Hari ini adalah hari yang bahagia bagi Arin dan Arman.
mereka akan melaksanakan izab qobul di kediaman Arin,
tampak acara sederhana telah tersusun rapi,mereka memang tidak menginginkan pesta meriah,cukup mengundang tetangga dan kerabat terdekat saja.
tampak Arin mengenakan gaun putih mekar, bercorak bunga yang menempel di gaun panjang nya, menambah anggun di wajah nya.
sedangkan Arman tampak gagah, dengan balutan jas hitam, dan berkopiah hitam beludru.
semua sudah siap,tinggal menunggu penghulu membacakan cara-cara izab qobul, dan menyiapkan surat-surat yang perlu ditanda tangani oleh kedua mempelai.
detak jantung berdebaran diantara kedua pengantin,
dapat dirasakan oleh sahabat dan rekan-rekan kerja Arman.
mereka tentu sudah paham dengan yang Arman rasakan,
mereka pun memberi kan semangat kepada Arman,supaya acara berjalan lancar.
tampak dari kejauhan dua sosok manusia berbaju hitam, sedang berjalan tergesa-gesa, menghampiri rumah Arin,
"ayooo kiii,, cepat lah, nanti kita bisa terlambat.. " ujar Bayu, wajahnya menampakan rasa cemas berlebih.
"iya,, iya ini juga lagi cepat -cepat.. " sahut ki Barjo. seraya mempercepat langkah kakinya,
terdengar suara dari kejauhan, namun terdengar sangat jelas di telinga kedua nya..
sahh... sahhh.., Alhamdulillah
Arman dan Arin telah melaksanakan izab Qobul nya,
mereka telah resmi menjadi sepasang suami istri.
"tuuuu kan.. ki,,, kita terlambat."
ucap Bayu dengan raut kecewa.
"ya.. mereka telah melangsungkan kan izab nya,
tapi kau tidak perlu khawatir,, tidak ada kata terlambat bagiku, lihat saja nanti.. " ujar ki Barjo,dengan tatapan menyeringai.
"ayo kita masuk kau salami mereka,, aku akan mencoba mempengaruhi Arin,lewat perewangan ku.. " Ki Barjo pergi ke sudut ruangan, yang sedikit tertutup oleh background pelaminan, sehingga tidak ada orang yang curiga,
sementara Bayu berjalan dengan tenang, di antara tamu undangan, hingga Arin tidak menyadari nya,
"mas bayu.. makasih sudah datang,, " ucap Arin,mencoba tersenyum ramah, meskipun hatinya canggung ia takut bayu akan merusak hari bahagia nya, karena Arin paham seperti apa watak Bayu, ia pantang menyerah sebelum ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Arin berharap semua nya akan baik-baik saja,
Arin menyodorkan tangannya menyalami Bayu, namun dengan wajah Beringas,
bayu menepis nya,
lalu ia berjalan ke arah Arman dan menyalami nya,,
"selamat bung, kau telah memenangkan hati Arin.. " hanya itu kata-kata yang mampu di ucapakan oleh Bayu, ia bergegas pergi tanpa menyalami mama dan papa Arin, membuat mereka melongo, melihat tingkah laku Bayu tersebut.
Bayu lalu menghampiri Ki Barjo di sudut ruangan, tampak ia masih komat-kamit, sedang membacakan sesuatu.
lalu di tiup kan ke telapak tangan nya, tampak oleh Bayu, dua siluman bertanduk panjang, sedang berdiri di genggaman Tangan Ki Barjo.
Ki barjo memerintah kan kepada kedua siluman banteng itu, untuk merasuk ke dalam raga Arin,
"pergilah ke pada raga gadis itu, jalankan tugas kalian.. "
ditiup nya telapak tangan ki Barjo, kedua siluman itu berubah menjadi kepulan asap hitam, lalu terbang ke arah tengkuk Arin.
Arin yang saat itu tengah menyalami para tamu, tiba tiba merasakan pundak nya dingin, sedingin es, lama-lama terasa berat, ia lalu memijit pundak nya,
"Arin, kau kenapa sayang.. " tanya Arman yang merasa aneh melihat gelagat Arin.
"tidak bang... tidak apa-apa, mungkin karna terlalu lama berdiri, jadi agak pegal.. " sahut Arin seraya mencoba tersenyum walau pun ia merasakan ada yang aneh dengan tubuh nya,
"ya sudah jangan di paksakan, lebih baik istirahat dulu,, biar abang yang menemani para tamu.. " Arman menyuruh Arin untuk duduk,namun sebelum mencapai kursi pelaminan, tubuh Arin menegang, tangan nya kaku, mata nya melotot ke atas, suara nya tercekik, ingin teriak meminta tolong namun, suaranya tertahan.
aaarrrrhgghhh..... hrrrr..
Arin mengerang, pupil matanya berubah merah seperti biji saga.
ia menatap Arman dengan tatapan buas, lalu ia berjalan menuju Arman, Arman tidak menyadari hal itu.
hkkkk.. hkkk. ,leher Arman di cekik oleh kedua tangan Arin ,
Arin... Arin.. lepaskan Sayang,, kau kenapa..,, sadarlah ..!" ucap Arman ,sambil meringis, untung nya, semua itu di lihat oleh papanya Arin, sehingga cepat-cepat, menghentikan Arin,
"Arin apa yang kau lakukan.. Arman itu suami mu,. " bentak papanya.
