"kak Arman masih marah sama Elis...??
tanya elis.
"tidak, buat apa kakak marah sama elis, toh elis tidak ada sangkut paut nya dengan urusan kami.. ". ujar arman sembari duduk di hadapan elis.
"benarkah, kak Arman enggak benci sama elis...? " tanya Elis lagi penasaran.
"tidak... kakak tidak pernah sekalipun membenci mu.. " ucap Arman seraya meyakinkan nya.
betapa bahagia nya hati seorang Elis mendengar penuturan dari orang yang di cinta nya.
tak sadar mereka pun berpelukan melepas rindu.
dan berbincang bersama hingga larut malam,arman dengan setia menemani dan menyuapi elis.
tidaaaaak..........
hhhh. hhhh hhhh..
tidaaaak.... tidak mungkiiin.. hiks... hiks...
suara Arin terdengar terengah-engah,dan menangis.
ia baru saja bermimpi buruk tentang arman.
arin terbangun tengah malam, ia memimpikan arman sedang terbaring sakit dan terluka.
"apa yang sedang terjadi dengan suami ku, kenapa ia belum juga pulang.. semoga ia baik-baik saja ya Allah... "
arin tak berhenti berdo'a untuk suami nya.
hati nya cemas dan khawatir, karena sudah larut malam ini, suami nya tak juga kunjung tiba.
air mata nya tak terasa membasahi pipi nya.
ia teringat ,terlintas kata-kata yang lalu, waktu di taman sebelum menikah..
"aku ini bukan manusia biasa Arin,..
aku manusia harimau, yang sewaktu -waktu bisa berubah,
dan aku tidak mau, kehilangan mu, karena nanti nya engkau meninggal kan ku, karena kamu takut melihat wujudku..."
Arin berusaha meyakinkan hati nya, bahwa suami nya baik-baik saja.
sebuah cahaya masuk melalui kaca jendela kamarnya, lalu berubah menjadi sosok harimau kuning besar.
"Ayaaah....??
kenapa ayah kemari, bukankah ayah sedang bertapa, apakah arin menganggu ayah..? " tanya Arin seraya menghampiri jalung.
"ayah memang sedang bertapa, tetapi ayah mendengar tangisan mu, anakku, apa yang sedang terjadi... ?" tanya Jalung.
"bang Arman ayah... ia belum kembali sejak pagi tadi.., saya takut terjadi apa-apa dengan nya.. " ujar Arin.
"kau istirahat lah anakku, biar ayah yang akan mencari keberadaan Arman,.. ayah pamit.. " ucap Jalung
"baiklah ayah, terima kasih,ayah selalu menolong ku.. " ujar Arin dengan meneteskan air matanya.
jalung menundukan kepala nya, lalu menghilang bersama an hembusan angin.
"hati-hati ayah... " ucap Arin.
jalung pun melesat dalam keheningan malam, ia memanggil nama anak nya dalam getaran batin nya.
Armaaaan...
Armaaaan..
pulanglah.... ingat Istrimu...
kuasai hawa nafsumu jangan sampai kau menyesal...
arman yang di kala itu sedang memadu kasih dengan elis, tiba-tiba saja kepala nya mendadak pusing, ia lalu bangkit berlari meninggalkan Elis di kamar nya.
apa yang telah ku lakukan......
kenapa saya bisa berbuat dosa dan tega menyakiti istri ku...
bodoh..... dasar bodoh.....
arman merutuki dirinya sendir.
elis berlari mengejar arman.
"kaaaak. tunguuuuu... kenapa kakak meninggalkan elis, sendiri...? " teriak elis, ia mengejar Arman sampai di depan pintu utama.
"maaf kan aku Elis, aku telah menyakiti istriku,, aku harus pergi... " arman berlari tak tentu arah,ia pergi menjauh dari rumah elis.
elis termangu, ia menatap kepergian Arman dengan mata sayu, hatinya hancur bercampur kecewa.
wak Ratna menghampiri nya...
"laaaaa....
kemana nak Arman, kok neng di tinggal sendiri.. " tanya wa Ratna binggung.
"Kak arman pergi waak... dan mungkin tak akan pernah kembali... " keluh elis, sambil menangis lalu memeluk uwak nya.
wak Ratna hanya bisa menenangkan elis,ia tidak tahu apa yang sedang terjadi.
arman melangkah gontay ia tak sanggup pulang ke rumah, ia memutar -mutar saja, mengikuti langkah kakinya, terbersit di hati nya untuk meninggalkan Arin, karena ia tak sanggup bila harus menceritakan apa yang sudah terjadi..
sementara arman tidak bisa berdusta kala Arin bertanya apa yang sudah terjadi nanti.
ia binggung harus kemana melangkah kan kaki,....
Ampuni hambamu ini ya Allah...
hukum lah hamba, hamba ikhlaaaasss.....
arman terduduk di antara akar-akar besar.
ia meremas rambut nya yang setengah gondrong
hatinya kalut.
namun di antara kegundahan hati nya sesosok wanita tua, mengunakan tongkat, tiba-tiba ia menyondongkan wajah nya hingga tersisa satu centi ke wajah arman.
arman yang kala itu perasaan nya sedang tidak karuan, ia tak perduli lagi dengan apa yang terjadi sekeliling...
hantu kuntilanak pun ia tak perdulikan..
sesosok wanita bertengger didahan pohon, dengan rambut acak-acakan menjuntai,balapan dengan gaun putih yang ia kenakan... wajah nya hancur tak berbentuk.. seperti nya ia korban tabrak lari.
aroma bau busuk menebar disekeliling nya.
jika manusia biasa yang tertutup mata batinnya, maka ia mencium aroma melati,
namun jika seseorang itu bisa melihat wujud nya, maka aroma busuk yang hirup.
sosok kuntilanak itu berencana hendak memperdaya arman, ia menyamar menjadi gadis cantik jelita, dengan pakaian mengoda.
namun belum sempat ia mendekati arman, sebuah sosok perempuan bertongkat menghalangi langkah nya,
pergi.. ....!!!
kembalilah ke alammu..
dia anakku jangan pernah sekali pun kau mengusik nya..!!
perempuan bertongkat itu berbicara dengan nada biasa, namun mengandung ancaman.
sorot matanya menunjukan bahwa ia memiliki kesaktian yang mumpuni.
membuat kuntilanak itu, tidak berfikir seribu kali lagi, ia raib.. entah kemana...
ia merasakan aura yang kuat, perempuan bertongkat tadi.
dari pada di buatnya hangus menjadi abu, lebih baik ia menyingkir..
pulang lah......!!.
istrimu menunggu mu... !!
wajah nya lenyap, menyisakan suara menggema..
jangan ikuti apa yang ada di fikiran mu,
itu bisa menyesatkan mu..
pulanglah......
lagi-lagi wajah itu muncul di hadapan arman..
kali ini arman tak dapat menahan lagi...
"siapa kau sebenar nya, kenapa ibu selalu datang membatu ku... ?" tanya Arman.,masih dalam kondisi kalut.
tanyakan pada ayah mu....
kali ini ia menampakan sosok nya, di hadapan Arman.
jalung sedari tadi memperhatikan keadaan Arman,
ia membiarkan agar Arman lebih tenang dulu.
"siapa dia ayah....?? "
"dia adalah bibimu.. arman. " jelas jalung.
bertobatlah... jauhi sifat maksiat, agar hidup mu tenteram.." jalung menasehati anak nya.
"sekarang pulang lah... kasihan Arin ia sedari tadi menunggu kepulangan mu.. " ujar jalung.
"baik ayah.... " ucap Arman.
Arman lalu bangkit, ia merasa dirinya lebih tenang.
di susuri jalan ke rumah nya,, ada rasa rindu, dan rasa bersalah jadi satu.
sesampai nya di rumah, ia menjumpai Arin sedang terbaring di sofa tamu.
namun arman tidak langsung membangunkan nya,
ia merasa tak layak menyentuh Arin, seorang istri, baik hati, berparas cantik, dan menerima ia dalam segala hal,
mengapa aku tega mengkhianati nya ....
arman meneteskan air mata nya,
Ya Allah, betapa hina diriku ini, aku benar-benar tidak bersyukur...
ia tak sanggup membangunkan Arin,karena
rasa bersalah nya kepada istri nya.
"abaaaang... ?"
terdengar suara lembut namun bercampur bahagia.
"alhamdulillah, terimakasih tuhan, engkau kembalikan suami ku..., " ucap Arin seraya tersedu-sedu.
"iya sayang, ini abang pulang... " ucap Arman.
maafkanlah suami mu ini sayang,
abang belum bisa menjadi suami yang baik buat Arin.. " Arman memeluk erat istri nya.
"abang kenapa...?
kenapa abang bicara seperti itu..? "
tanya Arin, ia heran mengapa suami nya bersikap tak seperti biasanya.
"mmm... tidak apa-apa, mungkin karena abang terlalu rindu padamu. sayang... " ujar arman seraya tersenyum.
di kecup nya kepala istri nya,
"ayo kita istirahat... " ajak nya.
di sambut senyuman dan anggukan kepala oleh Arin.
mereka berdua pun berpelukan melepas rindu.
*********
next..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments