Bab 5. Malam yang cukup menyenangkan

JAM 8 MALAM. Nightmare duduk dengan santai dengan batu sebagai alasnya, menatap api unggun yang sejak tadi dibuatnya. Apinya kadang-kadang mengecil namun sesekali membesar, hal itu membuatnya betah untuk mengamatinya lebih lama.

Walaupun tidur adalah hal yang penting, tapi, tidak dalam situasi ini. Malam pertama Nightmare di tempat ini sepertinya akan ia mulai dengan begadang.

Untuk berjaga-jaga Nightmare menyalakan 5 api unggun sekaligus, satu di barat, satu di selatan, satu di timur, satu di Utara, dan yang terakhir adalah api unggun yang menyala didepannya saat ini, yang ia buat tepat di tengah untuk mengantisipasi serangan.

... Aku telah menjelajahi hutan ini cukup jauh. Tapi tidak ada seorangpun player yang bisa kutemukan... Yah, kurasa itu adalah hal yang wajar, mengingat lantai 1 adalah kawasan pepohonan dengan luas dan lebar yang tidak terbatas.

bagaimanapun, aku harus secepatnya menemukan tempat itu lalu mengambil skill unlimited sword yang akan sangat berguna untukku. Pikir Nightmare dengan pandangan masih berfokus pada api didepannya.

8.17

Di situasi yang tenang dan tenang tiba-tiba sesuatu terjadi disisi barat. Api yang Nightmare nyalakan sepertinya telah dimatikan oleh sesuatu yang sedang berjalan mendekati dirinya.

Dengan pelan dan tanpa suara Nightmare bangkit, berjalan ke arah timur tepat di belakang pohon. Dia menarik anak panah, sepenuhnya siap dengan apa yang akan datang. Dengan mata yang perlahan menyipit, ia mencoba melihat lebih jauh kedalam kegelapan.

Setelah beberapa menit berlalu, dia akhirnya bisa melihat sosok seperti apa yang berjalan di dalam kegelapan menuju api unggun yang ia buat.

Dia adalah seorang Manusia dengan kristal hijau yang mengambang di atas kepalanya, yang menandakan bahwa dia adalah seorang NPC atau penduduk asli lantai 1.

Ini aneh. Pikir Nightmare Seingatku, aku tidak pernah memasukkan NPC kedalam lantai 1. Tapi ... meragukan itu sekarang tidak ada bedanya dengan menutup mata dengan situasiku saat ini.

"Bagaimana?" tanya seorang pria (32 th) dengan pakaian besi yang baru saja keluar dari kegelapan.

"Hmm ... Entahlah." jawab pria (22 th) yang pertama kali datang dengan ragu. "dari tanah yang ada di sini, sepertinya ini bukanlah ulah goblin atau ras sejenisnya. Ini lebih seperti-" lanjutnya, setelah memeriksa tanah yang tadi diduduki oleh Nightmare

"Manusia?" potongnya. Dengan penuh candaan. Namun, setelah melihat mata temannya yang sangat serius dia kembali bertanya untuk memastikan. "Apa benar seorang manusia?"

Mendengar itu, temannya mengangguk pelan lalu melanjutkan. "Dilihat dari caranya menyalakan api, dia sepertinya waspada dengan situasi disekitar sini, yang berarti dia bukan berasal dari desa." kata pria (22).

Tapi ... Itu juga berarti dia tidak berasal dari ibukota. Hmm ... Apa dia seorang bocah yang kebetulan tersesat? Tidak, tidak, itu tidak mungkin. Jika itu benar, dia seharusnya tidak terpikirkan cara seperti menyalakan 4 api di setiap sudut untuk menghindari serangan monster.

Bukan hanya itu, batu ini masih sedikit panas yang berarti dia pergi belum lama ini atau ... Dia langsung bergerak setelah kami mematikan api yang kami lewati tadi?

... Apa kami perlu mengejarnya? Tapi bagaimana jika dia berbahaya? Kurasa aku perlu menanyakan ini padanya untuk langkah apa yang akan Kami ambil berikutnya. Pikir pria (22)

"Apa kita akan mengejarnya? Menurutku dia masih belum jauh dari sini." tanyanya.

"Kurasa lebih baik kita mengejarnya. Akan buruk jika dia pergi ke desa tanpa tau sifat aslinya." jawabnya.

" ... Kurasa kamu benar." pria ( 22 ) mengangguk pelan.

Setelah mendengar perkataan rekannya dia merasa sedikit puas. Dia kemudian mengangkat kakinya, melangkah ke timur di ikuti temannya.

Tapi, setelah mengambil 2 langkah pertama, anak panah secara tiba-tiba melesat mengincar kepala pria (22) dengan cepat. pria (32) menyadari hal itu, segera menangkap kerah baju rekannya, menariknya dengan paksa ke samping untuk menghindari serangan itu.

Whuss ...