Ha Ha Ha... dia harus mati..!!
Arin menunjuk -nunjuk wajah Arman dan ingin menyerang.
namun cepat di pegang erat oleh papa nya, namun papanya kewalahan.mama arin hanya bisa berteriak minta tolong..
tak mengerti apa yang harus di lakukannya...
"tolong... tolong Anakku... Hu huu huu...".
Arin kesurupan,, ...
Arin kesurupan,,
begitulah suara para tamu undangan.. menjadi heboh,melihat Arin meronta ronta, tiba tiba Arin berlari keluar rumah, dengan kecepatan tinggi, seolah olah ingin membawa raga Arin terbang.
mereka lantas mengikuti kemana Arin pergi,
bagaimana ini pak Ustadz...?
tanya Arman kepada Ustadz, Abdullah, yang juga menghadiri acara tersebut.
" kita harus mengejar nya, ini bisa berbahaya bila di biarkan.. ayo kita kejar.. " ujar Ustadz Abdullah, yang faham akan dunia spriritual.
Arman dan Ustadz Abdullah bergegas berlari mengejar arin yang tidak sadar, karena di kuasai oleh siluman.
sementara Papa Arin ia binggung kalau ia ikut, bagaimana dengan tamu undangan yang sudah terlanjur datang dan lumayan ramai.
"pak.... pak Rt, saya minta tolong, nitip rumah ya, saya mau ikut mengejar Anak saya.. " pinta papa nya Arin ke pada Pak Rt,
"baik pak,, serahkan kepada saya.. " ujar yang merupakan pak Rt setempat.
"ayo ma,,, " ditariknya istri nya lalu mengejar rombongan pak Ustadz Abdullah.
sementara Bayu dan ki Barjo berjalan dengan santai nya, keluar ruangan sambil tertawa menyeringai.
membuat para tamu undangan merasa aneh,mungkin beraneka pertanyaan di dalam hati mereka, melihat penampilan ki Barjo yang serba hitam, dan memakai batu cincin besar di setiap jari tangan nya.
Ustadz Abdullah berusaha mengejar Arin yang berlari secepat angin.namun dengan do'a -do'a yang terus di panjat kan tiada henti, akhirnya bisa mengejar Arin, hingga Arin terpojok dan melancarkan serangan demi serangan kepada Ustadz Abdullah,
Arin benar-benar di kuasi oleh siluman ber tanduk.ia sampai tak bisa menahan untuk tidak menyerang,,
Audzubikallimati tammati Min syari ma kholaq...
seuntai tasbih yang sedari tadi di pegang Ustadz Abdullah, di lemparkan tepat di jidat Arin.
membuat kedua siluman itu terpental dari tubuh Arin,
di saat itulah jalung datang,
"heii siluman busuk... akulah lawanmu.. " jalung menerkam tanpa ampun, ia tak cuma datang sendiri melainkan membawa pasukan nya, membuat siluman itu tak berkutik di buat nya,
akhirnya dengan melalui pertarungan sengit, siluman itu terbakar hingga menjadi abu.
membuat ki Barjo melotot kaget.
pasal nya kedua siluman itu adalah siluman terkuat yang ia punya,, namun kini harus musnah di hantam pasukan harimau.
ia mengeluarkan sumpah serapah.
"bagaimana ini ki,,, masak kalah sama harimau itu.. apa hebatnya harimau itu.. " tanya Bayu kesal.
"aaahhh... persetan dengan harimau itu,, membuat misiku gagal total... " rutuk ki Barjo.
ia cepat-cepat pergi meninggalkan tempat persembunyian nya,
sedangkan Arin yang sudah sadar, ia bingung apa yang telah terjadi..
"kenapa Arin bisa di sini bang..."
tanya nya kepada Arman.
"tadi kamu kesurupan sayang,, "
ucap Arman seraya menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya.
"terimakasih ayah.. " ucap Arman kepada jalung, membuat
jantung Danu dan istri nya seperti hendak melompat keluar.
mereka saling pandang, namun menyimpan pertanyaan itu masing-masing .
Arman bergegas mengangkat Arin dan membawa nya ke kamar nya.
"apa yang terjadi pak.. "tanya pak Rt kepada Danu,
"mmm mari kita bicara di dalam pak.. " sahut Danu.
mereka pun berbincang serius.
sedangkan Arman tengah menemani Arin beristirahat di kamar nya,
*
*
"saya tidak mau ki, kenapa aki bisa gagal .." sentak Bayu kepada ki Barjo.
"saya juga tidak menyangka bahwa Arman mempunyai pasukan Harimau..".
balas ki Barjo tak kalah sengit.
"tapi kan saya sudah bayar mahal sama ki Barjo.. masa tidak ada hasil sama sekali... gimana sih.. " umpat Bayu.
"kalau begini sia-sia saja saya mengeluarkan uang.. " lanjut nya.
"beri saya waktu untuk mengalah kan Arman dulu, baru saya bisa menyihir Arin untuk jatuh cinta padamu.. " ujar ki Barjo.
"saya tidak butuh omongan ki, saya perlu bukti.. " sergah Bayu merasa kesal, lantaran gagal rencana nya.
"baik anak muda, nanti saya laksanakan... " ujar ki Barjo.
next.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments