paaa... arin mau serius dengan Bang Arman, bagai mana pendapat papa dan mama?
tanya Arin, sembari menyantap makan malam bersama.
"ini sudah yang ke berapa Arin, kamu meminta restu papa, apa hebatnya si Arman itu, hingga membuat putri ku ini sampai tergila-gila padanya,,, "
ujar Danu papanya Arin.
"iya, seperti nya Arman itu orang tak punya,, kamu yakin ingin menikah dengan nya.. " timpal mamanya.
"yakin maaa, paaa,, selama Arin dekat dengan bang Arman, bang arman itu tidak pernah bersikap kasar ,sangat jauuh berbeda dengan Bayu,.." ucap Arin.
Arin menceritakan kisah hidup nya Arman kepada kedua orang tuanya,
dan meminta pendapat, bagaimana baik nya hubungan mereka berdua.
tetapi Arin tidak menceritakan siapa sosok Arman, Arin takut ia tak akan pernah menikah dengan arman.
begitu pula dengan arman, ia tentu nya meminta persetujuan Salim dan Ayu.
"kalau menikah dengan Arman membuat mu bahagia,papa dan mama bisa apa, kebahgian mu adalah kebahagiaan kami juga,, papa merestui mu sayang.." Danu mengusap kepala Arin dengan penuh cinta.
"terima kasih pa,, ma,, " Arin menatap mama dan papa nya, tersenyum bahagia.
*
*
*
"aku dan Arin, saling mencintai, kami berdua sudah tau siapa diri kami, tapi aku belum yakin apakah keluarga Arin akan menerima aku apa adanya... sedangkan saya tidak ingin melepaskan Arin.. " Arman mengadu kan kepada Salim dan Ayu.
"bang Arman jangan sampai melepaskan kan Arin Bang, abang harus bisa mendapatkan kan nya, karena Ayu tau, siapa Arin,, Arin Itu anak baik-baik.. " ujar Ayu.
"kita tunggu kabar baik dari Arin,, man, kalau kita berdua sudah pasti mendukung mu,,dan merestui kalian.. " timpal Salim,
"dik, izinkan kami berbicara empat mata.." Ujar salim kepada istrinya.
Ayu langsung cemberut,
"ada yang di rahasiakan, hingga harus berbicara empat mata.." Ayu membuang muka kesal.
"ini pribadi antara mas dan Arman, mengertilah.. " ucap Salim.
"hmmm baiklah.. " ujar Ayu lalu beranjak meninggalkan salim dan Arman.
*
"bos,, masa bos diam saja melihat calon istri bos di ajak jalan sama anak jawa itu.... " rutuk salah satu anak buah Bayu, sengaja membuat Bayu panas.
"ia benar, bos saya sering melihat mereka berdua jalan bareng, mesra lagi bos,, yang laki kayak bebek nyosor aja.. " timpal yang lain.. seraya mempraktekan bebek nyosor dengan tangan nya.
"tunggu apa lagi, kenapa tunggu saya marah haaah.., saya tidak suka menunggu lama-lama, cepat kerjakan yang kalian mesti nya lakukan.. " titah bayu seraya membentak anak buah nya.
"saya ingin, esok pagi mendengar kabar yang indah..
kerjakan malam ini juga, kalau dia macam-macam beri dia tiket masuk neraka.. ha ha ha.. "
bayu tertawa sumringah.
"siap booos..ada uang kita jalan... " ujar para anak buah nya.
*
*
Malam itu, Arman dan Arin, sedang duduk di pinggiran taman,di antara pepohonan yang rindang dan sejuk,sambil menikmati minuman hangat.
memang tempat favorit anak-anak muda nongkrong.
mereka berdua tengah membincangkan perihal pernikahan mereka.
sekitar pukul 10 malam, ketika Arin dan Arman,bergegas pulang, tiba-tiba dari arah belakang ,terdengar tepuk tangan.
prok... prookk... prookk..
kawanan anak Bayu menghampiri Arin dan Arman.
mereka mengepung.
"o,, rupa nya kau yang bernama Arman,, lebih baik kau pulang sana ke pulau jawa, dari pada pulang hanya membawa nama saja, "
"siapa kalian, dan mau apa..
memangnya kenapa kalau saya di sini, apa urusan nya dengan kalian,saya bukan mencari musuh... " sahut Arman.
"kau memang tidak mencari musuh,tapi kau mencari mati..!!!" gertak mereka.
"kurang ajar.. " Arman berlari menerobos anak buah Bayu,dengan pukulan dan tendangan, lalu berlari menjauh dari Arin.
mereka pun mengejar nya, anak buah Bayu sekitar 7 orang, mereka bersenjatakan balok kayu dan senjata tajam.
tentu bukan lawan yang seimbang buat Arman.
beruntung nya arman yang memang di dalam tubuhnya ada ,BRAJA, yaitu harimau putih, yang mendiami raga Arman,sehingga Arman begitu lues menghindari serangan demi serangan,
namun tetap saja tujuh lawan satu bukan lawan yang seimbang,
salah satu balok menghantam tengkuk Arman membuat arman terhuyung, kesempatan itu tak di sia-siakan oleh mereka, kedua tangan Arman di pegang erat, hingga tak berkutik.
dari dalam mobil keluar lelaki berbadan kekar, seraya menghisap cerutu, dan tangan kanan nya mengengam pisau panjang,,
Arin yang melihat itu berteriak histeris..
