
Melihatku ingin melangkah maju, dia melangkah maju duluan, memperpendek jarak diantara kami berdua, cukup dekat sehingga bibirnya dengan topeng milikku bisa bersentuhan kapan saja.
Melihat itu, aku reflek mundur beberapa langkah kebelakang lalu bertanya. "Apa yang kau lakukan?"
"A-aku..." dia tergagap. "ha-hanya ingin berterima kasih padamu! Seandainya kamu tidak datang, maka... aku ... Sudah pasti tidak akan baik-baik saja. Katanya dengan wajah merah, dia kemudian mengalihkan pandanganya, berusaha untuk kabur.
"... begitu, ya."kataku. "Kalau begitu, sebagai permintaan aku ingin kau menjawab pertanyaanku, bisakah?"
"I-iya! Tentu." jawabnya dengan antusias, juga di ikuti dengan beberapa anggukan.
"Siapa nama keluar-" terpotong.
Ledakan terjadi, tepat di belakang tempatku berdiri, aku menoleh dengan cepat ke belakang untuk mengantisipasi serangan yang akan datang padaku.
Sudah kuduga, Detection tidak bisa mendeteksi benda yang bergerak terlalu bebas.
"Sabit darah."
Sebuah kapak besar muncul dari balik asap akibat ledakan, serangan itu datang dari atas dan sangat cepat. Untung saja reaksiku terbilang cepat, jadi dengan menggunakan sabit darah di lenganku, aku berhasil mengubah jalur kapak itu.
Menatap orang yang menyerang. Seorang pria kekar dengan luka sabetan dimatanya, tidak salah lagi, dia adalah Adrel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments