"sudah abah... cukup,,
tolong hentikaaan... " teriak Elis parau.
namun mereka tak mengubris teriakan Elis.
hingga ki anom merasa terdesak, dan keluar dari kamar elis,
Arman pun tak memberi kesempatan untuk lolos, ia terus mengejar, dan melanjutkan pertempuran.
mereka sama-sama memiliki kemampuan tingkat tinggi, dan tak mudah terkalahkan.
namun jiwa tua ki anom, tetaplah tua, apalagi harus menghadapi seorang arman yang begitu gagah dan tangguh, dengan tubuh tinggi dan berotot, tentu membuat lawan sedikit berfikir.
tak dapat di pungkiri, ki anom kalah telak.
meskipun sempat berbalas dan beradu kesaktian, serta sepak terjang yang sengit.
ia terdesak dan terjerumus batang pohon besar rumah nya,
Arman yang kala itu mengeluarkan ajian yang diturunkan ayah nya, ajian yang bernama SIFATUL ALAM, yaitu Ajian sifat dari alam yang berupa, unsur angin, air,tanah dan udara, di satukan hingga berwujud kekuatan alam belum ada tandingan nya,
dengan sekali jentikan jari, membuat ki Anom terlempar dan hingga muntah darah.
ajian itu mengenai organ dalam nya, namun karena ia memiliki kesaktian yang diatas rata-rata, ia masih sanggup untuk mengerakan tubuhnya walaupun terasa kaku dan mati rasa.
ki anom memiliki ajian yang kebal terhadap senjata tajam atau pun api.
namun jika di banding kan dengan ilmu kesaktian yang di miliki arman, ki anom hanya separuh nya saja.
jika saja bukan orang yang memiliki kekuatan mumpuni maka orang tersebut sudah lah tewas seketika,terkena ajian sifatul alam. dengan tubuh kering menyusut, dan kerangka menjadi abu.
ajian itu diturunkan oleh jalung melalui braja yang mendiami tubuh arman. yang di dapat dari kakek dan nenek nya, dengan berlatih kepada seorang guru yang menguasai ajian tersebut,
ilmu itu harus diwariskan kepada keturunan darah sendiri, baik laki -laki ataupun perempuan.
jika tidak diturunkan maka ajian itu tidak akan pernah lepas dari raga si pemilik nya. sedangkan kita untuk menghadap yang maha kuasa, jiwa raga kita haruslah bersih dari sangkut paut duniawi.
itulah alasan nya, mengapa jalung berat melepaskan ajian itu, hingga waktu akhir hayat nya telah tiba,karena Arman sendiri belum siap untuk mewarisi ilmu Ayahnya.
kembali lagi kepada nasib ki Anom...
Arman yang mengetahui kelemahan ki Anom,
ia dengan cekatan menarik belangkon yang menempel di kepala nya, itulah yang selama ini selalu menjaga nya.
lalu meremas nya, meringis lah ki Anom,karena merasakan
kepala nya remuk,sampai ke dasar otak nya.
"jangan... jangan.....arman,,
ampuni aku... aki mengaku kalah,, tapi jangan bunuh aki, bagaimana nasih neng Elis nanti, kalau saya mati... hu hu hu..., ratap ki anom.
seraya bersujud di kaki Arman dengan ketakutan.
karena kelemahan nya sudah berada di gengaman arman. jika saja Arman menghancurkan belangkon itu, maka tamat lah riwayat nya..
"katakan padaku apa maksud tujuan mu, hingga kau berani mengusik aku dan juga istriku.., " sentak Arman,di injak nya dada ki Anom hingga sulit bernafas.
elis yang melihat dari balik pintu, hanya bisa menangis.
"jangan bunuh abah saya....elis mohon... "
"jawab.... kalau tidak maka detik ini juga ku hancurkan kepalamu. dan anak mu itu menjadi yatim piatu...! " gertak Arman dengan geram.
"aaaa.... aa ku, hanya di suruh. ki Barjo... " jawab ki anom, dengan suara gemetar.
Arman pun menurunkan kaki nya.
ki barjo...????
bukan kah dia dukun sepertimu...?
pasti ada yang menyuruh nya,, tetapi siapa orang itu...!! gumam Arman. ia menoleh ke arah ki anom yang masih tertelungkup kesakitan.. lalu melemparkan belangkon nya kearah nya, di tangkap nya oleh ki anom dan langsung di pakai nya.
Arman sekarang tak peduli lagi dengan kondisi ki Anom, ia sekarang punya misi dengan ki Barjo, untuk mengusut tuntas.
ia pun pergi meninggalkan nya begitu saja.
"abah...... "
panggil elis menangis, seraya menghampiri abah nya yang berlumur darah akibat muntah darah hebat.
"abah, tidak apa-apa.. " ucap ki Anom, seraya tersenyum, menenangkan putri kesayangan nya.
di dalam ruangan kamar yang sunyi, ki Barjo merenung, sambil menghadap kembang tujuh rupa dan kemenyan.
gawat..... Arman pasti akan mencariku juga, aku harus pergi dari sini, mencari tempat yang aman, untuk sementara...
ia, memikirkan cara untuk pergi tanpa terjangkau oleh Arman.
bayu pasti akan meminta pertanggungjawaban dari nya, karena misi nya gagal,dalam menculik Arin.
ki Barjo berkemas diam-diam dan hanya meninggalkan kembang tujuh rupa dan dupa yang masih menyala.
ia pergi ke suatu tempat, serta untuk memikirkan cara untuk membunuh Arman.
namun baru saja ia hendak melangkah ke luar pintu, mobil Bayu telah sampai di depan mata.
siaaaaal...
kenapa anak muda itu harus datang di saat yang tidak tepat, mampus aku makan ocehan dia lagi...
gerutu ki barjo. ia melangkah mundur masuk rumah lagi, dan menyembunyikan bandulan(kain lebar berisi baju dan lain-lain).
agar Bayu tidak curiga, kalau ia akan pergi.
lalu ia menghampiri bayu di halaman rumah nya,
"ada apa gerangan anak muda, kau bagaikan jelangkung datang tak di undang... " celetuk ki Barjo menyindir Bayu.
"aku kemari hendak menagih janji mu,..ki Barjo...
mana katamu yang akan secepatnya membunuh Arman, dan memberikan Arin padaku hah..!!!" bayu menjelitkan mata nya.
"arman bukan lah lawan biasa, pasukan ki anom di buat nya binasa oleh nya, belum lagi ki Anom yang hampir meregang nyawa, karena beradu kesaktian dengan nya.. " jelas ki Barjo.
"persetan dengan kekalahan ki Anom,
saya tidak peduli, yang penting saya sudah membayar kalian lebih...!
lagi pula mana yang katanya ki anom itu dukun sakti mandra guna ..no satu di tanah jawa.
bukti nya ia kalah telak... hah.. hanya omong kosong...!!.
"yaaa.... mau gi mana lagi tuan,,
itu saja untung Arman berbaik hati tidak membunuhnya.. " ujar
ki Barjo mengelak.
"kenapa tidak kau saja yang melawan Arman ki Barjo..! " tegas Bayu, ia kesal bukan main, sebab ia selalu saja makan janji.
"kalau ki anom, yang kesaktian di atas saya saja bisa kalah, lalu bagaimana dengan saya tuan..? " ki Barjo mencari alasan.
"saya tidak mau tau ki, aki mau melawan atau aki akan mencari dukun yang lebih sakti lagi..,
aki mau menyerahkan nyawa silahkan lawan sendiri, atau aki mau cari dukun yang lebih sakti, akan saya siapkan uang....! ". ujar Bayu seraya mendengus kesal.
"baik saya akan cari dukun yang lebih sakti.." jawab ki Barjo pelan.
"baguus.... " ucap bayu, lalu meninggalkan ki Barjo, tanpa permisi.
Selepas dari perkelahian hebat, antara ki Anom dengan Arman, Arman berniat untuk mengunjungi rumah ki anom, untuk melihat kondisi nya pasca kena serangan ajian dari nya.
namun ki Anom saat ini sedang di rawat di rumah sakit,karena menderita luka dalam yang parah. dan pendarahan otak,
sengaja di lakukan Arman, dan memberi nya pelajaran, agar ia tak lagi menyakiti orang lain dengan kesaktian yang ia miliki, dan tidak di salah gunakan.
untuk sementara Arman mengunci kekuatan di dalam tubuh ki Anom, agar untuk sementara waktu, ia tak bisa mempergunakan kesaktian nya untuk hal-hal yang buruk,seperti yang ia dan istri nya alami.
ia bermaksud melihat kondisi elis,
tok...
tok...
tok...
Assalamualaikum ...
waalaikumsalam...
terdengar suaranya ke ibuan, lemah lembut.
dan yang menyambut nya adalah seorang wanita paruh baya. ia lama tertegun,melihat kehadiran Arman,tampak sedang memikirkan sesuatu.
"apakah kamu yang bernama nak Arman.. "
tanya nya dengan ramah.
"betul bu, saya Arman. emmmm,, saya kemari ingin bertemu dengan Elis, boleh kah bu.. ?" tanya Arman.
"kebetulan sekali nak arman datang,... masuklah nanti saya jelaskan.. " wanita itu merupakan uwak elis,wak Ratna, kakak nya ki barjo. namun sangat baik hati kepada Arman.
setelah mempersilahkan duduk Arman. wak Ratna mulai menceritakan kondisi elis, setelah pertarungan sengit itu.
"sebenarnya ada apa wak..?. " tanya Arman penasaran.
"sejak, abah nya terbaring di rumah sakit,elis tak mau bangun, dan tak mau makan sama sekali, tubuhnya lemas dan pucat, elis selalu memanggil namam mu..., uwak bingung harus bagaimana... " jelas wak Ratna dengan sedih.
"karena elis itu tidak biasanya seperti itu, ia anak yang periang,karena uwak lah yang mengasuh nya sejak ibu nya tiada.. " lanjut nya.
"tolong lah keponakan saya nak Arman...
barang kali setelah bertemu dengan nak Arman, ia mau bangun.. " pinta wak Ratna dengan nada memohon.
"baiklah lah wak, saya akan melihat kondisi elis.. ayo wak, antarkan saya ke kamar nya.. ". pinta arman
"mari nak Arman, ikuti saya... " Ajak nya.
dengan langkah hati-hati Wak Ratna membangunkan Elis yang sedang tertidur lemas.
"lis... elis... ada nak Arman.... bangunlah.. "
perlahan elis mengeliat dari tidurnya dan membuka matanya yang terasa berat.
terlihat samar-samar sosok Arman di tepi ranjang nya, lalu membuka matanya dengan sempurna.
lalu tanpa sadar tersenyum lebar, walaupun tampak pucat namun wajah nya tak bisa menyembunyikan kecantikan nya yang ayu menawan.
"kak Arman..... ???
elis tidak mimpi kan wak... itu betul kak Arman... ?"
sembari menepuk-nepuk pipi nya, lalu duduk.
"ini betul nak Arman lis.., syukurlah kamu mau bangun, kalau begitu, uwak buatkan bubur hangat untuk mu dulu ya... " wak Ratna lalu meninggalkan Arman dan Arin.
*** *** ***
next.......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments