Matinya Basuki

Malam hari di kediaman Basuki,

di dalam kamarnya Basuki tengah tertidur pulas,

sesosok harimau loncat dari balik pohon menuju pintu rumah Basuki.

Basuki yang kala itu sedang tidur,

tak menyadari di rumahnya nya kedatangan tamu tak di undang.

suara auman harimau itu perlahan membangunkan Basuki.

bersamaan dengan berubah nya wujud harimau,menjadi harimau berkepala manusia berambut putih panjang.

entah karena masih di bawah pengaruh rasa kantuk, atau percaya dan tidak percaya,

Basuki masih terduduk di atas kasurnya.

lagi-lagi suara nya terdengar sangat jelas di depan pintu rumah nya,

akhirnya Basuki memutuskan untuk keluar,karena penasaran.

akan tetapi belum sempat membuka pintu,, pintu itu terbuka dengan sendirinya.

Braaaakkk......

membuat Basuki kaget setengah mati.

ia terpaku melihat pemandangan di depan matanya.

grrrrrrrrr.... jalung mengerang marah..

ia menampakan kan taring nya yang panjang seolah siap menerkam.

Basuki yang selama ini selalu memfitnah Arman di depan Burhan,kini harus menerima kemarahan dari Jalung.

di sisa-sisa keberanian nya, Basuki berbicara kepada Harimau jalung,

"ada apa kau kemari.. aku tidak pernah membuat masalah dengan Mu.."

"kita memang tidak pernah ada masalah, tetapi kau telah membuat Arman menderita,

karena itu kau harus berurusan dengan ku...!"

jalung mengambil ancang-ancang untuk memerkam.

"tapi kau manusia jahat, yang mengabdi ilmu hitam,kau suka membunuh orang.. kau pantas untuk dilenyapkan.. jalung...!"

gertak Basuki.

"itu tidak benar,,kaulah yang suka memfitnah,

kami membantu yang tidak berdaya, dan melawan kejahatan di muka bumi ini..!"

ggrrrrrrr... jalung melompat ke depan Basuki sehingga, jarak mereka terpaut beberapa jengkal.

Basuki tak punya nyali untuk menghadapi Harimau jelmaan itu,,, iya menerobos keluar,,lari hingga keluar ke area perkebunan keluarga..

tidaakk... jangan bunuh saya.... pergi. pergi!!

Basuki yang sudah berlari ke arah rumah kakak nya,, tak sanggup lagi,ketika ia menoleh ke belakang,,

Bruuuuukkkk...

aaaaaaakkkkhhhh...

crasssss craaasss....

cakaran demi cakaran menghujam wajah dan tubuh nya..

dan.... ia mengerang di akhir nafas nya..

Baassss...... basuki...

suara burhan membuyarkan sosok jalung, ia sirna bagaikan tersapu angin, tanpa di ketahui siapapun.

Burhan terkejut melihat kondisi adik nya..

astaga... adiku.. ,,apa yang terjadi denganmu..

Burhan terengah -engah,, nafasnya memburu.

ia masih syok melihat kondisi adiknya..

ia masih meneliti keadaan sekitar,, apakah adiku punya musuh,, atau di serang binatang buas...?

*

*

*

kamu kenapa Arin..??

kok mukanya bete gitu..

oooo. kamu pasti abis bertengkar dengan pacarmu itu kan..?? tanya Ayu, sahabat nya Arin.

"biasalah mbak,,Bayu selingkuh lagi..

aku dah gak kuat..," ujarnya.

Arin sedang bertamu di rumah Ayu,selepas pulang kantor ia tak lantas pulang kerumah,

di perjalanan pulang tadi Arin berdebat dengan Bayu,kekasihnya.

karena Bayu keperegok sedang bersama wanita lain, dan itu bukan cuma sekali bayu ketahuan.

namun dengan bujuk rayu Bayu yang pintar dengan rayuan gombal nya dan janji-janji manisnya,, Arin pun luluh.

namun tidak dengan kali ini..

Arin merasa sungguh di luar batas kesabaran,

Arin memutuskan hubungannya dengan Bayu.

lalu pergi kerumah Ayu,

Assalamualaikum....

ucap Arman

yang baru pulang mencari pekerjaan.

Waalaikumsalam...,, sahut Ayu dan Arin serempak..

tampak wajah Arin bersemu ketika bertatapan langsung dengan Arman.

dengan wajah penuh tanda tanya,, siapa gerangan pemuda tampan nan sopan ini..

untung nya Ayu cepat respon.

"oia Rin,, kenalin ini teman nya mas salim, dari pulau jawa,namanya Arman.

"iya,, nama saya arman... " Ucap Arman seraya mengulurkan tangan nya,,

Arin dengan malu-malu menyambut nya..

"saya Arin... " balas arin seraya tersenyum.

"oia kalau boleh tau,, bang Arman ini sudah lama tinggal di sini.. " tanya Arin.

"saya baru satu bulan mbak... " jawab Arman.

"panggil saja saya Arin.." timpal Arin

Arman membalas dengan anggukan.

"arman ini ke ibukota karena hendak mencari pekerjaan.. " ujar Ayu.

"mencari pekerjaan...?

apakah sudah dapat...? " tanya Arin dengan nada serius.

Arman menggeleng kepala dengan lesu.

"sepertinya di kantor paman saya, sedang mencari pekerjaan,, emmmm, kamu lulusan apa..? tanya Arin.

arman tak langsung menjawab,,

emmmmm..... saya....

"arman lulusan SMA,,, " jawab Ayu dengan cepat, ia paham Armna sungkan menjawabnya.

"kalau begitu, nanti kita coba bicara sama paman saya, siapa tahu Paman berminat dan Bang Arman cocok dengan kerjaan nya,, siapkan saja berkas-berkas nya,, besok saya jemput.. " ujar Arin lalu ia pamit undur diri.

Arman bersyukur, karena masih ada orang yang perduli dengan nasibnya.

"kau tahu Arman,,modal utama adalah jujur, rajin, tekun, sabar serta bertanggung jawab, dalam segala hal,, sedangkan ijazah adalah bonus.., jika nanti paman nya Arin menerimamu sebagai karyawan nya, saya harap engkau menjaga amanahnya.. "" ucap Salim memberikan nasehat kepada Arman.

mereka berbincang bertiga, membicarakan soal Arin menawarkan pekerjaan kepada Arman di kantor paman nya.

"insyaAllah,, saya akan berusaha sekuat tenaga saya, lim, selagi saya mampu... "sahut Arman.

"oia, Arin kan sekarang sendiri tuh.. kenapa gx di jodohin sama Arman saja... " celetuk ayu.

uhukkkkss... Arman tersedak,mendengar penuturan Ayu.

"hussss... ,ngawur kamu dik.. mereka kan baru saja bertemu, mana mungkin langsung terikat perkawinan, memang nya zaman siti nurbaya,, main jodoh-jodohan... " ujar Salim merasa gemas dengan kata-kata istrinya.

"tapi kalian kan, sama-sama orang baik..

saya yakin deh... kalau kalian itu berjodoh. " ujar Ayu.

"dan juga, kalau di lihat dari tatapan mata Arin, seperti nya Arin suka padamu bang Arman... " ledek Ayu.

" ahh.. kau ini bisa saja... " Arman tersipu malu.

"jodoh itu rahasia Allah,, kita do'akan saja, yang terbaik buat semuanya... " timpal Salim.

Aamiin......,sahut Arman dan Ayu.

Dikamar Arin.

kenapa saya selalu kepikiran pemuda tapi ya, apa istimewanya nya dia,, kok tiba-tiba otak saya di penuhi dengan Arman....

Arin mengumam sendiri, untung tidak di dengar oleh mama dan papa nya.

" dia sopan, baik, lagi, plus tampan..

kira-kira udah punya kekasih belum ya...?? "

lagi-lagi Arin berbicara sambil telentang dan memeluk guling nya.. seraya senyum-senyum sendiri,seperti baru pertama jatuh cinta.

membanyangkan ia dan Arman sedang berjalan bersama di taman, bergandengan mesra, sesekali bercanda tertawa.. Aahhh..

ini cuma khayalan semata, Arin tersadar.

Ariiiiiiinnnnn...,, panggilan lembut mamanya membuyarkan lamunan Arin.

iya maaaa... sebentar.... Arin pun bangkit dari kasur empuk nya.

"ada apa maaa paaa... " Arin mengelos manja.

"memang nya Kamu liat apa,, Haaaa..

papa dan mamamu ini sedang tidur atau sedang mencabut rumput gitu... kok pake tanya.... " papa Arin merasa dongkol dengan pertanyaan putri semata wayang nya.

sontak Arin terkekeh.. mendengar jawaban papa nya yang emosi..

papaaa,, papaa,, udah tua juga masih suka marah -marah, awas lho ingat usia... " celetuk Arin. seraya duduk di samping papa nya.

"eeeeehhh.. kamu tu ya anak kurang ajar..maaa,,!! masa papa di bilangin udah tua sama Arin... pokok nya papa gx terima.. "ujar papa nya, seraya menjewer telinga Arin.

membuat Arin mengaduh sambil tertawa memegang perut nya.

"iiiihh.. kalian itu ya,, udh pada gede juga,, masih aja kayak kecil, berantem muluuu.. ,udah ah mama laper niihh.., " ujar mama Arin, seraya cemberut sambil menuang air minum untuk suami nya.

begitulah susana di ruang Arin,, sangat bahagia walau rumah itu di huni hanya mereka bertiga, sungguh terasa hangat.

pembaca yang budiman,, jangan pula like comen dan bintang nya..... 🤗

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!