"baaaaang... awas bang..
Bang armaaan... " jerit Arin histeris.
"bang ,Arin mohon bang jangan lukai bang Arman.. tolong... " Arin bersimpuh di kaki lelaki kekar itu, namun jeritan Arin tak di gubrisnya sama sekali.
lelaki itu dengan santai berjalan memegang erat pisau nya,
sejengkal lagi pisau itu menusuk perut Arman..
tidaaaaaaakkkk.....
Arin histeris dan
menutup wajah nya,
saat itu juga,, tubuh arman menegang memancarkan cahaya putih, asap membumbung dari atas ubun-ubun nya membentuk wujud harimau lalu melompat ,menerkam lelaki yang hendak menikam Arman tadi,, hingga lelaki itu jatuh tersungkur ke belakang.
teman-teman yang memegang tangan arman terpental ,aura gaib begitu kuat menyelimuti tubuh Arman,, sosok harimau putih adalah Braja.
braja tidak akan keluar ketika tidak di panggil, namun ketika nyawa tuan nya, terancam braja akan menampakan wujudnya berupa harimau putih besar.
para anak buah bayu kocar kacir melihat harimau itu, jelas mereka tak punya nyali, lebih baik mereka menyelamatkan nyawa masing-masing.
tak lama munculah jalung,
berwujud harimau berkepala manusia.
Arman mengusap pundak kedua harimau itu,
braja yang melihat kondisi sudah aman, lalu berubah menjadi kepulan asal tipis dan menghilang.
tinggalah jalung yang sedang berbicara dengan Arman,
sedangkan Arin yang tidak berani mendekat karena takut kepada anak buah bayu tadi, ia berjalan menuju Arman dan Ayah nya,
"ayah kenalkan ini Arin, kekasih Arman... " ucap Arman.
"ayah..?? " Arin mengerutkan kening nya dan menatap Arman.
"oia,, ayah,,
saya pernah mendengar cerita tentang Ayah,
ayah izinkan kami untuk menikah karena kami saling mencintai.. " Arin mengutarakan hatinya.
"Ayah restui hubungan kalian.. segeralah menikah, semoga kalian selalu di ridhohi oleh sang maha pencipta ..ayah hanya bisa mendoakan kalian, semoga kalian berbahagia.. " ujar Jalung seraya tersenyum bangga.
Arman dan Arin menunduk hormat, lalu berpelukan bahagia, hubungan mereka mendapat restu dari orang tua masing-masing, terlebih Arman yang bahagia ketika melihat Arin tidak takut sedikit pun, melihat wujud ayah nya,
ia merasa Arin lah orang yang tepat untuk nya.
orang tua Arin mempersiapkan untuk pernikahan putri nya,
mengundang para tetangga, sekitar untuk masak memasak, dan menyiapkan kebutuhan yang di perlukan, kebetulan para tetangga memang sangat kompak dalam urusan bantu membantu,, keluarga Arin juga terkenal baik di mata tetangganya,
sementara Arman di bantu salim, mempersiapkan segala surat-surat, dan lain nya,
mereka sangat antusias dalam mempersiapkan pernikahan Arman dan Arin.
tidak dengan bayu,, ia merasa patah hati, sejak, rencana nya gagal malam itu, iya tidak berhenti sampai di situ,
ia sadar yang ia hadapi bukan lah hal yang biasa.
gaib harus di lawan dengan gaib juga,, itulah yang ada di otak Bayu saat ini,
ia mengunjungi sebuah dukun terkenal di kota jakarta, ia rela membayar mahal demi misi nya tercapai. tak kenal halal haram.
ki barjo, dukun sakti terkenal dengan sihir nya, siapa yang tak kenal dengan nya, ki barjo langganan para pengusaha dan Artis ibu kota,ataupun para koruptor.
"kau akan tetap menjadi milikku Arin,, kau calon istriku,, tunggu saja saatnya nanti... HA HA HA." Bayu merentangkan kedua tangan nya lebar-lebar, seolah sedang mempersiapkan sesuatu.
"pokoknya , saya tidak mau melihat Arin bersanding dengan Lelaki itu, saya tidak rela ki,, " ujar Bayu.
"kau tenang saja anak muda,
serahkan semua nya padaku,, seperti kata anak buah mu , ada uang kita jalan.. he he he he.. " ki Barjo terkekeh.
membuat Bayu melotot,,
lalu memyumpah..
"dasar dukun matre.. " sentak Bayu.
"heh, kau mau hasil kan,, saya yang bekerja,, begitu juga sebalik nya, saya mau duit, dan kamu yang mencari nya,, meskipun itu uang ayah kamu,, ujar Ki Barjo agak menyindir
membuat Bayu tak bisa menjawab.
"berapa yang aki butuhkan ...?"
tanya Bayu serius.
"tidak mahal... hanya 50 juta.. "
sahut ki barjo.
"ini setengah nya dulu, nanti sisanya saya trnasfer... " ujar Bayu.
ia menyerah kan dua gepok uang berjumlah 25 juta,
"kau pulang lah, saya akan mempersiapkan sesajen untuk itu.. " ujar ki barjo.
Bayu pun keluar dari rumah Ki Barjo dan segara menjalankan mobil nya.
terimakasih para pembaca yang budiman,,nantikan episode selanjutnya nya.. he he he film kali ya..
oke tunggu
bab selanjut nya ya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments