Sesumbar

   pagi yang cerah..

"heii... kemari kalian..., ada kerjaan untuk kalian, kalian mau duit tidak.!"

ki Barjo memanggil kedua lelaki yang tak di kenal nya itu.

"apa perkerjaan kami ki..? " tanya kedua pria kekar itu.

"membunuh...! " tegas ki Barjo.

"apaaaa...??

membunuh...!" kedua nya berpandangan.

"kami memang suka mempalak kepada para pedagang di pasar, tapi kami tidak pernah sekalipun membunuh, aki mau menjebloskan kami ke penjara ya..? " mereka membantah.

bluukk...

ki Barjo melemparkan segepok uang dalam amplop coklat tepat di dada mereka.

kedua pria itu lantas membuka nya

haaaaaaaahhh...uaaang!!!

mata mereka terbelalak, sebab mereka belum pernah melihat uang sebanyak itu bernilai ratusan perlembar nya,

"jika kalian menginginkan uang itu, cepat kerjakan perintah ku tadi...! " ujar ki Barjo seraya melotot.

"tapi jika kalian mundur, maka kembalikan uang itu padaku.. ".

ki barjo memberi kesempatan kepada kedua nya untuk berpikir.

kedua nya berbisik-bisik tegang, sesekali melirik ke arah Ki Barjo.

seolah-olah minta pertimbangan.

"cepat... ,saya tidak suka berlama-lama, kembalikan uang itu padaku.. "

sentak ki Barjo seraya menyodorkan tangan meminta uang itu kembali.

namun kedua pria itu ragu, saat tangan nya menyodorkan uang itu, tiba-tiba di tarik nya kembali tangan nya, sampai terulang tiga kali.

dengan raut wajah memelas.

ki Barjo mengeram jengkel

"bbb.. bbaikk... baik ki, kami akan lakukan perintah aki.. " mereka me jawab terbata-bata, bingung antara melepaskan uang itu, atau harus berhadapan dengan hukum nanti nya, sebab mereka tidak tahu sama sekali, siapa manusia yang hendak di bunuhnya itu.

"baiklah,,, cepat kerjakan perintah ku, bunuh laki-laki yang Bernama Arman,dia ada di dalam rumah itu..! " tunjuk ki Barjo,

sambil menjelaskan seluk beluk, rumah itu, ki barjo tahu, sebab ia pernah memasuki rumah Arin, kala sedang melangsungkan pernikahannya dengan Arman,

ia menjadi tamu tak di undang, ketika hendak menculik Arin.

kedua lelaki Itu pun bergegas meninggalkan ki barjo sendirian,

lalu mulai memasuki pekarangan rumah Arin,yang memang tidak di kunci pintu gerbang nya.

karena arin dan ayah juga ibu nya, hendak pergi luar yaitu memeriksa kandungan arin,

ya, arin sedang mengandung buah hati nya, usia kandungan nya menginjak sekitar 6 bulan.

arin dan mama nya hendak pergi bebelanja kebutuhan bayi nya, dan meninggalkan Arman sendiri di rumah, sebab Arman hendak pergi bekerja.

tok... tok tok...

tidak ada jawaban...

tok... tok... tok..

lama menunggu...

"apakah kita tidak salah bro..? "

tanya salah salah satu pria itu.

"saya rasa benar, ini rumah nya, sebab kita mengikuti intruksi pak tua tadi.. " ujar kawan nya, mereka memutuskan menunggu.

tak lama keluarlah Papa nya Arin, Arin dan mama nya, ketigan nya sudah bersiap hendak pergi.

"ada apa..??

siapa kalian...? "

tanya papa nya.

"arman nya ada om..? " tanya kedua nya serempak.

"ada... ada, arman sedang di belakang.., " jawab papa nya Arin.

"saya teman dari kantor nya Arman om, kami ada perlu.. " ucap pria itu.

"ooo.. baik,, masuk lah..,kami sedang ada perlu di luar .." ucap papanya.

"terima kasih om.. "

mereka lalu masuk, menelusuri sekat-sekat rumah yang lumayan luas.

tok... tok... tok.

buka pintu nya, kami tau kau di dalam Arman..!

pintu kamar arman di ketok nya.

arman yang mendengar suara berisik itu, mulai merasakan firasat yang tak enak.

ia lalu membukakan pintu..

"ada apa ribut-ribut, siapa kalian...?"

tanya arman.

"kami adalah utusan malaikat maut, yang ditugaskan untuk mencabut nyawamu hari ini..ha ha ha... "

jawaban sesumbar kedua pria tadi,membuat Arman merasa geram.

bagaimana kedua pria asing itu bisa masuk ke dalam rumah nya..

apakah papa tidak tahu...

"keparat kalian, siapa yang menyuruh kalian hah..! " tunjuk arman sengit.

"kau tidak perlu tau arman, cukup kau serahkan saja nyawamu pada kami, lalu.. selesai, dan kami mendapatkan upah yang setimpal.. ya kan kawan.. " ujar salah satu dari mereka.

di sambut oleh angukan kepala dan seringai sinis oleh kawan nya.

"tidak semudah itu, kalian hadapi saya dahulu.. !" gertak arman, ia langsung menerjang kedua pria itu.

hiaaaaaat.... buk.. buk.. buk..

tiga tendangan dapat di tangkis oleh pria asing itu.

di awal pertandingan masih seimbang.

namun kedua pria itu bukanlah, lawan bagi arman, kedua nya merupakan cecunguk jalanan di mata nya, namun demi memberikan pelajaran kepada kedua pria sesumbar itu, mau tak mau Arman harus mengeluarkan keringat pagi ini.

kedua pria itu, hendak menyerang bersamaan, namun ketika kaki mereka melangkah maju, telinga mereka mendengar erangan harimau.

hrrrrrrrrr.....

hrrrrrrr......

"hei kau mendengar suara harimau tidak...? "tanya salah satu pria tadi.

"alaaah.. itu hanya suara harimau peliharaan saja, tidak usah takut, ayo kita majuu..! " timpal kawan nya.

begitu kaki mereka melangkah siaga memasang kuda-kuda,

suara itu terdengar lagi bahkan lebih keras.

ggrrrrrr.....

ha ha... harimauuuu.. jadi-jadian..!!!

sontak mereka berpelukan.

wajah nya pucat pasi, baru kali ini mereka saksikan wujud harimau berkepala manusia,di samping mereka.

"pergilah kalian, jangan ganggu anakku.. atau kalian mau merasakan cakar ku yang runcing ini hrrrrr... "

jalung datang dengan wujud menyeramkan.

ia datang membantu anak nya,

dan juga ingin memberi pelajaran kepada kedua pria itu.

alhasil kedua pria itu lari tunggang langgang.

"kabuur... ayooo cepaaat... "

dengan setengah jengkel salah satu pria tadi menyeret kawan nya, yang masih ngos-ngosan akibat berlari kencang.

"sialan... kakek tua itu menipu kita.. hah hah hah.. "

dengan suara terengah-engah sambil berlari kecil, kedua pria itu menghampiri ki Barjo, yang sedang menunggu kabar dari mereka.

"aki... ki... kenapa aki tidak bilang, kalau si arman itu punya peliharaan harimau,.. ".ujar pria itu.

"iya, betul.. harimau jadi-jadian lagi, iiih seraam. untung saja kita bisa kabur... " timpal kawan nya.

"apaaa.... kabuurr..??

jadi kalian gagal, membunuh arman hah.. !" sentak ki Barjo dengan mata melotot.

"iya ki... dari pada kami menjadi santapan harimau jadi-jadian itu, ya lebih baik kami kabur lah... " jawab nya dengan santai.

"percuma saya membayar kalian mahal.. ternyata tidak becus kalian..!" ki barjo meradang.

"aki kan punya kesaktian, kenapa tidak aki saja yang membunuh nya, apa aki tidak mampu, hingga menyuruh kita, yang tidak punya kemampuan apa-apa.. " tanya kedua pria itu.

"sembarangan kalian, aki ini punya kesaktian hebat, kalau aki mau sekarang juga aki membunuhnya.. " ujar ki Barjo sesumbar.

"ya sudah lakukan saja jika aki mampu, kenapa harus menyuruh kita, ya ngak.. " ujar pria iti, kepala kawan nya,

"iya,, betul itu ki.. ke napa tidak aki saja.. ?"timpal nya.

"sudah, ini bukan urusan kalian, pergi kalian dari sini, tapi kalau kalian mau rasakan kekuatan ku ini, ku sihir kalian menjadi kodok.. " ujar ki barjo seraya mempraktekan komat-kamit dan mengerakan tangan nya kearah kedua pria itu,

membuat kedua nya tercengang.

"hah.. menjadi kodok,,, lepas dari harimau saja masih untung, ini mau di sihir jadi kodok,, dasar edaaan...

ayo bro,, kita pergi.. " lantas kedua pria itu pergi dengan setengah berlari menjauh dari ki barjo.

bedebah..!!!!. si arman bukan lawan sembarangan... aku harus mencari ratu kegelapan... untuk meminta bantuan,

yaa... ratu kegelapan.

ki barjo termenung sejenak. ia mengusap-usap jengot nya.

namun baru saja ia membalikan badan nya hendak pergi, dari belakang munculah arman jarak beberapa meter dari nya, seperti nya sedang mencari sesuatu.

gawaat... aku belum siap berhadapan dengan nya.. dasar kepreet, kenapa ia ada di sini..

batin ki barjo.

**** ****

sementara arman masih mencari keberadaan kedua pria tadi.

ia menyelusuri setiap kebun di belakang rumah nya, takut nya masih ada di sana, dan membahayakan keluarga nya.

namun tanpa sengaja berpapasan dengan ki barjo yang saat itu juga terkejut, di dalam hati nya.

bukankah itu dukun yang sering bersama dengan ki Anom,

hah... kebetulan sekali..

arman membatin, rupanya kehadiran kedua pria yang berkelahi tadi, telah memancing nya untuk bertemu dengan musuh nya.

"kau rupa nya dukun keparat yang telah mengangu keluarga ku..! " tunjuk Arman.

next........

sahabat pembaca yang setia, mohon dukungan nya.

jangan lupa vote, bintang, dam like nya, semoga kalian sehat selalu. Aamiin

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!