Berkat reflek yang cepat, dia berhasil menyelamatkan nyawa temannya. Anak panah yang meleset tertancap di batang pohon, meneteskan racun yang ada di ujung besi.

Keduanya kelihatan terkejut. Pria (32) dengan tatapan tajam berdiri di depan rekannya yang lebih lemah darinya, bersiap menghadapi serangan yang akan datang selanjutnya.

Melihat itu, Nightmare yang berada di belakang pohon memutuskan untuk kembali menyerang. Kali ini, dia menarik tiga anak panah sekaligus, lalu menembakkannya.

Anak panah melesat, menuju ke tubuh pria yang berdiri tegak di bagian depan. Namun, dengan kelihaian dan insting yang tinggi, dia berhasil menahan semua serangan.

Tidak ingin cuma berdiam diri saja. Pria (22) merapal mantra dari belakang.

"Panah api," katanya, dengan kedua tangan terangkat mengarah ke tempat Nightmare melepaskan serangan.

Panah api itu menabrak pohon, membakarnya dengan cepat. Tetapi, setelah pohon yang dia bidik terbakar, api yang berkobar itu sama sekali tidak merembet ke pohon lainnya.

Tanpa mereka sadari, anak panah kembali melesat ke arah mereka, dari barat tempat mereka datang. tentu saja dengan jumlah yang semakin bertambah.

6 anak panah mengincarnya, pria yang berdiri di belakang sebagai caster. Namun, sekali lagi dengan insting dan kepekaannya terhadap situasi, rekannya langsung melompat kebelakang, matanya melihat keenam anak panah secara teratur dan mulai memperkirakan cara tercepat baginya untuk bertahan.

Dengan tangan kosong, dia sekali lagi berhasil menahan semua anak panah yang mengincar rekannya. Dia kemudian memejamkan matanya, menghela nafas panjang dan menempatkan kedua tangannya di pinggangnya.

Itu dulu.

Dia kemudian melihat ke arah rekannya lalu bertanya tanpa menurunkan kewaspadaannya sedikitpun. "Berapa lama lagi?" katanya. "meskipun gerakan anak panahnya cukup lambat untuk kulihat tapi, sangat sulit untuk tahu dimana dia akan menyerang." lanjutnya.

"tunggu sebentar lagi ... Aku rasa sekitar 2 menit." jawabnya, dengan mata tertutup, fokus membaca mantra sihir.

"Bagus, kurasa aku bisa bertahan selama 2 menit itu."

Whuss

Satu anak panah kembali terbang, dengan ujungnya yang terbakar oleh api, itu membuatnya cukup mudah untuk dihadang. Pria (32) mengangkat tangan kanannya, memukul anak panah itu kesamping.

"Ugh!!" pria (32) meraung kesakitan, lubang besar bersarang di perutnya karena serangan yang sangat berbeda dari sebelumnya.

Rekannya yang sudah hampir siap dengan sihirnya terkejut sehingga dengan terpaksa ia membatalkan sihir serangan yang ia akan gunakan, beralih menjadi sihir penyembuhan.

Dia dengan lutut yang telah rapat dengan tanah serta tangan menyilang, berusaha sekuat mungkin menyembuhkan rekannya.

"Tidak!... Tidak! ... Tidak! Jangan mati paman!! ... Apa yang harus aku lakukan?! Sial!!" dia mengepalkan tangannya, meninju permukaan tanah dengan wajah penuh penyesalan. "Lukanya terlalu besar, akan sulit untuk menyembuhkannya dengan sihirku sekarang. Apa yang-"

Tanpa ia sadari kini Nightmare telah berdiri tepat di belakangnya, dengan anak panah yang ia pegang. Nightmare menempatkan anak panah itu tepat di leher pria yang tengah menangis pamannya.

"Cukup mengharukan." kata Nightmare "Tapi tidak perlu khawatir... Kau akan segera menyusulnya."

Dengan tatapan mata penuh amarah dia dengan cepat menoleh untuk melihat wajah Nightmare Tapi, alih-alih melihat wajahnya, dia justru hanya melihat seorang bocah laki-laki berusia 17 tahun dengan rambut hitam dan topeng putih penuh senyum.

Nafasnya terengah-engah, tatapannya yang tajam tidak pernah sekalipun luput dari wajahnya. Dia kemudian mengangkat satu tangannya ke atas dan lainnya ke pamannya.

"Teleportasi instan!!" teriaknya dengan keras.

Nightmare hanya diam sebagai respon, lalu dengan santai ia mengayunkan tangannya yang memegang anak panah, segera memotong tangan pria (22) hingga putus. setelahnya kedua pria itu menghilang dari pandangan Nightmare dengan sihir teleportasi instan.

Terpopuler

Comments

Tōshirō Hitsugaya

Tōshirō Hitsugaya

Penuh misteri dan kejutan! Keep going thor! 🙌

2023-11-14

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!